Demokrat Probolinggo Tak Mau Tunggu Pemilu, Target 3 Kursi Mulai Diburu dari Sekarang
PROBOLINGGO, Berdampak.net – Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Kabupaten Probolinggo. Kader diminta tidak menunggu momentum Pemilu untuk bergerak, tetapi membangun kekuatan dan kepercayaan masyarakat sejak sekarang.
Pesan tersebut mengemuka dalam konsolidasi kader Demokrat yang digelar di Bromo View, Senin (24/8/2026).
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, mendorong kader Demokrat Probolinggo lebih aktif turun ke masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
Target politik yang dipasang pun cukup jelas, yakni merebut tiga kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu mendatang.
Target tersebut bukan sekadar angka. Tiga kursi menjadi bagian dari upaya Demokrat membangun kembali kekuatan politiknya di Kabupaten Probolinggo.
Agung menekankan, waktu menuju Pemilu tidak boleh dihabiskan hanya dengan menunggu tahapan politik dimulai. Menurutnya, kerja politik harus dibangun melalui kehadiran kader di tengah masyarakat secara konsisten.
“Kalau kita hadir di tengah masyarakat, Insya Allah Demokrat akan semakin besar,” menjadi salah satu pesan Agung dalam konsolidasi tersebut.
Dorongan untuk bergerak lebih awal menunjukkan Demokrat ingin mengubah pola kerja politik. Partai tidak ingin hanya terlihat aktif ketika Pemilu sudah semakin dekat.
Konsolidasi struktur, penguatan jaringan hingga tingkat bawah, kaderisasi serta komunikasi dengan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi penting mengingat Demokrat belum mendapatkan kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu 2024.
Karena itu, target tiga kursi sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan apakah mesin politik Demokrat benar-benar mampu bangkit.
Tidak cukup hanya memasang target. Demokrat juga membutuhkan figur yang kuat, struktur yang bekerja dan kader yang konsisten menjaga hubungan dengan masyarakat.
Target tiga kursi pada akhirnya akan menjadi ukuran keberhasilan konsolidasi Demokrat Probolinggo.
Jika kerja politik dimulai jauh sebelum Pemilu, partai memiliki waktu untuk memetakan kekuatan, membangun basis dukungan dan menyiapkan kandidat potensial.
Sebaliknya, jika mesin politik kembali bergerak hanya menjelang pencoblosan, target tersebut akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.
Bagi Demokrat Probolinggo, pertarungan merebut kursi DPRD bukan baru dimulai ketika masa kampanye tiba.