Peletakan Batu Pertama Pabrik Melamine Terbesar di Indonesia Dimulai

Gresik, Berdampak.net – Peletakan batu pertama pembangunan pabrik melamine terbesar di Indonesia resmi digelar pagi ini di kawasan industri JIIPE, Gresik. Proyek ini merupakan kerja sama empat perusahaan raksasa dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan China, dengan investasi awal lebih dari Rp 10 triliun dan kapasitas produksi diperkirakan menjadi salah satu terbesar di dunia.

Groundbreaking dilakukan secara simbolis oleh Menko Perekonomian, didampingi perwakilan Kementerian Investasi, Duta Besar China, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Gresik, dan pimpinan kawasan JIIPE serta hadir ketua DPP Apindo Jawa Timur. Pemerintah dan mitra proyek menegaskan komitmen percepatan perizinan, transfer teknologi, serta penciptaan lapangan kerja lokal.

Manajemen proyek menyatakan investasi akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi, pengelolaan lingkungan, dan R&D. Pabrik diharapkan memperkuat rantai nilai industri kimia nasional dan mendorong ekspor. (rh)

Gelar Kick Off AUM 2026, APINDO Jatim Perkuat Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM

Surabaya, berdampak.net – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur resmi memulai langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui acara Kick Off APINDO UMKM Merdeka (AUM) Tahun 2026. Mengusung tema “Kolaborasi untuk Negeri”, program ini menjadi wadah sinergi konkret antara akademisi, praktisi, dan pelaku usaha kecil menengah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi tanda dimulainya program magang kolaboratif yang melibatkan 23 mahasiswa terpilih dari dua perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Selama program berjalan, para mahasiswa akan didampingi oleh 4 mentor berpengalaman untuk membantu transformasi bisnis di 6 unit UMKM yang menjadi mitra.

Membangun Sinergi Lewat Diskusi Terpumpun

Agenda utama dalam kick off ini adalah sesi diskusi kelompok intensif yang mempertemukan mahasiswa peserta magang, perwakilan UMKM, dan para mentor. Diskusi ini dirancang untuk:

  • Penyelarasan Ekspektasi: Memastikan target mahasiswa sejalan dengan kebutuhan riil para pelaku UMKM.
  • Perumusan Rencana Kerja: Menyusun strategi taktis yang akan diimplementasikan selama masa program untuk meningkatkan daya saing produk.
  • Transfer Pengetahuan: Membangun pemahaman awal mengenai tantangan industri di lapangan.

Langkah Nyata untuk Negeri

Program AUM 2026 bukan sekadar program magang biasa. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan inovasi segar bagi UMKM, sementara pelaku usaha mendapatkan akses terhadap pemikiran akademis dan pendampingan profesional dari mentor APINDO.

“Kegiatan ini adalah langkah awal untuk merumuskan rencana kerja yang solid. Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi yang tercipta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” ujar salah satu perwakilan panitia di sela-sela diskusi.

Dengan dimulainya Kick Off ini, APINDO Jawa Timur optimistis bahwa integrasi antara dunia pendidikan dan sektor UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (rh)