Kukuh Widyatmoko: Petani Lokal yang Mengabdi untuk Desa Kalianan

Probolinggo, Berdampak.net – Kukuh Widyatmoko, petani asal Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, memiliki tekad besar untuk memajukan desanya melalui pertanian. Lulusan Magister Manajemen Universitas Islam Malang (UNISMA) ini kini fokus mengembangkan kopi lokal sebagai komoditas unggulan.

Kukuh, yang akrab disapa Koko, percaya bahwa kopi dapat menjadi identitas baru bagi Desa Kalianan. Ia berharap kopi yang dihasilkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Cita dan harapan saya, semoga kopi yang dihasilkan menjadi identitas baru yang membawa kesejahteraan masyarakat lokal di desa kami. Untuk mencapai harapan tersebut, kami petani kopi perlu meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi kopi berkualitas. Selain itu, kami juga perlu kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendampingan, dan korporasi petani,” ungkap Kukuh.

Menurut Kukuh, upaya untuk mengembangkan kopi lokal tidak bisa dilakukan sendiri. Pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi serta dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Ia juga aktif memotivasi petani lain untuk bersama-sama membangun potensi kopi Desa Kalianan.

Sebagai alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang, Kukuh mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian. Baginya, pertanian adalah salah satu cara untuk memajukan desa. “Dengan bekerja bersama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk desa ini,” tambahnya.

Melalui dedikasinya, Kukuh Widyatmoko membuktikan bahwa pengabdian kepada kampung halaman dapat menjadi langkah nyata untuk menciptakan perubahan. Dengan tekad kuat dan semangat kolaborasi, ia menjadi salah satu pelopor pengembangan kopi lokal di Probolinggo. (fjr)

LP Pomas Unuja Gelar Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Penghargaan Kompetisi Ilmiah dan Debat

Probolonggo, Berdampak.net – Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa (LP.Pomas) Universitas Nurul Jadid (Unuja), sukses gelarkan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan tersebut, mencakup Kompetisi Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional, Kompetisi Debat Bahasa Indonesia tingkat lokal, dan puncaknya, acara Refleksi Akhir Tahun 2024 bertajuk “Membangun Generasi Unggul: Harmoni Antara Keilmuan dan Moralitas.”

Acara yang berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024, ini dihadiri langsung oleh KH. Muhammad Al-Faiz Sa’adi dan dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang kompetisi.

Kompetisi Karya Tulis Ilmiah menarik 327 peserta dari 67 perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, dengan cakupan jenjang S1 hingga S3.

“Ini membuktikan bahwa Universitas Nurul Jadid mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Dr. M. Hasan Baharun, Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid, dalam pidatonya.

Menurut Hasan Baharun, keberhasilan ini menunjukkan kualitas literasi Universitas Nurul Jadid yang terus berkembang. “Sejak 2017, kita telah menjadi kiblat literasi ilmiah. Meski berada di lokasi sederhana, kualitas akademik kita tidak diragukan lagi,” tambahnya.

Wakil Rektor III, juga menyampaikan bahwa Universitas Nurul Jadid memberikan berbagai opsi bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi, seperti melalui jalur skripsi, publikasi jurnal ilmiah, atau penerbitan buku. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas dalam memajukan literasi dan akademik.

Sebelum menutup pidatonya, Wakil Rektor III, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan tahun 2025 sebagai momentum perubahan. “Mari kita terus menulis, belajar, dan berkontribusi melalui karya-karya ilmiah yang mampu menggoyang dunia,” ajaknya.

Tak hanya itu, bagian dari rangkaian kegiatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kompetisi Debat Bahasa Indonesia tingkat lokal pun berhasil menarik partisipasi mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai jurusan di Universitas Nurul Jadid.

Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, dan penyampaian argumen berbasis data yang logis.

“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan intelektual mahasiswa tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan ide di ruang publik,” ujar Moh. Jasri, Kepala LP.Pomas Universitas Nurul Jadid.

Moh. Jasri menegaskan bahwa, LP.Pomas akan terus menjadi motor penggerak pengembangan kapasitas mahasiswa Unuja, agar menjadi generasi unggul yang memadukan keilmuan dan moralitas sebagai bekal untuk masa depan.


Daftar Pemenang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah dan Penghargaan diumumkan dalam acara tersebut dan menerima penghargaan:

Juara 1: M. Aqil Fahmi Sanjani (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) – Tropi, sertifikat, dan uang tunai Rp1.000.000.

Juara 2: Unzilah Khomairotusshiyama (Universitas Nurul Jadid Paiton) – Tropi, sertifikat, dan uang tunai Rp850.000.

Juara 3: Zulfahmi (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal) – Tropi, sertifikat, dan uang tunai Rp650.000.

Selain itu, jurnal 10 terbaik ke-2 dan ke-3 mendapatkan sertifikat serta kesempatan publikasi gratis.

Daftar 10 Jurnal Terbaik:

  1. Alwi Padly Harahap, dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Sumatera Utara
  2. Aminatun, dari Universitas Islam Madura
  3. Muhammad Akhyar Aji Saputra Universitas Islam Jember
  4. Esty Cahyaningsih, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  5. Maskuri Abdul Rohman Institut Agama Islam Faqih Asy’ari Kediri, Jawa Timur
  6. Sofia Annisa Rahma, Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur
  7. Natasha Meisya Putri, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Jawa Tengah
  8. Nadiatul Maziyyah Attarwiyah, Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq, Jember,
  9. Istianatul Imamah, Universitas KH. Mukhtar Syafaat Banyuwangi
  10. Arman STKIP PGRI Sumenep, Jawa Timur
  11. Muhammad Nur Fathoni, Institut Agama Islam Negeri Metro Indonesia
  12. Mujiburrohman Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo
  13. Neng Siska Fitriani, Universitas Pakuan, Jawa Barat
  14. Agus Setiyono, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur
  15. I Made Dharma Adnyana, Politeknik Transportasi Tabanan Bali
  16. Nurul Rezki Awaliah S, Institut Agama Islam Negeri Parepare, Sulawesi Selatan
  17. Endriyani Lestari, Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah
  18. Muhammad Zaki Maulana, Universitas Nurul Jadid
  19. Ahmad Nadif Sanafiri, Universitas Nurul Jadid
  20. Arifurrohman, Universitas Islam Jember, Jawa Timur
  21. Ahmad Zainullah, Universitas Islam Malang, Jawa Timur
  22. Rinta Anisaturrizqi, Universitas Islam Jember, Jawa Timur

Daftar Pemenang Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Universitas Nurul Jadid, diumumkan dalam acara tersebut dan menerima penghargaan:

Juara 1 diraih oleh Tim: Mujiburrohman dan Rahmat Shulhani, (S2 Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana Unuja) – piagam penghargaan dan uang tunai Rp400.000

Juara 2 diraih oleh Tim: Irzam Abdellah dan Saiq Khayran, (S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan dan S1 Hukum Fakultas Sosial Humaniora) – piagam penghargaan dan uang tunai Rp300.000

Juara 3 diraih oleh Tim: Basmalia Silvi Tauhid dan Dina Khilyatus, (S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan Unuja) – piagam penghargaan dan uang tunai Rp200.000. (fiq)

Asah Public Speaking dan Logical Thinking, LP POMAS Sukses Gelar Kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa UNUJA

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangkaian acara Refleksi Akhir Tahun, Haul Masyayikh, dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa (LP. POMAS) Universitas Nurul Jadid sukses menyelenggarakan Kompetisi Debat Ilmiah Bahasa Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Desember 2024 di Gedung Rektorat Universitas Nurul Jadid, menghadirkan atmosfer akademik yang hangat dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan public speaking, pengetahuan, dan pemikiran kritis mahasiswa.

Sebanyak 12 tim dari berbagai program studi bersaing untuk menunjukkan kemampuan mereka, meskipun 4 tim harus gugur di tahap awal, menyisakan 8 tim yang bertarung di babak penyisihan hingga final. Kompetisi ini menghadirkan juri profesional, seperti Dr. Mushafi Miftah, untuk tahap penyisihan hingga semifinal, dan Ahmad Sahidah, Ph.D untuk babak final.

Dalam perhelatan kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa kali ini, isu hangat yang diusung sebagai mosi debat adalah Peningkatan kualitas pendidikan adab untuk Gen-Z, Lembaga keuangan Syari’ah sebagai sarana peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat, dan Kebijakan peningkatan pertanian berkelanjutan (sustainable farming). Pada babak Final merupakan impromptu motion yang diberikan beberapa saat sebelum pertandingan mengenai isu yang tengah kontroversial di seantero negeri tentang kebijakan Pemerintah Menaikkan PPN 12%, Untuk Rakyat atau Elit?

Kepala LP. POMAS, Moh. Jasri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melatih keterampilan berbicara di depan umum serta argumen logis. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembudayaan kegiatan ilmiah di lingkungan kampus, sekaligus memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid,” ujarnya.

Salah satu peserta, Rahmat Shulhani, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini. “Saya bersyukur LP POMAS UNUJA tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan positif ini, karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam public speaking,” katanya.

Usai pertarungan sengit bergulir, para pemenang pun ditentukan berdasarkan kualitas argumentasi, keterampilan berbicara, penggunaan bukti, dan etika berbicara. Juara Kompetisi Debat Ilmiah mahasiswa UNUJA tahun 2024 diraih oleh Juara 1 atas nama Mujiburrohman (Sumba Barat, NTT) dan Rahmat Shulhani (Situbondo), Mahasiswa Pascasarjana (S2) Manajemen Pendidikan Islam. Juara 2 atas nama Irzam Abdellah (S1 Keperawatan) dan Saiq Khayran (S1 Hukum Sosial Humaniora), sedangkan Juara 3 diberikan kepada  Basmalia Silvi Tauhida dan Dina Khilyatus Sofiah, Mahasiswa S1 Keperawatan. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan pada Malam Puncak Refleksi Akhir Tahun 2024, yang digelar malam ini, 30 Desember 2024, di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara ini diharapkan menjadi penutup tahun yang berkesan sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam kegiatan akademik di masa mendatang. (fiq)