OPIM Pesantren Tebuireng Jombang Silaturahmi ke Ponpes Nurul Jadid Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo kedatangan tamu organisasi pelajar Islam Malang. Organisasi yang beranggotakan pelajar yang berasal dari daerah tapal kuda yang mondok di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ketua OPIM menyampaikan bahwa organisasi tersebut didirikan oleh KH. Tolhah Hasan saat berada di pesantren. Senin (23/12/24) di Aula 1 Nurul Jadid.

“Organisasi ini didirikan oleh Kiai Tolhah Hasan. Dan organisasi ini sangat dihormati oleh organisasi santri lainnya yang berada di pesantren Tebuireng, Jombang,” katanya.

Berkunjung ke pesantren Nurul Jadid dan tabarrukan ke Almarhumin menjadi kebanggan dan kebahagiaan bagi kami.

“Terima kasih atas sambutannya, dan telah menerima kami di pesantren ini,” imbuhnya.

Hal itu disambut baik oleh Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Ponpes Nurul Jadid Paiton Ponirin Mika, ia mengungkapkan bahwa antara pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pesantren Tebuireng Jombang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami di datangi saudara. Dua pesantren ini memiliki hubungan yang sangat kuat. Kita sebagai santrinya, harus harus terus menjaga hubungan ini supaya langgeng. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Ponirin juga menambahkan, OPIM didirikan oleh Kiai yang visioner, oleh karena itu harus di jaga sebaik-baiknya.

“Semoga dari kepengurusan OPIM ini lahir sosok yang seperti Kiai Tolhah Hasan,” harapnya. (pm)

HMI Cabang Probolinggo Resmi Dilantik, Ini Harapan Ketum yang Baru

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Probolinggo Periode 2024-2025 resmi dilantik. Pelatikan tersebut dilaksanakan di ruang Tengger Kantor Bupati Probolinggo. Selasa (10/12/2024).

Dalam waktu yang hampir bersamaan pula, Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo juga melantik Korps HMI-Wati (Kohati), dan Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Probolinggo.

Imam Suyuti Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pada suatu daerah merupakan salah satu poin penting dalam pembangunan daerah.

“Dalam rangka melakukan pembangunan di suatu daerah tidak hanya sebatas pembangunan secara fisik, namun pembangunan SDM sangat penting untuk menopang pembangunan daerah terkhususnya Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dalam satu periode kepengurusannya itu, ia akan fokus dalam membangun sumberdaya manusia di Kabupaten dan Kota Probolinggo.

“Oleh karena itu dalam satu periode kedepan HMI Cabang Probolinggo akan fokus membangun sumberdaya manusia yang mempuni, yang akan diwujudkan dengan program-program kerja kami kedepan, tentunya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo pada khususnya,” katanya. (fiq)

Dr. Agung Mulyono Serahkan Kepemimpinan MW Kahmi Jawa Timur kepada Drs. Bawon Ahmad Yithoni, M.Si

Surabaya, Berdampak.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur melaksanakan acara serah terima jabatan Koordinator Presidium pada Jumat malam. Acara tersebut berlangsung di Kantor MW KAHMI Jawa Timur dan dihadiri oleh sejumlah anggota KAHMI beserta tamu undangan lainnya. Minggu (13/10/2024).

Dalam acara ini, Dr. Agung Mulyono secara resmi menyerahkan jabatan Koordinator Presidium kepada penggantinya, Drs. Bawon Ahmad Yithoni, M.Si. Serah terima tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan baru dalam tubuh KAHMI Jawa Timur yang diharapkan akan membawa semangat baru dan terus berkontribusi untuk masyarakat Jawa Timur.

Dr. Agung Mulyono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan selama masa kepemimpinannya. Ia menyampaikan bahwa KAHMI Jawa Timur telah mencapai berbagai kemajuan, terutama dalam bidang pengabdian masyarakat. “Saya percaya bahwa dengan kepemimpinan Bawon, KAHMI Jawa Timur akan semakin maju dan terus berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Drs. Bawon Ahmad Yithoni, M.Si, selaku Koordinator Presidium yang baru, menyatakan siap melanjutkan program-program yang telah berjalan serta berkomitmen untuk mengembangkan inisiatif baru yang sejalan dengan visi dan misi KAHMI. “Saya berharap KAHMI Jawa Timur dapat terus memperkuat peran serta dalam mendukung pembangunan dan pengembangan masyarakat di berbagai sektor,” ungkapnya.

Acara serah terima ini ditutup dengan sesi diskusi dan ramah tamah antar anggota, yang semakin mempererat ikatan kekeluargaan di antara alumni HMI. (fjr)

NU, HMI dan Indonesia

Oleh; Ponirin Mika

Berdampak.net – Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan yang paling besar di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Setelah NU, ada Muhammadiyah. NU yang KH Hasyim Asy’ari, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dirikan, memiliki akar sejarah yang cukup mendasar.

Salah satunya membentengi masyarakat Nusantara dari serangan Wahabisme yang telah mulai masuk ke wilayah Nusantara. Selain daripada itu, NU mempunyai komitmen mempertahankan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kekayaan bumi pertiwi dengan segala cara.

Keterlibatan NU dalam mempertahankan paham keagamaan yang moderat serta berjuang melawan penjajah sangat berhasil. Sehingga bangsa Indonesia bisa menikmati kesuburan, kekayaan potensi alam yang ada. Pada harlah ke 95 Januari (31/20) lalu, KH. Said Aqil Siroj mengatakan, salah satu isu yang bangsa hadapi saat ini adalah lemahnya sikap toleransi. Juga saling menghargai satu sama lain yang berbeda paham, keyakinan, budaya, ras dan suku.

Tentu, problem yang sedang bangsa saat ini hadapi tidaklah berhenti di situ. Ada problem yang lebih mendasar tentang ketimpangan sosial dan keadilan. Dalam hal itu, KH Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ia berkata, tugas NU yang terpenting saat ini, mempersiapkan kader-kadernya untuk menguasai segala bidang.

Harus kita akui, seiring perjalanan bangsa dan organisasi NU perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan begitu cepat. Sehingga membutuhkan kreatifitas dan kesiapan SDM agar mampu bersaing di tengah-tengah kemajuan zaman.

Sementara, HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang senafas dengan NU dan Muhammadiyah, yaitu merperkokoh mental anak bangsa untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui semangat juang dan program-programnya. HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang cukup tua, yang dalam catatan sejarah ikut andil berjuang melawan penjajah asing yang menginginkan Indonesia berada pada genggamanya.

Titik Temu NU dan HMI

HMI sebagai wadah yang mencetak insan akademis, pencipta dan pengabdi selalu melahirkan tokoh-tokoh agama, tokoh bangsa yang memiliki integritas dan loyalitas dalam mengawal keutuhan bangsa. Melalui kader-kader muda, besar harap HMI terus berlayar mengarungi samudera Nusantara agar lebih mengenal, dan pada akhirnya memperkokoh nilai dasar perjuangan untuk menyelamatkan negara Pancasila dengan program yang Pancasilais.

Ada titik temu antara NU dan HMI, yaitu kesamaannya di dalam merawat keindonesiaan dan kebangsaan. Kedua organisasi ini semoga terus senada dan seirama akar Indonesia lebih kuat menghadapi rongrongan radikalisme. Tentu tidak hanya HMI tapi organisasi lain seperti PMII, GMNI dan organisasi kemahasiswaan lainnya memiliki spirit juang yang sama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Saya memilih NU dan HMI karena kedua organisasi besar ini baru saja memperingati hari lahirnya. NU pada tanggal 31 Januari 2021 lalu, dan HMI pada 05 Pebruari 2021 kemarin. Sebagai warga masyarakat Indonesia, saya sangat berkewajiban untuk memberikan apresiasi kepada dua organisasi ini. Meskipun keduanya memiliki jalur perjuangan yang berbeda, namun tentu dalam maqashid untuk keselamatan dan kekokohan bumi Indonesia.

Akhir-akhir ini sikap, tawasuth, tasamuh, taadul, tawazun sesama anak bangsa terus diusik oleh mereka (minhum). Mereka tidak sadar akan bahaya gerakannya yang berpotensi menciptakan permusuhan dan bahkan pertumpahan darah sesama anak bangsa. Padahal kalau boleh jujur nalar pikir mereka masih sangat lemah untuk menjadi sebuah rujukan di dalam melaksanakan aktivitas keagamaan dan kebangsaan.

Sikap saling menghargai antara sesama menjadi korban nafsu birahinya yang “terbungkus” dalam perjuangan (al-jihad). Ideologisasi sangat marak dan beredar di seluruh pelosok-pelosok desa. Padahal ada yang lebih penting untuk terus diperjuangkan yaitu kesetaraan dan keadilan untuk mewujudkan masyarakat yang madani.

Amanah Jaga Bangsa

Walhasil,  tentu dengan dua organisasi besar ini, NU dan HMI kita menitipkan agar bangsa selamat dari para jahiliyyin yang lebih bahagia menukar apabila dirinya mendapatkan rupiah dengan cara menggadaikan bangsa. Merawat kebhinnekaan bukanlah sesuatu yang mudah tapi kita yakin di bawah payung besar NU dan HMI Indonesia masih bisa mengibarkan bendera merah putih di atas kepala.

Akan tetapi apabila dua organisasi ini jinak atau lebih-lebih dipenjara oleh kekuasaan, maka tidak ada lagi yang bisa kita harapkan.

Oleh karenanya, komitmen dalam memperjuangkan bangsa perlu terus kita pupuk sesuai dengan konteks saat ini tanpa lupa diri sehingga terseret dan pada akhirnya sejarah perjuangannya tercabik-cabik di jalan-jalan.

Teruslah berkibar…

Wallahu A’lam.

Sambut Maulid Nabi dengan Berbagi: GEBRAS Salurkan Paket Sembako di Jrebeng Lor

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Gerakan Berbagi Bersama (GEBRAS) melaksanakan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga RW 09, Kelurahan Jrebeng Lor. (06/09/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen GEBRAS untuk terus berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

Acara pembagian sembako ini disambut antusias oleh warga setempat. Setiap paket sembako yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok yang diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari warga yang kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan para relawan GEBRAS serta dukungan dari donatur-donatur yang telah berkontribusi untuk kelancaran acara.

Linda, selaku pengagas GEBRAS, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua donatur yang telah mendukung kegiatan ini. Berkat bantuan kalian, kami bisa menyebarkan kebahagiaan dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita ” ujar Linda dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan, “Insya Allah, kami akan terus melaksanakan kegiatan berbagi ini setiap minggu. GEBRAS siap menerima donasi berupa apapun, dan kami akan memastikan setiap donasi tersebut sampai ke tangan yang membutuhkan.”

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk turut serta dalam aksi sosial dan memperkuat semangat berbagi di bulan Maulid Nabi. GEBRAS mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam program berbagi ini dan bersama-sama menjadikan momentum bulan Maulid Nabi sebagai waktu untuk lebih peduli dan berbagi dengan sesama. (don)

RW 09 Kelurahan Jrebeng Lor Gelar Jalan Sehat dan Pentas Seni untuk Peringati HUT RI ke-79

Probolinggo, Berdampak.net– Warga RW 09 Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 dengan mengadakan serangkaian kegiatan pada Minggu, 1 September 2024.

Acara dimulai pada pagi hari dengan jalan sehat dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni hingga malam hari.

Jalan sehat dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh seluruh warga RW 09. Dengan rute yang melintasi jalan-jalan utama di kelurahan, kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain untuk menjaga kesehatan, jalan sehat ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga.

Saat jalan sehat, warga disuguhkan dengan berbagai penampilan seni tradisional, termasuk Kobuda dan Ondel-Ondel.

Tidak hanya itu, ada juga pembagian hadiah untuk pemenang lomba-lomba yang telah diadakan sebelumnya, seperti lomba kelereng dan pukul air.

Pada sore hari, acara berlanjut dengan penampilan dance modern dan tarian tradisional yang semakin menyemarakkan suasana.

Hiburan ini terus berlanjut hingga malam hari, ditutup dengan penampilan electone yang diiringi oleh lagu-lagu populer, membuat seluruh warga larut dalam kegembiraan.

Ketua RW 09, Bapak Khairuddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Saya sangat bangga dengan semangat kebersamaan warga RW 09 dalam merayakan HUT RI ke-79 ini. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Khairuddin.

Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan warga serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. (don)