Gus Chasbullah Kafabie, Ajak Gen Z untuk Terus Bangun Personal Branding di Era Digitalisasi

Probolinggo, Berdampak.net – Membangun citra diri yang positif adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Gus Chasbullah Kafabie, Jajaran Pengasuh Ponpes Nurul Qadim yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, memberikan paparan terkait pentingnya membangun citra diri di era Digitalisasi kepada para Generasi Z, di Kecamatan Pakuniran, Jum’at (21/03/2025).

Kegiatan yang dikonsep Reuni dan Talk Show tersebut, diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Madrasah Diniyah Ihyaul Iman, Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.

“Citra diri yang positif dapat membantu kita untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain, untuk mencapai tujuan-tujuan kita,” jelas beliau.

Beliau juga menyampaikan, personal branding di era Digitalisasi ini tentunya sangat mudah, terlebih dengan adanya media sosial yang saat ini sudah menjamur di hampir semua kalangan masyarakat.

“Jadi kita bisa berekspresi tentang siapa diri kita sebenarnya, apa yang menjadi pengalaman atau skill yang kita miliki, dengan tujuan orang lain tahu dan mengenal siapa diri kita, tentunya saat ini personal branding itu sangat mudah, dengan adanya media sosial,” tambah beliau.

Terlebih dari itu semua, beliau juga mengajak kepada para Generasi Z, untuk terus mengembangkan keterampilan dalam membangun citra diri yang positif.

“Ayo dari sekarang kita terus mengembangkan keterampilan kita dengan cara belajar untuk meningkatkan kemampuan kita dan mencapai tujuan-tujuan kita, tentunya tujuan yang positif,” ajak beliau. (fiq)

Malam Nuzulul Qur’an, Gus Chasbullah Kafabie: “Refleksi Keseimbangan Antara Rasionalisme dan Emosionalisme”

Probolinggo, Berdampak.net – Malam Nuzulul Qur’an adalah malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Malam ini diperingati setiap tahun pada tanggal 17 Ramadan, dan merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan memohon ampun.

Pada momentum Malam Nuzulul Qur’an ini, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Chasbullah Kafabie mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, dengan cara melakukan refleksi keseimbangan antara rasionalisme dan emosionalisme.

“Kita haruslah mengembangkan kematangan emosional, menghindari kefanatikan, mengembangkan kecerdasan spiritual, mengintegrasikan akal dan hati, dan mengembangkan kesadaran spiritual. Malam Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai sumber hidayah dan petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengandung ajaran-ajaran yang benar dan lurus, serta merupakan sumber kebenaran dan keadilan,” ujarnya, Minggu (16/03/2025) petang.

Malam Nuzulul Qur’an juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengembangkan kematangan emosional. Kematangan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kematangan emosional yang tinggi, Malam Nuzulul Qur’an juga mengingatkan kita tentang pentingnya menghindari kefanatikan. Kefanatikan dapat terjadi ketika kita terlalu mengutamakan aspek rasional atau emosional. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang moderat dan seimbang,” jelasnya.

Beliau mengatakan, banyak hal yang dapat kita petik dalam setiap kandungan Al-Qur’an, untuk dipedomani dalam menjalankan kehidupan di dunia sebagai khalifah fil ‘Ardh.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kecerdasan, dan kesadaran spiritual yang tinggi, selain itu, Al-Qur’an juga mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki akal dan hati yang seimbang,” paparnya.

“Dengan melakukan refleksi diri pada Malam Nuzulul Qur’an, semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita, mengembangkan sifat-sifat baik, dan menjadi lebih sabar dan Syukur,” harapnya. (fiq)

Dua Syekh Al-Azhar Kairo Mesir Berkunjung ke Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kedatangan dua ulama terkemuka dari al-Azhar, Kairo, Mesir yaitu Syekh Adel Mahmoud Muhammad Ali (Qori ahli qiroah 10 dan Imam Masjid al-Azhar) dan Syekh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby (Syekh al-Qur’an dan Profesor Ushul Fiqh). Kedatangan keduanya bersama rombongan dari Kemenag Jawa Timur di Pesantren Nurul Jadid untuk memberikan seminar dan tashhihul bacaan qiroah para santri dan pengurus Pusat Pengembangn Ilmu al-Qur’an Nurul Jadid (PPIQ).
Wakil Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Dr. KH. Najiburrahman Wahid menyampaikan bahwa dua tokoh al-Azhar yang berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan pakar qiroah asyroh bukan hanya qiroat sab’ah dan pakar ushul fiqh.

“Berkunjungnya dua syekh al-Azhar ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kita untuk menimba ilmu. Karena hal ini jarang terjadi bahwa bagaimanapun al-Azhar as-Syarif di Kairo, Mesir masih merupakan salah satu pusat keilmuan islam dan pusat peradaban islam saat ini. Di saat beberapa pusat keilmuan dan peradaban yang lain seperti di Syiria dan Yaman sedang gonjang-ganjing oleh perang,” Ungkapan ini disampaikan Kiai Najiburrahman pada saat memberikan sambutan pada acara seminar di Aula Pesantren 1. Ahad (09/03/25).

Di hadapan kedua syekh tersebut, Kiai Najib yang juga merupakan Rektor Universitas Nurul Jadid Paiton ini menjelaskan secara singkat berkait Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Menurutnya, Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo didirikan oleh KH. Zaini Mun’im yang berasal dari pulau Madura. Lembaga pendidikan yang ada yang ada di pesantren Nurul Jadid mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

“Pesantren Nurul Jadid ini mengikuti madzhab ahlusunnah wal-jamaah yaitu Imam Al-asy’ari dalam hal aqidah dan mengikuti madzhab Imam Syafii dari segi fikih,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pesantren Nurul Jadid memiliki prinsip al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni ‘Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik’.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid dan delegasi dari 7 lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid berjumlah 933 orang. (pm)

Gus Hafidz dan Syubbanul Muslimin Akan Bersholawat di Kampung Ramadhan JTV, Catat Tanggalnya

Berdampak.net – Kampung Ramdahan JTV hadir lagi untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 2025. Tahun ini Kampung Ramadhan hadir dalam edisi ke-9 dengan suasana yang meriah dan penuh berkah. Acara tahunan ini akan berlangsung pada 8 – 23 Maret 2025 di Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo.

Kampung Ramadhan JTV 2025 hadir dengan berbagai kegiatan religi, budaya, dan ekonomi yang siap menyemarakkan bulan penuh berkah. Sejumlah bintang tamu akan tampil meramaikan, diantaranya Gus Hafidz,dan Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin. Kampung Ramadhan JTV akan dibuka secara resmi pada Jumat 8 Maret 2025 pukul 20.00 WIB. Opening ceremony akan dikemas dengan Gebyar Sholawat yang menghadirkan  Gus Hafidz, dan Syubbanul Muslimin yang akan mengajak pengunjung untuk bersholawat bersama dan menciptakan suasana yang penuh kedamaian dan keberkahan.

PSB 2025 Secara Online Pesantren Nurul Jadid Resmi Dibuka

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jawa Timur yang didirikan KH. Zaini Mun’im resmi membuka Pendaftaran Santri Baru (PSB) secara online. Ahad (02/03/25).

Pendaftaran secara online ini bertujuan untuk memudahkan para pendaftar yang akan mondok dan bersekolah di pesantren Nurul Jadid.

Sekretaris Pesantren H. Thohiruddin mengungkapkan bahwa ada dua mekanisme pendaftaran PSB di pesantren Nurul Jadid, yaitu; pendaftaran secara online dan offline. Thohir menjelaskan kedua mekanisme ini untuk memudahkan para pendaftar.

“Semua calon santri baru bisa mendaftar secara online sejak saat ini bulan Maret hingga Juli. Pada bulan juli nanti calon santri baru hanya melakukan verifikasi untuk menyelesaikan data yang kurang lengkap,” katanya.

Selanjutnya, Thohir menegaskan berkait jumlah pendaftar di pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

“Setiap tahun santri yang mendaftar di pesantren Nurul Jadid sebanyak dua ribu lima ratus. Oleh karena itu, pesantren memfasilitasi pendaftaran online agar para pendaftar tidak terlalu lama antri saat melakukan pendaftaran secara offline,” tegasnya..

Sementara Kasubbag Umum dan PSB Muslehuddin Jauhari menyampaikan, pendaftaran offline hanya fokus pada verifikasi data dan berkas kelengkapan santri baru. Hal itu dilakukan pada 5 sampai 9 Juli 2025.

“Pada pendaftaran offline itu, kita berfokus untuk verifikasi data dan kelengkapan berkas. Karena santri baru akan mendapatkan semua kebutuhan dan kelengkapan santri berupa atribut, kitab, seragam khas pesantren, seragam sekolah dan kelengkapan-kelengkapan yang lain,” katanya.

Musleh juga berharap agar para calon pendaftar untuk memaksimalkan pendaftaran secara online agar lebih mudah.

“Fasilitas pendaftaran secara online itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Semua ada petunjuknya atau SOPnya yang tercantum pada link pendaftaran secara online,” imbuhnya. (pm)

Kuatkan Jiwa Korsa, MI Nurul Mun’im Lantik Anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu

Probolinggo, Berdampak.net – Untuk penguatan jiwa korsa peserta didik, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Mun’im kembali menggelar acara pelantikan anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu Angkatan ke VI pada hari Ahad, 23 Februari 2025. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 15 peserta didik yang telah menyelesaikan tahapan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Ramu.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid, Mujiburrohman, hadir sebagai pembina Apel Pelantikan untuk melantik anggota Pramuka Penggalang tingkat Ramu. Turut hadir dalam acara tersebut, Kasi Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik ustadzah Fairus, para pembina pramuka yaitu Kak Umar Falas (Wakil Kepala Bidang Kesiswaan), Kak Muhammad Syarqowi (Pembina Gugus Depan), Kak Roisul Arifin (Pembina Satuan Putra), dan Kak Wildatus Sholehah (Pembina Satuan Putri).

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ikrar atau sumpah Trisatya. Dilanjutkan, penyematan tanda pelantikan berupa Tanda Kecakapan Umum (TKU) Ramu yang dilakukan langsung oleh Bapak Mujiburrohman didampingi Kak Umar Falas dan Kak Syarqowi. Moment seru nan khidmat dalam prosesi pelantikan ini adalah penyiraman bunga kepada anggota terlantik sebagai simbol penyegaran dan harapan agar para anggota baru dapat mengharumkan nama baik almamater serta menjadi pemimpin di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, pihak madrasah memberikan piagam penghargaan kepada peserta didik teraktif 100% kehadiran selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik yang sudah berjuang untuk selalu terlibat dalam kegiatan pramuka dan juga sebagai motivasi keteladanan bagi peserta didik yang lain.

Kabid. Kelembagaan dan Peserta Didik, Bapak Mujiburrohman, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas komitmen MINM yang konsisten melaksanakan kegiatan pramuka untuk membangun jiwa korsa sebagaimana amanah pesantren. “Jujur kami mewakili Biro Pendidikan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MINM dan peserta didik yang istiqomah melaksanakan kegiatan Pramuka untuk membangun jiwa korsa,” tuturnya yang disambut tepuk tangan oleh peserta apel pelantikan.

Eksistensi dan komitmen MI Nurul Mun’im ini dalam mengawal kegiatan keprmukaan perlu menjadi taulada bagi satuan pendidikan lainnya baik di dalam pesantren maupun luar pesantren. Harapannya, semangat dan capaian ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan berkembang lebih baik lagi. Karena jiwa korsa, kedisiplinan dan kemandirian perlu dibangun sejak ini untuk membentuk karakter positif dalam diri peserta didik.

Acara pelantikan ini menjadi momen penting bagi para anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu Angkatan ke VI. Diharapkan, mereka dapat terus mengembangkan diri ke jenjang berikutnya dan istiqomah memberikan kontribusi positif bagi Madrasah dan masyarakat. (fiq)