Pena Hijau Apresiasi Dukungan PT POMI–Paiton Energy dan PT ISS dalam Aksi Bersih Sungai di Sukodadi Paiton

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui aksi nyata membersihkan sungai, tetapi juga melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam memastikan sampah yang terkumpul dapat ditangani dengan baik. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan river clean up di aliran sungai Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (29/09/2026).

Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (Pena Hijau) bersama komunitas Jejaring Jaga Alam (Jenggala), PT POMI–Paiton Energy, PT ISS, serta siswa-siswi SMAN 1 Paiton berkolaborasi dalam aksi bersih sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mengurangi pencemaran di wilayah aliran sungai.

Dalam kegiatan ini, Pena Hijau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT POMI–Paiton Energy yang tidak hanya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan aksi bersih sungai melalui penyediaan peralatan dan dukungan kegiatan, tetapi juga turut mendukung penanganan sampah hasil aksi melalui PT ISS, khususnya dalam proses pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan oleh para peserta.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan bersih sungai. Sebab, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan memungut dan mengangkat sampah dari badan sungai, tetapi juga membutuhkan penanganan lanjutan agar sampah yang terkumpul dapat diangkut dan tidak kembali mencemari lingkungan sekitar.

Founder Komunitas Pena Hijau, Taufiqur Rohim, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara komunitas lingkungan, dunia industri, dan dunia pendidikan dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan PT POMI–Paiton Energy beserta dukungan PT ISS menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi yang saling melengkapi, mulai dari dukungan peralatan, keterlibatan dalam aksi lapangan, hingga pengangkutan sampah hasil kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT POMI–Paiton Energy yang tidak hanya mendukung kegiatan bersih sungai melalui peralatan dan dukungan pelaksanaan aksi, tetapi juga membantu memastikan sampah hasil kegiatan dapat diangkut melalui PT ISS. Bagi kami, dukungan ini sangat berarti karena penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, tidak cukup hanya diangkat dari sungai, tetapi juga perlu ditindaklanjuti agar tidak kembali mencemari lingkungan,” ungkap Taufiqur Rohim.

Ia menambahkan, aksi bersih sungai merupakan agenda rutin mingguan yang secara konsisten dilakukan Pena Hijau di berbagai wilayah. Semakin banyaknya pihak yang terlibat menjadi energi positif untuk memperluas gerakan kepedulian lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya membuang sampah sembarangan.

Berdasarkan catatan kegiatan Pena Hijau, sejak pertengahan Juli hingga pertengahan September 2026, aksi bersih sungai di delapan lokasi di Kecamatan Paiton, Pakuniran, dan Kotaanyar telah berhasil mengumpulkan sebanyak 6,38 ton sampah. Sampah yang ditemukan didominasi oleh popok bayi bekas, plastik sekali pakai, serta berbagai jenis limbah rumah tangga.

Besarnya volume sampah tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan pencemaran sungai membutuhkan keterlibatan banyak pihak, baik komunitas, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan. Kolaborasi diperlukan tidak hanya untuk membersihkan sampah yang sudah mencemari sungai, tetapi juga untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Pena Hijau menilai dukungan PT POMI–Paiton Energy dan PT ISS merupakan contoh kolaborasi yang memberikan kontribusi nyata dalam mendukung gerakan lingkungan. Sinergi antara dukungan sarana, aksi bersih-bersih, dan pengangkutan sampah menjadi langkah penting untuk memastikan kegiatan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Sementara itu, Founder Komunitas Jenggala, Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, turut mengajak masyarakat untuk memulai kepedulian lingkungan dari rumah masing-masing, terutama melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah dengan benar agar tidak berakhir di sungai.

Melalui kegiatan ini, Pena Hijau berharap kolaborasi antara komunitas lingkungan, PT POMI–Paiton Energy, PT ISS, dan dunia pendidikan dapat terus terjalin serta menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bagi Pena Hijau, sungai yang bersih bukan hanya hasil dari aksi memungut sampah, melainkan buah dari kepedulian bersama, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dan kolaborasi berkelanjutan. Karena itu, apresiasi kepada PT POMI–Paiton Energy dan PT ISS menjadi bentuk pengakuan atas pentingnya dukungan lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk menjaga lingkungan. Sungai bukan tempat sampah, melainkan bagian penting dari kehidupan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Kapolri Suyudi Ario Seto Ingatkan Anggota Polri: Jabatan Adalah Amanah, Rendah Hati Jadi Kunci

JAKARTA, Berdampak.net – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengingatkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar senantiasa menjaga sikap rendah hati, menjunjung nilai moral, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Suyudi dalam ceramah usai pelaksanaan salat Jumat berjemaah di Masjid Al-Ikhlas, kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Dalam ceramahnya, Suyudi menegaskan bahwa jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap anggota Polri diharapkan tidak menjadikan kedudukan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.
“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” ujar Suyudi.
Ia juga menekankan bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus dijalankan. Pemimpin, menurutnya, perlu menunjukkan kebijaksanaan, kepedulian terhadap sesama, serta memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Suyudi mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pangkat, jabatan, maupun kekayaan. Akhlak, ketulusan hati, dan cara memperlakukan orang lain menjadi bagian penting dalam mencerminkan kualitas pribadi seseorang.
Melalui pesan tersebut, Suyudi berharap seluruh anggota Polri dapat mengambil hikmah untuk terus melakukan introspeksi diri, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Pesan ini menjadi pengingat bahwa integritas dan keteladanan merupakan nilai penting bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (rh)