Prodi Linguistik Indonesia UPNVJT dan UNP Kediri Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan IA dan MoA

Probolinggo.Berdampak.Net- Program Studi Linguistik Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) memperkuat jejaring kerja sama akademik dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP Kediri). Kegiatan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Senin (15/9/2026) di Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari kedua program studi dan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademik sekaligus menyusun rencana kerja sama yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Rangkaian kegiatan meliputi penyerahan buku referensi hasil kerja sama kedua program studi, diskusi rencana kolaborasi, serta penandatanganan Implementation Agreement (IA) dan Memorandum of Agreement (MoA) tingkat fakultas.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Endang Sholihatin selaku Kaprodi Linguistik Indonesia UPNVJT. Dari pihak Universitas Nusantara PGRI Kediri, hadir Dr. Agus Widodo, M.Pd. selaku Dekan FKIP, Dr. Nur Lailiyah, M.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Aan Nurfahrudianto, M.Pd. selaku Wakil Rektor IV, serta Intan Prastihastari Wijaya, M.Pd., M.Psi. selaku Wakil Dekan FKIP UNP Kediri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan buku referensi hasil kerja sama kedua program studi. Penyerahan buku tersebut menjadi salah satu bentuk luaran kolaborasi akademik sekaligus simbol dari produktivitas kerja sama yang telah terjalin antara kedua institusi.

Selanjutnya, para dosen dari kedua program studi melakukan diskusi mengenai rencana kerja sama selama satu tahun ke depan. Diskusi ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama, baik dalam bidang pendidikan maupun kegiatan akademik lainnya. Melalui diskusi tersebut, kerja sama diarahkan agar memiliki program yang konkret dan dapat memberikan manfaat bagi kedua program studi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) dan Memorandum of Agreement (MoA) tingkat fakultas. Penandatanganan dokumen tersebut menjadi capaian penting dalam penguatan kerja sama kelembagaan antara UPNVJT dan UNP Kediri serta menjadi dasar bagi pelaksanaan program kolaborasi yang telah direncanakan.

Dengan ditandatanganinya dokumen kerja sama tersebut, kedua institusi memiliki landasan untuk mengembangkan berbagai kegiatan bersama sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.

Kegiatan kerja sama antara Program Studi Linguistik Indonesia UPNVJT dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP Kediri menunjukkan komitmen kedua institusi dalam membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Melalui perencanaan program selama satu tahun ke depan dan dukungan dokumen kerja sama yang telah disepakati, kolaborasi diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai luaran akademik yang bermanfaat bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi.

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, MA Nurul Jadid Paiton Gelar Supervisi Administrasi Guru

Probolinggo.Berdampak.Net — Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menggelar kegiatan Supervisi Administrasi Pembelajaran pada Selasa (11/8/2026) di ruang pertemuan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan bertujuan memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas proses belajar mengajar di lingkungan madrasah.

Bertindak sebagai supervisor utama, Pengawas Madrasah Abd. Ghani, S.Ag., M.Pd.I., melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen administrasi pembelajaran yang disusun para guru. Berkas yang diperiksa antara lain Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Capaian Pembelajaran, Silabus, hingga Modul Ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Proses supervisi tidak sebatas mengecek kelengkapan dokumen, tetapi juga menelaah kesesuaian isi materi dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Menurut Abd. Ghani, administrasi pembelajaran yang tersusun rapi bukan sekadar pemenuhan formalitas, melainkan menjadi pedoman penting bagi guru dalam mengarahkan jalannya pembelajaran di kelas.

Ia menekankan bahwa perencanaan yang matang akan berdampak langsung pada efektivitas penyampaian materi kepada siswa.

Selain memeriksa dokumen, Abd. Ghani turut memberikan masukan dan alternatif solusi atas kendala teknis yang kerap dihadapi guru saat mengajar. Para guru diminta segera menindaklanjuti dan memperbaiki perangkat pembelajaran sesuai catatan koreksi yang diberikan.

Pihak manajemen MA Nurul Jadid menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hasil evaluasi supervisi agar benar-benar diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut bersama seluruh tenaga pendidik, sebagai wujud keseriusan MA Nurul Jadid dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejalan dengan cita-cita besar Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dispusip Probolinggo Perkuat Budaya Literasi lewat Lomba Resensi Buku Tingkat Pelajar

Probolinggo.Berdampak.Net– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar dengan menyelenggarakan Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Tahun 2026. Sebagai tahap awal, Dispusip menggelar kegiatan pembekalan bagi para peserta pada Kamis (6/8/2026) di Ruang Pustakaloka, Kantor Dispusip Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dispusip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, S.H., M.M., mengatakan lomba ini digagas bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus informasi di era digital, ia menilai kemampuan membaca dan menganalisis menjadi bekal penting bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya literasi,” ujarnya saat membuka kegiatan, seraya menyebut program mobil perpustakaan keliling dan pojok baca sebagai ikhtiar lain yang telah dijalankan dinasnya untuk tujuan yang sama.

Pembekalan ini diikuti 50 pelajar hasil seleksi dewan juri, terdiri dari 25 siswa SMP/MTs dan 25 siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Probolinggo. Dua narasumber, yaitu seorang praktisi/pegiat literasi dan seorang akademisi, dihadirkan untuk membekali peserta dengan teknik penulisan resensi sebelum mereka berkompetisi.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan jawaban atas rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Data UNESCO tahun 2024 mencatat minat baca masyarakat Indonesia hanya berada di angka 0,001, sementara hasil PISA 2022 menempatkan kemampuan membaca siswa Indonesia di peringkat 68 dari 79 negara. Lomba resensi dipandang mampu mendorong siswa membaca buku secara tuntas sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan menulis.

Dana penyelenggaraan lomba dan pembekalan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional Tahun Anggaran 2026. Melalui kegiatan ini, Dispusip Kabupaten Probolinggo berharap dapat lahir generasi muda yang gemar membaca, kritis, kreatif, dan berkarakter, sejalan dengan visi “Generasi Probolinggo Cerdas Berbasis Literasi”.

Kiai Zuhri Zaini ke Alumni Surabaya: Mondok Lama Bukan Jaminan, Amaliah yang Menentukan!

Probolinggo.Berdampak.Net-Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, mengajak seluruh alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Surabaya untuk terus mempererat tali silaturrahmi dengan pesantren. Imbauan tersebut disampaikan dalam acara “Silaturrahmi Wali Santri dan Alumni Bersama Pengasuh” yang berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Senin (26/07/26)

Dalam tausiyahnya, Kiai Zuhri menegaskan bahwa keanggotaan maupun kepengurusan P4NJ bersifat terbuka. Tidak hanya alumni atau mantan santri, masyarakat umum non-alumni yang ingin berkontribusi juga dipersilakan menjadi pengurus. Langkah ini sejalan dengan pesan pendiri pesantren dan almarhum KH. Abdul Haq Zaini agar santri tidak mengkotak-kotakkan diri saat berada di tengah masyarakat.

“Lamanya mondok tidak lantas menjadi tolok ukur kesantrian seseorang, melainkan kegiatan amaliahnya. Ketika sudah keluar dari pesantren, jangan lupa wirid dan tetap belajar di mana saja agar identitas kesantriannya tidak hilang,” tegas Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri menekankan pentingnya merawat identitas santri melalui pengamalan Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Nilai-nilai tersebut mencakup kewajiban tafaqquh fiddin (memahami agama), berbuat baik, saling menolong, peduli sesama, hingga berjuang membela tanah air.

Selain itu, beliau mengingatkan para alumni untuk bijak dalam berorganisasi dan tidak mengabaikan kebaikan-kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan abaikan organisasi. Pilihlah organisasi yang memiliki tujuan, program, serta tugas yang jelas dalam hal kebaikan. Ingat juga bahwa ibadah bukan hanya shalat atau puasa, menyingkirkan batu dari jalan dan menjaga silaturrahmi seperti ini juga bagian dari ibadah,” pungkasnya sebelum memimpin doa penutup.

Teliti Cara Anak Belajar Bahasa, Tim UPN “Veteran” Jatim Turun ke MI Miftahul Ulum Batu

Malang.Berdampak.Net— Tim peneliti Program Studi Linguistik Indonesia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur turun langsung ke MI Miftahul Ulum Batu, Senin (20/7/2026), untuk mengambil data lapangan penelitian pemerolehan bahasa anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur dan bertujuan mendokumentasikan kemampuan berbahasa anak sebagai fondasi pengembangan kajian linguistik dan pendidikan bahasa Indonesia.

Tim peneliti berangkat sejak subuh dari Giriloka, kampus UPN “Veteran” Jawa Timur, membawa seluruh instrumen dan perlengkapan penelitian. Setibanya di lokasi setelah menempuh perjalanan dari Surabaya, mereka disambut Kepala Madrasah dan humas MI Miftahul Ulum Batu, dilanjutkan koordinasi singkat untuk menyamakan jadwal, pembagian ruang kelas, dan mekanisme pendampingan siswa agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Pengambilan data dilakukan secara paralel di dua lokasi kampus madrasah tersebut. Siswa kelas 1, 2, dan 6 didata di Kampus 2, sementara kelas 3, 4, dan 5 didata di Kampus 3. Sebelum masuk ke instrumen utama, enumerator lebih dulu melakukan pemanasan lewat percakapan ringan bersama siswa untuk membangun kedekatan. Setelah suasana kelas dirasa nyaman, siswa diberi penjelasan bertahap tentang tata cara pengisian borang penulisan sesuai tingkat pemahaman masing-masing jenjang.

Selama proses berlangsung, tim mendampingi siswa yang mengalami kesulitan agar data yang terkumpul tetap merepresentasikan kemampuan berbahasa mereka secara alami. Setelah seluruh borang terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara bersama guru wali kelas untuk menggali kebiasaan berbahasa siswa di lingkungan sekolah, karakteristik bahasa ibu dan bahasa sehari-hari, hingga aktivitas di luar kelas yang memengaruhi perkembangan bahasa anak.

“Kombinasi data hasil penugasan siswa dan informasi dari guru diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai proses pemerolehan bahasa anak usia sekolah dasar,” demikian disampaikan tim peneliti. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, dengan siswa yang antusias mengikuti setiap tahapan dan guru yang memberikan dukungan penuh selama sesi wawancara.

Kegiatan lapangan ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pihak MI Miftahul Ulum Batu dan sesi dokumentasi bersama. Tim peneliti menyampaikan terima kasih atas sambutan, kerja sama, dan pendampingan yang diberikan sejak awal hingga akhir kegiatan, sekaligus menegaskan bahwa keterbukaan pihak sekolah menjadi faktor penting kelancaran pengambilan data.

Kepala MI Miftahul Ulum Batu, Hj. Darul Nikmah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi penelitian. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi awal hubungan baik antara madrasah dan Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur dalam bidang pendidikan maupun penelitian di masa mendatang.

Pengurus KWSB Gelora Kabupaten Probolinggo Ikuti Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan di Hotel Bromo Park

Probolinggo.Berdampak.Com – Pengurus inti Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KWSB) Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo di Hotel Bromo Park, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus inti organisasi, di antaranya Ketua Abu Bakar Rohim, Wakil Ketua 1 Mohammad Nur Kholis Muslim, Wakil Ketua 2 Zainul Huda, Sekretaris Ponirin Mika, Bendahara Syukur Hadi Sutrisno, serta Iqnas Subki Adnan yang turut mendampingi jalannya acara.

Pemilihan Hotel Bromo Park sebagai lokasi dinilai strategis karena representatif untuk menampung seluruh peserta sekaligus mendukung kelancaran acara. Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten.

Ketua KWSB Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, mengatakan pembekalan tersebut merupakan langkah penting untuk mempersiapkan pengurus menghadapi dinamika organisasi ke depan.

“Pembekalan ini penting bagi kita semua sebagai pengurus, agar memiliki pemahaman yang lebih matang dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini perlu terus dilakukan secara berkala guna menjaga soliditas antarpengurus sekaligus memastikan program kerja berjalan sesuai arah kebijakan organisasi. Menurutnya, penguatan kapasitas pengurus menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun organisasi yang solid secara internal sekaligus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus KWSB dan DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo dalam berbagai program yang telah maupun akan direncanakan.

Wakil Ketua 1 KWSB, Mohammad Nur Kholis Muslim, menilai kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis bagi kepengurusan ke depan.

Senada, Wakil Ketua 2 Zainul Huda menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama kedua pihak dapat terus berlanjut, tak hanya dalam bentuk kegiatan pembekalan, tetapi juga program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sekretaris KWSB, Ponirin Mika, menjelaskan bahwa kegiatan ini turut membahas sejumlah agenda administratif dan teknis organisasi guna menunjang tertib kelembagaan. Menurutnya, penataan administrasi yang baik menjadi kunci penting agar organisasi dapat berjalan secara profesional dan akuntabel.

Sementara itu, Bendahara KWSB Syukur Hadi Sutrisno menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan organisasi yang transparan sebagai bagian dari tata kelola yang baik. Ia menyebut aspek pengelolaan keuangan turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut.

Iqnas Subki Adnan, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, memberikan masukan terkait pelaksanaan program-program organisasi ke depan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas di Hotel Bromo Park ini berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh seluruh pengurus KWSB Kabupaten Probolinggo yang hadir. Seluruh pengurus berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan serta menjalin sinergi berkelanjutan bersama DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo demi kemajuan organisasi ke depan.