Tinjau Lokasi Banjir, Wakil Walikota Probolinggo Ina Buchori Berikan Semangat untuk Warga di Jrebenglor

Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Walikota Probolinggo, Ina Buchori, melaksanakan peninjauan di berbagai lokasi yang terkena dampak banjir akibat curah hujan ekstrem yang melanda kota Probolinggo sejak Sabtu 17 Januari 2025 malam. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi situasi dan mendengar langsung keluhan serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Ina mencermati kondisi lingkungan dan infrastruktur yang terendam banji serta berinteraksi dengan warga, memberikan dukungan dan semangat. Menemani kunjungan tersebut tim BPPD dan juga camat Kedopok.

Banjir telah menyebabkan berbagai dampak beberapa rumah warga di jrebeng lor tepat nya di RT/RW 004/008 terendam air, termasuk mengganggu aktivitas keseharian warga. Berkaitan dengan penanganan bencana ini, Ina menekankan perlunya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.

Pemerintah kota hadir untuk memberikan dukungan bersama tim relawan dan termasuk Bu ina juga memberikan bantuan makanan dan logistic lainnya kepada para relawan dan warga di lokasi. Ina juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrim kedepan dan terus koordinasi dengan pemerintah.

Melalui tindakan responsif ini, Ina Buchori berharap dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menghadapi bencana. Dengan semangat solidaritas, diharapkan semua elemen masyarakat dapat bersatu untuk membantu sesama. Mari kita doakan agar situasi segera membaik dan dapat di temukan solusi yang di harapkan warga agar kedepan banjir serupa tidak terjadi lagi. (rh)

Sinergi Eksekutif-Legislatif, DPRD dan Pemkot Probolinggo Sahkan Propemperda 2026

PROBOLINGGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kota Probolinggo resmi menyepakati penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Probolinggo untuk tahun anggaran 2026. Kesepakatan ini diambil dalam rapat paripurna yang digelar di Kantor DPRD Kota Probolinggo, Selasa.

Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng, menyatakan bahwa Propemperda ini akan menjadi kompas bagi kedua lembaga dalam menyusun dan membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sepanjang tahun 2026.

“Propemperda merupakan pedoman bagi Pemkot dan DPRD. Ini adalah hasil harmonisasi untuk menyelaraskan berbagai program legislasi demi memperkuat payung hukum di kota ini,” ujar Santi.

Ia menambahkan bahwa penyusunan program ini dilakukan secara terpadu dan sistematis dengan tetap mengedepankan skala prioritas pembangunan daerah.

Fokus pada Keberlanjutan dan Harmonisasi Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menekankan bahwa penetapan Propemperda merupakan langkah awal dari proses panjang legislasi. Menurutnya, daftar Raperda yang masuk mencakup usulan baru maupun regulasi yang saat ini masih dalam tahap sinkronisasi di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kemenkumham.

“Semua program yang belum selesai, baik yang sedang disinkronisasi maupun yang baru, kita masukkan ke dalam Propemperda ini sampai terbentuk Perda secara utuh,” jelas Aminuddin.

Ia berharap regulasi yang dihasilkan nantinya memiliki kualitas tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan peraturan daerah yang dihasilkan memiliki keselarasan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat ke depannya,” pungkasnya.

Dengan disahkannya Propemperda 2026 ini, diharapkan proses legislasi di Kota Probolinggo dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

Anas Urbaningrum Desak KPU Jalankan Verifikasi Paripurna

​JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, menekankan pentingnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk konsisten menjalankan metode verifikasi berlapis—administratif dan faktual—bagi seluruh peserta pemilu. Hal ini diperlukan guna memastikan validitas peserta yang bertanding bukan sekadar formalitas dokumen.

​Anas menjelaskan bahwa metode verifikasi administratif dan faktual memiliki akar sejarah yang kuat dalam demokrasi Indonesia. Terminologi ini pertama kali dirumuskan oleh Tim 11 pada tahun 1999 yang dipimpin oleh cendekiawan Nurcholish Madjid. Saat itu, tim yang bernama resmi Panitia Persiapan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum (P3KPU) tersebut bertugas menyeleksi partai politik untuk Pemilu perdana di era Reformasi.

​”Mengapa dulu KPU memutuskan menggunakan metode berlapis? Jelas untuk memastikan bahwa seluruh peserta yang bertanding adalah nyata-nyata telah memenuhi syarat. Bukan sekadar di atas kertas, tetapi juga senyatanya secara faktual,” ujar Anas melalui unggahan di akun media sosialnya.

​Menurut Anas, hasil kerja keras Tim 11 terbukti dengan lolosnya 48 partai politik pada Pemilu 1999 setelah melewati proses penyaringan yang ketat. Ia menilai standar “Verifikasi Paripurna” tersebut seharusnya menjadi pedoman tetap dalam setiap penyelenggaraan kontestasi politik di Indonesia.

​Lebih lanjut, Anas mengingatkan bahwa profesionalisme KPU dalam melakukan verifikasi faktual sangat krusial untuk mencegah sengketa di masa depan. Jika proses ini dijalankan dengan lurus, maka potensi masalah hukum terkait persyaratan peserta—baik itu partai politik, calon legislatif, calon kepala daerah, hingga pasangan capres-cawapres—dapat diminimalisir.

​”Sebaiknya verifikasi paripurna benar-benar dijalankan dengan baik, lurus, dan profesional, agar di belakang hari tidak terjadi masalah yang terkait dengan persyaratan,” pungkasnya.

Gus Yahya: Ibu Adalah Sumber Doa dan Keikhlasan Tanpa Jeda

​JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pesan menyentuh dalam memperingati Hari Ibu. Melalui unggahan di akun media sosialnya, tokoh yang akrab disapa Gus Yahya ini menekankan bahwa sosok ibu merupakan pilar utama kekuatan spiritual dan mental bagi keluarga.

​Dalam unggahan tersebut, Gus Yahya mengawali pesannya dengan sebuah kutipan sarat makna.

“Jika seorang hamba tidak menambah rasa cintamu, maka sejatinya engkau belum benar-benar mencintai.” Kalimat ini menjadi pembuka refleksi mendalam mengenai hakikat cinta dan pengabdian.
​Secara khusus, Gus Yahya memberikan penghormatan kepada ibunda tercinta serta sosok ibu dari anak-anaknya. Ia menyebut mereka sebagai mata air kekuatan yang konsisten menjaga harmoni keluarga.

​”Selamat Hari Ibu untuk ibuku dan ibunya anak-anak, sumber doa, daya tahan, dan keikhlasan yang tak pernah terjeda,” tulis Gus Yahya melalui akun X (Twitter) miliknya.

​Pesan tersebut menggarisbawahi tiga peran krusial ibu dalam pandangan Gus Yahya.

​Keikhlasan Tanpa Jeda: Wujud pengabdian tulus yang mengalir terus-menerus tanpa mengharap pamrih.
​Unggahan ini pun memantik simpati luas dari warganet, yang memandang pesan tersebut sebagai pengingat bagi setiap anak dan suami untuk senantiasa memuliakan perempuan yang telah menjadi fondasi bagi peradaban kecil di dalam rumah tangga.

Komandan DINIPAM 2 Marinie Berikan Apresiasi kepada Atlet Berprestasi

Surabaya, Berdampak.net – TNI AL, Dispen Kormar (Surabaya). Komandan Detasemen Intai Para Amfibi 2 Marinir (Denipam 2 Mar) Kolonel Marinir Mohamad Abdillah, M.Tr.Opsla memberikan apresiasi kepada Prajurit dan Putra Putri prajurit Denipam 2 Mar yang mengukir prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Nasional OWF dan OBA bertempat di lapangan apel Denipam 2 Mar, Karangpilang, Surabaya. Selasa (16 /12/2025).

Apresiasi tersebut diberikan kepada prajurit Denipam 2 Mar yang berprestasi, yaitu Praka Mar (Iam) Adrian Tulehu Tuankota, meraih Medali Emas 5-Point Course Putra (Senior) dan Medali Perunggu OBA M Course Putra (Senior), dan Kopda Mar (Iam) Eko Sujiono, meraih medali perunggu 5-Point Course Putra (Senior) dan Medali Perak OBA M Course Putra (Senior). Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Putri dari Sertu Mar (Iam) Ariyati Candra, yaitu Cherryl Fanisa Octaviani, meraih Medali Emas OBA Five Point Course Putri (Senior) dan medali Perunggu OBA M Course Putri (Senior) dan Affifah Ayu Chellya, meraih Medali Emas Open water fins Swimming 500 M KU C dan Medali PerakOpen water fins Swimming 1000 M.

Pemberian apresiasi tersebut adalah sebagai bentuk ucapan terimakasih dari Denipam 2 Mar kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Denipam 2 Mar sekaligus sebagai motivasi kepada para prajurit Denipam 2 Mar yang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Denipam 2 Mar menyampaikan ucapan terima kasih kepada para atlet Denipam 2 Mar yang telah membawa nama besar Denipam 2 Mar di kancah Nasional maupun Internasional.

‘Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat untuk prajurit yang lain agar bisa memaksimalkan kemampuannya demi kemajuan Denipam 2 Mar,” ujarnya.

FORMAM MAIS SELENGGARAKAN SEMINAR PENDIDIKAN ANTI NARKOBA BERSAMA SATRESNARKOBA POLRES PROBOLINGGO

Probolinggo, Berdampak.net – Forum Alumni MA Islamiyah Syafi’iyah (FORMAM MAIS) sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan Anti Narkoba sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Mushola Putra MAIS, dan diikuti oleh siswa-siswi dan guru dari lingkungan sekolah maupun alumni.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian Resort Probolinggo, yakni IPDA Farid Vidhyanto, S.H., KBO Satresnarkoba, yang memaparkan materi mengenai bentuk-bentuk narkoba, pola peredarannya, serta dampak hukum dan sosial dari penyalahgunaannya. Dalam penyampaiannya, IPDA Farid menekankan pentingnya ketahanan diri dan lingkungan sekolah dalam mencegah masuknya narkoba kepada generasi muda.

Kegiatan juga dibuka secara resmi oleh H. Zainul Arif Rahmatullah, M.Pd., Kepala Sekolah MAIS, yang memberikan apresiasi atas prakarsa FORMAM MAIS dalam menghadirkan edukasi positif dan preventif. Beliau menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk pelajar yang bersih dari narkoba dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Sebagai penyelenggara, Ketua Umum FORMAM MAIS, Ranie Chotijah Nata Wijayanti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen organisasi dalam mewujudkan “Insan Cita yang Bersih dari Narkoba untuk Indonesia Emas”. Didampingi oleh Muhammad Ubaidillah selaku Kepala Divisi Pendidikan dan M. Hiskyl Widianto sebagai Ketua Pelaksana, kegiatan berjalan lancar dan interaktif.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan edukasi bahaya narkoba di lingkungan masing-masing. FORMAM MAIS berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif lainnya sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat sekolah dan lembaga pendidikan.