Bawaslu dan FKUB Kota Probolinggo Perkuat Sinergi, Dorong Demokrasi yang Harmonis dan Inklusif

PROBOLINGGO. Berdampak.net – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Probolinggo memperkuat sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo melalui kunjungan silaturahmi dan koordinasi kelembagaan pada Minggu (25/10/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung pukul 19.00 WIB di Kantor FKUB Kota Probolinggo ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran demokrasi yang berintegritas, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai toleransi serta kerukunan antarumat beragama.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Probolinggo bersama anggota, yakni Johan Dwi Angga, Putut Gunawarman Fitrianta, dan Ade Nur Wahyudi, didampingi dua orang staf. Rombongan diterima langsung oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., bersama Wakil Ketua Drs. M. Dawam Ihsan, M.Si., Sekretaris Achmad Philip, M.Pd., Bendahara Agus Maryono, dan Wakil Bendahara Erfan Sudjianto.

Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus koordinasi untuk mempererat hubungan antarlembaga dalam mendorong penguatan nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat. Sinergi Bawaslu dan FKUB dinilai memiliki relevansi penting, mengingat demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab.

“Melalui komunikasi dan koordinasi ini, kedua lembaga diharapkan dapat membangun kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas. Peran tokoh agama dan jejaring kerukunan umat beragama juga menjadi potensi penting untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi yang sejuk, mendorong sikap saling menghormati, serta menangkal potensi perpecahan di tengah perbedaan pilihan politik”, jelas Johan mengawali prakata mewakili Bawaslu.

Sementara itu Ketua FKUB Dr. Ahmad Hudri dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam konteks penyelenggaraan pemilu dan pemilihan kepala daerah, nilai-nilai toleransi dan kerukunan menjadi bagian penting dalam menjaga suasana demokrasi yang kondusif. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab, menghargai pilihan orang lain, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk merusak hubungan sosial maupun persaudaraan antarumat beragama.

“Sinergi Bawaslu dan FKUB Kota Probolinggo ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama berkelanjutan dalam membangun kehidupan demokrasi yang harmonis, inklusif, dan berintegritas. Dengan komunikasi yang terbuka serta dukungan berbagai elemen masyarakat, penguatan demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya merawat kerukunan dan persatuan di Kota Probolinggo” tegas Hudri.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun demokrasi yang tidak hanya kuat secara prosedural, tetapi juga matang secara sosial, menjunjung etika, menghormati keberagaman, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Selanjutnya FKUB dan Bawaslu berencana melakukan aksi gerakan bersama untuk melakukan pendidikan pemilih bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *