KAHMI 60 Tahun, Menteri dan Tokoh Nasional Kumpul Bahas Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, Berdampak.net – Memasuki usia ke-60 tahun, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Komitmen tersebut akan dituangkan melalui Simposium Nasional HUT ke-60 KAHMI bertajuk “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” yang digelar pada 9–10 September 2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta.

Forum tersebut dirancang bukan sekadar menjadi agenda peringatan hari ulang tahun organisasi. KAHMI menjadikan momentum enam dekade ini sebagai ruang strategis untuk mempertemukan tokoh nasional, menteri, akademisi, praktisi, dan jaringan alumni HMI guna membahas berbagai persoalan penting yang dihadapi Indonesia.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI sekaligus Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Romo Syafe’i, mengatakan perjalanan 60 tahun KAHMI harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap bangsa.

Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan besar di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, kesehatan, ekonomi, politik, hukum hingga pengembangan sumber daya manusia.

“KAHMI hadir bukan hanya sebagai wadah nostalgia para alumni. Kita menghadapi tantangan nyata di sektor pangan, energi, hukum, dan SDM,” ujar Muhammad Romo Syafe’i.

Ia menegaskan, kedaulatan di berbagai sektor tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Melalui simposium ini, kami ingin menegaskan bahwa kedaulatan energi, pangan, kesehatan, ekonomi, politik, dan hukum adalah fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Hadirkan Sejumlah Menteri dan Tokoh Nasional
Simposium yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pemerintah dan tokoh nasional.
Pada hari pertama, Rabu (9/9/2026), agenda diawali sidang pleno pembukaan dengan keynote speech Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang akan membahas arah haluan negara serta peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam menjaga konstitusi.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu energi dan pangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dijadwalkan membahas strategi hilirisasi dan kemandirian energi nasional.

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mengupas persoalan kedaulatan pangan, swasembada, tantangan perubahan iklim, serta masa depan petani di tengah perkembangan teknologi pertanian.

Memasuki hari kedua, Kamis (10/9/2026), perhatian diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan sebagai bagian penting dari persiapan Indonesia menuju 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, dijadwalkan menjadi narasumber dalam sesi mengenai akselerasi SDM, pendidikan berbasis teknologi, serta penguatan riset dan inovasi kesehatan.

Sesi terakhir akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Prof. Dr. Mahfud MD dan Prof. Dr. Arief Satria. Pembahasan akan difokuskan pada tata kelola ekonomi, politik, dan hukum serta penguatan kelembagaan dalam menghadapi dinamika global.

KAHMI Dorong Gagasan Konkret
Majelis Nasional KAHMI menyebut simposium tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain menjaga persatuan nasional, forum ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi alumni di berbagai sektor serta mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan.
KAHMI juga ingin mempertemukan pengalaman generasi senior dengan gagasan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan nasional sekaligus memastikan kontribusi kader dan alumni HMI tetap relevan dengan tantangan zaman.

Melalui forum tersebut, KAHMI berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra kritis pemerintah yang mampu memberikan masukan berbasis gagasan dan solusi.

“Alumni HMI siap berdiri di garda terdepan sebagai mitra kritis sekaligus motor penggerak untuk memastikan bangsa ini berdaulat, adil, dan sejahtera,” tegas Muhammad Romo Syafe’i.

Simposium nasional ini dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Selain menjadi forum pertukaran gagasan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai bagian dari kontribusi KAHMI terhadap perjalanan Indonesia menuju 2045.

Kapolres Probolinggo Silaturahmi Bersama Organisasi Mahasiswa, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Rabu, 2 September 2026, Kepolisian Resor Probolinggo menggelar silaturahmi bersama sejumlah organisasi mahasiswa se-Kabupaten Probolinggo sebagai upaya mempererat komunikasi dan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan bertema “Mempererat Sinergitas dan Menjaga Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Probolinggo” tersebut dihadiri perwakilan HMI, GMNI, PMII, BEM Pro RAYA, hingga BEM PTNU Jawa Timur.

Dalam forum tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S., menggarisbawahi pentingnya merawat komunikasi dengan elemen pemuda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan masukan kritis terhadap isu-isu sosial.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Karena itu, komunikasi seperti ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Probolinggo tetap aman dan kondusif,” ujar Asmida.

Namun, ruang dialog yang diniatkan untuk memperkuat sinergitas itu dimanfaatkan mahasiswa untuk membongkar sederet persoalan krusial di lapangan. HMI Cabang Probolinggo melontarkan kritik keras terkait maraknya kenakalan remaja, mulai dari pesta minuman keras hingga ancaman peredaran narkotika jenis sabu yang menggerogoti generasi muda.

Sorotan paling menohok tertuju pada tumpulnya pengawasan aparat di tingkat bawah. HMI membeberkan keberadaan titik penjualan miras yang beroperasi secara terbuka tepat di depan Markas Polsek Paiton. Mahasiswa mempertanyakan keras kinerja jajaran Polres Probolinggo dan Polsek Paiton yang terkesan pembiaran, mengingat lokasi peredaran barang haram tersebut berjarak sangat dekat dari markas komando kepolisian.

Tak berhenti di situ, HMI Cabang Probolinggo turut mengkritik mekanisme pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Prosedur di lapangan dinilai masih menyulitkan warga akibat minimnya transparansi dan kejelasan informasi publik.

Menanggapi rentetan kritik tajam tersebut, AKBP Asmida Rizki Siregar menyatakan keterbukaannya terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Polres Probolinggo.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Apa yang disampaikan tentu menjadi bahan untuk kita evaluasi dan tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” kata Asmida.

Ia juga mengajak organisasi mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu di masyarakat dan tidak segan menyampaikan temuan di lapangan.

Melalui silaturahmi ini, mahasiswa berharap pertemuan formal tersebut tidak berhenti sebatas seremonial semata. Besar harapan agar berbagai catatan kritis yang disampaikan—terutama penindakan tegas terhadap lokasi penjualan miras di depan Polsek Paiton, evaluasi kinerja Kapolsek setempat, serta pembenahan transparansi layanan SIM—dapat segera ditindaklanjuti secara nyata dan konkret oleh jajaran Polres Probolinggo demi mewujudkan situasi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.

Raudlatul Jannah Drum Corps Ramaikan Probolinggo SAE Carnival 2026

Probolinggo, Berdampak.net – Kemeriahan Probolinggo SAE Carnival 2026 semakin terasa dengan kehadiran Marching Band Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dari Desa Klaseman, Kecamatan Gending. Penampilan tim ini menjadi salah satu daya tarik utama parade, sekaligus memperlihatkan kualitas dan prestasi yang telah mereka bangun melalui latihan dan disiplin yang panjang.

Raudlatul Jannah Drum Corps bukan tim sembarangan. Mereka pernah tampil dalam ajang bergengsi Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X di Yogyakarta, dan tercatat tampil pada kategori Senior Brass. Pengalaman di ajang tingkat nasional tersebut menjadi fondasi penting bagi tim untuk terus berkembang.

Torehan Prestasi di Berbagai Ajang
Dalam berbagai kejuaraan, Raudlatul Jannah Drum Corps berhasil mengukir capaian yang membanggakan, termasuk di ajang Jember Marching Band Competition (JMC) serta Kejurprov.

Pada ajang JMC tingkat internasional, marching band Ponpes Raudlatul Jannah meraih sejumlah prestasi, di antaranya:

  • Juara 2 Color Guard Internasional
  • Juara 3 Minidisplay Internasional
  • Juara 3 Music Internasional
  • Juara 3 Parade Open Internasional

Selain itu, prestasi mereka juga melengkapi capaian sebelumnya seperti juara 3 Parade Kejurprov serta juara 3 di Jogjakarta, yang menjadi bukti konsistensi performa para santri di berbagai kompetisi.

Bukti Konsistensi dan Semangat Santri
Pengasuh Ponpes Raudlatul Jannah, Habib Ali Zainal Abidin Bin Toha Ba’aqil, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian tim marching band. Ia menilai prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras para santri, latihan yang serius, serta dukungan dari berbagai pihak.

Dengan tampilnya Raudlatul Jannah Drum Corps pada Probolinggo SAE Carnival 2026, tim kembali menunjukkan bahwa seni marching band tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah prestasi yang membawa nama Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dan Kabupaten Probolinggo ke ajang yang lebih luas. (rh)

Hari Pelanggan Nasional: PLN Nusantara Power UP Paiton Hadiahkan Beasiswa S1 Untuk Generasi Penerus Bangsa

Paiton, 19 Agustus 2026 — Dalam rangka Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton memaknai pelayanan prima tidak hanya melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga lewat kepedulian nyata terhadap masa depan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan yang merupakan pelanggan utama, UP Paiton menyalurkan Beasiswa Nusantara Pintar Jenjang Strata I (S1) bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo.

Beasiswa diberikan kepada 8 orang mahasiswa baru dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Banyuglugur. Beasiswa diberikan secara penuh selama empat tahun masa perkuliahan, meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang pangkal. Selain menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, beasiswa ini juga memberikan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi bagi siswa-siswi yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Probolinggo & Situbondo.

UP Paiton menggandeng Universitas Nurul Jadid sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kerja sama ini telah berlangsung cukup lama dan telah memberikan kebermanfaatan bagi banyak siswa-siswi kurang mampu untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya.

Raden Sultani Indragunawan selaku Manager Business Support UP Paiton menyampaikan harapan dan komitmennya terkait kerja sama yang telah terjalin antara UP Paiton dengan Universitas Nurul Jadid.

“Program ini menjadi bukti konkret bahwa kepuasan pelanggan diwujudkan melalui aksi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi. Beasiswa ini kami harapkan bisa berkontribusi penuh dalam mencetak bibit unggul di Kabupaten Probolinggo & Situbondo. Dalam hubunganya dengan kompetensi kami di pembangkitan listrik, kami sangat terbuka jika dalam proses perkuliahan prodi terkait akan melibatkan kami sebagai praktisi sehingga bisa mengurangi gap antara sisi akademik dengan sisi bisnis serta memberikan gambaran secara nyata bagaimana proses bisnis terjadi di lapangan”.

Rektor Universitas Nurul Jadid beserta jajaran menyambut baik peluang kolaborasi lanjutan ini. Lebih lanjut, Wakil Rektor juga memberikan pesan kepada para penerima beasiswa untuk belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh serta memanfaatkan peluang beasiswa dengan baik. Pihak universitas juga mendorong agar para penerima beasiswa bisa berkontribusi secara aktif, baik kepada desa, perusahaan, maupun universitas.

Bantuan ini menjadi momentum perusahaan untuk memposisikan masyarakat sekitar wilayah operasional sebagai pelanggan prioritas yang wajib didukung kesejahteraannya dengan mengintegrasikan semangat Hari Pelanggan Nasional melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan. Serta dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT PLN Nusantara Power Unit Pangkalan (UP) Paiton menegaskan komitmennya dalam menghadirkan keandalan pasokan listrik serta pelayanan prima bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

dr. Agung Mulyono Kawal Program Rakyat di Bohay hingga Aksi Langit Biru di Binor

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, dr. Agung Mulyono, menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Agama dalam Membentuk Masyarakat yang Berkarakter dan Berdaya pada Jumat (28/8/2026). Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut dipusatkan di Cafe & Resto Pantai Bohay, Kabupaten Probolinggo, dengan dihadiri pengurus PAC, Ranting Partai Demokrat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam forum sosialisasi keagamaan tersebut, dr. Agung Mulyono menekankan betapa pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral utama dalam pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, di tengah era modernisasi dan derasnya arus informasi, fondasi spiritual yang kokoh sangat diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri, tetap menjaga norma-norma kesopanan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Tidak hanya menyampaikan materi keagamaan dan kebangsaan, dokter yang dikenal merakyat ini juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi serta memaparkan empat program prioritas utama yang terus diperjuangkannya di DPRD Jatim demi kesejahteraan masyarakat.

Program pertama yang dipaparkan adalah sektor Kesehatan (Sehat). dr. Agung menegaskan komitmennya untuk membantu pengurusan rujukan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan berobat ke rumah sakit provinsi di Surabaya maupun Malang. Beliau memastikan bahwa akses pelayanan kesehatan bagi warga Jawa Timur harus makin mudah, cepat, dan tanpa kendala birokrasi yang menyulitkan.

Program kedua menyasar penguatan ekonomi warga melalui program Cuan (Ekonomi). Dalam hal ini, dr. Agung memfasilitasi dan mendorong kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Jatim dengan suku bunga yang sangat terjangkau, yakni hanya 6 persen per tahun. Program bantuan permodalan ini diharapkan mampu menggairahkan sektor UMKM lokal serta membangkitkan perekonomian keluarga di perdesaan.

Sementara itu, program ketiga berfokus pada infrastruktur jalan melalui gerakan JPL (Jalan Perlu Pemeliharaan). dr. Agung menjelaskan bahwa jalur komunikasi telah disiapkan agar setiap laporan masyarakat mengenai jalan provinsi yang rusak dapat segera direspons dan ditindaklanjuti secara cepat oleh dinas terkait demi keselamatan pengguna jalan.

Adapun program prioritas keempat adalah penanganan Penerangan Listrik. dr. Agung berkomitmen untuk terus mengawal agar daerah-daerah atau pemukiman warga di pedalaman yang belum terjangkau penerangan memadai bisa segera mendapatkan fasilitas aliran listrik yang layak.

Setelah seluruh rangkaian acara sosialisasi penguatan agama di Pantai Bohay selesai dilaksanakan dengan lancar, dr. Agung Mulyono beserta rombongan DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo langsung bergerak menuju lokasi kedua di Musala Darul Muttaqin, Desa Binor, untuk melaksanakan program aksi lingkungan dan sosial bertajuk “Langit Biru Indonesia Asri”.

Dalam sambutannya di Musala Darul Muttaqin, dr. Agung Mulyono menyampaikan bahwa pemilihan Desa Binor sebagai pusat kegiatan aksi sosial telah melalui pertimbangan yang matang. Beliau secara terbuka menyampaikan harapannya agar Desa Binor ke depan dapat berkembang menjadi Desa Binaan Partai Demokrat, sehingga warga dapat lebih sering berinteraksi dan bersinergi dengan kader-kader Demokrat yang selalu siap menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, dr. Agung juga menyampaikan salam hangat dan pesan apresiasi dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, kepada seluruh warga Desa Binor yang hadir.

dr. Agung menegaskan bahwa program Langit Biru Indonesia Asri diusung untuk memberikan edukasi serta mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan tempat tinggal. Aksi nyata di lokasi ini diwujudkan melalui kerja bakti gotong royong melakukan pengecatan Musala Darul Muttaqin agar menjadi sarana ibadah yang lebih asri, indah, dan nyaman digunakan oleh para jamaah.

Tak berhenti di situ, kegiatan di Musala Darul Muttaqin juga dilengkapi dengan penyediaan posko layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tim medis dikerahkan secara khusus untuk memberikan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi warga. dr. Agung imbau masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut dengan tertib guna memantau kondisi kesehatan secara berkala.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga yang begitu tinggi dalam mengikuti kerja bakti dan pemeriksaan kesehatan, pihak penyelenggara membagikan hadiah menarik dan doorprize. Melalui perpaduan sosialisasi keagamaan dan aksi lingkungan ini, dr. Agung berharap Partai Demokrat dapat terus menghadirkan manfaat konkret dan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

MUI – ICMI Lumajang Dorong Pemerintah Perkuat Kebijakan Perlindungan Generasi Muda

LUMAJANG, Berdampak.net— Keprihatinan terhadap berbagai persoalan sosial, kesehatan, moral, dan tantangan pembinaan generasi muda mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Lumajang memperkuat sinergi dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Lumajang.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi ICMI Kabupaten Lumajang dengan DP MUI Kabupaten Lumajang di Kantor MUI Kabupaten Lumajang, Selasa (11/8/2026).

Ketua Umum ICMI Kabupaten Lumajang, dr. Aliyah, Sp.THT-KL, bersama jajaran pengurus menyampaikan sejumlah masukan terkait problematika sosial yang berkembang di masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah isu LGBT yang oleh kedua pihak dinilai perlu ditangani secara serius melalui pendekatan yang komprehensif, berbasis data, edukasi, kesehatan, pembinaan keluarga, serta kebijakan hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

ICMI dan MUI Lumajang mendorong pemerintah agar memperkuat regulasi yang memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak dan generasi muda, sekaligus melakukan langkah-langkah preventif dan pembinaan terhadap berbagai perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan kesehatan.

Ketua Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Hanif, mengatakan bahwa persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama antara ulama, cendekiawan, pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

“Di antara hasil pertemuan koordinasi DP MUI Korwil V Jawa Timur adalah mendorong agar fatwa MUI tentang LGBT dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi pemerintah. Tentu prosesnya harus melalui mekanisme konstitusional dan sesuai dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Gus Hanif.

Menurutnya, penguatan regulasi perlu ditempatkan dalam kerangka perlindungan masyarakat, pencegahan, edukasi, dan pembinaan, bukan semata-mata pendekatan represif.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pelaksanaan karnaval dan berbagai kegiatan perayaan masyarakat.

ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang berharap kegiatan karnaval dapat diarahkan menjadi pawai yang memperkuat semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap bangsa.

“Perayaan kemerdekaan hendaknya menjadi momentum membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Karena itu, kegiatan masyarakat perlu tetap memperhatikan etika, nilai agama, budaya, ketertiban umum, serta ketentuan yang berlaku,” demikian pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sekretaris Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Sarwadi, SH., MH., menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan cendekiawan dalam menjawab berbagai persoalan umat.

“Sebagai wadah silaturahmi ulama, zuama dan cendekiawan Muslim sebagaimana amanat PD/PRT MUI, maka sangat tepat dan bermakna strategis langkah ICMI Kabupaten Lumajang bersilaturahmi dan sekaligus berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Lumajang,” ujar Gus Sarwadi.

Ia menilai kolaborasi tersebut harus diarahkan pada kerja nyata dan solusi konstruktif, terutama dalam bidang pembinaan umat, pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, perlindungan generasi muda, serta penguatan nilai kebangsaan.

Sebagai tindak lanjut, ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang sepakat melakukan audiensi dengan Bupati Lumajang, Bunda Indah Masdar.

Audiensi tersebut akan menjadi momentum menyampaikan berbagai masukan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah sekaligus menawarkan sinergi dalam membantu menyelesaikan problematika umat dan persoalan sosial di Kabupaten Lumajang.

Silaturahmi ICMI dan MUI Lumajang menegaskan pentingnya menghadirkan kolaborasi ulama, cendekiawan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kebijakan yang berpihak pada perlindungan generasi muda, ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, moralitas publik, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Bagi ICMI dan MUI Lumajang, perbedaan peran tidak boleh menjadi sekat. Ulama memberikan landasan nilai, cendekiawan memperkuat perspektif keilmuan, sementara pemerintah memiliki kewenangan kebijakan. Ketiganya perlu bertemu dalam satu kepentingan: mewujudkan masyarakat Lumajang yang sehat, beradab, harmonis, religius, dan berkemajuan.