Gus Imdad Robbani Serukan Gerakan Anti-Bullying di Enje Festival


Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Kepala Pesantren, KH. Moh. Imdad Robbani (Gus Imdad), mengajak seluruh santri untuk menjadi garda terdepan dalam menghapus praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada penutupan Enje Festival yang bertajuk “Pesantren Anti-Bullying” di Aula Pesantren, Selasa (30/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Imdad menekankan bahwa tema yang diangkat oleh Biro Pendidikan sangat krusial dan kontekstual. Ia berharap para santri yang hadir tidak hanya menjadi pendengar, tetapi mampu menjadi duta anti-bullying yang aktif menyebarkan pesan perdamaian di kamar maupun di kelas.
Gus Imdad memberikan sudut pandang mendalam mengenai kerugian perundungan. Menurutnya, pihak yang paling dirugikan dalam aksi perundungan sebenarnya adalah sang pelaku itu sendiri.

“Kita sebagai muslim menyadari bahwa orang yang zalim itu hakikatnya zalim pada dirinya sendiri. Bullying seringkali dinormalisasi dan dianggap biasa, padahal itu adalah sesuatu yang sangat membahayakan,” tegas beliau di hadapan para santri.

Lebih lanjut, beliau mengaitkan gerakan anti-bullying dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Beliau mengutip hadis tentang kewajiban mengubah kemungkaran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Apabila melihat tindakan bullying, segera hentikan. Jika kalian memiliki kapasitas sebagai pengurus atau wali asuh, gunakan kekuasaan itu. Jika tidak, laporkan segera kepada guru atau wali asuh agar tindakan tersebut bisa dihentikan,” imbuhnya.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya kolektif untuk membersihkan nama baik institusi pesantren dari stigma negatif. Gus Imdad tidak memungkiri bahwa adanya oknum yang menormalisasi perundungan telah menciptakan citra buruk di mata masyarakat.

“Mari niatkan untuk berkhidmah kepada pesantren dengan cara membersihkan pondok ini dari tindakan bullying. Ini adalah khidmah yang sangat besar,” pesan KH. Imdad.

Menutup sambutannya, Gus Imdad memotivasi peserta Enje Festival untuk terus mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Mengutip pesan (dawuh) KH. Ahmad Sahal Mahfud, beliau mengingatkan bahwa kewajiban utama seorang pemuda adalah mengembangkan potensi diri setinggi-tingginya.
“Manfaatkan Enje Festival ini sebagai wahana untuk mengambil setiap kesempatan menjadi apa saja yang kalian cita-citakan,” pungkasnya. (pm)

Revolusi pendidikan: Krisis Keterampilan Dasar di Indonesia

Indonesia saat ini berada dalam kondisi kritis terkait kemampuan dasar pendidikan, yang menjadi sorotan setelah rilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Rata-rata nilai untuk Matematika hanya mencapai 36 dari 100, sedangkan untuk Bahasa Inggris berada di angka sekitar 25 dari 100. Hasil ini menunjukkan adanya stagnasi atau penurunan dalam pencapaian akademik selama lima tahun terakhir, yang semakin merugikan posisi Indonesia dalam ranking global.

Ini Bukan Sekadar Kinerja Rendah tetapi juga mencerminkan adanya kegagalan sistematis dalam dunia pendidikan. Dengan posisi Indonesia yang terjerembab di peringkat bawah dalam skala global menurut Program for International Student Assessment (PISA), tantangan ini berpotensi mengancam masa depan ekonomi dan sosial negara. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis, kebutuhan akan kemampuan dasar yang mumpuni semakin mendesak.

Faktor lain yang menjadi indikasi penyebab budaya dan moral di masyarakat. Saat ini, terdapat kecenderungan untuk memilih jalan pintas daripada menguasai keterampilan secara mendalam. Hal ini terlihat dari preferensi publik yang lebih menyukai hasil instan dan tidak mengedepankan integritas. Dalam konteks pendidikan, bisa dilihat bahwa siswa sering kali lebih termotivasi oleh koneksi daripada kompetensi, yang pada gilirannya merusak motivasi untuk mencapai penguasaan dalam mata pelajaran krusial.

Lebih lanjut, tidak adanya role models dalam masyarakat yang mengaitkan kesuksesan dengan usaha keras dan etika menciptakan lingkungan di mana pencapaian formal kadang-kadang lebih dihargai daripada kemampuan nyata. Ini membawa dampak negatif yang lebih dalam, di mana generasi muda merasa putus asa dan kehilangan arah dalam meraih pencapaian akademik dan profesional.

Salah satu akar permasalahan adalah kontrak sosial yang telah rusak antara usaha dan hasil. Sebagai contoh, kepercayaan bahwa kerja keras dan integritas akan diimbangi dengan penghargaan semakin memudar. Hal ini menciptakan disinsentif untuk berjuang keras dan mengembangkan kejujuran intelektual, yang seharusnya menjadi fondasi untuk prestasi akademik yang tinggi.

Menghadapi krisis ini, penting untuk meluncurkan langkah-langkah strategis yang menyeluruh. Perbaikan tidak cukup dilakukan hanya dengan menghidupkan kembali budaya literasi atau penyadaran kembali fungsi profesional dan komitmen seorang elemen pendidikan. Indonesia memerlukan gerakan nasional “Integritas & Penguasaan”, yang bertujuan untuk menyatukan penanaman karakter dengan pembangunan kompetensi. Langkah-langkah yang dapat diambil mencakup:

  1. Pengayaan Kurikulum dengan nilai etika dan berpikir kritis dalam setiap aspek pembelajaran. Tugas ini terletak pada lembaga pendidikan untuk merancang kurikulum yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter.
  2. Mengubah sekolah menjadi inkubator meritokrasi dan transparansi. Seluruh sistem pendidikan harus berorientasi pada merit, di mana siswa dan guru dihargai berdasarkan kemampuan dan integritas mereka.
  3. Mengidentifikasi dan menunjukkan role models dalam integritas dan keterampilan. Masyarakat perlu dihargai keteladanan yang menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui usaha nyata.
  4. Mengembangkan sistem pengukuran yang tidak hanya menilai pertumbuhan akademik, tetapi juga iklim etis di sekolah-sekolah. Penghargaan perlu diberikan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada institusi yang berkontribusi pada pendidikan yang berkualitas.

QKesimpulannya, masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh nilai ujian yang lebih baik, tetapi juga oleh perombakan budaya yang mengedepankan makna dalam pembelajaran dan prestasi yang sesungguhnya. Tindakan nyata diperlukan untuk menciptakan perubahan signifikan. Kini saatnya untuk beralih dari budaya jalan pintas ke budaya prestasi sejati, agar generasi mendatang mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi secara positif bagi bangsa.

Jong Madura, Madas Serumpun, dan Laskar Hijau Hijaukan Lereng Gunung Lemongan

Lumajang, Berdampak.net — Menegaskan komitmen terhadap kelestarian ekosistem, kolaborasi lintas organisasi yang terdiri dari Jong Madura (JongMa), Madas Serumpun, dan Laskar Hijau menggelar aksi penanaman pohon massal di kawasan Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/12).

​Aksi lingkungan ini menjadi langkah konkret para pemuda dan relawan dalam memitigasi kerusakan alam di wilayah penyangga gunung api tersebut. Puluhan bibit pohon ditanam di area lereng sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat daya dukung tanah dan menjaga ketersediaan sumber air.

​Ketua Jong Madura, Ponirin Mika, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral generasi muda terhadap keberlanjutan alam.

​”Kelestarian lingkungan adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Aksi nyata seperti ini merupakan wujud dedikasi kami dalam merawat alam demi masa depan,” ujar Ponirin di sela-sela kegiatan.

​Senada dengan hal tersebut, relawan Laskar Hijau, Dwi Prasetyo, menyoroti pentingnya vegetasi di lereng gunung untuk mencegah ancaman bencana ekologis. Ia menjelaskan bahwa penanaman ini difokuskan pada titik-titik rawan guna meminimalisir risiko erosi.

​”Tujuan utama kami adalah mengembalikan fungsi hutan sebagai pelindung alami. Dengan penanaman ini, kami berharap stabilitas struktur tanah tetap terjaga dan risiko kerusakan lingkungan dapat ditekan sedini mungkin,” jelas Dwi.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat luas. Para penyelenggara menargetkan aksi kolaboratif serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan Gunung Lemongan tetap menjadi paru-paru hijau bagi Kabupaten Lumajang dan sekitarnya. (pm)

Temukan 8 Pesona Liburan Terbaik di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

Probolinggo, Berdampak.net – Kabupaten Probolinggo kaya akan keindahan alam dan budaya yang semakin berbenah dalam menarik perhatian wisatawan. Dengan berbagai destinasi yang mengesankan, daerah ini menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa tempat wisata terbaru dan terpopuler yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Probolinggo.

  1. Pantai Duta dan Greenthing Rrandutatah
    Pantai Duta dan Greenthing menjadi salah paket satu tujuan favorit bagi pengunjung yang mencari ketenangan. Pantai ini terkenal dengan suasana yang damai, air laut yang jernih, dan sarana bersantai dengan kursi kursi serta gazebo untuk berkumpul bersama keluarga. Para wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas seperti bermain air dan pasir, mencari kerang, kuliner ala anak pantai atau sekadar bersantai sambil menikmati pemandangan khususnya yang paling indah ketika matahari terbenam.
  2. Pantai Bohay
    Pantai Bohay menyuguhkan wisata kuliner dan pemandangan PLTU paiton dengan hamparan pasir dan ombak yang tenang. Banyak wisatawan datang untuk menikmati kuliner seafood, snorkeling dan bersantai dengan lampu lampu PLTU ketika malam
    Hari. Keindahan pantai ini cocok untuk berbagai aktivitas, baik untuk keluarga maupun pasangan.
  3. Rest Area Betek
    Sebagai titik perhentian strategis di jalur bermi, tiris dan krucil. Rest Area Betek menawarkan fasilitas lengkap untuk para pelancong. Cafe dan camping Group serta permainan rainbow Slide serta suasana alam yang asri tempat ideal untuk bersantai sebelum melanjutkan perjalanan.
  4. Rest area dan Wisata air terjun Guyangan
    merupakan tempat wisata dengan pesona air terjun jaran goyang , taman yang asri dan juga glamping untuk hibernasi bersama teman dan keluarga. Lokasinya yang tenang membuatnya sangat cocok bagi mereka yang mencari kedamaian.
  5. Ranu Segaran
    Ranu Segaran menjadi surga bagi para pencinta wisata air seperti kano ataupun sekedar menyangsikan magis nya ranu segaran dengan di kelilingi view pengunungan di sekelilingnya. Anda juga dapat menjadikannya spot populer untuk berkemah, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan dalam balutan cerita magis ranu segaran.
  6. Hutan Kota Kraksaan
    Hutan Kota Kraksaan menyediakan ruang hijau yang menyegarkan di tengah kota. Dengan jalur yang nyaman untuk jogging atau sambil kuliner , tempat ini menjadi favorit keluarga dan masyarakat setempat untuk piknik. Suasana sejuk dan teduh menjadi nilai plus tersendiri.
  7. Bukit Dami
    Bukit Dami terkenal dengan pemandangan Gunung Argopuro hingga ke sisi selatan, Gunung Lemongan, di sisi barat Pegunungan Tengger dan di sisi utara hamparan perkotaan yang spektakuler. Banyak pengunjung yang datang untuk mengabadikan momen indah tersebut. Bukit ini juga ideal bagi mereka yang ingin bersantai sambil menikmati alam
  8. Candi Jabung
    Candi Jabung adalah situs bersejarah yang mengungkapkan kemegahan budaya Majapahit diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Dengan arsitektur yang menawan, candi ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk belajar lebih lanjut tentang salah satu jejak sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Dengan berbagai pilihan destinasi wisata yang menarik, Probolinggo menawarkan pengalaman liburan yang beragam, mulai dari pantai yang indah hingga situs bersejarah yang kaya akan budaya. Kunjungan ke Probolinggo tidak hanya akan memperkaya wawasan, tetapi juga menyegarkan jiwa.

KH Yahya Cholil Staquf: PBNU Sepakat Segerakan Muktamar yang Legitimate

Kediri, Berdampak.net — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa para pimpinan dan masyayikh NU telah mencapai kesepakatan bersama untuk menyegerakan pelaksanaan Muktamar yang legitimate sebagai jalan terbaik bagi jam’iyah.
Kesepakatan tersebut disampaikan Gus Yahya usai pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kelapangan hati atas keputusan yang dicapai melalui bimbingan para masyayikh, pangendikan para ruasa’, serta arahan Rais Aam PBNU.
“Dengan bimbingan para masyayikh dan pangendikan para ruasa’, bersama Rais Aam, kami sepakat secara jami’ mani’ bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah dengan menyegerakan Muktamar yang legitimate,” tulis Gus Yahya dalam unggahan di akun Twitter resminya, Rabu (25/12).
Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan buah dari ikhtiar lahir dan batin para masyayikh yang dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga Nahdlatul Ulama tetap bermartabat, utuh, dan berwibawa.
PBNU, lanjut Gus Yahya, akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan membentuk panitia Muktamar. Langkah ini dimaksudkan agar forum tertinggi jam’iyah dapat dilaksanakan bersama-sama dengan menjunjung tinggi adab, ketenangan, dan tanggung jawab.
Ia pun berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan mendapat ridha Allah SWT demi menjaga keutuhan rumah besar Nahdlatul Ulama.
“Semoga Allah SWT meridhai setiap niat baik kita dalam menjaga rumah besar ini,” pungkasnya.

Menuju Muktamar Konstitusional: Seruan Rekonsiliasi dan Ukhuwah Menggema di Internal NU


​JAKARTA, Berdampak.net – Menyikapi dinamika organisasi pasca-beredarnya dokumen “Tabayun Rais Aam”, sebuah seruan penting muncul untuk mengedepankan keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Fokus utama kini diarahkan pada semangat saling memaafkan dan persiapan Muktamar yang sah secara konstitusi.
​Dalam sebuah pernyataan sikap yang mengedepankan kebijaksanaan, ditegaskan bahwa menjaga marwah organisasi adalah prioritas utama. Seluruh pihak diajak untuk membuka lembaran baru dengan mengedepankan semangat ukhuwah (persaudaraan) demi mendinginkan suasana di internal organisasi.
​”Mari kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Jalan musyawarah harus ditempuh sebagai ikhtiar terhormat untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap pernyataan tersebut.
​Sebagai langkah konkret ke depan, seruan ini menekankan pentingnya mempersiapkan Muktamar yang sah, legitimate, dan sepenuhnya merujuk pada AD/ART organisasi. Langkah konstitusional ini dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar yang bermartabat untuk memastikan transisi atau pengambilan keputusan organisasi berjalan dengan baik.
​Upaya ini bukan sekadar penyelesaian konflik, melainkan sebuah ikhtiar untuk menuntun NU melangkah ke masa depan yang lebih solid. Dengan bersandar pada nilai-nilai musyawarah, diharapkan hasil Muktamar nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
​Pernyataan tersebut ditutup dengan harapan besar agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan meridhai langkah kolektif ini demi menjaga keutuhan organisasi ulama terbesar di Indonesia tersebut.