Semarak Maulid Nabi dan Kemerdekaan, Pemuda Tanjung Krajan Gelar Pengajian Akbar

PROBOLINGGO, Berdampak.net– Semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diwujudkan Pemuda Tanjung Krajan melalui Pengajian Akbar, Kamis (20/8/2026) malam.

Bertempat di Lapangan Tanjung Krajan, tepatnya di kediaman H. Ali Wafa/H. Hadun, kegiatan tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Kegiatan yang digelar oleh Pemuda Tanjung Krajan tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa Tanjung Krajan. Kepala Desa Tanjung Krajan, Mahfud, turut hadir secara langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kepemudaan yang digelar di tengah masyarakat.

Pengajian Akbar tersebut menghadirkan sejumlah muballigh, dengan Habib Ja’far bin Abu Bakar Al Mudhor sebagai pengisi tausiyah pertama. Selain itu, turut hadir dan mengisi rangkaian kegiatan Habib Husein Al-Habsyi, Habib Fikri Alhamid, Habib Jamal Lail Assegaf, dan K. Muhammad Al Fayyadl. Pengurus Ranting NU Karanganyar juga turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para tokoh agama dan masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Habib Ja’far menyampaikan sejumlah pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya mengenai keberkahan dalam majelis Maulid Nabi, termasuk air yang telah dibacakan doa dalam kegiatan tersebut.

Menurut Habib Ja’far, keberkahan air yang dibacakan dalam majelis Maulid dapat menjadi wasilah kebaikan bagi orang yang meminumnya, baik dalam menjaga kesehatan maupun membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

“Oreng se nginum aeng se mare ebeca’e molod, insya Allah keluar dari badanna kula sareng panjenengan, keluar dari atena kula sareng panjenengan, alfu dhillin wa ‘illatin (seribu macam penyakit). Lebbi-lebbi penyakit ate se biasa arasa’ena oreng, se biasa dengghiyan ka oreng,” tutur Habib Ja’far.

Ia juga menyampaikan pesan dengan gaya yang ringan dan diselingi humor. Air tersebut, kata dia, dapat dibagikan kepada keluarga maupun tetangga sebagai bagian dari keberkahan majelis Maulid, sekaligus menjadi pengingat agar seseorang menjaga hati dan lisannya dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain.

Selain air, Habib Ja’far turut menyampaikan tentang keberkahan uang yang didoakan dalam momentum Maulid. Ia mengingatkan jamaah agar melihat rezeki bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari keberkahannya.

“Mon molod ebeca’e ka pesse, pas pesse jiya epolong bi’ pesse selaen e lacci toko utaba dompet, insya Allah ngibha baroka. Insya Allah oreng se ngalle pesse se mare ebeca’e molod jiya tak kera kakorangan pa-apa, dunyana baroka, rejekina baroka,” tambahnya.

Pesan lain yang disampaikan Habib Ja’far berkaitan dengan pendidikan dan keberkahan doa bagi anak. Dalam tausiyahnya, ia mengisahkan keteladanan Anas bin Malik RA, sahabat Nabi Muhammad SAW yang sejak kecil diserahkan oleh ibunya kepada Rasulullah SAW untuk menjadi khadam.

Sang ibu tidak hanya menyerahkan Anas kepada Rasulullah SAW, tetapi juga meminta agar Nabi mendoakannya. Rasulullah SAW kemudian mendoakan Anas bin Malik:

“Allahumma aktsir malahu wa waladahu…”

Doa tersebut menjadi salah satu bagian dari kisah keberkahan hidup Anas bin Malik yang kemudian dikenal memiliki kelimpahan harta dan keturunan.

Dari kisah tersebut, Habib Ja’far mengajak para orang tua agar ketika menitipkan atau menyerahkan anak kepada guru, kiai maupun lembaga pendidikan, tidak hanya sekadar menyerahkan tanggung jawab pendidikan, tetapi juga meminta doa dan keberkahan.

“Nika settong ajaran ka kula sareng panjenengan, mon matoro’ anak ka guru otaba Kiai, je’ patoro’ melolo tapi penta’e doa. ‘Kiai, abdhina matoro’a anak, do’aaghi Kiai’, male anagga berkat ban dadi anak se soleh/solehah,” tegas Habib Ja’far.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari tausiyah, bahwa pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga keberkahan, doa dan keteladanan dari orang-orang saleh.

Sementara itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan Sholawat Nariyah yang dipimpin oleh K. Muhammad Al Fayyadl.

Dalam tausiah singkatnya, K. Muhammad Al Fayyadl menjelaskan bahwa Sholawat Nariyah telah dikenal dan diamalkan umat Islam sejak ratusan tahun lalu. Ia menyampaikan bahwa usia Sholawat Nariyah diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hingga 700 tahun.

Ia juga mengaitkan amalan sholawat dengan tiga hal penting dalam kehidupan seorang Muslim, yakni iman, Islam dan mahabbah atau kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Menurut K. Muhammad Al Fayyadl, memperbanyak sholawat diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan keimanan dan menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah SAW. Kecintaan kepada Rasulullah juga diharapkan tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui ketaatan dalam menjalankan ajaran Islam.

Karena itu, jamaah juga diajak untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menjalankan syariat Islam secara istiqamah, salah satunya dengan menjaga Sholat lima waktu.

Pesan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengajak jamaah tidak hanya memperbanyak sholawat, tetapi juga memperbaiki iman, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta meningkatkan keteguhan dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Sementara itu, keterlibatan Pemuda Tanjung Krajan dalam penyelenggaraan Pengajian Akbar menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki peran dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Dukungan Kepala Desa Mahfud, kehadiran para muballigh, pengurus Ranting NU Karanganyar, serta tokoh agama dan masyarakat turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran Kemerdekaan RI ke-81 pun dipadukan dalam satu kegiatan yang sarat dengan nilai religius, silaturahmi dan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Tanjung Krajan tidak hanya menghidupkan syiar keagamaan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *