KAHMI Kota Probolinggo Tegaskan Perubahan Perda Pajak Daerah Bukan Legalisasi Hiburan Malam

Probolinggo (12/10/2025) – Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Daerah Kota Probolinggo menegaskan bahwa Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Kota Probolinggo Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah tidak berkaitan dengan izin berdirinya tempat hiburan malam, melainkan hanya sebatas penyesuaian administrasi fiskal sesuai kebijakan nasional.

Pernyataan ini disampaikan melalui press release resmi bernomor 47/B/Sek.B/X/2025, yang dikeluarkan pada 11 Oktober 2025 / 19 Rabi’ul Akhir 1447 H, setelah KAHMI Kota Probolinggo melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Bagian Hukum Setda, DPPKAD, serta DPRD Kota Probolinggo.

Dalam keterangannya, KAHMI menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Dirjen Perimbangan Keuangan (Surat Nomor S-352/PK/PK.5/2024 tertanggal 5 Desember 2024) telah melakukan evaluasi terhadap Perda Nomor 4 Tahun 2023.
Hasil evaluasi tersebut mengharuskan sejumlah pasal disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Salah satu poin penyesuaian adalah Pasal 25 ayat (1), yang kini menambahkan beberapa objek pajak baru dalam kategori Jasa Kesenian dan Hiburan, seperti panti pijat, diskotik, karaoke, klub malam, bar, dan spa.
KAHMI menegaskan bahwa penambahan ini bukan bentuk izin operasional, tetapi semata-mata kategori fiskal sebagaimana diamanatkan oleh pemerintah pusat.

“Perubahan ini bukan membuka peluang berdirinya tempat hiburan malam di Kota Probolinggo, melainkan hanya menyelaraskan kebijakan pajak daerah agar tidak bertentangan dengan aturan nasional,” demikian bunyi pernyataan resmi KAHMI Kota Probolinggo yang ditandatangani Koordinator Presidium Drs. Heri Wijayani, M.Si dan Sekretaris Fajar Dwi Yunanda, S.T.

KAHMI juga menepis isu yang beredar di media sosial yang menyebut pemerintah kota membuka ruang legal bagi usaha hiburan malam.
“Isu tersebut tidak benar, karena perda yang dibahas hanya mengenai objek pajak dan retribusi, bukan perizinan usaha hiburan,” tegas Hery dalam rilis Kahmi.

Bahkan, dalam aturan baru, pemerintah justru menetapkan tarif pajak hiburan malam hingga 70 persen, angka yang dianggap sangat tinggi dan tidak menarik secara ekonomis bagi pelaku usaha hiburan malam.

KAHMI menegaskan bahwa aturan terkait pengawasan dan pembatasan hiburan malam tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni:

  1. Perda Kota Probolinggo Nomor 9 Tahun 2015 tentang Penataan, Pengawasan, dan Pengendalian Usaha Tempat Hiburan; dan
  2. Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 44 Tahun 2021 tentang Peningkatan Pengawasan untuk Kegiatan Usaha yang Berpotensi Menimbulkan Kerawanan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat.

Kedua regulasi tersebut masih berlaku dan tidak mengalami perubahan.

KAHMI juga menjelaskan bahwa penyesuaian perda ini merupakan syarat wajib dari Kementerian Keuangan. Jika tidak disertakan klausul seperti dalam Pasal 25, maka transfer dana daerah berpotensi dikurangi bahkan dihentikan, sebagaimana kebijakan yang pernah disampaikan oleh pejabat Kemenkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.

“Kebijakan fiskal nasional ini bersifat mengikat. Bila tidak disesuaikan, bisa berdampak pada berkurangnya dana transfer daerah dan menghambat pembangunan di Kota Probolinggo,” tulis KAHMI dalam pernyataannya.

Melalui siaran pers ini, KAHMI Kota Probolinggo juga menyampaikan tiga poin seruan kepada publik dan pemangku kebijakan:

  1. Kepada DPRD Kota Probolinggo, agar dalam setiap pembahasan perda melibatkan ormas, tokoh masyarakat, dan simpul publik guna menghindari kesalahpahaman.
  2. Kepada Pemerintah Daerah, agar meningkatkan sosialisasi dan komunikasi publik terkait kebijakan daerah yang berdampak langsung kepada masyarakat.
  3. Kepada masyarakat Kota Probolinggo, agar tetap menjaga ketenangan, moralitas sosial, dan kondusivitas wilayah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Di akhir pernyataannya, KAHMI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas sosial, moral, dan spiritual masyarakat Kota Probolinggo.
“Press release ini merupakan bentuk tanggung jawab moral, sosial, dan intelektual KAHMI agar suasana tetap kondusif menuju masyarakat yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” tutup pernyataan tersebut.

Gelar Kelas Public Speaking, IKA-UB Probolinggo Tancap Gas Realisasikan Program

Pasca dilantik 4 Oktober 2025, kepengurusan IKA-UB Cabang Probolinggo langsung tancap gas merealisasikan agenda program. Dalam semangat menumbuhkan kepemimpinan yang komunikatif dan berkarakter, Brawijaya Leadership Camp melalui program Brawijaya Menginspirasi menggelar pelatihan Kelas Moderator: Mengelola Diskusi dan Rapat dengan Bijak dan Efektif, bekerja sama dengan LKP Pratama Mulia. Kegiatan yang dipandu langsung instruktur profesional Eka Chandra Sulistiani ini berlangsung selama 2,5 jam dan diikuti oleh 20 peserta dari berbagai instansi, antara lain Kecamatan Kanigaran, DKP3, Disperinaker, DPMPTSP, DLH, dan Disdikbud. Pelatihan ini diadakan di sekretariat IKA-UB Cabang Probolinggo, Jl. Letjen Sutoyo 11.

Pelatihan dikemas secara interaktif melalui roleplay, simulasi, dan latihan situasional yang menekankan pentingnya kecerdasan komunikasi dan keseimbangan emosi dalam memimpin diskusi. Para peserta tidak hanya diajak memahami teknik moderasi, tetapi juga bagaimana menghadirkan suasana rapat yang produktif, inklusif, dan penuh rasa hormat.

Suasana kelas berlangsung hangat dan dinamis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, aktif berdiskusi, dan berani mencoba menjadi moderator dalam berbagai skenario nyata. Dari latihan tersebut, muncul banyak pembelajaran berharga tentang bagaimana menjadi moderator yang tenang, bijak, dan solutif di tengah perbedaan pendapat.

“Melalui kegiatan ini, Ikatan Alumni UB Probolinggo kembali menegaskan komitmennya untuk menyebarkan nilai-nilai kepemimpinan dan komunikasi efektif bagi masyarakat luas. Karena sejatinya, seorang pemimpin bukan hanya yang berbicara paling keras, tetapi yang mampu mendengarkan, mengelola perbedaan, dan menuntun forum menuju mufakat. Menjadi moderator bukan sekadar berbicara di tengah forum, tapi menjadi jembatan antara suara dan solusi,” ujar Eka Chandra, owner LKP Pratama Mulia dan Wakil Sekretaris IKA-UB Probolinggo.

FKG Yarsi Sukses Gelar “Yasmine” 2025

JAKARTA, Berdampak.net – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI Jakarta resmi membuka kegiatan “YARSI Scientific Meeting and Exhibition” (YASMINE) 2025 dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-13 dengan menghadirkan sejumlah narasumber dan sekitar 35 peserta ekshibitor di kampus Universitas Yarsi, Cempaka Putih Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan YASMINE 2025 yang berlangsung selama tiga hari (tanggal 10-12 Oktober) berupa seminar ilmiah dan pameran terkait peralatan dan pendukung kesehatan gigi ini berlangsung di Auditorium Ar-Rahman lantai 12 gedung utama Universitas Yarsi dan dihadiri ratusan peserta dari mahasiswa, akademisi, dan praktisi kesehatan gigi.

Pembukaan Yasmine 2025 ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof dr.Jurnalis Uddin,PAK yang diiringi sejumlah penari dengan busana etnis melayu.

“Dengan ucapan Bismillahirahmanirrahim, dengan ini saya nyatakan Yamine 2025 dibuka dengan resmi,” kata Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr.Jurnalis Uddin,PAK yang disambut tepuk tangan meriah para peserta dan undangan.

Selesai pembukaan, dilanjutkan dengan kunjungan setiap stand peserta pameran yang diikuti sejumlah undangan. Antusiasme terlihat dengan proses komunikasi dan dialog pengunjung dengan staf atau petugas di setiap stand peserta pameran.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Yasmine 2005 drg.Agus Ardinansyah menyampaikan selain acara utama berupa seminar ilmiah dan pameran, juga dilaksanakan acara seperti presentasi poster dan oral, bakti sosial serta berbagai kegiatan lainnya dengan doorprize menarik.

“Kegiatan rutin ini merupakan rangkaian dies natalis FKG Yarsi dan Yasmine kali ini telah memasuki tahun keempat dan diharapkan bisa digelar secara reguler. Sebelumnya telah didahului dengan acara webinar,” ujar Agus.

Dekan FKG Universitas Yarsi, Prof. Dr.drg.Bambang S. Trenggono, M.Biomed mengatakan pentingnya forum ilmiah seperti “Yasmine” ini sebagai sarana berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring profesi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kedokteran gigi di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi, serta menfasilitasi tenaga medis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka,” ujarnya.

Sementara Rektor Universitas Yarsi, Prof Fasli Jalal menyampaikan apresiasi yang tinggi dan dukungan penuh dengan kegiatan yang dilaksanakan FKG ini.

Meski sebagai fakultas yang termuda di lingkungan Universitas Yarsi, kata Rektor, FKG telah menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang pesat, terutama dalam berkontribusi menaikkan level akreditasi kampus swasta yang berlokasi di Cempaka Putih Jakarta ini.

Pada bagian akhir Ketua PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, MPH memaparkan bahwa kondisi Indonesia saat ini dengan geografis yang luas masih membutuhkan tenaga dokter gigi. Oleh karena itu, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi FKG di tanah air agar mencetak tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

“Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan membutuhkan sekitar 900-an dokter gigi untuk program penugasan di berbagai daerah, sedangkan yang bisa terserap baru sekitar 400-an,” ungkapnya. ***

Javeast Coffee, Fakultas Pertanian UB, dan Dinas Koperasi Jatim Perkenalkan Ekosistem Kopi Jawa Timur di Cafe & Brasserie Expo Indonesia 2025

Jakarta, 10–12 Oktober 2025 | Hall 11, NICE PIK 2 — Javeast Coffee bersama Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Timur dan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) tampil pada Cafe & Brasserie Expo Indonesia 2025 untuk menegaskan kekuatan ekosistem kopi Jawa Timur dari hulu hingga hilir. Partisipasi ini menjadi momentum mempertemukan jejaring koperasi, akademisi, pemerintah daerah, serta pelaku hospitality dan food service dalam satu panggung yang berorientasi pada kolaborasi, inovasi, dan percepatan adopsi teknologi pengolahan.
Dalam pameran yang juga menaungi Indonesia Coffee Festival, Cokelat Expo Indonesia, Indonesia Tea Festival, dan Indonesia Wine Festival ini, kolaborasi Javeast–FP UB–Dinas Koperasi Jatim memamerkan tiga materi utama:
Memperkenalkan kopi origin dari berbagai daerah di Jawa Timur
Ragam biji kopi yang ditampilkan merepresentasikan jaringan Javeast Coffee yang menaungi tujuh koperasi: Koperasi Kopi Wonosalam (Jombang), Koperasi Ketakasi (Jember), Koperasi Kencana Mulya (Ngawi), Koperasi Mugi Lestari (Madiun), Koperasi Lesung Gemilang (Pasuruan), Koperasi Brawijaya Agro Ventura (Malang), dan Koperasi Tirta Timur Sejahtera (Malang). Pengunjung diajak merasakan perbedaan karakter rasa, aroma, dan aftertaste yang dipengaruhi kondisi agroekologi masing-masing wilayah, sekaligus memahami bagaimana praktik budidaya dan pascapanen turut membentuk profil citarasa.
Teknologi pengolahan kopi di Jawa Timur
Materi ini menyoroti praktik baik (SOP) dari kebun hingga cangkir: pemetikan selektif, sortasi, wet/washed, natural, dan honey process, pengeringan terukur, hingga quality control berbasis cupping. Ditampilkan pula sistem traceability lot yang memungkinkan pelacakan asal bahan baku, serta pengemasan yang menjaga kesegaran dan konsistensi rasa. Rangkaian ini mencerminkan peran aktif FP UB dan Dinas Koperasi Jatim dalam pendampingan teknis, pelatihan, dan penguatan kelembagaan koperasi.
Kopi instan tanpa ampas
Sebagai wujud inovasi hilir, Javeast memperkenalkan kopi instan tanpa ampas yang praktis, higienis, dan konsisten, dikembangkan bersama FP UB dan Dinas Koperasi Jatim. Produk ini telah digunakan oleh sejumlah hotel melalui jaringan PHRI di Jawa Timur dan relevan untuk kebutuhan in-room amenities, banquet, breakfast service, serta corporate catering. Keunggulan tanpa ampas memudahkan pengendalian rasa, efisiensi layanan, dan kebersihan peralatan.
Kehadiran Javeast Coffee di CBE 2025 memperlihatkan model kerja kolaboratif yang saling melengkapi. FP UB berperan pada aspek riset terapan, standardisasi proses, peningkatan kompetensi SDM, dan pengujian mutu sensoris. Dinas Koperasi & UKM Jawa Timur menguatkan sisi kelembagaan, kurasi produk koperasi, serta membuka akses jejaring dan promosi. Sementara Javeast Coffee menjadi jembatan agregasi potensi koperasi, menyajikan ragam origin dan inovasi yang siap diadopsi industri.

“Kami ingin memperlihatkan keberagaman origin Jawa Timur, kemajuan teknologi pengolahan yang diterapkan koperasi, serta inovasi kopi instan tanpa ampas sebagai jawaban kebutuhan sektor hospitality. Kolaborasi kampus–pemerintah–koperasi memastikan manfaatnya kembali ke petani dan pelaku UMKM,” ungkap Bintar Probo (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya).
Selama pameran, tim menyuguhkan product showcasing disertai brew reference dari berbagai origin serta sesi degustasi terarah untuk membantu pengunjung memahami parameter mutu—mulai dari aroma, acidity, body, hingga balance. Di saat yang sama, tersedia konsultasi singkat mengenai penyelarasan profil rasa sesuai kebutuhan kedai kopi, hotel, dan restoran; opsi kemitraan untuk suplai berkelanjutan, dan co-development produk; serta implementasi traceability.
Partisipasi di CBE 2025 diharapkan memperluas jejaring kemitraan dengan pelaku HORECA/PHRI dan food service, meningkatkan adopsi kopi instan tanpa ampas di kanal layanan perhotelan dan korporasi, memperkuat kapasitas koperasi melalui akses pasar yang lebih luas dan pendampingan mutu berkelanjutan beserta peningkatan literasi bisnis, serta mendorong pemberdayaan petani melalui penyerapan hasil yang lebih pasti dan program peningkatan keterampilan di hulu.

Rektor UB Puji IKA-UB Probolinggo: Pelantikan paling Meriah dan Semarak

Probolinggo, Berdampak.net – Kantor Walikota Probolinggo menjadi saksi dari momen bersejarah saat pelantikan pengurus Ikatan Alumni UB Cabang Probolinggo Raya berlangsung dengan hikmat. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Walikota Probolinggo, Rektor UB, Forkopimda Probolinggo, serta ratusan alumni di Probolinggo Raya.

Rektor UB Prof. Widodo memberikan pujian khusus kepada IKA-UB Probolinggo. “Saya harus mengapresiasi IKA-UB Probolinggo, ini acara pelantikan yang paling meriah dan semarak. Terimakasih kepada Ketua IKA-UB Probolinggo, adinda Tri Septa Agung Pamungkas,” ujar Prof Widodo, Rektor UB.

Sementara itu, Walikota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Universitas Brawijaya, khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dalam mengembangkan potensi kelautan. Ia menyoroti tiga program strategis pembangunan daerah menuju “Probolinggo Naik Kelas”:

  1. Menjadikan Probolinggo kota transit pelabuhan internasional pada tahun 2030.
  2. Mempercepat pengembangan infrastruktur logistik melalui tol darat.
  3. Meningkatkan sektor pariwisata Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru.

Rektor UB, Prof. Widodo, menekankan bahwa UB harus terus bertumbuh menjadi universitas unggul di tingkat nasional maupun internasional.
“Hubungan antara UB, alumni, dan pemeringkatan saling menguatkan. Kiprah dan data alumni menjadi indikator keberhasilan sekaligus penopang reputasi UB dalam berbagai pemeringkatan global,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya menyiapkan SDM unggul yang siap berkontribusi dalam tiga potensi besar Probolinggo: barang, manusia, dan pariwisata (tourism).

Perkuat Literasi Hukum dan Politik Kebangsaan, Ini yang Dilakukan PW ISNU Jatim

Surabaya, Berdampak.net – Untuk meperkuat literasi hukum dan politik di kalangan Masyarakat, Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur gelar program unggulan bertajuk Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan. Program yang digelar bekerja sama dengan LTN NU Jatim dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya ini memasuki seri kedua pada Kamis (9/10/2025).

Menurut Prof. Dr. Hufron Koordinator Bidang Hukum dan Politik Kebangsaan PW ISNU Jatim, kegiatan ini bukan sekadar diskusi ilmiah, melainkan gerakan edukasi berkelanjutan untuk membangun kesadaran politik kebangsaan yang sehat.

“Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan ini bersifat series, artinya berkelanjutan. Seri pertama kita angkat tema dialog antara fikih hukum tata negara dan hukum tata negara positif. Kali ini, formatnya lebih luas: bedah buku dan diskusi nasional,” jelas Prof. Hufron.

Kegiatan seri kedua ini mengangkat buku karya Prof. Mas’ud Said, Ketua PW ISNU Jatim sekaligus Wakil Ketua Umum PP ISNU, berjudul “Konflik, Perdamaian, dan Resolusi Konflik”. Buku tersebut dinilai relevan dengan kondisi global saat ini yang diwarnai konflik di berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah hingga Eropa Timur.

“Konflik bisa muncul di mana saja dalam keluarga, organisasi, negara, bahkan antarnegara. Yang terpenting adalah menemukan resolusi konflik yang berujung pada perdamaian,” ujar Hufron.

Ia menilai, diskusi lintas disiplin antara hukum, politik, dan sosiologi menjadi kunci dalam mencari solusi konflik modern. Karena itu, acara ini menghadirkan akademisi lintas bidang, termasuk Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, serta Prof. Dr. Bagong Suyanto, pakar sosiologi dari Universitas Airlangga.

“Pendekatan penyelesaian konflik tidak bisa hanya dengan satu disiplin. Diperlukan sinergi antara ilmu hukum, politik, dan sosiologi,” ujarnya.

Prof. Hufron menekankan bahwa Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya politik yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan umat, bukan politik partisan.

“Kita ingin membangun politik kebangsaan, bukan politik kepentingan. NKRI adalah harga mati yang harus diperjuangkan di atas kepentingan kelompok atau koalisi,” tegasnya.

Program ini, lanjutnya, menjadi ruang bagi para sarjana muda NU dan masyarakat luas untuk memahami dinamika hukum dan politik dari perspektif kebangsaan dan keumatan.

“Belajar hukum tanpa memahami politik membuat kita kehilangan konteks. Karena di balik hukum, selalu ada dimensi politik yang menentukan arah kebijakan negara,” tutupnya. (rh)