Menuju Muktamar Konstitusional: Seruan Rekonsiliasi dan Ukhuwah Menggema di Internal NU
JAKARTA, Berdampak.net – Menyikapi dinamika organisasi pasca-beredarnya dokumen “Tabayun Rais Aam”, sebuah seruan penting muncul untuk mengedepankan keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Fokus utama kini diarahkan pada semangat saling memaafkan dan persiapan Muktamar yang sah secara konstitusi.
Dalam sebuah pernyataan sikap yang mengedepankan kebijaksanaan, ditegaskan bahwa menjaga marwah organisasi adalah prioritas utama. Seluruh pihak diajak untuk membuka lembaran baru dengan mengedepankan semangat ukhuwah (persaudaraan) demi mendinginkan suasana di internal organisasi.
”Mari kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Jalan musyawarah harus ditempuh sebagai ikhtiar terhormat untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap pernyataan tersebut.
Sebagai langkah konkret ke depan, seruan ini menekankan pentingnya mempersiapkan Muktamar yang sah, legitimate, dan sepenuhnya merujuk pada AD/ART organisasi. Langkah konstitusional ini dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar yang bermartabat untuk memastikan transisi atau pengambilan keputusan organisasi berjalan dengan baik.
Upaya ini bukan sekadar penyelesaian konflik, melainkan sebuah ikhtiar untuk menuntun NU melangkah ke masa depan yang lebih solid. Dengan bersandar pada nilai-nilai musyawarah, diharapkan hasil Muktamar nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
Pernyataan tersebut ditutup dengan harapan besar agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan meridhai langkah kolektif ini demi menjaga keutuhan organisasi ulama terbesar di Indonesia tersebut.