Menko Yusril: Etika Peradaban dan Kedaulatan Kemampuan Kunci Masa Depan RI
Jakarta, Berdampak.net – Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menjadi pembicara tunggal dalam B.J. Habibie Memorial Lecture ke-5 di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, pada Rabu (2/9). Dalam kuliah memorial bertajuk “Etika Peradaban dalam Membangun Masa Depan Bangsa: Membaca Ulang Pemikiran Filosofis M. Natsir dan Cita-cita B.J. Habibie”. Menko Yusril menegaskan pentingnya perpaduan etika dan kemampuan untuk membangun masa depan bangsa.
Menko Yusril memaparkan sintesis pemikiran Mohammad Natsir dan B.J. Habibie : Natsir menekankan orientasi moral dan etika dalam mengelola kekuasaan politik, sedangkan Habibie mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis iman dan takwa agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi memiliki kapasitas industri dan riset mandiri.
Ia juga menyoroti kontribusi Habibie dalam masa transisi Reformasi 1998–1999 yang menjadi fondasi demokrasi modern serta kebijakan berbasis konstitusi. Sebagai penutup, Menko Yusril menyampaikan lima agenda etika peradaban menuju 2045: penguatan IP, evaluasi kebijakan industri strategis, pemeliharaan demokrasi sebagai mekanisme koreksi, internalisasi Pancasila, serta penguatan adaptasi hukum terhadap perkembangan teknologi.
Acara ditutup dengan sambutan Ilham Akbar Habibie yang menyampaikan apresiasi atas pidato memorial serta menekankan dimensi cinta dan kemanusiaan dalam warisan Habibie yang dinilai akan terus menjadi penuntun perjalanan bangsa. (rh)