PCK ISNU UNUJA Hadiri Rapat Koordinasi Wilayah PW ISNU Jatim di UIN KH. Ageng Muhammad Hasan Besari Ponorogo

Ponorogo, Berdampak.net – Pengurus Cabang Khusus (PCK) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah (PW) ISNU Jawa Timur. Selasa (07/10/2025).

Acara ini berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Ageng Muhammad Hasan Besari Ponorogo pada Sabtu, 7 Oktober 2025.

Kehadiran PCK ISNU UNUJA dalam rakor ini merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pengurus ISNU se-Jawa Timur, khususnya dalam bidang pengembangan intelektual, kaderisasi, dan peran keilmuan dalam menghadapi tantangan zaman.

Rakorwil kali ini mengangkat tema “Menguatkan Peran ISNU sebagai Pilar Intelektual NU Menuju Transformasi Digital dan Kemandirian Organisasi”.

Sejumlah topik strategis dibahas, mulai dari evaluasi program kerja, sinergi antar lembaga, hingga penyusunan langkah-langkah strategis menghadapi tahun 2026.

Ketua PCK ISNU UNUJA, Dr. Mushafi Miftah menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi ISNU di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Kehadiran kami di forum ini merupakan bentuk keseriusan PCK ISNU UNUJA dalam berkontribusi terhadap gerakan intelektual NU di Jawa Timur, khususnya dalam mengembangkan ekosistem keilmuan berbasis pesantren dan teknologi,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum PP. ISNU Prof. Kamaruddin Amin, Waketum Prof. Dr. Mas’ud Said, ketua PW ISNU Jatim Prof. Afif Hasbullah dan jajaran pengurus wilayah serta perwakilan dari berbagai PCK dan PC ISNU se-Jawa Timur ini juga menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta penguatan jejaring antar cabang.

Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, PCK ISNU UNUJA berharap hasil Rakorwil ini dapat menjadi panduan strategis dalam merumuskan program-program yang relevan dan berdampak nyata, baik di internal UNUJA maupun dalam lingkup masyarakat luas. (pm)

Pengurus IKA UB Probolinggo Resmi Dilantik, Ini Komitmen Walikota

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Malang (IKA UB) Cabang Probolinggo, petiode 2023-2027 resmi dilantik, Sabtu (04/10/2025), bertempat di ruang Puri Manggala Bhakti Pemkot Probolinggo setempat, hadir dalam acara tersebut Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota dr. Aminuddin memberikan ucapan selamat dan mengapresiasi atas kegiatan ini dapat terlaksana di Kota Probolinggo, dengan semakin meningkatnya angka kunjungan di Kota Probolinggo sebagai transit. Hal ini tentu berdampak positif dalam meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat sekitar, baik di sektor pariwisata, akomodasi penginapan, transportasi maupun kunjungan terhadap sentra kuliner dan pusat oleh-oleh di Kota Probolinggo.

Walikota dr. Aminuddin yang didapuk sebagai Ketua Dewan Penasehat IKA UB, juga menyampaikan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni semata, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perjuangan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pihaknya juga merasa bangga, pasalnya sedikit banyaknya para pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo merupakan Alumni Brawijaya.

“Meskipun saya tidak penuh mengampuh di Brawijaya, tapi saya termasuk alumni juga, karna S3 Klinik saya sebagai konsultan ini saya ambil di Brawijaya,” ungkapnya.

Selain itu, dr. Aminuddin menegaskan komitmen kuat Pemkot Probolinggo untuk terus berkolaborasi dengan Institusi Pendidikan dalam mendukung berbagai program, baik di bidang pendidikan maupun peningkatan kualitas SDM, Pariwisata, maupun Perikanan serta pengembangan di sektor lainnya akan terus di dukung sebagai bentuk kolaborasi dalam kemajuan daerah maupun bangsa.

Ia berharap, dengan semangat sinergitas antara Pemkot Probolinggo bersama dengan institusi pendidikan diharapkan akan menghasilkan kerja sama yang produktif di berbagai sektor.
Pada kesempatan itu, juga diselenggarakan Seminar Nasional dengan mengangkat topik pembahasan

“Membangun Identitas Kota Probolinggo melalui Sinergitas Pariwisata, Perikanan dan Ekonomi Lokal” dengan menggandeng dua pembiacra yakni; Dekan Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan UB Malang Prof. Asep dan Ir. Purnomo Dirut PT. Matahari Sakti.

Sementara itu, Ketua IKA UB Cabang Probolinggo Tri Septa Agung, mengatakan kegiatan pelantikan pengurus IKA UB Cab. Probolinggo Masa Bhakti 2023-2027 itu juga mengundang segenap Alumni UB Malang dari berbagai angkatan dan civitas akademika.

“Terima kasih Pak Wali atas dukungannya yang istimewa ini, pada kesempatan kegiatan ini juga kami kemas dengan serius tapi santai pak. Sekaligus sebagai ajang silahturahmi agenda ini di ikuti oleh ratusan alumni mulai dari angkatan 80-an, 90-an hingga junior kami angkatan 2000-an turut hadir,” jelasnya. (fiq)

2 Oktober: Hari Batik Nasional, Simbol Persatuan dan Warisan Budaya Indonesia

Hari ini, seluruh penjuru Nusantara merayakan Hari Batik Nasional, sebuah momen tahunan yang ditetapkan untuk memperingati diakuinya batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan (Intangible Cultural Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Perayaan kali ini memperkuat posisi batik tidak hanya sebagai wastra tradisional, tetapi juga sebagai simbol identitas dan persatuan bangsa Indonesia di mata dunia.

Dasar Penetapan dan Kebanggaan
Penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional dikukuhkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009. Keppres ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan kerajinan yang kaya akan filosofi ini.

Tanggal 2 Oktober juga diperingati sebagai Hari Internasional Tanpa Kekerasan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kebersamaan tanggal ini memberikan dimensi tambahan bagi perayaan nasional, membawa pesan bahwa keindahan budaya dan keragaman yang diwakili batik harus dilestarikan dalam semangat kedamaian, toleransi, dan non-kekerasan.

Melalui perayaan Hari Batik Nasional 2025, Indonesia kembali mengirimkan pesan kuat ke dunia: bahwa kekayaan budaya adalah aset yang tak ternilai dan menjadi pilar penting dalam membangun identitas bangsa yang kuat dan damai.

FKUB Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi dan Dialog Pendirian Rumah Ibadah Tahap Kedua

Probolinggo, Berdampak.net – 26 September 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo kembali menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi dan Dialog tentang Pendirian Rumah Ibadah” bagi Lurah dan Ketua RW di wilayah Kecamatan Wonoasih, Kedopok, dan Kademangan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 26 September 2025 pukul 13.00 WIB di Aula Gereja Katolik Maria Bunda Karmel, Jl. Suroyo No. 5 Kota Probolinggo.

Acara ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya FKUB menggelar kegiatan serupa untuk wilayah Kecamatan Kanigaran dan Mayangan. Pada kesempatan kali ini, hadir sekitar 100 peserta yang terdiri dari Lurah dan Ketua RW di tiga kecamatan tersebut.

Acara dibuka secara resmi oleh Walikota Probolinggo yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesra, Kepala Bakesbangpol, dan Kasi Bimas Kemenag Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP., menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme pendirian rumah ibadah.

“Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya adalah hak setiap warga negara. Begitu pula berhak mendapatkan ketersediaan rumah ibadah yang memadai sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” jelas Hudri.

Lebih lanjut Hudri menyampaikan, FKUB secara konsisten berikhtiar memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan moderasi beragama, agar tercipta kerukunan dan harmoni antarumat beragama khususnya di Kota Probolinggo.

Sosialisasi dan dialog ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya:

Harmoko (PERADI Probolinggo) yang memaparkan tentang hak hukum dan HAM warga negara dalam beragama serta ketersediaan rumah ibadah.

Izzul Islam (FKUB) yang menyampaikan materi mengenai mekanisme pendirian rumah ibadah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 8 dan 9 Tahun 2006.

Kegiatan berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta terutama saat sesi dialog. Para peserta banyak mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait dinamika dan kebutuhan rumah ibadah di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FKUB Kota Probolinggo berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memahami regulasi, sehingga pendirian rumah ibadah di Kota Probolinggo dapat berjalan sesuai aturan, sekaligus memperkuat semangat kerukunan antarumat beragama.

Karang Taruna Probolinggo Rayakan BBKT ke-65 dengan Aksi Lingkungan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka memperingati Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) yang ke-65, Karang Taruna Kabupaten Probolinggo mengadakan aksi peduli lingkungan dengan menanam 2.000 bibit mangrove di dua lokasi berbeda pada Jumat, 26 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Bahak, Desa Curah Dringu, dan Pantai Bohay, Desa Binor, dengan dukungan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Lumajang serta PT POMI–Paiton Energy.

Mengusung tema “Seribu Lokasi Sejuta Aksi,” masing-masing pihak menyumbangkan 1.000 bibit mangrove. Program ini bertujuan untuk merehabilitasi kawasan pesisir Probolinggo yang terancam abrasi dan memperbaiki ekosistem pantai.

Kegiatan penanaman ini melibatkan ratusan peserta, termasuk Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Ahmad Yani, Camat Tongas Rochmad Widiarto, serta perwakilan dari berbagai instansi, pelajar, dan pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Sigit Wida Hartono mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan kegiatan ini, yang dianggap sebagai langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Sigit juga menambahkan bahwa keterlibatan sektor pendidikan dan swasta menunjukkan potensi kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia berharap aksi serupa dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Kabupaten Probolinggo.

Di akhir sambutannya, Sigit menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat Bulan Bhakti Karang Taruna, di mana peran pemuda sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan di masa depan. (rh)

Dari Pohon Nira Jadi Gula Kerè’an, Tradisi Ekonomi Betèk Taman

Probolinggo, Berdampak.net – Gula kerè’an atau gula aren sejak lama menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Desa Betèk Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Hampir setiap hari, warga mengiris pohon nira untuk mengambil la’ang (getah nira) yang kemudian diolah menjadi gula aren berkualitas.

Profesi sebagai pengiris pohon nira sudah turun-temurun. “Kalau tidak ada la’ang, sulit sekali. Gula kerè’an ini yang menyekolahkan anak-anak, untuk makan, sampai kebutuhan rumah tangga,” ujar salah satu warga.

Namun, keberlangsungan gula kerè’an kini menghadapi ancaman. Banyak pohon nira ditebang untuk dijadikan bahan baku tepung sagu. Selain itu, semakin sedikit generasi muda yang mau melanjutkan profesi sebagai petani pengiris nira. Pekerjaan yang menantang dan berisiko dianggap berat, sehingga regenerasi terancam terputus.

Meski gula kerè’an menjadi tulang punggung ekonomi, warga Betèk Taman juga menanam komoditas lain sebagai sambilan, seperti kopi, manggis, cengkeh, dan alpokat. Namun hasil dari kebun ini belum sebanding dengan peran vital gula kerè’an dalam menopang kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait, baik berupa perlindungan pohon nira maupun dukungan untuk menjaga regenerasi petani gula aren. Jika tidak, bukan hanya sumber ekonomi yang hilang, tetapi juga identitas lokal Betèk Taman yang telah diwariskan turun-temurun. (fj)