Reuni Akbar IKA UM Jakarta 2025: Merajut Koneksi, Menyambut Dunia Baru


Jakarta, Berdampak.net– Dunia terus bergerak dengan cepat. Perkembangan teknologi, dinamika dunia kerja, hingga perubahan gaya hidup telah menciptakan tantangan baru—sekaligus membuka peluang yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah perubahan besar ini, para alumni dituntut untuk terus beradaptasi. Bukan hanya dalam hal keahlian teknis, tetapi juga dalam membangun pola pikir yang terbuka, daya tahan mental yang kuat, serta semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Dalam semangat itulah, Reuni Akbar Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang (IKA UM) Jakarta diselenggarakan pada Sabtu, 28 Juni 2025 di Aula Kemenko PMK, Jakarta. Mengusung tema “Temu Karsa dan Temu Rasa”, reuni ini menjadi lebih dari sekadar ajang nostalgia. Ia hadir sebagai ruang bertemu yang inspiratif—mempertemukan lintas generasi alumni dalam semangat kolaborasi dan pembelajaran bersama.
Dibuka dengan Hangat, Disambut dengan Semangat
Acara dimulai dengan sambutan penuh kehangatan dari Bapak Moerdibyo, Pembina IKA UM Pusat, yang menekankan pentingnya silaturahmi sebagai kekuatan kolektif untuk terus bergerak dan memberi makna.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua IKA UM Jakarta, Mahmud Samuri, S.Pd., M.Si., seorang alumni sekaligus pengusaha sukses di bidang pertambangan. Dalam pesannya, ia mendorong agar momen reuni ini menjadi awal dari sinergi dan kolaborasi nyata antaralumni.
“Reuni ini bukan akhir dari pertemuan, melainkan awal dari terbentuknya jaringan kekuatan alumni yang solid, lintas angkatan dan lintas profesi,” ujarnya mantap.
Talkshow Alumni Reconnect: Menghadapi Dunia yang Terus Berubah
Bagian utama dari kegiatan ini adalah sesi talkshow bertajuk “Alumni Reconnect: Transformasi Alumni Hadapi Dunia Baru”. Sesi ini dipandu oleh Doni Tri Prasetio, S.Pd., M.Pd., seorang widyaiswara Kemdikdasmen sekaligus alumni UM, yang mengarahkan diskusi dengan hangat dan penuh energi.
Talkshow menghadirkan dua pembicara inspiratif:
• Prof. Dr. Asep Sunandar, S.Pd., M.AP, Asisten Deputi Bina Keagamaan di Kemenko PMK, dan
• Ning Wahyu A., S.Pd., M.M., Ketua Umum APINDO Jawa Barat, sekaligus pengusaha nasional yang telah merintis bisnis lintas negara.
Prof. Asep membahas pentingnya kesiapan alumni menghadapi era digital dan disrupsi teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja.
“AI bukan musuh, tetapi mitra. Yang akan bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling adaptif,” tegasnya.
Sementara itu, Ning Wahyu mengajak peserta merenungi perjalanan usaha yang tidak mudah. Ia membagikan sisi keberuntungan dari proses membangun bisnis, sembari mengingatkan pentingnya nilai-nilai keluarga.
“Sabar, terus belajar, dan jangan lupa doa ibu. Itu yang selalu menjadi kekuatan saya hingga hari ini,” ucapnya haru.
Talkshow ini tidak hanya mengupas karier dan kewirausahaan, tapi juga menyentuh aspek keseimbangan hidup, ketahanan pribadi, dan pentingnya komunitas alumni sebagai ruang bertumbuh bersama.
Kuis Interaktif dan Suasana Kekeluargaan yang Menghangatkan
Menjelang penutupan, suasana semakin cair dan hangat. Panitia menghadirkan sesi kuis interaktif “Tebak Gambar”, yang mengangkat tema sejarah dan lingkungan seputar UM.
Gelak tawa, saling memberi semangat dengan penuh keakraban, hingga sorakan antusias menjadi momen-momen kecil yang justru memperkuat rasa kebersamaan. Bukan sekadar permainan, kuis ini menjadi pengingat bahwa silaturahmi juga bisa menyenangkan sekaligus bermakna.
Reuni: Titik Temu dan Titik Tumbuh
Lebih dari sekadar pertemuan, Reuni Akbar IKA UM Jakarta 2025 adalah titik temu dan titik tumbuh. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, kehadiran komunitas alumni menjadi jangkar yang menstabilkan—tempat untuk berbagi, saling menguatkan, dan menumbuhkan semangat baru.
Dengan semangat Temu Karsa dan Temu Rasa, para alumni pulang bukan hanya dengan oleh-oleh berupa foto atau cerita nostalgia, tetapi juga membawa energi baru: untuk tetap terhubung, terus belajar, saling menginspirasi, dan memberi dampak positif dalam kehidupan profesional maupun sosial.
Penulis:
Doni Tri Prasetio
Widyaiswara & Alumni Universitas Negeri Malang

Prima Energi Gandeng DPC HNSI Gresik, Sosialisasi Daerah Terbatas dan Terlarang

Gresik, Berdampak.net – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan nelayan dalam aktivitasnya mencari nafkah, PT. Prima Energi Bawean (PEB) melakukan sosialisasi daerah terbatas dan terlarang (DTT) di lapangan camar blok Bawean di kantor DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten Gresik, Rabu (25/6/2025) pagi.

Kegiatan sosialiasi ini diikuti oleh para perwakilan dari SKK Migas, jajaran manajemen PT. Prima Energi Bawean, Mohammad Rusman Kabid. Humas Dewan Pimpinam Pusat (DPP) HNSI, Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik yang diwakili Kabid. Perikanan Tangkap Ir. Kusnaim, Forkopimda kecamatan Ujungpangkah, Polairud Polres Gresik, KAMLADU kabupaten Gresik, jajaran pengurus DPC HNSI Gresik, serta perwakilan 35 rukun nelayan (RN) dari tujuh kecamatan di kabupaten Gresik.

Government Relation Manager PT Prima Energi Bawean Tribuono B.Prawiro menyampaikan sosialisasi ini diharapkan dapat membentuk sikap saling peduli di antara nelayan dan pemangku kepentingan dalam menjaga aset-aset dan kegiatan operasional migas yang dikategorikan sebagai objek vital nasional (obvitnas).

“Saya mengapresiasi seluruh pihak atas kerja sama yang terjalin selama ini. Dan saya juga menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa silaturahmi ke masyarakat nelayan Gresik setelah platform beroperasi selama satu setengah tahun ini,” katanya.

Kegiatan sosialiasi ini, lanjut Tribuono, menjadi momen penting dalam mewujudkan langkah strategis guna memastikan keselamatan dan keamanan area DTT operasi migas. Kinerja keselamatan yang unggul dan lingkungan laut yang aman-selamat dapat mendukung keberlanjutan operasi dan bisnis migas dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Secara aspek penetapan daerah terlarang adalah daerah dengan radius 500 meter dari objek atau fasilitas migas, di mana tidak diperbolehkan adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional.

“Daerah terbatas adalah daerah di mana kapal dilarang membuang atau membongkar saur. Daerah terbatas mempunyai jarak maksimal 1.250 meter dari objek dari sisi terluar zona terlarang atau 1.750 meter dari titik terluar instalasi,” jelasnya.

Semoga dengan adanya sosialisasi ini, harapnya masyarakat nelayan Gresik lebih peka pada keselamatan diri dan aktivitas di obyek vital nasional dalam menjalankan aktivitas penangkapan sehari hari.

Muhammad Rusman selaku Kabid Hubungan Masyarakat DPP HNSI dalam sambutannya menyampaikan mendukung dan mengapresiasi kegiatan sosialisasi hari ini dengan harapan menumbuhkan rasa peduli masyarakat nelayan terhadap area daerah terlarang dan terbatas dalam rangkah menjemput program “Nelayan Milenial” yang modern melaksanakan kegiatan nelayan yang didasarkan pada teknologi dan berbasis IT.

Disela-sela kegiatan sosialisasi, Ketua DPC HNSI Gresik, Samaun menyampaikan, dengan adanya sosialisasi diharapakan adanya kontribusi yang riel dari PT Prima Energi Bawean untuk masyarakat nelayan Gresik dalam hal penyaluran dana CSR. (fj)

Pesantren Nurul Jadid Paiton Lakukan Studi Tiru ke Pemkab Probolinggo, Perkuat Tata Kelola Ex Officio

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan ex officio, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton menggelar studi tiru tentang sistem keorganisasian ke Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Probolinggo, Senin (23/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh delapan perwakilan pesantren, termasuk Sekretaris Pesantren H. Thohiruddin, MM.Pd, Kepala Bagian Keuangan dan Aset Abdul Hamid, serta beberapa kepala bidang lainnya.

Sekretaris Pesantren H. Thohiruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari studi tiru ini adalah untuk belajar tentang penataan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan ex officio. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid diharapkan tidak lagi menggunakan pola panitia, tetapi langsung melekat pada struktur pengurus yang ada sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

“Pelaksanaan ex officio harus sesuai standar yang kita harapkan. Kami ingin membangun sistem organisasi yang efisien dan berkelanjutan, sehingga tugas-tugas kegiatan tidak dibebankan kepada panitia ad hoc, tapi menjadi bagian dari struktur kerja tetap para pengurus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Thohiruddin juga memperkenalkan satu per satu peserta studi tiru dari Pesantren Nurul Jadid kepada pihak Pemkab Probolinggo. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses pembenahan tata kelola organisasi pesantren agar lebih sistematis dan profesional.

Sementara itu, Kepala Bidang Keorganisasian Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, Sholehudin Hamid, mengungkapkan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh tim Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan sebuah kehormatan bagi pihaknya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat belajar dan keterbukaan pihak pesantren dalam menyerap sistem kelembagaan pemerintahan.

“Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman terkait struktur organisasi dan tupoksi yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo,” ungkap Sholehudin dalam pemaparannya.

Studi ini mencakup fokus pada struktur organisasi, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, prosedur pelaporan, serta identifikasi kendala dan solusi dalam pelaksanaan ex officio. Metode pelaksanaan meliputi observasi langsung, wawancara, pengumpulan dokumen, dan diskusi mendalam dengan pihak terkait.

Tim dari Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap dapat menyusun laporan hasil studi tiru yang tidak hanya menggambarkan sistem keorganisasian yang efektif, tetapi juga menghasilkan rekomendasi perbaikan sistem organisasi yang relevan dan dapat diterapkan di lingkungan pesantren.

Hasil akhir dari studi tiru ini juga akan menjadi dasar penyusunan SOP atau panduan pelaksanaan ex officio di Pesantren Nurul Jadid, sebagai langkah strategis menuju tata kelola organisasi yang lebih tertata, modern, dan sesuai dengan prinsip manajemen kelembagaan yang profesional. (pm)

Komisi B Raker MWCNU Paiton Gulirkan Program Strategis dari Buku Bahtsul Masail hingga Diklat Falakiyah se-Jawa Timur

Probolinggo, Berdampak.net– Komisi B Rapat Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton menghasilkan sejumlah program unggulan dan rekomendasi strategis dari beberapa lembaga di bawah naungan NU. Program-program ini diharapkan dapat memperkuat peran NU dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan keumatan di wilayah Paiton dan sekitarnya. Sabtu (21/06/25)

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) memberikan rekomendasi penting berupa penerbitan buku hasil-hasil bahtsul masail, sebagai bentuk dokumentasi intelektual sekaligus panduan fiqih bagi masyarakat. Buku ini akan memuat rumusan-rumusan hukum Islam kontemporer yang dibahas para kiai dan masyayikh dalam forum resmi LBM MWCNU.

Sementara itu, Forum Ta’aruf Kaderisasi (Fortak) dirancang untuk menyasar pondok-pondok pesantren di wilayah Paiton, guna mempererat hubungan antar kader NU dan menanamkan nilai-nilai keaswajaan sejak dini di lingkungan pesantren.

Dari Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), dua program unggulan siap digulirkan, yakni labelisasi masjid NU sebagai bentuk pendataan sekaligus penguatan identitas masjid-masjid Ahlussunnah wal Jama’ah, serta lomba masjid NU yang akan mendorong peningkatan manajemen, kebersihan, dan keberdayaan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Adapun Lembaga Falakiyah NU (LFNU) menghadirkan dua program pelatihan besar, yakni Diklat Falakiyah se-Kabupaten Probolinggo yang akan digelar pada Agustus mendatang, dan Diklat Falakiyah se-Jawa Timur yang dijadwalkan pada Januari 2026. Program ini menjadi ikhtiar dalam melestarikan dan mengembangkan keilmuan hisab-rukyat di kalangan NU, serta mencetak kader falakiyah yang mumpuni di bidang penanggalan dan waktu ibadah umat Islam.

Seluruh program dari Komisi B ini menegaskan komitmen MWCNU Paiton dalam memperkuat tradisi keilmuan, dakwah, dan pengabdian kepada umat secara terstruktur dan berkelanjutan. (pm)

Di Raker MWCNU Paiton, Gus Mahrus Tekankan Pentingnya Kesadaran Pajak dan Dukung Penuh Perda Fasilitasi Pesantren

Probolinggo, Berdampak.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, KH. Muhammad Mahrus Kholil atau yang akrab disapa Gus Mahrus, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton pada Sabtu, 21 Juni 2025. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sejumlah pesan penting terkait peran warga Nahdliyin dalam pembangunan bangsa, termasuk soal pajak dan keberpihakan pemerintah terhadap lembaga keagamaan seperti pesantren.
Di hadapan pengurus MWCNU dan perwakilan dari 20 ranting NU se-Kecamatan Paiton, Gus Mahrus mengajak warga untuk saling mengingatkan dan menyadarkan pentingnya membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan.

“Warga harus saling menyadarkan, mengingatkan satu sama lain untuk taat membayar pajak. Karena dari situ lahir pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. Termasuk pembangunan mental dan spiritual warga Nahdlatul Ulama,” tegas Gus Mahrus.

Ia menekankan bahwa pajak tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur seperti jalan atau jembatan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, serta program pembinaan masyarakat berbasis keagamaan.

Perda Pesantren Jadi Bukti Keberpihakan Pemerintah Jawa Timur

Dalam kesempatan yang sama, Gus Mahrus juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi kalangan pesantren. Ia menginformasikan bahwa saat ini Provinsi Jawa Timur telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Fasilitasi Pondok Pesantren.

“Alhamdulillah, saat ini Jawa Timur sudah memiliki Perda Fasilitasi Pesantren. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Perda tersebut, lanjut Gus Mahrus, mencakup dukungan terhadap pengembangan kelembagaan pesantren, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyediaan akses terhadap layanan publik yang setara. Ia berharap para pengurus NU di berbagai tingkatan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal dan mengoptimalkan implementasi perda tersebut.

NU Diharapkan Terus Menjadi Pilar Utama Pembangunan

Gus Mahrus juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Raker MWCNU Paiton yang dinilainya strategis dalam memperkuat kelembagaan NU di tingkat kecamatan dan desa. Ia berharap NU tetap menjadi pilar utama dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“NU tidak hanya mengurusi hal-hal keagamaan, tetapi juga berperan dalam pendidikan, ekonomi, bahkan pembangunan karakter bangsa. Karena itu, sinergi antara NU dan pemerintah mutlak diperlukan,” kata politisi asal Kabupaten Probolinggo itu.

Raker MWCNU Paiton sendiri diikuti oleh berbagai lembaga di bawah naungan MWCNU seperti Lakpesdam, LP Ma’arif NU, LDNU, Lazisnu, LKKNU, dan lainnya. Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyusun arah dan program kerja ke depan yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh pengurus untuk terus memperkuat kiprah NU di tengah masyarakat, dan menjadikan MWCNU Paiton sebagai teladan dalam kerja-kerja organisasi yang kolaboratif dan solutif. (pm)

RS Graha Sehat Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai Perusahaan dengan Pembayaran Iuran Tercepat

Probolinggo, Berdampak.net 19 Juni 2025 – Rumah Sakit Graha Sehat kembali menorehkan prestasi dalam dunia pelayanan kesehatan. Dalam peringatan Satu Dekade Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan di Probolinggo, RS Graha Sehat menerima piagam penghargaan sebagai perusahaan dengan pembayaran iuran tercepat.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, dr Dina Diana Permata secara langsung kepada Perwakilan Rumah sakit graha Sehat Kepala Bagian Umum dan Keuangan dalam acara bertajuk “Kolaborasi BPJS Kesehatan dan Badan Usaha Pengusaha Patuh, Pekerja Tangguh”, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi badan usaha dalam mendukung keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur RS Graha Sehat dr. Susanti Sugianto., MARS. menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan ini. “Bagi kami, komitmen terhadap JKN bukan hanya soal kewajiban administratif, tapi wujud nyata dari kepedulian pada kesejahteraan karyawan. Kami percaya bahwa tenaga kerja yang sehat dan terlindungi adalah fondasi utama mutu pelayanan rumah sakit,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi momentum refleksi dan dialog antar pelaku usaha serta BPJS Kesehatan dalam memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi RS Graha Sehat sebagai institusi kesehatan yang tidak hanya fokus pada layanan pasien, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap tata kelola SDM dan kepatuhan regulasi. (fj)