RS Graha Sehat Kraksaan Klarifikasi Mekanisme Penghasilan Tenaga Kesehatan dan Tegaskan Komitmen Pelayanan

Probolinggo, Berdampak.net – Menanggapi pemberitaan yang berkembang terkait mekanisme penghasilan tenaga kesehatan di lingkungan RS Graha Sehat Kraksaan, pihak manajemen akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus penjelasan resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh dan berimbang.

Andreas selaku Kepala Bagian Umum dan Keuangan RS Graha Sehat Kraksaan menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai belum sepenuhnya mengedepankan prinsip cover both side sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat.

Menurutnya, sistem penghasilan di sektor pelayanan kesehatan memiliki mekanisme yang berbeda dengan sektor industri maupun perusahaan berbasis produksi.

“Rumah sakit bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan. Karena itu mekanisme penghasilan di dalamnya tentu berbeda dan tidak bisa disamakan secara langsung dengan sektor industri yang memiliki pola penghasilan tetap,” ujar Andreas saat memberikan keterangan.

Ia menjelaskan bahwa dalam pelayanan rumah sakit terdapat beberapa komponen penghasilan yang berkaitan dengan aktivitas pelayanan pasien dan produktivitas masing-masing profesi.

Sebagai contoh, dokter memiliki uang duduk atau komponen dasar yang nominalnya mungkin terlihat kecil, misalnya sekitar Rp2 juta, namun dokter juga memperoleh jasa medis dari visite pasien, tindakan medis, hingga pelayanan lainnya yang nilainya jauh lebih besar dan mengikuti aktivitas pelayanan setiap bulan.

Begitu juga dengan apoteker yang selain memiliki gaji pokok, juga memperoleh jasa pelayanan farmasi, telaah resep, dan pelayanan kefarmasian lainnya. Perawat pun demikian, selain memiliki gaji pokok juga terdapat jasa tindakan dan pelayanan keperawatan yang besarannya mengikuti aktivitas pelayanan pasien.

Sementara tenaga laboratorium memperoleh jasa pemeriksaan pelayanan lab, dan bagian administrasi maupun penunjang juga memiliki jasa pelayanan berdasarkan aktivitas pelayanan rumah sakit.

“Jadi kalau hanya melihat satu komponen saja tanpa memahami keseluruhan mekanisme penghasilan di rumah sakit, tentu narasinya menjadi tidak utuh. Di dunia rumah sakit memang ada sistem jasa pelayanan yang berbeda dengan sektor lain,” jelas Andreas.

Menurutnya, dinamika penghasilan di sektor pelayanan kesehatan juga sangat dipengaruhi jumlah kunjungan pasien yang berubah setiap bulan.

“Ada periode pasien ramai, ada juga periode kunjungan menurun. Karena itu sektor rumah sakit tidak bisa dibandingkan langsung dengan sektor produksi atau manufaktur yang pola pendapatannya cenderung tetap,” tambahnya.

Ia juga memastikan seluruh tenaga kesehatan di RS Graha Sehat Kraksaan bekerja sesuai regulasi serta berada dalam pengawasan organisasi profesi masing-masing, mulai dari IDI, PPNI, IAI, dan organisasi profesi kesehatan lainnya.

Selain itu, Andreas berharap masyarakat juga melihat keberadaan rumah sakit swasta sebagai bagian dari pengembangan pelayanan publik dan pertumbuhan investasi daerah.

“Rumah sakit swasta hadir bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan ikut mendukung perkembangan daerah. Karena itu iklim pelayanan dan investasi yang sehat sebaiknya sama-sama dijaga,” katanya.

Pihak manajemen menegaskan bahwa kritik dan evaluasi merupakan hal yang wajar dalam proses perbaikan pelayanan. Namun demikian, informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan tetap objektif, berimbang, dan tidak menimbulkan keresahan maupun persepsi yang dapat melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Kami terbuka terhadap evaluasi dan masukan konstruktif. Tetapi kami juga berharap setiap informasi yang berkembang dapat dipahami secara utuh dan tidak sepihak, karena dampaknya bukan hanya kepada institusi rumah sakit, tetapi juga kepada tenaga kesehatan dan pelayanan masyarakat,” tegas Andreas.

Di akhir keterangannya, Andreas memastikan RS Graha Sehat Kraksaan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan terus melakukan pembenahan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara bertahap dan berkelanjutan. (fj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *