Edukasi Warga Jaga Lingkungan, Komunitas Pena Hijau dan Jenggala Gelar “Ngobrol Lingkungan” di Paiton
Probolinggo, Berdampak.net – Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (Pena Hijau) bersama Komunitas Jejaring Jaga Alam (Jenggala) menggelar kegiatan “Ngobrol Lingkungan” di lokasi Wisata Dapur Marni, Desa Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan ini menghadirkan deretan pemateri ahli di bidangnya. Di antaranya Founder Komunitas Jenggala yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PKK Kabupaten Probolinggo, Ny. Hj. Umi Haniah Fahmi AHZ, perwakilan PT Paiton Energy / PT POMI, Nina Ari Wahyuni, serta perwakilan PT YTL Jawa Power, Syofi’i.
Puluhan peserta yang terdiri dari kader Posyandu, pengurus PKK, dan ibu-ibu rumah tangga se-Desa Pandean antusias mengikuti jalannya diskusi edukatif tersebut.
Founder Pena Hijau, Taufiqur Rohim, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai krusialnya menjaga kebersihan dan ekosistem sekitar.
“Selain kami turun langsung dalam aksi river clean up setiap minggunya, kami juga berharap edukasi semacam ini bisa menggugah hati para warga dalam menjaga lingkungan sekitar, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Taufiqur Rohim.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program edukasi ini secara berkelanjutan (sustainable). “Harapannya, bersama komunitas Jenggala, kegiatan ini bisa kami gelar secara berkala satu bulan sekali di lokasi yang berbeda dengan cakupan yang lebih luas, selain ibu rumah tangga InsyaAllah kami juga akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah menengah atas untuk bersama mengedukasi siswa-siswi nya dalam hal menjaga lingkungan” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemuda yang juga sedang menjadi mahasiswa lingkungan pascasarjana Universitas Brawijaya itu juga turut memaparkan data mengejutkan terkait kondisi sungai-sungai di kawasan Probolinggo Timur. Sepanjang periode Juli hingga pertengahan September 2026, Komunitas Pena Hijau telah melaksanakan delapan kali aksi bersih sungai di berbagai titik di Kecamatan Paiton, Kotaanyar, dan Pakuniran.

“Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 55,97% didominasi oleh sampah popok bayi sekali pakai, 27,52% sampah plastik, dan sisanya merupakan sampah rumah tangga. Ini menjadi cerminan bahwa sebagian masyarakat kita masih menjadikan sungai sebagai tempat sampah,” ungkap Taufiq.
Menurutnya, kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai memberikan dampak berlapis yang merugikan. “Selain mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyakit, sampah yang menumpuk di sungai juga menyumbat aliran air sehingga berpotensi besar memicu banjir saat musim penghujan tiba,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pandean, Fathol Wari, menyambut positif dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Komunitas Pena Hijau dan para pemateri yang hadir memberikan pencerahan kepada warga desanya.
“Alhamdulillah, harapannya nanti pasca-acara Ngobrol Lingkungan ini, para ibu-ibu warga Desa Pandean bisa lebih menyayangi alam, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai,” pungkas Fathol Wari.
melalu kegiatan edukasi yang menyasar kaum ibu-ibu sebagai pilar utama pengelola sampah rumah tangga, diharapkan budaya membuang sampah pada tempatnya dapat tertanam kuat di tengah masyarakat Kabupaten Probolinggo. (rd)