Bupati Probolinggo Tekankan bahwa Berdampak adalah Esensi Jurnalistik

Probolinggo, Berdampak.net – Pengukuhan Pengurus Pokja Jurnalis periode 2025-2028 di Aula Unzah Kraksaan, Sabtu (17/5/2025) Bupati Gus Haris menyampaikan apresiasinya atas keberadaan Pokja Jurnalis Kraksaan yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Probolinggo danberharap para jurnalis dapat terus membantu Pemkab Probolinggo dalam upaya mengatasi kemiskinan, yang saat ini masih berada di urutan keempat di Jawa Timur.

Bupati haris juga sangat menekankan bahwa esensi seorang jurnalis bukan hanya tentang kuantitas berita yang dihasilkan atau seberapa viral suatu pemberitaan, melainkan seberapa besar manfaat karya jurnalistik tersebut bagi masyarakat dan selalu profesional, independen, dan menjunjung tinggi martabat seorang jurnalis. (rh)

KONI Kabupaten Probolinggo Gelar Raker, Ini Harapan Bupati Gus Haris

Probolinggo, Berdampak.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat kerja (raker) tahun 2025 yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan (reward) kepada atlet berprestasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana, Wakil Ketua DPRD M. Zubaidi dan sejumlah anggota DPRD, perwakilan Forkopimda dan Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan.

Turut hadir pula Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Heri Mulyadi, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Ulfiningtyas serta ketua cabang olahraga (cabor) dan atlet berprestasi di Kabupaten Probolinggo.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, KONI Kabupaten Probolinggo memberikan penghargaan kepada para atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan Pemerintah Daerah dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Probolinggo. Harapannya agar KONI mampu memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tingkat akar rumput melalui sistem desentralisasi berbasis wilayah dan institusi pendidikan dan juga mengusulkan integrasi antara olahraga dan pariwisata.

Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah dan berharap semangat para atlet dan pelatih dapat terus meningkat dan KONI berkomitmen untuk terus melatih dan membina atlet-atlet muda agar dapat berprestasi di tingkat nasional dan internasional dengan dukungan semua pihak. (rh)

Babul Arifandi Nahkodai PWI Probolinggo Raya

Probolinggo, Berdampak.net – Konferensi III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya yang digelar di Pantai Bentar, Rabu (7/5/2025), secara resmi menetapkan Babul Arifandi sebagai Ketua PWI Probolinggo Raya periode 2025–2028.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis, Babul berhasil mengungguli pesaingnya, Arif Mashudi, dengan perolehan suara 22 berbanding 11.

Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Babul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran konferensi, terutama kepada anggota yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi yang berbeda dibanding konferensi sebelumnya.

“Kalau sebelumnya aklamasi, kali ini kita menjalani proses secara demokratis, dan alhamdulillah berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

Babul juga memberikan penghargaan khusus kepada para tokoh yang dinilainya berjasa dalam membangkitkan kembali semangat organisasi PWI di Probolinggo Raya. Ia menyebut Ketua PWI periode 2022–2025, H.A. Suyuti, sebagai sosok penting dalam menghidupkan kembali gairah berorganisasi di kalangan wartawan.

“Pak Haji Suyuti saya anggap sangat berjasa. Beliau berhasil mengembalikan semangat dan gairah berorganisasi teman-teman PWI,” tambahnya.

Selama empat tahun terakhir, Babul mengaku telah banyak belajar mengenai tertib administrasi, pengelolaan organisasi, serta pengembangan keterampilan kewartawanan. Ia pun berkomitmen membawa PWI Probolinggo Raya ke arah yang lebih solid dan progresif.

“Ayo, ke depan kita saling mendukung, saling membesarkan, dan berhenti saling menjatuhkan. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar PWI semakin berkembang dan eksis,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Babul mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan bersama-sama memajukan dunia jurnalistik di wilayah Probolinggo Raya.

“Perubahan komposisi struktural dalam organisasi adalah hal yang biasa. Jabatan Ketua, Sekretaris, maupun Bendahara tidak ada artinya tanpa dukungan dari seluruh anggota,” pungkasnya. (fiq)

Raluna Coffee Jadi Saksi Kajian Epik Penaklukan Damaskus Bersama Dosen UNZAH

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana hangat dan penuh semangat ilmu menyelimuti Raluna Coffee, Paiton, Probolinggo, pada Sabtu malam (20/4). Dalam kajian Sirah Umar bin Khattab yang dihadiri sekitar 50 peserta, Saiful Islam tampil sebagai pemateri dan membawakan topik menarik tentang penaklukan Damaskus—salah satu peristiwa monumental dalam sejarah Islam.

Dalam paparannya, Saiful mengajak hadirin untuk menyelami kembali kisah gemilang penaklukan kota Damaskus di bawah komando Panglima besar Islam, Khalid bin Walid. Ia menjelaskan bagaimana kota yang menjadi pusat peradaban Syam tersebut berhasil ditaklukkan melalui strategi militer yang brilian serta diplomasi yang bijak.

“Damaskus bukan hanya kota strategis, tapi juga simbol kuatnya peradaban. Penaklukannya menandai babak baru dalam ekspansi Islam yang penuh etika dan perhitungan matang,” jelas Saiful.

Namun, yang membuat kajian semakin menarik adalah penjelasan Saiful tentang keputusan Khalifah Umar bin Khattab mengganti Khalid bin Walid dari jabatannya sebagai panglima, meski tengah berjaya di medan jihad.

“Keputusan Umar bukan karena tidak percaya pada kemampuan Khalid, tetapi karena Umar ingin menegaskan bahwa kemenangan dalam Islam bukan karena sosok panglima, tapi karena pertolongan Allah. Ini pelajaran besar dalam manajemen kepemimpinan,” tutur Saiful, disambut anggukan peserta.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya-jawab yang membahas nilai-nilai strategis, spiritualitas jihad, hingga hikmah kepemimpinan dalam sejarah Islam. Kajian ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan komunitas pencinta sirah di kawasan Paiton yang rutin digelar dengan suasana santai namun sarat makna.

Acara ditutup dengan diskusi ringan dan networking sesama peserta, memperkuat semangat belajar sejarah Islam sebagai bekal dalam kehidupan dan dakwah kekinian. (pm)

Animo Meningkat Tiap Pekan, Kajian Sirah di Raluna Coffee Gaet Semua Kalangan

Probolinggo, Berdampak.net – Raluna Coffee tidak lagi sekadar menjadi tempat ngopi biasa. Kafe yang berlokasi di pusat kota ini kini menjelma sebagai pusat kajian Islam yang diminati berbagai kalangan, terutama untuk memperdalam pemahaman tentang Sirah Nabawiyah dan Sirah Khulafaur Rasyidin.

Setiap malam Selasa dan Jumat, kafe ini dipenuhi oleh jamaah dari berbagai latar belakang. Mulai dari dosen, mahasiswa, pengusaha, hingga karyawan biasa, semua duduk bersama menikmati sajian ilmu yang disampaikan secara lugas dan penuh hikmah.

Ketua Kajian Sirah, Muhammad Nur Kholis Muslim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali sosok Nabi Muhammad SAW dan para sahabat utama beliau kepada masyarakat modern.

“Banyak dari kita mengenal Nabi dan para sahabatnya secara umum, tapi belum mendalam. Padahal, kepribadian mereka sangat relevan untuk diteladani dalam kehidupan hari ini,” ujar Nur Kholis.

Menurutnya, dengan memperdalam Sirah, umat Islam akan semakin cinta kepada Nabi dan para sahabat, serta lebih mampu menerapkan nilai-nilai Islam secara kontekstual di era sekarang.

Kajian ini tidak hanya membahas peristiwa sejarah semata, tetapi juga menyoroti nilai-nilai kepemimpinan, akhlak, strategi dakwah, dan dinamika sosial yang dibangun oleh Nabi dan para Khulafaur Rasyidin.

Dalam setiap pertemuan, peserta diajak menyelami berbagai peristiwa penting, mulai dari kelahiran Nabi, wahyu pertama, hijrah, hingga perjuangan para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik, suasana kajian di Raluna Coffee dibuat santai namun penuh makna. Tidak ada sekat antara pemateri dan peserta, membuat diskusi berjalan dua arah dan menyenangkan.

Kehadiran kajian ini pun menjadi alternatif produktif bagi masyarakat urban untuk mengisi waktu malam mereka dengan kegiatan yang mencerahkan jiwa.

Suasana kafe yang cozy dan akrab, ditambah sajian kopi khas Raluna, membuat para peserta betah duduk berjam-jam mengikuti paparan materi.

Setiap pekan, jumlah peserta terus bertambah. Bahkan, beberapa di antaranya rela datang dari luar kota hanya untuk mengikuti kajian ini.

“Awalnya saya hanya coba-coba datang karena diajak teman. Tapi sekarang saya malah jadi rutin hadir karena banyak hal baru yang saya pelajari,” ujar Dani, seorang karyawan swasta yang rutin hadir setiap Jumat.

Panitia pun menyediakan bahan bacaan dan ringkasan kajian dalam bentuk digital agar peserta bisa mengulang materi di rumah.

Selain itu, suasana kekeluargaan yang terbentuk membuat kajian ini bukan hanya tempat menambah ilmu, tapi juga memperluas jaringan pertemanan antarprofesi.

Nur Kholis menambahkan bahwa Raluna Coffee memang sengaja dipilih sebagai lokasi kajian karena dianggap mampu menjangkau segmen muda dan profesional yang kerap merasa canggung datang ke masjid atau forum formal.

“Ini adalah bentuk dakwah kontekstual. Kita hadir di tempat-tempat yang tidak biasa, tapi membawa pesan Islam yang substansial,” ungkapnya.

Rencananya, panitia akan memperluas tema kajian dengan membahas juga perkembangan Islam di Nusantara, agar masyarakat lebih memahami akar sejarah dan kontribusi para ulama lokal.

Dengan makin meningkatnya animo masyarakat, panitia juga berencana menambah hari dan sesi kajian, serta mendatangkan pemateri-pemateri tamu dari berbagai daerah.

Raluna Coffee, dengan segala kesederhanaannya, kini menjelma menjadi ruang peradaban mini yang menyatukan kopi, ilmu, dan spirit keteladanan. (pm)

KAHMI Rayon UB Gelar Halal Bihalal, Dorong Soliditas dan Kontribusi Global

Malang, Berdampak.net – Keluarga besar KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Rayon Universitas Brawijaya (UB) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi pada Minggu (20/4/2025) bertempat di Guest House UB, Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni UB lintas generasi, termasuk Rektor UB Prof. Widodo dan Rektor sebelumnya Prof. Nuhfil Hanani. Hadir pula Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho dan sejumlah pimpinan UB yang merupakan alumni HMI.

Acara berlangsung hangat dalam nuansa kebersamaan dan semangat silaturahmi. Dalam sambutannya, Prof. Nuhfil menyampaikan harapan besar agar KAHMI dapat mengambil peran strategis dalam mendorong Universitas Brawijaya mencapai prestasi global. “Kita harus memperbanyak karya nyata. KAHMI harus menjadi bagian penting dalam mengukir prestasi UB menuju peringkat 500 besar dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Widodo menekankan pentingnya kekompakan dan dampak positif KAHMI di lingkungan kampus. “KAHMI harus solid dan mampu memberi dampak nyata bagi warga Universitas Brawijaya. Kontribusi kita harus bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.

Presidium KAHMI UB melalui kegiatan ini berharap tali silaturahmi antaranggota terus terjaga, serta mendorong semangat kolaborasi untuk berkontribusi lebih luas bagi kampus dan masyarakat. (fjr)