Halal Bihalal KAHMI Jatim di Probolinggo, Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

Probolinggo, Berdampak.net – Momentum halal bihalal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur di Kota Probolinggo tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis membahas isu pembangunan daerah di tengah dinamika global.

Kegiatan yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Minggu (12/4), menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kalangan eksekutif dan legislatif. Hadir di antaranya Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Ketua KAHMI Jatim Agus Machmud Fauzi, serta anggota DPR RI Ali Mufti.

Ketua KAHMI Jatim, Agus Machmud Fauzi, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan gagasan strategis menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Timur.

“Halal bihalal ini bukan hanya tradisi, tapi harus menjadi langkah awal untuk melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah ketahanan daerah dalam menghadapi krisis geopolitik global. Diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan daerah.

Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menekankan pentingnya memperkuat konektivitas dan sinergi antar alumni HMI di Jawa Timur.

“Jejaring KAHMI adalah kekuatan besar. Jika disinergikan dengan baik, akan mampu mendorong percepatan program strategis nasional sekaligus mengangkat potensi daerah,” jelasnya.

Menurutnya, peran KAHMI yang tersebar di berbagai sektor—mulai dari birokrasi, legislatif hingga dunia usaha—menjadi modal sosial penting dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Ia berharap forum seperti ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. (fj)

Halal Bihalal IKA-UB Probolinggo, Berikan Penghargaan Tokoh Inspiratif dan Tokoh Penggerak

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Probolinggo Raya menggelar Halal Bihalal yang dihadiri oleh para alumni Universitas Brawijaya dari lintas angkatan. Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Harmoni Kebersamaan” dan berlangsung di Hall Puri Manggala Bhakti, Pemkot Probolinggo. Acara diawali dengan pemberian santunan kepada 27 orang anak yatim.

Turut hadir Walikota Probolinggo Dokter Aminuddin, para kepala dinas dari alumni UB yang ada di Pemkot dan Pemkab Probolinggo, serta keluarga besar alumni UB yang tersebar di Kota maupun Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua IKA-UB Probolinggo Raya Tri Septa Agung Pamungkas menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri sekaligus memperkuat soliditas antara keluarga besar alumni UB dengan pemerintah daerah di wilayah Probolinggo Raya.

Lebih lanjut, Wali Kota Dokter Aminuddin juga mengapresiasi peran aktif IKA-UB Probolinggo yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam komunitas intelektual di Probolinggo. Program dan gagasan dari IKA-UB Probolinggo banyak memberikan kontribusi dalam roda pembangunan Kota Probolinggo.

IKA-UB Probolinggo juga memberikan apresiasi penghargaan Tokoh Inspiratif kepada Walikota Probolinggo Dokter Aminuddin dan Tokoh Penggerak kepada Dokter Asih Krustiyani, yang keduanya memiliki peran dan dedikasi luarbiasa dalam membersamai sepak terjang IKA-UB di Probolinggo Raya. (fj)

Harmoni dalam Keberagaman : Warga Graha Pelita Regency Bondowoso Gelar Halal Bihalal Lintas Iman

Bondowoso, Berdampak.net – Warga Perumahan Graha Pelita Regency, Kampung Kopi – Tamansari – Bondowoso, menggelar kegiatan Halal Bihalal lintas iman pada Jumat (10/4/2026) petang, bertempat di Masjid An-Nur.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga yang berasal dari latar belakang agama yang beragam.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh masyarakat perumahan tanpa memandang perbedaan keyakinan. Mereka berkumpul dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, saling bersalaman serta bermaafan sebagai bagian dari tradisi Halal Bihalal yang sarat makna.

Halal Bihalal lintas iman ini merupakan upaya nyata dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di lingkungan tempat tinggal. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog sosial yang memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan.

“Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersatu. Justru dari keberagaman inilah kita belajar saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai,” ujar Ketua RT yang turut hadir.

Selain ramah tamah, kegiatan juga diisi dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh ustadz Wasit selaku Dewan Pembina ALIFYA, beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan, saling menghormati, serta menumbuhkan kepedulian sosial antarwarga.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, berharap tradisi Halal Bihalal lintas iman dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, nilai-nilai harmoni dan persaudaraan dapat terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. (sa)

Industri Alas Kaki Indonesia Kian Kokoh, Indonesia Footwear Summit 2026 Dorong Peluang Ekspor dan Investasi

Jakarta, Berdampak.net — Industri alas kaki Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan dan semakin memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Untuk memperkuat momentum ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah Indonesia Footwear Summit 2026 yang digelar pada 13–15 April 2026 di DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta — forum internasional pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia hasil kolaborasi ECV International dengan APRISINDO.

Summit ini menghadirkan perwakilan merek global, produsen, pemasok bahan baku dan teknologi, asosiasi industri, konsultan, investor, serta pelaku rantai pasok internasional. Kehadiran kementerian terkait, termasuk perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, memperkuat fokus forum pada fasilitasi investasi dan pengembangan industri berkelanjutan.

Ketua Umum APRISINDO, Anton J. Supit, menyatakan bahwa nilai ekspor alas kaki Indonesia pada 2025 mencapai sekitar US$7,98 miliar—naik 9,54% dibanding 2024—dan total volume ekspor mencapai sekitar 601 juta pasang, menempatkan Indonesia sebagai eksportir alas kaki terbesar ketiga dunia. Pasar utama masih Amerika Serikat (sekitar 30%), diikuti Uni Eropa dan China.

Ketua Dewan Pembina APRISINDO, Eddy Widjanarko, menilai summit ini strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi dan sourcing global, memanfaatkan tren relokasi rantai pasok dan minat investasi dari merek internasional. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan industri ke PT Aggiomultimex International Group untuk menunjukkan kapasitas produksi dan peluang kemitraan.

Dengan forum ini, diharapkan kolaborasi global, investasi, dan akses pasar ekspor bagi produk alas kaki Indonesia akan semakin meningkat, mendorong transformasi industri menuju inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan. (rh)

Peletakan Batu Pertama Pabrik Melamine Terbesar di Indonesia Dimulai

Gresik, Berdampak.net – Peletakan batu pertama pembangunan pabrik melamine terbesar di Indonesia resmi digelar pagi ini di kawasan industri JIIPE, Gresik. Proyek ini merupakan kerja sama empat perusahaan raksasa dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan China, dengan investasi awal lebih dari Rp 10 triliun dan kapasitas produksi diperkirakan menjadi salah satu terbesar di dunia.

Groundbreaking dilakukan secara simbolis oleh Menko Perekonomian, didampingi perwakilan Kementerian Investasi, Duta Besar China, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Gresik, dan pimpinan kawasan JIIPE serta hadir ketua DPP Apindo Jawa Timur. Pemerintah dan mitra proyek menegaskan komitmen percepatan perizinan, transfer teknologi, serta penciptaan lapangan kerja lokal.

Manajemen proyek menyatakan investasi akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi, pengelolaan lingkungan, dan R&D. Pabrik diharapkan memperkuat rantai nilai industri kimia nasional dan mendorong ekspor. (rh)

Gelar Kick Off AUM 2026, APINDO Jatim Perkuat Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM

Surabaya, berdampak.net – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur resmi memulai langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui acara Kick Off APINDO UMKM Merdeka (AUM) Tahun 2026. Mengusung tema “Kolaborasi untuk Negeri”, program ini menjadi wadah sinergi konkret antara akademisi, praktisi, dan pelaku usaha kecil menengah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi tanda dimulainya program magang kolaboratif yang melibatkan 23 mahasiswa terpilih dari dua perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Selama program berjalan, para mahasiswa akan didampingi oleh 4 mentor berpengalaman untuk membantu transformasi bisnis di 6 unit UMKM yang menjadi mitra.

Membangun Sinergi Lewat Diskusi Terpumpun

Agenda utama dalam kick off ini adalah sesi diskusi kelompok intensif yang mempertemukan mahasiswa peserta magang, perwakilan UMKM, dan para mentor. Diskusi ini dirancang untuk:

  • Penyelarasan Ekspektasi: Memastikan target mahasiswa sejalan dengan kebutuhan riil para pelaku UMKM.
  • Perumusan Rencana Kerja: Menyusun strategi taktis yang akan diimplementasikan selama masa program untuk meningkatkan daya saing produk.
  • Transfer Pengetahuan: Membangun pemahaman awal mengenai tantangan industri di lapangan.

Langkah Nyata untuk Negeri

Program AUM 2026 bukan sekadar program magang biasa. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan inovasi segar bagi UMKM, sementara pelaku usaha mendapatkan akses terhadap pemikiran akademis dan pendampingan profesional dari mentor APINDO.

“Kegiatan ini adalah langkah awal untuk merumuskan rencana kerja yang solid. Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi yang tercipta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” ujar salah satu perwakilan panitia di sela-sela diskusi.

Dengan dimulainya Kick Off ini, APINDO Jawa Timur optimistis bahwa integrasi antara dunia pendidikan dan sektor UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (rh)