Sambut Ramadhan, MUI Kabupaten Probolinggo Keluarkan Maklumat

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Ada tujuh poin yang tertuang dalam maklumat tersebut.

Dalam maklumat tersebut, MUI Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan ibadah serta menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadhan.

MUI Kabupaten Probolinggo juga menekankan pentingnya memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadhan, baik yang bersifat ritual maupun sosial.

Lalu, umat Islam juga diimbau untuk menghindari ucapan dan perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Selain itu, maklumat ini juga menyoroti peran aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan pengamanan, terutama terhadap gangguan seperti petasan, miras, dan takbir keliling yang berlebihan.

MUI juga memberikan panduan terkait penggunaan pengeras suara selama Ramadhan. Sholat Rawatib, Tarawih, dan Witir diimbau menggunakan pengeras suara dalam batas yang wajar, sementara tadarus Al-Qur’an dianjurkan menggunakan pengeras suara hingga pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan tanpa pengeras suara hingga pukul 02.30 WIB.

Selain ibadah, MUI Probolinggo juga mengajak umat Islam untuk memperkuat solidaritas sosial dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Munir Kholili, dan Sekretaris Umum, H. Taufik. MUI berharap agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keberkahan. (don)

Gelar Wisuda Ma’had Aly Nurul Jadid ke-XI, Ini Pesan Gus Fayyadl

Probolinggo, Berdampak.net – Ma’had Aly Nurul Jadid menggelar prosesi wisuda ke-XI bagi mahasiswa program Marhalah Ula (M1) dan Marhalah Tsaniyah (M2) pada Minggu, 23 Februari 2025. Acara ini berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh 93 mahasantri yang telah dinyatakan lulus.  

Dari total wisudawan, 85 di antaranya merupakan lulusan Marhalah Ula (S1), sementara 8 lainnya berasal dari Marhalah Tsaniyah (S2). Prosesi wisuda ini juga diisi dengan berbagai rangkaian acara, termasuk pengukuhan wisudawan dan wisudawati, penobatan lulusan terbaik, serta sejumlah sambutan.  

Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Kiai Muhammad Al-Fayyadl, dalam sambutannya, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni formal atau ajang temu kangen, melainkan bentuk rasa syukur atas ilmu yang telah diberikan Allah melalui para guru.  

“Yang paling penting adalah ungkapan rasa syukur kita atas nikmat ilmu yang Allah berikan kepada para mahasantri, melalui bimbingan para masyaikh, para dosen, serta kerja keras seluruh pengurus Ma’had Aly,” dawuhnya.  

Selain itu, beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para lulusan yang berhenti mengaji setelah diwisuda. Ia mengingatkan pesan almarhum KH. Romzi Al Amiri Mannan, Mudir ke-2 Ma’had Aly Nurul Jadid, yang selalu menekankan pentingnya santri untuk terus mengaji.  

“Beliau selalu berpesan agar Ma’had Aly terus dikembangkan, dan yang lebih penting, santri harus terus mengaji. Pesan ini selalu terngiang di benak saya,” dawuh Gus Fayyadl, kerap disapa.  

Tak hanya itu, Gus Fayyadl juga mendorong para santri untuk aktif menulis, sebagaimana yang telah dipesankan oleh almarhum KH. Romzi.  

“Sekarang saya mewajibkan santri untuk menulis, menulis, dan menulis. Supaya mereka bisa menjadi penulis kitab yang andal,” ujarnya. (fjr)

Lakukan Study Banding ke Nurul Jadid, Pimpinan Yayasan dan Lembaga Pendidikan Sunan Drajar Lamongan Pelajari Pengenalan Lingkungan Untuk Santri Baru

Probolinggo. Berdampak.net – Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur asuhan Prof. Dr. KH. Abdul Ghafur menugaskan 34 pengurus yayasan dan pimpinan lembaga pendidikan yang terbagi. putra 24 dan putri 10 untuk melakukan kunjungan belajar ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Rabu (19/02/25).

Koordinator rombongan Dr. Ainur Rofiq, M.Pd menyampaikan bahwa kunjungannya ke pesantren Nurul Jadid untuk mempelajari pengenalan lingkungan pesantren terhadap santri baru.

“Saya mendengar bahwa Pesantren Nurul Jadid tengah memberikan kegiatan pendalaman furudlul ‘ainiyah bagi santri baru selaman 3 bulan,” katanya.

Ia melanjutkan, upaya pesantren Nurul Jadid dalam memberikan kegiatan ini sehingga membuat santri baru nyaman dan kerasan di pondok. Hal itu yang membuat kami tertarik untuk belajar ke pesantren ini.

Rofiq berharap agar pengurus pesantren Nurul Jadid memberikan pengetahuan berkait pengenalan lingkungan pesantren.

“Kita berharap agar pondok pesantren Nurul Jadid dapat memberikan pembekalan berkait konsep dan tata laksana pengenalan lingkungan pesantren yang telah berlaku disini,” imbuhnya.

Perwakilan dari Pesantren Nurul Jadid K. Ahmad Zaki memberikan apresiasi terkait kunjungan ilmiah tersebut.

“Kita saling barter pengetahuan saja. Banyak juga kegiatan yang bagus pesantren Sunan Drajat, Lamongan untuk di tiru,” tegasnya.

Kegiatan kunjungan belajar ini berbentuk dialog antar pimpinan yayasan dan sekolah.

“Melalui dialog interaktif antar pengurus pesantren Sunan Drajat Laomongan dan pengurus pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, agar materi yang dibutuhkan bisa dicapai dengan baik,” kata Miftahul Huda Kabag I Sekretariat.

Sebelum menggelar dialog ada pemataran struktur dan tugas, pokok dan fungsi yang oleh Miftahul Huda Kabag I Sekretariat Ponodok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.
[19/2, 10.15] Ponirin Mika: 34 Pimpinann Yayasan dan Lembaga Pendidikan Pesantren Sunan Drajat Lamongan Study PLP di Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. (pm)

Manasik Haji: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Darul Hikmah

Probolinggo, Berdampak.net – Pada Senin, 17 Februari 2025, SMK Darul Hikmah mengadakan kegiatan bertajuk Manasik Haji sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bangunlah Jiwa dan Raga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa, serta memperluas wawasan mereka tentang ibadah haji dan umroh. Seluruh guru SMK Darul Hikmah turut berpartisipasi, dengan pendampingan oleh Bapak H. Khoirul Anwar, M.Pd, yang memberikan arahan dan pengetahuan seputar haji dan umroh.

Kepala SMK Darul Hikmah, Didik Wayudi, dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya kami dalam membentuk karakter dan moral siswa, selain dari sisi akademis. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama yang lebih dalam, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Sebagai bagian dari upaya memperkuat profil pelajar Pancasila yang berintegritas dan berakhlak mulia, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual dan moral bagi peserta. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh civitas akademika SMK Darul Hikmah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa pentingnya ibadah haji sebagai rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara ibadah haji dan umroh, mulai dari niat, rukun, hingga pelaksanaan di tanah suci. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi, yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya persiapan mental dan fisik dalam menjalani ibadah haji. Dengan memahami proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji, siswa diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai pribadi yang lebih baik dan lebih taat pada ajaran agama. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun karakter siswa yang berlandaskan pada Pancasila, yang nantinya akan membawa dampak positif bagi kehidupan mereka di masyarakat. (pm)

Zulfikar Arse Sadikin Hadiri Latihan Kader III HMI Jawa Timur, Tekankan Pentingnya Perkaderan

Surabaya, berdampak.net– Zulfikar Arse Sadikin turut hadir dalam Latihan Kader III (Advance Training) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi ilmu dan pengalaman dengan kader-kader HMI dari seluruh Indonesia.

Zulfikar menegaskan pentingnya komitmen terhadap perkaderan sebagai kunci eksistensi HMI di berbagai zaman. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ada waktu dan kesempatan, dirinya selalu berusaha hadir di forum-forum training HMI, baik yang diselenggarakan oleh cabang maupun badan koordinasi.

“Forum inilah yang membuat HMI sebagai organisasi kader terus eksis dan relevan. Saya yakin komitmen terhadap perkaderan ini ada dalam setiap diri kader dan alumni HMI,” ujarnya.

Latihan Kader III ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ajang penguatan kapasitas kepemimpinan serta pemahaman keislaman dan keindonesiaan bagi para kader HMI. Acara ini juga diharapkan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan berkontribusi bagi masyarakat. (fjr)

Gelar LK III, Badko HMI Jatim Soroti Pemangkasan Anggaran di Sektor Pendidikan

Surabaya, Berdampak.net – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur gelar advance training (LK III), tingkat nasional, Jum’at (14/02) di gedung BPSDM Surabaya. Kegiatan digelar untuk menuntaskan tugas dan tanggungjawab pengurus HMI tingkat provinsi.

Turut hadir sejumlah pejabat tinggi tingkat nasional dan provinsi. Diantaranya Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), dr Mohammad Taufik, Kasubditsosbud Intelkam Polda Jatim, AKBP Haryono, Asisten III Sekda Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto Mewakili PJ Gubernur Jatim, Kepala Kesbangpol Edy Supriyanto. Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, Presidium KAHMI Jatim.

Yusfan menyebut, HMI sepanjang sejarah menjadi bagian pengisi kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, hal tersebut sudah tertanam sejak HMI lahir. Mulai dari fase perjuangan, pembangunan hingga saat ini.

Menurut Yusfan, kader HMI harus peka terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, jika hal itu tidak tercapai, maka akan sulit adaptasinya untuk meraih Indonesia emas 2045.

“Kalau kader HMI tidak peka terhadap perkembangan zaman, maka akan sulit untuk mencapai Indonesia emas 2045,” terangnya saat memberi sambutan.

Lebih lanjut, pada momentum itu Yusfan juga meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali pemotongan anggaran yang dilakukan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Terutama dalam hal pendidikan, lanjut dia.

Menurutnya, jika hal itu tidak dipertimbangkan dengan baik, dikhawatirkan akan menjadi penyebab lambatnya kualitas pendidikan di Indonesia. Terutama beasiswa bagi mahasiswa yang tergolong tidak mampu.

“Saya meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pemotongan anggaran itu. Terutama alokasi anggaran untu pendidikan. Sebab, kita semua, para aktivis juga berangkat dari keluarga tidak mampu,” lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Yusfan, kader HMI sebagai Mitra kritis dari pemerintah harus turut serta menyuarakan pemotongan anggaran tersebut. Sebab menurutnya, dampak dari pemotongan akan didasarkan di berbagai sektor. Terutama pendidikan.

“Kita sebagai mitra kritis, meminta agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pemotongan tersebut,” pungkasnya. (fiq)