RS Graha Sehat Gelar Bakti Sosial Skrining dan USG Ibu Hamil di Pendopo Kecamatan Kraksaan

Probolinggo, Berdampak.net – Rumah Sakit Graha Sehat kembali menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan bakti sosial pemeriksaan ibu hamil yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kraksaan. Kegiatan ini meliputi skrining kesehatan kehamilan, penyuluhan, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) sebagai bagian dari upaya deteksi dini risiko kehamilan dan peningkatan literasi kesehatan ibu.

Program ini mendapat dukungan pemerintah kecamatan setempat. Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan tenaga kesehatan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena pelayanan kesehatan ibu hamil merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas generasi masa depan. Kehadiran RS Graha Sehat di tengah masyarakat seperti ini sangat membantu, terutama bagi warga yang membutuhkan akses pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara langsung,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur RS Graha Sehat, dr. Rizky Pramudya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memperkuat layanan promotif dan preventif.

“Bakti sosial ini bukan hanya pemeriksaan sesaat, tetapi bagian dari pendekatan berkelanjutan untuk memastikan ibu hamil memahami kondisi kesehatannya sejak dini. Melalui skrining dan edukasi, kami berharap dapat mendorong kontrol kehamilan yang rutin dan tepat waktu,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menjalani pemeriksaan awal seperti pengukuran tekanan darah, evaluasi kondisi umum, hingga pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin. Spesialis obstetri dan ginekologi RS Graha Sehat, dr. Vincentius Edwin Pradana, Sp.OG, menekankan pentingnya pemantauan berkala selama masa kehamilan.

“Pemeriksaan rutin memungkinkan tenaga medis mengidentifikasi potensi risiko lebih awal. Dengan skrining yang tepat, kita dapat melakukan intervensi yang diperlukan sehingga kesehatan ibu dan janin tetap terjaga,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi ibu hamil yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Selain layanan pemeriksaan, sesi penyuluhan juga memberikan pemahaman tentang gizi kehamilan, tanda bahaya kehamilan, serta pentingnya kesiapan persalinan.

Melalui kegiatan ini, RS Graha Sehat menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kuratif, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran kesehatan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Probolinggo. (rh)

HMI Probolinggo Desak Pemkot Bertindak Nyata Atasi Krisis Sampah Organik

Probolinggo, Berdampak.net- Persoalan penumpukan sampah organik di Kota Probolinggo kian memasuki fase mengkhawatirkan. Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Probolinggo menggelar dialog interaktif dan silaturahmi bersama Wali Kota Probolinggo yang didampingi Kepala Bakesbangpol, sebagai bentuk desakan moral agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dan terukur. (09/02/2026)

Dalam forum tersebut, HMI membeberkan temuan lapangan terkait kelebihan kapasitas pengelolaan sampah di Kota Probolinggo. TPA Bestari dinilai tidak lagi ideal menampung lonjakan volume sampah harian yang terus meningkat. Data tahun 2024 mencatat produksi sampah mencapai 40–60 ton per hari, dengan dominasi sampah organik sekitar 60 persen dari total keseluruhan.

Kondisi ini diprediksi semakin kompleks dengan hadirnya tambahan limbah organik dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program makan siang gratis. Tanpa skema pengelolaan berkelanjutan, beban lingkungan dan sosial berpotensi meningkat signifikan.

Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo menegaskan bahwa persoalan sampah organik tidak bisa lagi ditangani secara konvensional. Menurutnya, pola penimbunan tanpa pengolahan hanya akan mempercepat krisis ekologis, memicu produksi gas metana, serta mencemari air, tanah, dan udara.

“Ini bukan sekadar soal kebersihan kota, tetapi menyangkut keberlanjutan lingkungan dan keselamatan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah solutif, HMI menyerahkan esai konseptual kepada Wali Kota Probolinggo yang memuat gagasan pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Pendekatan ini menitikberatkan pada pengurangan sampah dari sumber, pengolahan berkelanjutan, serta optimalisasi nilai ekonomis dari limbah.

Wali Kota Probolinggo merespons positif gagasan tersebut dan membuka ruang kolaborasi strategis. Pemerintah Kota menyatakan kesiapan untuk mendukung implementasi pilot project pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular sebagai langkah awal transformasi sistem pengelolaan sampah di Kota Probolinggo.

Melalui agenda ini, HMI Cabang Probolinggo menegaskan perannya sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial, sekaligus mitra kritis pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya kebijakan lingkungan yang progresif dan berkelanjutan.