Pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia di Probolinggo Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia resmi dilantik untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo pada Senin (11/8/2025) di Ruang Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Jawa Timur, Riki Septiadi. Dalam arahannya, Riki menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai wadah perjuangan petani untuk memperkuat kemandirian, memperluas akses pasar, dan mendorong inovasi pertanian berkelanjutan.

“Petani harus menjadi subjek, bukan hanya objek pembangunan. Ketahanan pangan nasional dimulai dari desa-desa yang kuat dan petani yang sejahtera,” ujarnya.

Acara ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pengembangan agrowisata daerah. Pelantikan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan. (fj)

Pemdes Randutatah Paiton &  PT POMI Gelar Festival Rangkarang

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia, dan selamatan Desa Randutatah, Pemerintah Desa Randutatah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo bersama PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI) menyelenggarakan Festival Budaya Rangkarang (mencari kerang). Kamis (07/08/2025).

Kepala Desa Randutatah, Suham menyampaikan, Festival Rangkarang ini bentuk melestarikan warisan budaya agar tidak punah.

“Jadi warga pesisir Randutatah setiap sore hari saat air pantai mulai surut, mulai dari dulu selalu ke pantai untuk mencari kerang untuk dikonsumsi bersama keluarga ataupun dijual kembali,” jelasnya.

Dalam festival tersebut, semua warga Randutatah mulai mencari kerang dengan durasi waktu selama satu jam, kemudian hasil dari kerangnya akan ditimbang oleh panitia dan ditukarkan dengan kupon undian.

“Hadiahnya kami siapkan sepeda listrik, kulkas, mensin cuci serta alat elektronik untuk memasak, itu semua merupakan persembahan dari PT. POMI Paiton, yang selalu mendukung setiap kegiatan yang kita lakukan di Desa Randutatah,” ungkapnya.

Sementara itu, Human Capital and Community (HCFC) Manager PT POMI, Rochman Hidayat, menyampaikan ini merupakan langkah awal untuk terus melesatarikan budaya rangkarang di Desa Randutatah.

“Kami akan terus mendukung program dari Pemerintah Desa Randutatah, mulai dari eko wisata hingga pelestarian budaya,” jelasnya.

Kedepan harapannya festival serupa bisa terus dilaksanakan dalam skup yang lebih besar. “Untuk tahun ini hanya skala warga Desa Randutatah saja, mungkin di tahun depan bisa skala Kabupaten, dan di adakan di Desa Randutatah,” ungkapnya. (fiq)

Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Bakti Kesehatan dan Sosial di Randutatah Probolinggo

Probolinggo, berdampak.net – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya dan Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Arya Delano melakukan peletakan keramik pertama renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Gilin RT 6/RW 2 Desa Randutatah Kecamatan Paiton, Senin (4/8/2025).

Usai melakukan peletakan keramik pertama renovasi Rutilahu, Gubernur Khofifah, Bupati Haris, Pangkoarmada II dan Danlantamal V melakukan peninjauan ke lokasi bhakti kesehatan dan bhakti sosial.

Turut mendampingi Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Forkopimka Paiton.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah dan Bupati Haris menyapa masyarakat yang sedang menikmati pelayanan kesehatan yang dilayani oleh 56 tenaga kesehatan (nakes). Mereka diberi promosi kesehatan dan edukasi untuk penyakit kusta. 

Bhakti kesehatan ini memberikan pelayanan pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tensi, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan asam urat, pemeriksaan gigi serta pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata baca.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan 250 paket sembako dalam kegiatan bhakti sosial. Dimana secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Khofifah, Bupati Haris, Pangkoarmada II dan Danlantamal V Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen kuat pemerintah dan TNI AL dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). 

“Tahun ini ada 300 rumah yang akan direnovasi. Rinciannya, 100 rumah di Kabupaten Probolinggo, 100 rumah di Kota Probolinggo, 70 rumah di Kabupaten Pasuruan dan 30 rumah di Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Lantamal V Surabaya yang telah berkomitmen membangun rumah layak huni sejak 10 tahun lalu. “Harapannya, kualitas hidup masyarakat akan makin membaik dan pengentasan kemiskinan bisa lebih signifikan,” tambahnya.

Dalam momen kemerdekaan RI ini, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang Agustus. “Kami keluarkan surat edaran untuk mengibarkan Merah Putih sebanyak-banyaknya, baik di rumah, kendaraan maupun fasilitas publik,” terangnya.

Sementara Danlantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Arya Delano menegaskan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) merupakan bentuk kepedulian nyata TNI AL terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Hari ini merupakan hari yang sangat luar biasa karena Ibu Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Probolinggo melaksanakan kerja sama dengan Lantamal V untuk renovasi rumah tidak layak huni,” ungkapnya.

Menurut Arya Delano, Lantamal V mendapat tugas untuk merenovasi 300 rumah di tahun 2025 dengan rincian 100 rumah di Kabupaten Probolinggo, 100 rumah di Kota Probolinggo, 70 rumah di Kabupaten Pasuruan dan 30 rumah di Kabupaten Magetan. “Kami mentargetkan waktu pelaksanaan sekitar 90 hari. Tentunya kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pendataan dan verifikasi fisik di lapangan,” jelasnya.

Arya berharap ke depan peran TNI AL dalam membantu masyarakat semakin luas. “Kami mohon doa agar TNI AL terus bisa aktif membantu kesulitan masyarakat, terutama di wilayah pesisir,” tegasnya.

Sedangkan Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi atas dimulainya renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Kabupaten Probolinggo. Program ini merupakan sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Lantamal V Surabaya dalam rangka Bhakti TNI AL 2025.

“Kami pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur, Pangkoarmada dan Lantamal. Kehadiran TNI Angkatan Laut di sini merupakan bentuk gotong royong antara negara dan masyarakat,” katanya.

Menurut Bupati Haris, program renovasi Rutilahu tidak sekedar pembangunan fisik, melainkan juga membangun harapan baru bagi warga. “Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kepedulian negara terhadap kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya adalah rumah atau permukiman,” tambahnya.

Bupati Haris berharap program ini bisa terus berlanjut dan sejalan dengan target pemerintah pusat yang ingin membangun tiga juta rumah dalam lima tahun ke depan. “Mudah-mudahan ke depan agar perhatian pemerintah tidak berhenti di bidang perumahan saja. Semoga berkembang ke sektor kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan nelayan di daerah pesisir,” pungkasnya.  (fiq)

Opening Training Raya Tingkat Nasional Sukses! Ini Kesan Pesan Wali Kota Probolinggo dan Peserta

Probolinggo, Berdampak.net – Gelora semangat kaderisasi kembali membara! Latihan Kader II (LK-2) atau yang akrab dikenal sebagai Intermediate Training sukses digelar oleh HMI Cabang Probolinggo. Namun kali ini berbeda dari biasanya—lebih besar, lebih bersejarah, dan lebih strategis. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini diselenggarakan secara bersamaan dengan Training Senior Course, yakni pelatihan elite yang dirancang khusus untuk mencetak Instruktur HMI berkualitas nasional.

Dengan tema besar “Transformasi Peradaban : Manifesto HMI dengan meneguhkan iman-intelektual sebagai fondasi pengabdian dari Insan Cita Menuju Masyarakat cita”, gelaran ini sukses menyedot perhatian dan antusiasme kader dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat sebanyak 40 peserta terbaik lolos dalam proses seleksi ketat, dan mengikuti dua jalur pelatihan ini. Uniknya, salah satu peserta datang dari daerah paling jauh—Surakarta—membuktikan magnet Probolinggo sebagai episentrum baru pengkaderan nasional.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Probolinggo, yang secara langsung hadir dan memberikan dukungan penuh. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas kontribusi HMI dalam membentuk pemuda yang kritis, intelektual, dan berintegritas.

“Kami menyambut baik kegiatan besar ini. HMI telah lama menjadi mitra strategis bangsa dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Probolinggo merasa terhormat menjadi tuan rumah training berskala nasional seperti ini dan adik-adik jadilah kader yang berpihak pada rakyat kecil,” ujar Wali Kota dengan penuh semangat.

Sementara itu, para peserta menyebut acara ini sebagai pengalaman luar biasa yang tak hanya menguji intelektualitas, tapi juga mengasah mental, kepekaan sosial, dan daya juang. Mulai dari materi ke-HMI-an, keislaman, kebangsaan, hingga manajemen organisasi, semuanya dikemas intensif dan kolaboratif. Apalagi, kehadiran instruktur nasional dalam sesi training Senior Course menambah bobot pelatihan ini menjadi sangat eksklusif.

“Training ini membuka cakrawala berpikir saya. Ini bukan hanya soal organisasi, tapi tentang misi besar membangun peradaban,” tutur Feni Fandila, salah satu peserta dari Surakarta.

Dengan keberhasilan ini, HMI Cabang Probolinggo tak hanya mencatat sejarah baru, tapi juga membuktikan diri sebagai kekuatan kaderisasi yang solid dan berwawasan nasional. Sinergi antara LK-2 dan Senior Course menjadi langkah progresif dalam mencetak kader pemimpin dan instruktur yang profesional—siap membina pelatihan HMI di berbagai cabang di seluruh Indonesia.

Kaderisasi bukan hanya rutinitas. Di tangan HMI, ia adalah lompatan peradaban.

HMI, Yakusa!
HMI, Tetap Jaya!

Monitoring dan Evaluasi: ISNU Jatim Perkuat Barisan Pendamping halal Probolinggo Raya

Probolinggo, aber— Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur melalui Lembaga Solusi Halal (LSH ISNU Jatim) sukses menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) se-Probolinggo. (20/07/2025)

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh puluhan pendamping PPH dari Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ISNU Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi pendampingan proses sertifikasi halal, khususnya di wilayah Probolinggo Raya.

Ketua PC ISNU Kota Probolinggo, Indah Yulianti, M. Pd menekankan pentingnya sinergitas antar Pendamping PPH dalam mensyiarkan sertifikasi halal.

“Kita harus terus tetap semangat meningkatkan kinerja kita dan saling membantu satu sama lain bilamana terdapat pendamping lain yang memiliki kendala atau membutuhkan bantuan supaya pendampingan sertifikasi halal nantinya bisa lebih optimal,” tegasnya

Selain itu, dalam penyampaiannya, perwakilan dari LSH ISNU Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk evaluasi administratif, tetapi juga sebagai wadah berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi antarpendamping.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa para pendamping mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan amanah, demi mendukung ekosistem halal yang semakin maju dan inklusif khususnya wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo” ujar Jamianto selaku perwakilan LSH ISNU Jatim.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif. Para peserta memberikan masukan, menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan, serta mendiskusikan berbagai solusi dan strategi dalam mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikat halal.

Kegiatan Monev ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi internal antarpendamping dari wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo, yang selama ini aktif mendampingi UMKM dan pelaku usaha lainnya di daerahnya masing-masing.

ISNU Jawa Timur berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala demi menjaga mutu pelayanan pendampingan halal serta memperkuat kontribusi nyata ISNU dalam pemberdayaan umat melalui sertifikasi halal. (don)

Solid & Cerdas! ISNU Probolinggo Siap Jadi Garda Intelektual NU

Probolinggo, Berdampak.net — Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Konsolidasi dan Upgrading Pimpinan Cabang dan Anak Cabang ISNU se-Kota Probolinggo, Sabtu (12/7), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Probolinggo.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh pengurus PC dan PAC ISNU dari lima kecamatan yang ada di Kota Probolinggo. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Drs. As’ad Anshari, M.Se, selaku Dewan Penasehat ISNU, dan Dr. H. Ahmad Hudri, S.T, M.A.P., Dewan AHLI ISNU.

Dalam sambutannya, Indah Yulianti, M.Pd, selaku Ketua PC ISNU Kota Probolinggo, menyampaikan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antar kader dan memperkuat kerja organisasi ke depan.

“Kegiatan ini penting agar kita saling mengenal, memperkuat jejaring, dan menjadikan ISNU semakin solid sebagai organisasi intelektual berbasis Nahdliyin,” ungkapnya.

Sementara itu, Drs. As’ad Anshari, M.Se, dalam pemaparannya menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik di antara kader ISNU. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam ISNU harus diniatkan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian untuk kemaslahatan umat.

“Jangan jadikan ISNU hanya sebagai formalitas. Niatkan sebagai jalan ibadah. Komunikasi yang baik akan memperkuat kerja kolektif kita,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Hudri, S.T, M.A.P., yang menyebut ISNU harus tampil sebagai garda terdepan dalam pemikiran, riset, dan advokasi berbasis keilmuan.

“ISNU adalah motor penggerak pemikiran, pusat penelitian dan advokasi intelektual. Kita harus siap menjadi garda intelektual Nahdlatul Ulama, baik di ruang akademik maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.

Konsolidasi ini juga menjadi momen penyamaan visi dan strategi ke depan, terutama dalam menjawab tantangan zaman serta kontribusi nyata ISNU dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Dengan semangat kebersamaan, acara berlangsung dinamis, penuh semangat, dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat program kerja ISNU di tingkat cabang maupun anak cabang. (don)