Tol Gending-Paiton Dibuka Fungsional: Dukung Pemudik dan Perputaran Ekonomi Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru, ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) seksi Gending-Paiton resmi dibuka secara fungsional. Pembukaan ini berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pemudik yang kembali ke kampung halaman.

Dengan panjang 24 kilometer, Tol Gending-Paiton mampu memangkas waktu perjalanan dari Gending ke Paiton menjadi hanya 20 menit. Ini jauh lebih cepat dibandingkan rute alternatif yang dapat memakan waktu hingga 50 menit. Keberadaan tol ini diharapkan tidak hanya mempermudah arus pemudik, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di wilayah Probolinggo.

Dibuka tanpa tarif selama periode fungsional, pengguna jalan tetap diminta untuk melakukan tapping kartu e-Toll pada gerbang keluar. Semua fasilitas pendukung seperti rambu-rambu, lampu penerangan, dan marka jalan telah siap dan berfungsi optimal, memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Bagi Probolinggo, kehadiran tol ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Dengan lebih banyak pemudik dan wisatawan yang melintasi jalan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kunjungan ke destinasi wisata lokal, restoran, dan usaha kecil lainnya. Ini bisa menjadi stimulus yang signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata.

Jasa Marga sebagai pengelola tol telah mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, termasuk penempatan CCTV untuk deteksi insiden dan tim siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem. Pengawasan yang ketat oleh personel PJR juga diharapkan dapat menjaga keamanan selama arus mudik.

Meskipun masih beberapa evaluasi perlu di lakukan, dampak positif yang dihasilkan bisa menjadi suntikan baru untuk kabupaten dan kota Probolinggo untuk mendukung kemajuan ekonomi dan infrastruktur yang lebih baik.Dengan demikian, Tol Gending-Paiton bukan hanya jalan tol, tetapi juga jembatan penghubung antara pemudik dan peluang ekonomi bagi masyarakat Probolinggo. (rh)

3 Tahun 3 Anugerah Bergengsi, Riset Abdimas Publikasi UNUJA Makin Diakui di Level Nasional

Jakarta, Berdampak.net— Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali menorehkan catatan penting dalam peta pendidikan tinggi nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, UNUJA berhasil meraih tiga penghargaan prestisius di bidang publikasi ilmiah, riset, dan pengabdian kepada masyarakat (abdimas). Prestasi terbaru diraih melalui Anugerah Diktisaintek 2025, di mana UNUJA dianugerahi Silver Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, menempati peringkat 152 dari 5.491 perguruan tinggi di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta, dan menjadi bukti pengakuan negara atas konsistensi dan kualitas kinerja tridarma UNUJA.

Konsistensi Prestasi sebagai Hasil Transformasi Akademik

Capaian Silver Winner tahun 2025 bukanlah prestasi yang berdiri sendiri. Pada Anugerah Diktiristek 2023, UNUJA sebelumnya meraih Bronze Winner Bidang Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual, beriringan dengan lonjakan peringkat SINTA dari kisaran 700-an ke peringkat 296 nasional. Penguatan publikasi jurnal, buku ajar, dan HAKI menjadi fondasi utama capaian tersebut.

Selanjutnya, pada Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2025, UNUJA kembali dipercaya sebagai Perguruan Tinggi Klaster Madya dengan Kinerja Unggul Bidang Riset dan Pengabdian. Prestasi ini mengukuhkan posisi UNUJA sebagai kampus pesantren yang mampu menjaga konsistensi mutu di tengah dinamika regulasi dan persaingan pendidikan tinggi.

Rektor UNUJA, Dr. KH. Najiburrahman, M.Ag., menegaskan bahwa rangkaian prestasi ini mencerminkan arah transformasi institusi yang terus dijaga.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan penanda bahwa UNUJA berada di jalur yang benar. Kami membangun tradisi akademik yang kuat, namun tetap berpijak pada nilai pesantren dan kebermanfaatan sosial,” ungkapnya.

Ekosistem Riset dan Abdimas Berdampak

Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi riset dan abdimas UNUJA tercatat menyumbang lebih dari 48 ribu poin SINTA. Capaian ini didukung oleh kebijakan strategis seperti integrasi KKN dengan luaran riset dan pengabdian, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, serta kewajiban diseminasi hasil dalam forum akademik secara bilingual oleh sekitar 200 kelompok setiap tahun.

Luaran HAKI juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, yakni 91 (2023), 87 (2024), dan melonjak menjadi 115 (2025). Hal ini menunjukkan semakin matangnya budaya riset dan inovasi di lingkungan UNUJA.

Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd., menyampaikan bahwa kekuatan UNUJA terletak pada integrasi kebijakan dan praktik lapangan.

“Kami tidak memisahkan riset dari pengabdian. Keduanya dirancang sejak awal agar memiliki dampak sosial, ekonomi, dan kultural yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LP3M UNUJA, Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A., menekankan pentingnya jejaring internasional dalam memperluas dampak tridarma.

“Kolaborasi global menjadi ruang belajar bersama. Dari benchmarking di China, mobilitas akademik ke Thailand, hingga kerja sama riset dan industri di Jepang, Prancis, dan Amerika, semuanya memperkaya ekosistem akademik UNUJA,” ujarnya.

Berbagai kolaborasi internasional tersebut menegaskan bahwa UNUJA tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga bertransformasi secara kualitatif sebagai kampus pesantren yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional maupun global.

Resmi Dilantik, Pengurus PC ISNU Probolinggo Siap Mengabdi untuk Masa Khidmat 2025–2029

Probolinggo, Berdampak.net – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Probolinggo telah resmi dilantik oleh Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Timur dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Ruang Auditorium Madakaripura. Prosesi pelantikan yang berlangsung pada Kamis (18/12/2025) ini menandai era baru bagi organisasi yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Probolinggo.

Acara pelantikan ini bersifat formal dan diadakan berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat ISNU tentang kepengurusan baru untuk periode 2025–2029. Dalam sambutannya, Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Timur mengingatkan para pengurus tentang tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam meningkatkan peran serta kontribusi sarjana NU bagi masyarakat. “Kami berharap, dengan kepengurusan yang baru ini, ISNU dapat menjadi garda terdepan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ, serta sejumlah pejabat dari Forkopimda. Kehadiran mereka semakin meneguhkan dukungan untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antara ISNU dengan berbagai elemen masyarakat. Rangkaian pelantikan ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Probolinggo.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar pendidikan yang bertajuk “Pendidikan Berkarakter untuk Generasi Emas Probolinggo: Strategi Peningkatan Kualitas SDM Daerah.” Pada seminar ini, dua narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, yakni Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si dan Dr. Asriana Kibtiyah, S.Psi., M.Si, berbagi wawasan mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Keduanya sepakat bahwa pendidikan harus selalu melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal. “Kita perlu membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung sebagai bekal bagi generasi emas kita di masa depan,” ungkap Prof. Fatkul Anam.

Dengan komposisi pengurus yang beragam, PC ISNU Kabupaten Probolinggo berharap dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil, terpilih sebagai Ketua, didampingi oleh Yusdi Vari Afandi, ST., M.Si dan Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd sebagai Wakil Ketua. Susunan pengurus mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan, pengembangan ekonomi, dan hubungan masyarakat, sehingga menampilkan suatu kerangka kerja yang kolaboratif dan integratif.

Acara hari itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Wasik Hannan, Rais Syuriah PCNU Kraksaan. Doa ini menjadi simbol harapan agar kepengurusan baru senantiasa diberi keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Dengan harapan dan dukungan dari masyarakat serta berbagai elemen, PC ISNU Kabupaten Probolinggo bertekad untuk menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter yang baik di kalangan generasi muda. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan, diharapkan akan memberikan dampak positif untuk menciptakan Probolinggo yang lebih maju dan berkarakter.

Bangga Sebagai Alumni : Souvenir IKA UM Probolinggo Raya, Dukung Kreatifitas Tim SMAN 1 Sumber dengan Kerjasama Positif antar Jejaring Alumni

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang (IKA UM) Probolinggo Raya semakin memperkuat identitas kebanggaan alumni dengan meluncurkan souvenir eksklusif. Ini bukan hanya sekedar souvenir, tetapi juga sebagai bagian dari kerjasama yang erat dengan SMA Negeri 1 Sumber, yang dikenal akan kreativitas dan inovasi timnya.
Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung program-program pendidikan dan pengembangan siswa di SMA Negeri 1 Sumber. Dalam inisiatif ini, siswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam desain souvenir yang akan diproduksi. Dengan melibatkan siswa, IKA UM Probolinggo Raya berharap dapat mendorong kreativitas dan jiwa kewirausahaan mereka.
Wakil Ketua IKA UM Probolinggo Raya Fachur rozi, menyatakan, “Kami sangat antusias dapat bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Sumber. Ini adalah cara yang baik untuk membangun hubungan antara alumni dan generasi muda, serta memberikan platform bagi mereka untuk mengekspresikan ide kreatif.”
Souvenir yang dihasilkan tidak hanya akan menjadi identitas bagi alumni, tetapi juga bisa menjadi bentuk dukungan langsung bagi kegiatan dan program di SMA. Hasil penjualan souvenir ini tentunya akan di optimalkan oleh SMA Negeri 1 Sumber dan IKA UM Probolinggo sebagai bentuk dukungan untuk program program mendatang.
Dengan kerjasama ini, diharapkan alumni Universitas Negeri Malang dapat memberikan inspirasi dan dukungan bagi generasi mendatang, sambil memperkuat jaringan alumni yang solid dan kreatif.
Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki souvenir spesial ini dan menjadi bagian dari perubahan positif!

Audiensi dengan Kemenag, FKUB Kota Probolinggo Perkuat Sinergi dan Dukungan Usulan Perda Penguatan Kerukunan Umat Beragama

Probolinggo, Berdampak.net— Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo melaksanakan audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo pada hari Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kemenag Kota Probolinggo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan, koordinasi, serta memperkuat sinergi kelembagaan antara Kemenag dan FKUB.

Audiensi ini dimaksudkan sebagai sarana konsolidasi sekaligus penyampaian perkembangan program-program FKUB, serta penguatan peran strategis FKUB dalam mendukung harmonisasi dan kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo. Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih optimal dalam mendukung agenda sosial-keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP., hadir bersama jajaran pengurus FKUB Dawam Ihsan, Achmad Philip, Ricki, Agus Maryono, Samsul Arifin, Dexa, dan Rizal Ali. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha Ahmad Zaini dan Kasi Bimas Islam Arifin Budianto.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Hudri menyampaikan usulan FKUB terkait perlunya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Kota Probolinggo, yang sebelumnya telah disampaikan kepada DPRD dan Wali Kota Probolinggo. Selain itu, Ketua FKUB juga memperkenalkan program EcoHarmony, sebuah inisiatif FKUB yang akan dikolaborasikan dengan program Ecotheology Kemenag sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan yang berwawasan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan menyampaikan apresiasi positif terhadap kinerja FKUB serta sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Kemenag dan FKUB. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kelembagaan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mendukung pembangunan sosial-keagamaan yang berkelanjutan.

Audiensi ini juga diisi dengan sesi saling memberikan saran dan masukan, terutama terkait penguatan koordinasi dan sinergi kedua belah pihak dalam mewujudkan harmoni umat beragama di Kota Probolinggo, serta mendukung pembangunan masyarakat kota yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Prabowo Teken Aturan Kenaikan Upah Minimum 2026, Apa Saja Isinya?

Jakarta, Berdampak.net – Pada hari yang bersejarah, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan pada Selasa, 16 Desember 2025. PP ini merupakan pedoman baru dalam penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026 dan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan pekerja di seluruh Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Kemnaker menyebutkan bahwa penyusunan PP Pengupahan dilakukan melalui proses kajian yang panjang. “Alhamdulillah, PP Pengupahan telah ditandatangani oleh Bapak Presiden. Kami telah memperhatikan masukan dari berbagai pihak, termasuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh,” ujar pernyataan resmi Kemnaker.

Formula Kenaikan Upah

Salah satu poin penting dari PP ini adalah rumus penghitungan UMP yang baru. Kenaikan upah minimum akan dihitung berdasarkan formula:

Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alfa),

di mana Alfa memiliki rentang nilai antara 0,5 hingga 0,9. Alfa sendiri adalah indeks yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya formula ini, diharapkan penghitungan upah minimum menjadi lebih reflektif terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Menurut Kemnaker, penetapan upah minimum yang adil bukan hanya menguntungkan pekerja, tetapi juga memberikan insentif bagi pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik. “Kebijakan ini adalah komitmen pemerintah untuk menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168/2023 tentang pengupahan,” lanjut pernyataan tersebut.

Tanggung Jawab Gubernur

Dalam PP ini, juga diatur tanggung jawab Gubernur, yang diwajibkan untuk menetapkan UMP dan memiliki kewenangan untuk menentukan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Khusus untuk tahun 2026, Gubernur diharuskan menetapkan besaran kenaikan upah paling lambat pada tanggal 24 Desember 2025. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada pekerja dan pengusaha menjelang tahun baru.

Harapan untuk Masa Depan

Kemnaker menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam proses penetapan upah minimum. “Kami berharap kebijakan pengupahan yang dituangkan dalam PP ini dapat menjadi kebijakan terbaik bagi semua pihak dan menciptakan keadilan di dunia kerja,” tutup Kemnaker.

Dalam rangka memberi dukungan lebih kepada masyarakat, pemerintah juga berencana meluncurkan program sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai PP Pengupahan baru ini. Dengan demikian, diharapkan semua lapisan masyarakat dapat memahami dan menyikapi perubahan ini dengan baik.