Menuju Muktamar Konstitusional: Seruan Rekonsiliasi dan Ukhuwah Menggema di Internal NU


​JAKARTA, Berdampak.net – Menyikapi dinamika organisasi pasca-beredarnya dokumen “Tabayun Rais Aam”, sebuah seruan penting muncul untuk mengedepankan keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Fokus utama kini diarahkan pada semangat saling memaafkan dan persiapan Muktamar yang sah secara konstitusi.
​Dalam sebuah pernyataan sikap yang mengedepankan kebijaksanaan, ditegaskan bahwa menjaga marwah organisasi adalah prioritas utama. Seluruh pihak diajak untuk membuka lembaran baru dengan mengedepankan semangat ukhuwah (persaudaraan) demi mendinginkan suasana di internal organisasi.
​”Mari kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Jalan musyawarah harus ditempuh sebagai ikhtiar terhormat untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap pernyataan tersebut.
​Sebagai langkah konkret ke depan, seruan ini menekankan pentingnya mempersiapkan Muktamar yang sah, legitimate, dan sepenuhnya merujuk pada AD/ART organisasi. Langkah konstitusional ini dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar yang bermartabat untuk memastikan transisi atau pengambilan keputusan organisasi berjalan dengan baik.
​Upaya ini bukan sekadar penyelesaian konflik, melainkan sebuah ikhtiar untuk menuntun NU melangkah ke masa depan yang lebih solid. Dengan bersandar pada nilai-nilai musyawarah, diharapkan hasil Muktamar nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
​Pernyataan tersebut ditutup dengan harapan besar agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan meridhai langkah kolektif ini demi menjaga keutuhan organisasi ulama terbesar di Indonesia tersebut.

Sinergi Eksekutif-Legislatif, DPRD dan Pemkot Probolinggo Sahkan Propemperda 2026

PROBOLINGGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kota Probolinggo resmi menyepakati penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Probolinggo untuk tahun anggaran 2026. Kesepakatan ini diambil dalam rapat paripurna yang digelar di Kantor DPRD Kota Probolinggo, Selasa.

Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng, menyatakan bahwa Propemperda ini akan menjadi kompas bagi kedua lembaga dalam menyusun dan membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sepanjang tahun 2026.

“Propemperda merupakan pedoman bagi Pemkot dan DPRD. Ini adalah hasil harmonisasi untuk menyelaraskan berbagai program legislasi demi memperkuat payung hukum di kota ini,” ujar Santi.

Ia menambahkan bahwa penyusunan program ini dilakukan secara terpadu dan sistematis dengan tetap mengedepankan skala prioritas pembangunan daerah.

Fokus pada Keberlanjutan dan Harmonisasi Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menekankan bahwa penetapan Propemperda merupakan langkah awal dari proses panjang legislasi. Menurutnya, daftar Raperda yang masuk mencakup usulan baru maupun regulasi yang saat ini masih dalam tahap sinkronisasi di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kemenkumham.

“Semua program yang belum selesai, baik yang sedang disinkronisasi maupun yang baru, kita masukkan ke dalam Propemperda ini sampai terbentuk Perda secara utuh,” jelas Aminuddin.

Ia berharap regulasi yang dihasilkan nantinya memiliki kualitas tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan peraturan daerah yang dihasilkan memiliki keselarasan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat ke depannya,” pungkasnya.

Dengan disahkannya Propemperda 2026 ini, diharapkan proses legislasi di Kota Probolinggo dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

IKA-UB Probolinggo Raya Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Tiris

Probolinggo, Berdampak.net – Tepat Selasa siang (23/12/2025), Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menyerahkan bantuan untuk korban terdampak bencana alam di wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Pengurus inti IKA-UB Probolinggo Raya yang hadir di lokasi adalah Yayik Hamidah dan Asmiyati Kurnianingsih. Bantuan dari IKA-UB Probolinggo berupa uang tunai sebesar Rp. 5.030.000, diterima secara langsung oleh Sekretaris Kecamatan Tiris Yayok Hadiyanto di Pendopo Kecamatan Tiris. Turut disaksikan pula oleh masyarakat sekitar dan para pegawai kecamatan.

Dalam keterangannya, Ketua IKA-UB Probolinggo Raya Tri Septa Agung Pamungkas mengatakan bahwa pemberian bantuan kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Kecamatan Tiris sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi dan berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi warga terdampak bencana.

“Membantu warga terdampak bencana alam adalah bentuk solidaritas kemanusiaan dan ikhtiar pemulihan korban. Agenda sosial kemanusiaan itu di atas segalanya. Melalui program Brawijaya Care, IKA-UB Probolinggo senantiasa hadir dan berperan aktif dalam membantu korban bencana alam. Donasi uang ini merupakan ikhtiar kolektif dan urunan bersama keluarga besar IKA-UB Probolinggo. Semoga Allah Yang Maha Kuasa meridhoi semua ikhtiar kita dan para korban bencana dimudahkan dalam proses recovery,” kata Tri Septa Agung Pamungkas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Tiris Yayok Hadiyanto menyampaikan terimakasih atas bantuan yang di berikan kepada warganya oleh IKA-UB Probolinggo Raya.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan dari para alumni Universitas Brawijaya. Semoga bantuan ini dapat meringankan masyarakat yang terkena banjir di Kecamatan Tiris. Semoga para donatur mendapatkan pahala kebaikan,” pungkas Sekcam Tiris, Yayok Hadiyanto.

Partai Gelora Tekankan Pentingnya Pemahaman Geopolitik Sejak Dini


Jakarta, Berdampak.net – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menekankan pentingnya menanamkan pemahaman geopolitik kepada generasi muda sedini mungkin. Menurutnya, wawasan mengenai dinamika global bukan sekadar konsumsi kaum elit, melainkan kompas bagi anak muda dalam menentukan arah masa depan bangsa.
​Hal tersebut disampaikan Mahfuz usai menghadiri Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertajuk ‘Memahami Model Hubungan dan Dinamika Politik Global’ di Jakarta, Jumat (19/12/2025) malam.
​”Pemahaman geopolitik ini akan membuat kita mengerti tentang cara dunia bekerja dan menentukan arah kehidupan kita ke depan. Jangan sampai isu ini dianggap jauh dari masalah keseharian,” ujar Mahfuz Sidik dalam keterangannya.
​Belajar dari Negara Maju
​Mahfuz menjelaskan bahwa negara-negara maju telah lama menerapkan pola pendidikan yang menanamkan cita-cita besar bangsa kepada generasi muda sejak awal. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencapai kemajuan nasional.
​”Mereka meletakkan cita-cita besar di depan dan meyakinkan generasi muda bahwa itulah perjalanan kolektif yang harus mereka tuju,” tambahnya.
​Manfaatkan Bonus Demografi
​Sebagai partai yang konsisten menyuarakan isu global, Partai Gelora rutin menggelar kajian geopolitik setiap Jumat malam. Mahfuz yang juga merupakan Ketua Komisi I DPR RI periode 2005-2010 ini menilai, di tengah perubahan dunia yang cepat, Indonesia harus mampu memosisikan diri dengan tepat.
​Momentum bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia menjadi alasan kuat mengapa literasi geopolitik menjadi mendesak. Anak muda sebagai kelompok dominan akan menjadi penentu kualitas hidup bangsa di masa depan.
​”Bonus demografi memberikan harapan sekaligus peluang untuk maju. Kami ingin membawa generasi muda kepada masa depan yang lebih besar melalui wawasan baru dan analisis tajam tentang politik global yang relevan,” pungkas Mahfuz.

Matangkan Persiapan Munas Januari, Pengurus Pusat PS COBRA Gelar Rakornas Virtual

Pamekasan, Berdampak.net – Jajaran Pengurus Pusat COBRA sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) melalui Zoom Meeting pada hari selasa 23 Desember 2025. Agenda utama pertemuan ini adalah finalisasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Januari 2026 mendatang.

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa pelaksanaan Munas akan dipusatkan di Pamekasan, Madura, tepatnya di Kantor Bupati Pamekasan. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis dan representatif untuk menyambut para delegasi dari berbagai daerah.

​Poin Utama Pembahasan Rakornas:
​Kesiapan Teknis: Koordinasi antar divisi untuk memastikan kelancaran agenda dari pembukaan hingga penutupan.
​Lokasi Strategis: Pemanfaatan fasilitas di Kantor Bupati Pamekasan sebagai pusat kegiatan utama.
​Mobilisasi Peserta: Pengaturan logistik dan akomodasi bagi seluruh pengurus daerah yang akan hadir di Pamekasan pada 4 Januari nanti.
​Sinkronisasi Program: Penyelarasan visi organisasi yang akan dibawa ke dalam forum Munas.
Rosiyanto sebagai ketua menyampaikan Rakornas virtual ini menjadi jembatan penting untuk memastikan seluruh panitia memiliki satu pemikiran yang sama. Dengan dukungan fasilitas di Kantor Bupati Pamekasan, kami optimis Munas Januari mendatang akan berjalan khidmat dan sukses,” ujar salah satu perwakilan Pengurus Pusat dalam pertemuan tersebut.
​Menuju Munas Pamekasan
​Munas ini diprediksi akan menjadi momentum besar bagi organisasi COBRA dalam menentukan arah kebijakan strategis untuk periode mendatang. Fokus utama yang akan dibahas meliputi penguatan struktur internal serta perluasan dampak organisasi bagi masyarakat luas.
​bapak simbang selalu Pembina COBRA PUSAT juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan atas dukungan tempat yang diberikan, yang menunjukkan sinergi positif antara organisasi dan pemerintah daerah.

Rosiyanto selalu Ketua panitia menekankan bahwa hasil musyawarah ini bersifat final dan harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pengurus wilayah. “Pamekasan siap menjadi tuan rumah yang hangat. Kami mengajak seluruh anggota COBRA se-Indonesia untuk merapatkan barisan menuju suksesnya Munas Januari nanti,” pungkasnya.

NDP HMI dan Urgensi Kepemimpinan Transformasional yang Berintegritas

Oleh : Imam Suyuti

Seorang pemimpin memikul tanggung jawab besar dalam mengarahkan tujuan kolektif menuju cita-cita bersama. Tujuan yang terstruktur tidak dapat dicapai secara serampangan, melainkan harus diupayakan melalui jalan-jalan yang benar, bermoral, dan berlandaskan nilai. Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) hadir sebagai landasan logis sekaligus ideologis dalam menentukan benar dan salah dalam setiap proses perjuangan.

NDP menempatkan kepercayaan pada kebenaran yang absolut, yakni Allah SWT sebagai sumber nilai tertinggi. Dengan demikian, orientasi perjuangan kader HMI tidak disandarkan pada kepentingan pragmatis atau kekuasaan semata, melainkan pada nilai kebenaran yang bersifat transenden. Islam sebagai asas pergerakan HMI menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai napas perjuangan, yang membentuk karakter kader tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

Ketika NDP benar-benar dijadikan landasan dalam ber-HMI, baik dalam ranah organisasi maupun pengabdian sosial dan kebangsaan, maka kader yang lahir dapat dipastikan memiliki komitmen kuat terhadap integritas. Kepemimpinan yang berangkat dari nilai akan menjauhkan diri dari praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pengkhianatan terhadap amanah publik. Sebab, kepemimpinan tidak dipahami sebagai alat kekuasaan, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Tuhan.

Landasan ideologis yang kuat akan melahirkan nilai-nilai kepemimpinan yang transformatif dan adaptif. Pemimpin yang transformatif mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik, sementara sikap adaptif menjadikannya peka terhadap dinamika zaman tanpa kehilangan prinsip dasar. Inilah potret pemimpin ideal yang dibutuhkan bangsa hari ini: pemimpin yang berpijak pada nilai, bergerak dengan akal sehat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.