Pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia di Probolinggo Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia resmi dilantik untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo pada Senin (11/8/2025) di Ruang Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Jawa Timur, Riki Septiadi. Dalam arahannya, Riki menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai wadah perjuangan petani untuk memperkuat kemandirian, memperluas akses pasar, dan mendorong inovasi pertanian berkelanjutan.

“Petani harus menjadi subjek, bukan hanya objek pembangunan. Ketahanan pangan nasional dimulai dari desa-desa yang kuat dan petani yang sejahtera,” ujarnya.

Acara ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pengembangan agrowisata daerah. Pelantikan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan. (fj)

Opening Training Raya Tingkat Nasional Sukses! Ini Kesan Pesan Wali Kota Probolinggo dan Peserta

Probolinggo, Berdampak.net – Gelora semangat kaderisasi kembali membara! Latihan Kader II (LK-2) atau yang akrab dikenal sebagai Intermediate Training sukses digelar oleh HMI Cabang Probolinggo. Namun kali ini berbeda dari biasanya—lebih besar, lebih bersejarah, dan lebih strategis. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini diselenggarakan secara bersamaan dengan Training Senior Course, yakni pelatihan elite yang dirancang khusus untuk mencetak Instruktur HMI berkualitas nasional.

Dengan tema besar “Transformasi Peradaban : Manifesto HMI dengan meneguhkan iman-intelektual sebagai fondasi pengabdian dari Insan Cita Menuju Masyarakat cita”, gelaran ini sukses menyedot perhatian dan antusiasme kader dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat sebanyak 40 peserta terbaik lolos dalam proses seleksi ketat, dan mengikuti dua jalur pelatihan ini. Uniknya, salah satu peserta datang dari daerah paling jauh—Surakarta—membuktikan magnet Probolinggo sebagai episentrum baru pengkaderan nasional.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Probolinggo, yang secara langsung hadir dan memberikan dukungan penuh. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas kontribusi HMI dalam membentuk pemuda yang kritis, intelektual, dan berintegritas.

“Kami menyambut baik kegiatan besar ini. HMI telah lama menjadi mitra strategis bangsa dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Probolinggo merasa terhormat menjadi tuan rumah training berskala nasional seperti ini dan adik-adik jadilah kader yang berpihak pada rakyat kecil,” ujar Wali Kota dengan penuh semangat.

Sementara itu, para peserta menyebut acara ini sebagai pengalaman luar biasa yang tak hanya menguji intelektualitas, tapi juga mengasah mental, kepekaan sosial, dan daya juang. Mulai dari materi ke-HMI-an, keislaman, kebangsaan, hingga manajemen organisasi, semuanya dikemas intensif dan kolaboratif. Apalagi, kehadiran instruktur nasional dalam sesi training Senior Course menambah bobot pelatihan ini menjadi sangat eksklusif.

“Training ini membuka cakrawala berpikir saya. Ini bukan hanya soal organisasi, tapi tentang misi besar membangun peradaban,” tutur Feni Fandila, salah satu peserta dari Surakarta.

Dengan keberhasilan ini, HMI Cabang Probolinggo tak hanya mencatat sejarah baru, tapi juga membuktikan diri sebagai kekuatan kaderisasi yang solid dan berwawasan nasional. Sinergi antara LK-2 dan Senior Course menjadi langkah progresif dalam mencetak kader pemimpin dan instruktur yang profesional—siap membina pelatihan HMI di berbagai cabang di seluruh Indonesia.

Kaderisasi bukan hanya rutinitas. Di tangan HMI, ia adalah lompatan peradaban.

HMI, Yakusa!
HMI, Tetap Jaya!

Monitoring dan Evaluasi: ISNU Jatim Perkuat Barisan Pendamping halal Probolinggo Raya

Probolinggo, aber— Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur melalui Lembaga Solusi Halal (LSH ISNU Jatim) sukses menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) se-Probolinggo. (20/07/2025)

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh puluhan pendamping PPH dari Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ISNU Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi pendampingan proses sertifikasi halal, khususnya di wilayah Probolinggo Raya.

Ketua PC ISNU Kota Probolinggo, Indah Yulianti, M. Pd menekankan pentingnya sinergitas antar Pendamping PPH dalam mensyiarkan sertifikasi halal.

“Kita harus terus tetap semangat meningkatkan kinerja kita dan saling membantu satu sama lain bilamana terdapat pendamping lain yang memiliki kendala atau membutuhkan bantuan supaya pendampingan sertifikasi halal nantinya bisa lebih optimal,” tegasnya

Selain itu, dalam penyampaiannya, perwakilan dari LSH ISNU Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk evaluasi administratif, tetapi juga sebagai wadah berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi antarpendamping.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa para pendamping mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan amanah, demi mendukung ekosistem halal yang semakin maju dan inklusif khususnya wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo” ujar Jamianto selaku perwakilan LSH ISNU Jatim.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif. Para peserta memberikan masukan, menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan, serta mendiskusikan berbagai solusi dan strategi dalam mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikat halal.

Kegiatan Monev ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi internal antarpendamping dari wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo, yang selama ini aktif mendampingi UMKM dan pelaku usaha lainnya di daerahnya masing-masing.

ISNU Jawa Timur berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala demi menjaga mutu pelayanan pendampingan halal serta memperkuat kontribusi nyata ISNU dalam pemberdayaan umat melalui sertifikasi halal. (don)

Solid & Cerdas! ISNU Probolinggo Siap Jadi Garda Intelektual NU

Probolinggo, Berdampak.net — Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Konsolidasi dan Upgrading Pimpinan Cabang dan Anak Cabang ISNU se-Kota Probolinggo, Sabtu (12/7), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Probolinggo.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh pengurus PC dan PAC ISNU dari lima kecamatan yang ada di Kota Probolinggo. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Drs. As’ad Anshari, M.Se, selaku Dewan Penasehat ISNU, dan Dr. H. Ahmad Hudri, S.T, M.A.P., Dewan AHLI ISNU.

Dalam sambutannya, Indah Yulianti, M.Pd, selaku Ketua PC ISNU Kota Probolinggo, menyampaikan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antar kader dan memperkuat kerja organisasi ke depan.

“Kegiatan ini penting agar kita saling mengenal, memperkuat jejaring, dan menjadikan ISNU semakin solid sebagai organisasi intelektual berbasis Nahdliyin,” ungkapnya.

Sementara itu, Drs. As’ad Anshari, M.Se, dalam pemaparannya menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik di antara kader ISNU. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam ISNU harus diniatkan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian untuk kemaslahatan umat.

“Jangan jadikan ISNU hanya sebagai formalitas. Niatkan sebagai jalan ibadah. Komunikasi yang baik akan memperkuat kerja kolektif kita,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Hudri, S.T, M.A.P., yang menyebut ISNU harus tampil sebagai garda terdepan dalam pemikiran, riset, dan advokasi berbasis keilmuan.

“ISNU adalah motor penggerak pemikiran, pusat penelitian dan advokasi intelektual. Kita harus siap menjadi garda intelektual Nahdlatul Ulama, baik di ruang akademik maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.

Konsolidasi ini juga menjadi momen penyamaan visi dan strategi ke depan, terutama dalam menjawab tantangan zaman serta kontribusi nyata ISNU dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Dengan semangat kebersamaan, acara berlangsung dinamis, penuh semangat, dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat program kerja ISNU di tingkat cabang maupun anak cabang. (don)

PWI Probolinggo Raya Polisikan Tiktoker

Probolinggo, Berdampak.net – PWI Probolinggo Raya secara resmi melaporkan akun tiktok @anggaatas ke Polres Probolinggo pada Jumat (11/7/25). Pasalnya, dalam salah stau unggahannya, akun tiktok itu mempoating video dengan narasi yang negatif terhadap marwah PWI Probolinggo Raya,

Dalam postingannya, akun tiktok tersebut menyebut salah satu oknum wartawan terlibat dalam proses menghalang-halangi pemberitaan, dan narasinya menyebut oknum tersebut berasal dari PWI. Dan tanpa proses klarifikasi, akun tersebut sudah membuat postingan yang menyudutkan PWI Probolinggo Raya. Bahkan menyebutkan menemui jalan terjal saat ingin mengadukan hal tersebut ke PWI Probolinggo Raya.

Hal tersebut dibantah oleh Babul Arifandhie selaku ketua PWI Probolinggo Raya. Menurutnya, PWI selalu terbuka untuk kritik dan saran dan tidak pernah menolak semua bentuk aduan yang ditujukan kepada pihaknya. Sehingga, dengan postingan tersebut, pihaknya merasa dirugikan dan nama baik organisasi menjadi tercoreng.

“Tidak benar kalau ingin bertemu kami itu menemui jalan terjal, kita selalu membuka komunikasi dengan siapa pun, apalagi sifatnya aduan masyarakat,” katanya.

Ia sangat menyayangkan postingan yang menyudutkan PWI Probolinggo Raya. Seharusnya, setiap konten kreator harus memahami batas-batas yang layak untuk diposting.

“Kebebasan berpendapat saat ini sudah lumrah, namun perlu diingat bahwa ada privasi yang perlu dilindungi. Ada regulasi yang harus dipatuhi, jangan sampai justru merugikan pihak lain baik materiil maupun immateril,” bebernya.

Babul yakin, pihak kepolisian dapat segera membongkar identitas pemilik akun dan melakukan proses sesuai hukum yang berlaku.

“Semoga segera ditindaklanjuti, agar pelaku bisa diberi punishment yang selayaknya. Dan menjadi pembelajaran bagi yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanty mengatakan, pihaknya sudah menerima terkait laporan dari PWI Probolinggo dan akan segera menindaklanjuti.

“Laporan sudah kami terima dan akan kami tindaklanjuti, terkait perkembangan nanti kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya. (don)

MUI Kabupaten Probolinggo “Panaskan Mesin” Proker 2025

Robolinggo, Berdampak.net – Pada awal tahun 2025, MUI Kabupaten Probolinggo telah melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kelima. Kini, hasil Rakerda itu bakal direalisasikan di semester kedua.

Perencanaan realisasi program itu dibahas dalam rapat harian dan program kerja prioritas 2025, Kamis (3/7/2025) di sekretariat MUI Kabupaten Probolinggo. Rapat dipimpin Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, dihadiri jajaran Dewan Pimpinan dan komisi-komisi.

Kiai Wasik -sapaan KH Abdul Wasik Hannan- menekankan agar pembahasan lebih fokus pada program prioritas yang telah ditetapkan Dewan Pimpinan. Seperti Komisi Pendidikan, yang menekankan program pendidikan karakter. “Pendidikan karakter mulai tergerus. Jadi harus ditangani serius,” katanya.

Kiai Wasik melanjutkan, program prioritas pada komisi lain juga harus diwujudkan di semester kedua 2025. Misalnya, Komisi Fatwa yang telah mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan salat Jumat di sekolah.

Tidak kalah pentingnya, lanjutnya, terus mensosialisasikan cara pemotongan unggas secara syariat Islam. “Karena masih banyak ditemukan unggas yang dipotong tidak sesuai syariat Islam,” ujarnya.

Arahan Kiai Wasik itu, kemudian banyak direspons positif oleh peserta rapat. Bak gayung bersambut. Arahan itu kemudian direspons positif oleh Doktor Abdul Aziz, salah satu Dewan Pimpinan yang juga Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Doktor Aziz menyatakan bahwa kampus yang dipimpinnya siap bermitra dengan MUI Kabupaten Probolinggo. “Program kerja prioritas Komisi Pendidikan dan Komisi Ekonomi bisa bekerjasama dengan kampus Unzah,” katanya.

Kerjasama dua komisi itu, tambahnya, nantinya akan disinkronkan dengan fakultas terkait di kampus Unzah. “Kalau bisa dilaksakan di bulan Juli ini,” tambahnya.

Tak hanya membahas program kerja prioritas ketujuh komisi. Rapat itu juga mendiskusikan satu kegiatan yang dilaksanakan lintas komisi.

“Semisal kita ngadakan kegiatan semacam workshop tentang kenakalan anak dan remaja. Maka, di dalamnya ada komisi pendidikan, komisi perlindungan perempuan dan anak, komisi dakwah, komisi fatwa dan komisi lainnya,” jelas Doktor Ahmad Zamroni, Ketua Komisi Pendidikan.

Dengan menggelar satu kegiatan besar, katanya, maka bisa mencakup program semua komisi. “Tapi tentunya program prioritas di tiap komisi tetap dijalankan,” katanya. (don)