Kenal Pamit Kapolres Probolinggo, AKBP Muh. Wahyudin Latif Akhiri Masa Tugas, AKBP Asmida Rizki Siregar Siap Lanjutkan Pengabdian

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana haru bercampur hangat menyelimuti acara kenal pamit Kapolres Probolinggo yang menandai berakhirnya masa pengabdian AKBP Muh. Wahyudin Latif sekaligus penyambutan AKBP Asmida Rizki Siregar sebagai Kapolres Probolinggo yang baru. Momentum pergantian kepemimpinan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Bagi AKBP Muh. Wahyudin Latif, acara tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di hadapan para tamu undangan, ia mengenang perjalanan pengabdiannya selama satu tahun enam belas hari memimpin Polres Probolinggo. Dengan rendah hati, ia mengaku merasa belum banyak memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Probolinggo. Namun, satu hal yang akan selalu dibawanya adalah hangatnya persaudaraan yang terjalin selama bertugas.

“Selama satu tahun enam belas hari mengabdi di Kabupaten Probolinggo, kami merasa belum banyak yang bisa kami berikan. Namun yang kami rasakan justru begitu banyak kebersamaan, kehangatan, dan persaudaraan yang terjalin. Hal itu akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan,” ungkapnya.

AKBP Muh. Wahyudin Latif selanjutnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Kediri. Ia menyampaikan bahwa pengalaman bertugas di Kabupaten Probolinggo akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di wilayah yang baru.

Dalam kesempatan itu, ia juga memohon doa, dukungan, dan masukan dari Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kabupaten Probolinggo agar dapat terus mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.

Mengakhiri sambutannya, AKBP Muh. Wahyudin Latif menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin Polres Probolinggo masih terdapat kekurangan maupun kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, kebersamaan, dan sinergi yang telah terjalin selama ini. Kami juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan. Semoga tali silaturahmi dan persaudaraan ini tetap terjaga meski kami bertugas di tempat yang baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo yang baru, AKBP Asmida Rizki Siregar, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, TNI, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKBP Muh. Wahyudin Latif selama memimpin Polres Probolinggo. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polres Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Ia juga menyambut kehadiran AKBP Asmida Rizki Siregar sebagai Kapolres Probolinggo yang baru. Bupati berharap kolaborasi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.

Acara kenal pamit ditutup dengan pemberian cinderamata, ucapan selamat, serta ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi simbol berlanjutnya estafet pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kabupaten Probolinggo tetap aman, damai, dan kondusif.

MD KAHMI Kota Padang Panjang Ucapkan Selamat kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Sumatera Barat Terpilih

Sumbar, Berdampak.net – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Padang Panjang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah resmi terpilih untuk mengemban amanah kepemimpinan.

MD KAHMI Kota Padang Panjang berharap kepemimpinan kolektif yang baru dapat memperkuat peran FORHATI sebagai wadah berhimpunnya alumni perempuan HMI yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen pengabdian dalam mendorong kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Adapun Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang terpilih adalah: Prof. Dr. Safni, M.Eng; Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., Ph.D; Dr. Wanda Fitri, M.Si; Citra Puspitahati, S.S., M.Pd;dan Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah mendapat amanah. Semoga senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas organisasi serta mampu membawa FORHATI menjadi organisasi yang semakin maju, solid, inklusif, dan berdaya guna bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar MD KAHMI Kota Padang Panjang.

Melalui momentum ini, MD KAHMI juga menegaskan pentingnya sinergi dengan KAHMI di seluruh tingkatan serta menghadirkan berbagai gagasan dan program nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Majelis Daerah KAHMI Kota Padang Panjang menutup dengan tagline “Merawat Silaturahmi, Menguatkan Pengabdian, Membangun Peradaban.”

Ketua PCNU Kobar: Akhir 2026 Seluruh Lembaga Ditargetkan Rampung, LAZISNU Sudah Rasakan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kobar, Berdampak.net – Ketua PCNU Kotawaringin Barat, Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan organisasi selama masa khidmat yang sedang berjalan. Hingga saat ini, sekitar 80 persen lembaga di bawah naungan PCNU Kotawaringin Barat telah terbentuk, dan ditargetkan seluruhnya akan rampung pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, pembentukan lembaga merupakan bagian penting dalam memperkuat pelayanan organisasi kepada masyarakat. Dengan hadirnya seluruh lembaga, PCNU diharapkan mampu menjalankan program-program yang lebih terarah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi warga Nahdlatul Ulama maupun masyarakat Kotawaringin Barat secara umum.

“Alhamdulillah, saat ini sekitar 80 persen lembaga PCNU Kotawaringin Barat sudah terbentuk. Insyaallah pada akhir tahun 2026 seluruh lembaga dapat selesai dibentuk sehingga pelayanan organisasi kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban.

Ia juga menyoroti perkembangan LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat yang dinilai telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program-program penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah kini semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga Nahdliyin di berbagai wilayah.

Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun, LAZISNU bersama jaringan ranting yang telah terbentuk berhasil menghimpun dana lebih dari Rp2 miliar. Seluruh dana tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Dana yang dihimpun bukan hanya terkumpul, tetapi benar-benar kembali kepada masyarakat. Manfaatnya telah dirasakan secara langsung oleh warga Nahdliyin dan masyarakat Kotawaringin Barat,” ungkapnya.

Sayyid menjelaskan bahwa sistem pengelolaan dana LAZISNU menerapkan prinsip pemerataan manfaat. Sebanyak 85 persen dana dikembalikan kepada ranting untuk dikelola dan dimanfaatkan di wilayah masing-masing, 10 persen dialokasikan kepada MWCNU, sedangkan 5 persen menjadi bagian PCNU sebagai dukungan terhadap penguatan program organisasi.

Di sisi lain, penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput juga terus dikebut. Dari total 94 ranting NU yang menjadi target pembentukan, saat ini 40 ranting telah terbentuk. PCNU menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 70 persen pada akhir tahun 2026.

Target tersebut diperkuat dengan komitmen Ketua LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat yang siap mengawal percepatan pembentukan ranting hingga mencapai sedikitnya 70 persen sebelum tahun ini berakhir.

Dengan sinergi antara penguatan kelembagaan, percepatan pembentukan ranting, dan optimalisasi program LAZISNU, PCNU Kotawaringin Barat optimistis mampu membangun organisasi yang semakin mandiri, kuat, dan benar-benar hadir memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat luas.

FKUB Kabupaten Purworejo Pelajari Model Sinergi Pemerintah dan FKUB di Kota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo melaksanakan studi komparasi ke FKUB Kota Probolinggo yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Kamis (16/7/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara FKUB dan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo tersebut diikuti oleh 22 peserta yang dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH. Khabib, S.Pd., didampingi Sekretaris FKUB Kabupaten Purworejo, Rr. Nurul Komariyah, S.Sos., M.A.P.

Rombongan diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo, M. Sonhaji, bersama Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, S.T., M.A.P., didampingi Wakil Sekretaris FKUB Kota Probolinggo, Erfan Sudjianto, dan Wakil Bendahara FKUB Kota Probolinggo, Masyhuri Nurzah.

Acara dipandu langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, M. Sonhaji, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan FKUB sebagai pilar utama dalam menjaga kondusivitas daerah di tengah keberagaman masyarakat.

“Sinergi yang terbangun selama ini dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mencegah potensi konflik sekaligus memperkuat persatuan”, kata Sonhaji.

Materi utama disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, S.T., M.A.P., dengan tema “Kebijakan dan Strategi Pemerintah Daerah dalam Menjalin Sinergitas dengan FKUB untuk Menjaga Kerukunan Umat Beragama serta Stabilitas Sosial.” Dalam paparannya dijelaskan bahwa keberhasilan menjaga kerukunan tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga memerlukan komunikasi yang intensif, kemitraan yang kuat, deteksi dini terhadap potensi persoalan, serta kolaborasi aktif antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Berbagai praktik baik yang telah dikembangkan FKUB Kota Probolinggo bersama Pemerintah Kota Probolinggo, mulai dari penguatan dialog lintas agama, edukasi moderasi beragama, penyelesaian persoalan melalui musyawarah, hingga berbagai program kolaboratif yang melibatkan organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat”, papar Hudri.

Hudri juga memaparkan program unggulan FKUB kota Probolinggo diantaranya ecoHarmony, rumah ibadah ramah anak, rumah ibadah ramah lingkungan, profiling rumah ibadah, FKUB goes to school/ pesantren, dan pembinaan guru non formal pada sekolah Minggu di gereja, pasraman, dan klenteng sumber naga.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan pertukaran pengalaman mengenai tata kelola kelembagaan FKUB, pola koordinasi dengan pemerintah daerah, serta strategi menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Suasana yang terbuka dan penuh semangat kebersamaan mencerminkan komitmen kedua daerah untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH. Khabib, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Probolinggo, Bakesbangpol, dan FKUB Kota Probolinggo. Menurutnya, studi komparasi ini memberikan banyak wawasan dan praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat peran FKUB Kabupaten Purworejo sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin hubungan kelembagaan yang semakin erat antardaerah, sekaligus menjadi media pembelajaran bersama dalam mengembangkan inovasi dan strategi penguatan kerukunan umat beragama”, ujar Habib Sol

Sinergi yang baik antara pemerintah daerah, FKUB, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.

GEKRAFS Probolinggo Gelar Turnamen PS4 dan Nobar Piala Dunia 2026


Probolinggo, Berdampak.net – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menggelar Turnamen PlayStation 4 (PS4) dan nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Prancis di Vibes Space, Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anak muda tersebut berlangsung meriah. Selain menyuguhkan persaingan seru dalam turnamen gim sepak bola, peserta dan masyarakat juga menikmati nobar laga semifinal Piala Dunia 2026. Suasana semakin semarak dengan pembagian berbagai doorprize kepada peserta dan penonton.

Ketua Pelaksana, Ahmad Fauzan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya GEKRAFS menghadirkan ruang hiburan yang positif sekaligus memperkuat silaturahmi dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk berkumpul, berkompetisi secara sportif, dan merasakan euforia Piala Dunia 2026 bersama. Semoga kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo,” ujar Ahmad Fauzan.

Menurut Fauzan, turnamen gim dan nobar sepak bola menjadi salah satu media yang efektif untuk mempertemukan komunitas, menumbuhkan sportivitas, serta membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk berkembang melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif.

GEKRAFS berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan generasi muda. Dengan demikian, selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo. (fj)

Kolaborasi Perusahaan dan PMI-JFF, Dua Anak Probolinggo Jalani Operasi Katarak Gratis di Jember

Jember, Berdampak.net – Dua anak asal Kabupaten Probolinggo berhasil menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Keberhasilan kegiatan bakti sosial ini tak lepas dari sinergi PMI Kabupaten Probolinggo dengan John Fawcett Foundation (JFF) Indonesia, serta dukungan dari pihak perusahaan yang turut menghadirkan layanan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan pendampingan penuh dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama JFF Indonesia pada Jumat (3/7/2026). Peran PMI tampak sejak proses seleksi dan persiapan keberangkatan hingga pengawalan langsung selama pelayanan.

Kedua pasien berasal dari Kecamatan Banyuanyar dan Kecamatan Kraksaan. Mereka diberangkatkan dari Markas PMI Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (1/7/2026). Setibanya di Jember, kedua anak menjalani general check-up pada dan kemudian Setelah dinyatakan layak, operasi katarak segera dilakukan oleh tim medis JFF yang berkolaborasi dengan RS Bina Sehat Jember.

Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya pada dukungan kemanusiaan dari jejaring mitra dan perusahaan. Ia menegaskan, program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian dan memastikan pelayanan berjalan optimal, PMI memberangkatkan pengurus untuk mendampingi. Para pendamping bertugas memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga, mulai dari proses persiapan hingga masa pemulihan awal. Menurut rencana, pembukaan perban serta pemeriksaan lanjutan akan dilakukan kemudian dan Jika hasil medis baik di lanjutkan pemulangan kembali ke Probolinggo.

Sementara itu, JFF Indonesia dan tim medisnya menjalankan peran kunci dalam aspek layanan kesehatan, mulai dari asesmen awal hingga pelaksanaan operasi. Dukungan perusahaan turut memperkuat terlaksananya program, sehingga PMI dan JFF bisa menghadirkan pelayanan bagi lebih banyak penerima manfaat.

PMI Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan terima kasih kepada JFF Indonesia, PT POMI Paiton Energy, serta seluruh tim medis. Semua pihak berharap Semoga sinergi sosial dan kemanusiaan yang positif ini terus berlanjut untuk membantu lebih banyak masyarakat di kabupaten Probolinggo. kegiatan ini menjadi awal kehidupan baru bagi pasien dan dengan penglihatan yang kembali, l langkah besar lain seperti menempuh pendidikan lanjut untuk meraih cita-cita akan terbuka lebar.