Tanamkan Nilai Moderasi Beragama, Lakpesdam MWCNU Paiton Ajak Pelajar Jadi Duta Aswaja

Probolinggo.Berdampak.Com — Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton menggelar kegiatan Go to School di MAN 1 Probolinggo Putri, Selasa (14/07/26). Program ini menyasar para pelajar untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah (Aswaja) sekaligus mendorong mereka menjadi duta Islam moderat di lingkungan sebaya.

Pembina kegiatan, Masruroh, menyampaikan bahwa arus paham menyimpang yang kini mudah diakses melalui platform digital menjadi salah satu alasan mendesaknya edukasi ini. “Pemahaman Aswaja an-Nahdliyah kepada pelajar sangat dibutuhkan, apalagi saat ini banyak paham-paham yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW,” katanya.

Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan juga sebagai pemateri, Ponirin Mika, menyebutkan bahwa program Go to School merupakan wujud nyata komitmen MWCNU Paiton dalam menjaga generasi muda dari pengaruh pemikiran ekstrem. “Kita ingin pelajar selamat dari pemikiran ekstrem,” ujarnya.

Kegiatan ini mengangkat tujuh materi utama, meliputi sejarah Aswaja sejak masa Rasulullah SAW, empat pilar Aswaja, sejarah dan ajaran Nahdlatul Ulama yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari pada 1926, pengenalan aliran yang bukan Aswaja, perbandingan NU dengan paham keagamaan lain, serta ancaman dan peran pemuda di era digital.

Pelajar juga dibekali pemahaman tentang manfaat nyata mengenal Aswaja, di antaranya sebagai benteng akidah dari paham takfiri dan ekstremisme, kemampuan berpikir kritis dalam memilah konten keagamaan di media sosial, serta penguatan identitas sebagai warga NU yang bangga dengan tradisi tahlilan, ziarah, dan maulid.

Di akhir kegiatan, para siswi didorong untuk mengambil peran aktif sebagai generasi Aswaja, antara lain dengan mengikuti kajian-kajian NU, bergabung di organisasi IPNU dan IPPNU, mengenalkan nilai-nilai Aswaja kepada teman sebaya, serta menunjukkan bahwa menjadi muslim yang moderat, toleran, dan cinta tanah air adalah kebanggaan, bukan kelemahan.