Dari Riset ke Industri: Membangun Kedaulatan Teknologi Indonesia

Surabaya, Berdampak.net – Kedaulatan teknologi Indonesia tidak cukup diukur dari jumlah paten, tetapi dari kemampuan mengubah hasil riset menjadi teknologi yang digunakan dan dikomersialisasikan oleh industri dalam negeri.
Hal ini menjadi perhatian dalam diskusi bersama Kementerian Hukum RI – What’s Up “Campus Calls Out” di Universitas Airlangga, Surabaya, beberapa minggu lalu, yang dihadiri Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, Ketua DPP APINDO Jawa Timur Eddy Widjanarko, serta jajaran pengurus DPP APINDO Jawa Timur.

Ketergantungan terhadap teknologi dan produk luar negeri masih menjadi tantangan. Kapasitas R&D serta hubungan antara perguruan tinggi dan industri juga perlu diperkuat agar hasil riset tidak berhenti pada pengetahuan atau paten, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan model bisnis yang sesuai kebutuhan pasar.

Dalam hal ini, APINDO berperan menjembatani kebutuhan industri dengan potensi riset dan inovasi perguruan tinggi. Empat inovasi yang dipresentasikan dalam sesi audit paten, yaitu blockchain untuk rantai distribusi, sepeda listrik hybrid, teknologi baterai, dan hilirisasi sawit, menunjukkan potensi riset dalam menjawab kebutuhan industri.

Tahap selanjutnya adalah mendorong validasi, komersialisasi, dan scale-up agar inovasi tersebut dapat masuk ke rantai nilai, memberikan manfaat ekonomi, serta memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *