Demokrasi Harus Dijaga Terus Bergerak Maju
Jakarta, Berdampak.net –Respon Anas Urbaningrum atas Pernyataan Budi Arie mantan Menteri Komdigi di depan Jokowi soal Perubahan Sebelum 2029-
Pertengkaran terkait omongan Budi Arie ini bukanlah hal yang penting. Karena hanya akan menjadi “perdebatan klise” dan “baku pertuduhan”.
Justru yang tinggi urgensinya adalah bagaimana melakukan “modifikasi cuaca politik” dengan serius.
Apa langkahnya?
Sungguh bersaran :
Sungguh-sungguh memperbaiki, meningkatkan prestasi Pemerintah. Perbaikan kinerja adalah kunci. Kebijakan yang baik diimplementasikan dengan baik dan benar. Dongkrak hasilnya sampai titik paling optimal. Terhadap kebijakan yang dikritik dilakukan evaluasi dan koreksi. Berani koreksi adalah baik dan benar. Termasuk jika konteksnya adalah koreksi pada level implementasi.
-Perbaikan komunikasi Pemerintah. Kebijakan yg baik harus dikomunikasikan dengan indah. Kebijakan yang dikritik musti ditanggapi dan dijelaskan secara elegan. Residu-residu komunikasi juga penting ditekan sampai sekecil-kecilnya.
-Presiden penting untuk menajamkan daya periksa terhadap laporan dan informasi dari seluruh jajaran pemerintahannya. Hal demikian berguna untuk menekan laporan ABS. Laporan yang serba manis musti diperiksa dan ditelaah dgn parameter yg faktual-obyektif. Para pembantu Presiden di bidang periksa dan telaah musti bekerja lebih keras dan berani menyampaikan secara obyektif, berbasis data otentik. Presiden perlu informasi yang obyektif untuk ambil langkah dan kebijakan yang tepat, bukan yg kosmetik. Presiden perlu laporan yang obyektif-optimis, bukan polesan pemanis.
Jika langkah-langkah itu dilakukan, cuaca politik akan termodifikasi baik, menjadi lebih teduh dan stabil, karena berbasis utama pada perbaikan tingkat kepuasan publik.
Demokrasi yang sehat bukan saja perlu stabil dan damai, tetapi juga produktif.
Demokrasi kita harus dijaga untuk terus bergerak maju, sehat dan produktif. Bukan yang maju-mundur, penuh retakan dan sering disertai patahan.
“Berkah demokrasi kita, jangan jadi retakan dan patahan. Energi bangsa ini lebih baik difokuskan dan dicurahkan membangun Demokrasi Produktif”