Gus Yahya: Ibu Adalah Sumber Doa dan Keikhlasan Tanpa Jeda

JAKARTA, Berdampak.net – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pesan menyentuh dalam memperingati Hari Ibu. Melalui unggahan di akun media sosialnya, tokoh yang akrab disapa Gus Yahya ini menekankan bahwa sosok ibu merupakan pilar utama kekuatan spiritual dan mental bagi keluarga.

​Dalam unggahan tersebut, Gus Yahya mengawali pesannya dengan sebuah kutipan sarat makna.

“Jika seorang hamba tidak menambah rasa cintamu, maka sejatinya engkau belum benar-benar mencintai.” Kalimat ini menjadi pembuka refleksi mendalam mengenai hakikat cinta dan pengabdian.
​Secara khusus, Gus Yahya memberikan penghormatan kepada ibunda tercinta serta sosok ibu dari anak-anaknya. Ia menyebut mereka sebagai mata air kekuatan yang konsisten menjaga harmoni keluarga.

​”Selamat Hari Ibu untuk ibuku dan ibunya anak-anak, sumber doa, daya tahan, dan keikhlasan yang tak pernah terjeda,” tulis Gus Yahya melalui akun X (Twitter) miliknya.

​Pesan tersebut menggarisbawahi tiga peran krusial ibu dalam pandangan Gus Yahya.

​Keikhlasan Tanpa Jeda: Wujud pengabdian tulus yang mengalir terus-menerus tanpa mengharap pamrih.
​Unggahan ini pun memantik simpati luas dari warganet, yang memandang pesan tersebut sebagai pengingat bagi setiap anak dan suami untuk senantiasa memuliakan perempuan yang telah menjadi fondasi bagi peradaban kecil di dalam rumah tangga.

Terpilih Aklamasi MUSDA IV, Prof. Dr. KH. M. Sulton PimpinMUI Kota ProbolinggoMasa Khudmat 2025–2030

Probolinggo, Berdampak.net – 21 Desember 2025
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) IV pada Ahad, 21 Desember 2025, bertempat di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo.
Musda IV MUI Kota Probolinggo mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama untuk Kota Probolinggo Religius, Aman, dan Bermartabat”, sebagai refleksi komitmen ulama dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga persatuan umat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan moral dan sosial masyarakat Kota Probolinggo.
Dalam forum Musda yang berlangsung khidmat, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan tersebut, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA. terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo Masa Khidmat 2025–2030. Ketua Tim Formatur Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP. menjelaskan dalam wawancara usai musda bahwa Pemilihan Ketua Umum dilakukan secara aklamasi, tanpa melalui mekanisme voting.
Keputusan aklamasi ini menjadi momentum bersejarah bagi MUI Kota Probolinggo, karena berbeda dengan pelaksanaan Musda sebelumnya yang menggunakan mekanisme pemungutan suara. Aklamasi tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan, persatuan, dan kesepahaman seluruh peserta Musda terhadap figur dan kepemimpinan Ketua Umum terpilih.
“Musda IV MUI Kota Probolinggo juga menjadi ajang evaluasi program kerja periode sebelumnya serta perumusan arah kebijakan dan program strategis MUI Kota Probolinggo untuk lima tahun ke depan, guna menjawab tantangan umat dan dinamika sosial keagamaan yang terus berkembang”, cetus Hudri
Dalam kesempatan sidang formatur, ketua umum terpilih juga menunjuk M. Dawam Ihsan sebagai sekretaris umum. M. Dawam Ihsan adalah juga sekretaris umum pada periode sebelumnya.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru nanti, MUI Kota Probolinggo diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah, serta mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Kota Probolinggo yang religius, aman, dan bermartabat.
Selanjutnya tim formatur bersama ketua umum terpilih akan menyusun kepengurusan lengkap periode 2025-2030 paling lambat 30 (tiga puluh hari) sejak pelaksanaan musda IV.

Resmi Dilantik, Pengurus PC ISNU Probolinggo Siap Mengabdi untuk Masa Khidmat 2025–2029

Probolinggo, Berdampak.net – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Probolinggo telah resmi dilantik oleh Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Timur dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Ruang Auditorium Madakaripura. Prosesi pelantikan yang berlangsung pada Kamis (18/12/2025) ini menandai era baru bagi organisasi yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Probolinggo.

Acara pelantikan ini bersifat formal dan diadakan berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat ISNU tentang kepengurusan baru untuk periode 2025–2029. Dalam sambutannya, Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Timur mengingatkan para pengurus tentang tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam meningkatkan peran serta kontribusi sarjana NU bagi masyarakat. “Kami berharap, dengan kepengurusan yang baru ini, ISNU dapat menjadi garda terdepan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ, serta sejumlah pejabat dari Forkopimda. Kehadiran mereka semakin meneguhkan dukungan untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antara ISNU dengan berbagai elemen masyarakat. Rangkaian pelantikan ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Probolinggo.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar pendidikan yang bertajuk “Pendidikan Berkarakter untuk Generasi Emas Probolinggo: Strategi Peningkatan Kualitas SDM Daerah.” Pada seminar ini, dua narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, yakni Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si dan Dr. Asriana Kibtiyah, S.Psi., M.Si, berbagi wawasan mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Keduanya sepakat bahwa pendidikan harus selalu melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal. “Kita perlu membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung sebagai bekal bagi generasi emas kita di masa depan,” ungkap Prof. Fatkul Anam.

Dengan komposisi pengurus yang beragam, PC ISNU Kabupaten Probolinggo berharap dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil, terpilih sebagai Ketua, didampingi oleh Yusdi Vari Afandi, ST., M.Si dan Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd sebagai Wakil Ketua. Susunan pengurus mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan, pengembangan ekonomi, dan hubungan masyarakat, sehingga menampilkan suatu kerangka kerja yang kolaboratif dan integratif.

Acara hari itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Wasik Hannan, Rais Syuriah PCNU Kraksaan. Doa ini menjadi simbol harapan agar kepengurusan baru senantiasa diberi keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Dengan harapan dan dukungan dari masyarakat serta berbagai elemen, PC ISNU Kabupaten Probolinggo bertekad untuk menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter yang baik di kalangan generasi muda. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan, diharapkan akan memberikan dampak positif untuk menciptakan Probolinggo yang lebih maju dan berkarakter.

JongMa Dideklarasikan, Tegaskan Komitmen Pemuda Madura Bergerak di Keilmuan, Sosial, dan Ekonomi

Probolinggo, Berdampak.net – Organisasi kepemudaan Jong Madura (JongMa) Probolinggo Raya resmi dilaunching pada Kamis (11/12/25). Acara peluncuran yang berlangsung sederhana namun khidmat ini menandai dimulainya gerakan baru bagi para pemuda Madura di wilayah Probolinggo. Kehadiran JongMa diharapkan dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat solidaritas dan kontribusi kaum muda dalam berbagai sektor.

Ketua JongMa Probolinggo Raya, Ponirin Mika, menyampaikan bahwa pembentukan organisasi ini bertujuan menyatukan para pemuda Madura yang selama ini bergerak di berbagai komunitas kecil. Menurutnya, JongMa hadir sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kekuatan bersama dalam memajukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama keberhasilan perjuangan ke depan.

Dalam keterangannya, Ponirin menegaskan bahwa JongMa tidak hanya fokus pada perkumpulan pemuda, melainkan juga siap bergerak pada berbagai bidang strategis. Bidang keilmuan, pendidikan, sosial, dan ekonomi menjadi empat pilar utama yang akan menjadi fokus gerak organisasi. Empat pilar itu dinilai mampu menjawab tantangan masyarakat modern yang menuntut kolaborasi lintas sektor.

Ponirin juga menyoroti pentingnya kesolidan pengurus dalam tahap awal pembentukan organisasi. Ia menyebut bahwa JongMa merupakan organisasi yang baru berdiri sehingga membutuhkan kohesi internal yang kuat. Dengan soliditas kepengurusan, ia meyakini JongMa dapat tumbuh menjadi organisasi pemuda yang berpengaruh di Probolinggo Raya.

Selain itu, Ponirin berharap para pengurus tidak hanya hadir secara formal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam setiap program yang dirancang. Ia meminta seluruh elemen JongMa untuk terlibat aktif, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, komitmen kolektif akan menentukan arah dan masa depan organisasi.

Ponirin juga menegaskan bahwa JongMa merupakan wadah bagi anak-anak muda yang memiliki idealisme besar untuk kemajuan masyarakat. Melalui energi dan kreativitas pemuda, ia percaya JongMa dapat menyumbangkan gagasan dan kerja nyata bagi perubahan sosial. “Kita ingin hadir sebagai pemuda yang memikirkan nasib orang banyak,” ujarnya.

Gerakan JongMa juga disebut Ponirin terinspirasi oleh tradisi keilmuan dan kemandirian yang diwariskan oleh para ulama Madura, khususnya Kiai Kholil Bangkalan. Warisan pemikiran dan perjuangan Kiai Kholil menjadi spirit utama dalam pengembangan gerakan intelektual dan sosial JongMa. Semangat tersebut akan diwujudkan melalui program Ngaji Warisan Kiai Kholil.

Program Ngaji Warisan Kiai Kholil merupakan salah satu agenda unggulan JongMa yang akan dibuka untuk publik. Program ini berfokus pada pengkajian nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kepemimpinan yang menjadi karakter khas masyarakat Madura. Melalui program ini, JongMa ingin menghadirkan ruang belajar yang relevan bagi generasi muda.

Kegiatan ngaji tersebut sekaligus diproyeksikan untuk memperkuat identitas kultural pemuda Madura di tengah perubahan sosial yang cepat. Ponirin menyampaikan bahwa identitas budaya merupakan fondasi penting bagi pemuda agar tidak kehilangan arah dalam perkembangan zaman. JongMa berupaya menjaga nilai tradisi dalam format yang modern dan progresif.

Hadir dalam launching tersebut, Humas Madas Probolinggo, Achmad Afandi, memberikan apresiasi atas terbentuknya JongMa. Ia mengatakan bahwa organisasi ini memiliki potensi besar menjadi wadah penguatan SDM Madura di Probolinggo Raya. Menurutnya, kolaborasi antarkomunitas Madura sangat penting untuk meningkatkan kualitas peran pemuda.

Afandi juga menilai bahwa JongMa dapat menjadi mitra strategis bagi organisasi dan lembaga lain dalam menjalankan program sosial dan pendidikan. Ia berharap JongMa mampu membangun jaringan yang luas dan mampu bekerja secara profesional. Dukungan dari berbagai pihak, katanya, akan menjadi dorongan bagi JongMa untuk terus berkembang.

Dengan diresmikannya JongMa Probolinggo Raya, para pengurus dan simpatisan berharap organisasi ini dapat segera menjalankan program-program jangka pendek dan jangka panjang. JongMa diharapkan menjadi ruang besar bagi generasi muda untuk berkreasi, berdiskusi, dan berkontribusi nyata dalam masyarakat. Peluncuran ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan gerakan pemuda Madura yang lebih solid, visioner, dan berdaya saing. (pm)

Wujud Kepedulian Sosial, IKA-UB Probolinggo Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru.

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Probolinggo Raya menunjukkan kepedulian mereka terhadap para korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Melalui program Brawijaya Care: Bersatu dan Peduli, Jum’at (5/12/2025) perwakilan IKA-UB Probolinggo Raya yang dipimipin Tri Septa Agung Pamungkas (Ketua) dan didampingi Eka Chandra, Yayik Hamidah, dan Sunaiyah berangkat menuju Lumajang. Diterima oleh Kepala BNN Lumajang AKBP. Indra Brahmana, yang juga alumnus UB, serta Ketua IKA-UB Lumajang Nugroho.

Ketua IKA-UB Probolinggo, Tri Septa Agung Pamungkas menegaskan bahwa IKA-UB merupakan bagian dari elemen bangsa Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika saudara sebangsa mengalami musibah. Ia menyebut erupsi Semeru sebagai duka bersama yang harus dihadapi dengan solidaritas dan saling menguatkan.

“Atas nama keluarga besar IKA-UB Probolinggo Raya kami menyerahkan bantuan untuk warga terdampak Erupsi Semeru. Semoga donasi dari keluarga IKA-UB Probolinggo Raya ini dapat meringankan warga terdampak dan para donatur mendapat pahala sebagai amal jariyah yang bermanfaat,” ujar Tri Septa Agung Pamungkas.

Sinergi Dinas DKP3 dan IKA-UB Probolinggo: Talkshow Pesta Mangga 2025 Lahirkan Banyak Terobosan Baru

Probolinggo, Berdampak.net – Rangkaian Pesta Mangga Kota Probolinggo 2025 semakin semarak dengan hadirnya talkshow bertema “Mangga Kota Probolinggo, Identitas yang Terus Menyala” pada Minggu (23/11) malam.

Diskusi berlangsung menarik, berbobot dan kaya akan gagasan, membahas strategi mempertahankan serta menguatkan branding Probolinggo sebagai Kota Mangga.

Beragam pertanyaan masyarakat mengemuka terkait masa depan mangga Kota Probolinggo.

Sebagai respons, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menegaskan komitmen mengembalikan kejayaan mangga sebagai identitas kota, berdampingan dengan komoditas anggur.

Kepala DKPPP, Fitriawati Jufri, mengakui adanya tantangan besar, terutama berkurangnya lahan produktif untuk kebun mangga.

“Luas lahan kebun mangga semakin berkurang, yang produktif hanya separuh. Karena itu, dibutuhkan pemikiran bersama untuk mengembalikan branding Kota Mangga. Semoga muncul ide kreatif yang bisa menjadi bekal meningkatkan produksi,” ujarnya.

Pj Sekda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, yang turut menjadi narasumber, menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya memperkuat branding mangga dan anggur melalui regulasi berupa peraturan daerah.

Namun intervensi tambahan diperlukan untuk menjaga agar potensi mangga arum manis dan manalagi tidak diklaim daerah lain.

“Kami akan membuat regulasi yang memungkinkan, seperti satu warga menanam mangga dan anggur di rumah masing-masing. Pemerintah juga akan memberikan subsidi bibit, pendampingan dari penanaman hingga pengembangan, serta dukungan bagi warga pemilik kebun mangga dan anggur,” jelas Tiyok, sapaan akrabnya.

Tiyok juga menyoroti pentingnya aspek budaya dalam pengembangan olahan mangga. Ia mendorong revitalisasi kuliner tradisional berbahan mangga.

“Dulu ketan mangga jadi suguhan di rumah-rumah, tapi sekarang sudah jarang. Mari kita angkat kembali budaya itu,” ujarnya.

Sementara itu, intelektual muda sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Probolinggo Raya, Tri Septa Agung Pamungkas, mendukung Pesta Mangga sebagai agenda kalender rutin tahunan.

Ia menilai event-event di Kota Probolinggo perlu diperkaya dengan unsur edutainment, menggabungkan unsur entertainment dan edukasi. Talkshow malam itu menjadi langkah awal yang tepat. Ke depan perlu disusul event-event lanjutan tentang Pertanian, Ketahanan Pangan dan Mangga Kota Probolinggo.

Menurutnya, meski Probolinggo dikenal sebagai Kota Mangga, kenyataan di lapangan belum benar-benar mencerminkan identitas tersebut.

“Mangga Probolinggo memiliki diferensiasi keunikan yang dipengaruhi kondisi alam strategis. Ada pengaruh angin gending yang membantu penyerbukan pohon Mangga, pengaruh abu vulkanis dari gunung Bromo dan pegunungan yang menyuburkan tanah, serta pengaruh letak di kawasan pesisir yang menjadikan cita rasa Mangga-nya khas,” ujar Tri Septa Agung.

Ia juga menyoroti pentingnya membuat road-map pertanian, pusat kajian inovasi pertanian, dan wisata edukasi pertanian yang estetik. (fj)