Talk show Geopolitik Akhir pekan bersama Idham Holiq

Malang, Berdampak.net – Talk show Geopolitik yang digelar di DPRD Kota Malang kemarin memberi satu kesan kuat, diskusi berkualitas masih punya tempat dan daya tarik di kalangan mahasiswa. Bahkan, dengan durasi sekitar 2,5 jam, forum ini terasa seperti “short course” yang padat, berisi, dan menggugah cara pandang.

Menghadirkan figur seperti Idham Holik dan Kanda Munzil sebagai narasumber menunjukkan bahwa ruang dialog ini tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi ajang transfer gagasan.

Pembahasan yang menyentuh teori besar seperti Thucydides Trap yang diperkenalkan oleh Graham T. Allison menandakan bahwa diskusi tidak berhenti pada isu lokal, tetapi mampu mengaitkan dinamika global dengan realitas kebangsaan.

Yang menarik, forum ini tidak kehilangan “ruh” diskusi mahasiswa—tetap hidup, interaktif, dan penuh pertukaran gagasan. Istilah “isinya daging semua” bukan sekadar ungkapan, tetapi mencerminkan kualitas materi yang disampaikan.

Dari geopolitik hingga literasi demokrasi, semuanya dikupas dengan pendekatan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi saat ini.

Peran moderator dalam menjaga alur diskusi selama berjam-jam juga menjadi kunci penting. Bukan hanya mengatur waktu, tetapi memastikan setiap gagasan tersampaikan dengan jelas dan tetap menarik bagi audiens. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan intelektual di kalangan kader masih terjaga dan terus berkembang.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini menegaskan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari ruang-ruang diskusi yang hidup.

Ketika mahasiswa terbiasa berdialog dengan perspektif yang luas dan berbasis literasi, maka mereka tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi juga calon aktor yang siap memberi arah.

Forum ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi bukti bahwa tradisi intelektual masih menyala—dan perlu terus dirawat. Salam YAKUSA. (lh)

FKUB Kota Probolinggo, Gelar Raker II tahun 2026

Probolinggo, Berdampak.net– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (RAKER) II Tahun 2026 pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Meeting Room Kantor FKUB Kota Probolinggo, Jalan Ahmad Yani Nomor 103.
Kegiatan ini mengusung tema “Kerukunan Umat Beragama sebagai Fondasi Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Berkeadilan”, yang menegaskan pentingnya harmoni antarumat beragama sebagai pilar utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkeadilan, partisipatif, dan berkelanjutan.

Rapat kerja secara resmi dibuka oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya menjadi tujuan sosial, tetapi juga merupakan strategi penting dalam memperkuat stabilitas daerah serta mempercepat pembangunan yang inklusif.
“Kerukunan Umat beragama harus diperkuat sebagai system yang dapat mendorong pembangunan kota Probolinggo yang inklusif dan berkeadilan”, cetus Hudri.

RAKER II ini diikuti oleh seluruh Pengurus FKUB Kota Probolinggo serta Forum Kader Muda Penggerak Moderasi Beragama (FKMPMB). Sebagai pembuka wawasan, kegiatan diawali dengan Studium General yang menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, M. Sonhaji.

Dalam paparannya, Kepala Bakesbangpol menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan indeks harmoni dan toleransi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama menjadi salah satu prioritas strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif.

Rapat kerja ini secara khusus membahas penyusunan dan penguatan program kerja FKUB Tahun Anggaran 2026. Beberapa program unggulan yang akan menjadi fokus utama antara lain:

  1. Penguatan program EcoHarmony sebagai gerakan integratif antara kerukunan umat beragama dan kepedulian lingkungan
  2. Pengembangan Rumah Ibadah Ramah Anak sebagai ruang inklusif bagi tumbuh kembang generasi muda
  3. Penyusunan Peta Data Rumah Ibadah sebagai basis perencanaan kebijakan yang akurat dan berbasis data
  4. Pendidikan Kader Penggerak Moderasi Beragama dengan fokus pada segmen perempuan

Selain itu, FKUB Kota Probolinggo juga tetap mempertahankan program-program yang telah berjalan secara berkelanjutan, seperti sosialisasi, seminar, lokakarya, dan simposium moderasi beragama sebagai upaya memperkuat literasi kerukunan di tengah masyarakat.
Melalui RAKER II ini, FKUB Kota Probolinggo berharap dapat semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan di Kota Probolinggo.

Cakrawala Dunia Alumni dari Amerika Digelar IKA UM Probolinggo Raya, Libatkan Alumni Hingga Guru Besar

Probolinggo, Berdampak.net – IKA UM Probolinggo Raya melalui Program Cakrawala Dunia Alumni Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan sharing alumni bertajuk “Berita Langsung dari Amerika di Tengah Perang AS vs Iran”. Acara berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 08.00–09.30 WIB.

Hadir sebagai pemateri Artha Julie Nava (dengan nama kampus mbak iik) yang merupakan alumni UM (lulusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang tahun 1992) serta dikenal sebagai Ghost Writter, coach, dan personal & digital branding strategist. Ia diketahui sudah menulis sebagai Ghost Writter dan mengedit hampir 30 buku, serta menjadi narasumber di sejumlah event dengan topik seputar kepenulisan, personal branding, dan personal development.

Peraih sejumlah penghargaan, Artha Julie Nava tercatat sebagai finalis Kartini Next Generation Award 2015, pemenang pertama Sastra Migran – VOI tahun 2012, 30 Finalist Indonesia Womenpreneur dari Fimela tahun 2013, serta beberapa kali terpilih sebagai Dean’s List di Macomb Community College–Michigan. Dalam pemaparannya, Artha Julie Nava turut menyampaikan gambaran situasi dan dinamika isu global yang berkembang di Amerika di tengah ketegangan Amerika Serikat vs Iran.

Pada pemaparan materi, pembahasan juga menyinggung aspek pengaruh politik, sinyal-sinyal perubahan arah kebijakan, serta konteks persaingan dan narasi politik dalam pemberitaan internasional. Selain itu juga di sampaikan bagaiamana perubahan transisi pemerintahan di Amerika dan perubahannya serta beberapa Kontroversial yang terjadi lainnya.

Melalui diskusi yang dikemas secara santai dan mengalir dua arah dalam nuansa reuni alumni termasuk juga dengan beberapa guru besar yang hadir membuat pandangan pandangan baru dan kritis juga muncul dari sesi ini. kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi serta literasi bagi alumni untuk memahami isu internasional secara lebih mendalam, sekaligus memperkuat jejaring pengetahuan antar alumni yang tersebar di berbagai penjuru nusantara dan dunia dengan berbagai latar belakang profesi. (rh)

Kunjungan Konjen Tiongkok ke APINDO Jatim Perkuat Peluang Kerja Sama Investasi

Probolinggo, Berdampak.net – Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Mr. Ye Su melakukan kunjungan resmi ke Kantor DPP APINDO Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka dialog strategis terkait peluang kerja sama investasi antara Tiongkok dan pelaku usaha di Jawa Timur. Kamis (09/04/2026).

Rombongan Konsul Jenderal disambut oleh Ketua APINDO Jawa Timur, Bapak Eddy Widjanarko, bersama jajaran pengurus. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, membahas sejumlah agenda penting yang diyakini dapat mendorong kolaborasi ekonomi kedua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak menyampaikan berbagai peluang kerja sama, di antaranya akses pasar Tiongkok bagi komoditas Indonesia, serta dukungan terhadap iklim investasi yang kondusif. APINDO juga menyoroti pentingnya kolaborasi sektor manufaktur melalui strategi yang dikenal sebagai Made in China, sebagai landasan untuk memperkuat rantai produksi dan peluang kemitraan industri.

Selain itu, turut dibahas pula rencana pembukaan rute penerbangan langsung Surabaya–Tiongkok yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas bisnis, mempermudah koordinasi kerja sama, serta mempercepat aktivitas investasi dan perdagangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama yang diharapkan terus berkembang ke depannya. (rh)

Halal Bihalal Bernilai Strategis: KAHMI Jatim Bahas Ketahanan Daerah dan Sinergi Pembangunan

Probolinggo, Berdampak.net – Kegiatan halal bihalal Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur yang digelar pada Minggu siang (12/4) di Kota Probolinggo berlangsung tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul fitri. Lebih dari itu, forum ini berkembang menjadi ruang diskusi strategis yang membahas arah pembangunan daerah di tengah dinamika global.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis KAHMI dalam pembangunan.

Dalam forum tersebut, dr. Aminuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Majelis Daerah KAHMI Kota Probolinggo hadir bersama sejumlah tokoh penting KAHMI Jawa Timur. Turut hadir Koordinator Presidium KAHMI Jatim Dr. Agus Machmud Fauzi, jajaran Presidium, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota DPR RI Ali Mufti, serta para kepala daerah alumni HMI se-Jawa Timur, termasuk Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Koordinator Presidium KAHMI Jawa Timur, Dr. Agus Machmud Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum mempererat ukhuwah, tetapi juga sebagai wadah merumuskan gagasan strategis menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Timur.

“Diskusi menjelang Muswil ini harus kita dorong menjadi langkah nyata. Setiap gagasan yang lahir di forum ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia,” tegasnya.

Salah satu isu utama yang menjadi pembahasan adalah ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Diskusi ini menghadirkan perspektif dari kalangan legislatif dan eksekutif, sehingga menghasilkan pandangan yang komprehensif terkait tantangan dan peluang pembangunan ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Aminuddin menekankan pentingnya memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini melalui penguatan konektivitas dan sinergitas antar alumni HMI di Jawa Timur.

“Momentum halal bihalal ini menjadi sangat penting, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah melalui jejaring KAHMI,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang solid antar alumni akan mampu mendorong percepatan implementasi program strategis nasional, sekaligus mengoptimalkan potensi daerah yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurutnya, kekuatan KAHMI terletak pada keberagaman peran anggotanya yang tersebar di berbagai sektor strategis.

“KAHMI memiliki kekuatan besar karena anggotanya tersebar di berbagai lini strategis, baik di birokrasi, legislatif, dunia usaha maupun masyarakat sipil. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global saat ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa forum-forum seperti ini harus mampu melahirkan langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, tidak berhenti pada diskusi semata.

“Kita perlu memperkuat konektivitas dan sinergitas antar daerah, sehingga program-program strategis nasional dapat diimplementasikan secara optimal dengan mengangkat potensi lokal,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, kepercayaan terhadap KAHMI diharapkan terus diperkuat melalui karya dan kontribusi nyata. Dengan pengalaman panjang para kader di berbagai sektor, KAHMI dinilai memiliki kapasitas besar untuk mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (fiq)

Halal Bihalal KAHMI Jatim di Probolinggo, Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

Probolinggo, Berdampak.net – Momentum halal bihalal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur di Kota Probolinggo tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis membahas isu pembangunan daerah di tengah dinamika global.

Kegiatan yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Minggu (12/4), menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kalangan eksekutif dan legislatif. Hadir di antaranya Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Ketua KAHMI Jatim Agus Machmud Fauzi, serta anggota DPR RI Ali Mufti.

Ketua KAHMI Jatim, Agus Machmud Fauzi, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan gagasan strategis menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Timur.

“Halal bihalal ini bukan hanya tradisi, tapi harus menjadi langkah awal untuk melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah ketahanan daerah dalam menghadapi krisis geopolitik global. Diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan daerah.

Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menekankan pentingnya memperkuat konektivitas dan sinergi antar alumni HMI di Jawa Timur.

“Jejaring KAHMI adalah kekuatan besar. Jika disinergikan dengan baik, akan mampu mendorong percepatan program strategis nasional sekaligus mengangkat potensi daerah,” jelasnya.

Menurutnya, peran KAHMI yang tersebar di berbagai sektor—mulai dari birokrasi, legislatif hingga dunia usaha—menjadi modal sosial penting dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Ia berharap forum seperti ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. (fj)