Ketua JongMa Probolinggo Raya: Pilkada oleh DPRD Bukan Solusi Atasi Politik Uang

Probolinggo, Berdampak.net — Ketua Jong Madura (JongMa) Probolinggo Raya, Ponirin Mika, menanggapi wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukan jawaban atas persoalan politik uang yang kerap terjadi dalam pilkada langsung.

Menurut Ponirin, dalih pencegahan money politics tidak serta-merta bisa dibenarkan dengan mengalihkan pemilihan kepala daerah kepada DPRD. Ia menilai praktik tersebut tetap berpotensi terjadi, bahkan dengan pola yang lebih tertutup.

“Kalau alasannya karena politik uang, apakah dengan dipilih DPRD hal itu tidak terjadi? Justru potensi itu tetap ada dan bisa terpusat pada kelompok dewan,” ujar Ponirin saat diwawancarai.

Ia juga menekankan bahwa pelibatan langsung masyarakat dalam pilkada selama ini telah mendorong meningkatnya kesadaran politik publik. Partisipasi rakyat, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan demokrasi.

“Diakui atau tidak, rakyat sekarang semakin melek politik karena mereka dilibatkan langsung dalam proses demokrasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Ponirin mengakui perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pilkada. Namun, evaluasi tersebut harus diarahkan pada perbaikan sistem dan penguatan kualitas kepemimpinan.

“Evaluasi pilkada itu perlu, benar. Tapi yang harus dicari adalah figur pemimpin berbasis meritokrasi, bukan dengan mengurangi hak pilih rakyat,” pungkasnya.

Ia berharap setiap wacana perubahan sistem pilkada dikaji secara matang dengan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.

IKA UM Probolinggo Raya Gelar Jamming Session, Dorong UMKM dan Pererat Silaturahmi Alumni

Probolinggo, Berdampak.net – Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang (IKA UM) Probolinggo Raya menggelar kegiatan Jamming Session di GOR A. Yani, Jumat (9/1/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi alumni UM sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Probolinggo Raya.
Jamming Session dikemas dalam pertunjukan musik kolaboratif yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain menjadi sarana ekspresi seni dan hiburan, kegiatan ini juga memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi UMKM yang berjualan di sekitar area kegiatan.
Anggota IKA UM Probolinggo Raya, Johan Dwi Angga, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen alumni Universitas Negeri Malang untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Jamming Session ini kami rancang sebagai ajang silaturahmi alumni UM dengan masyarakat umum, sekaligus bentuk dukungan terhadap UMKM lokal. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Johan Dwi Angga, yang juga menjabat sebagai Ketua Bawaslu Kota Probolinggo.
Sementara itu, Kartono, selaku tim penyelenggara, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, khususnya yang berada di sekitar GOR A. Yani.
“Kami melihat peningkatan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung. Antusiasme pengunjung cukup tinggi dan ini sangat membantu pelaku UMKM di area GOR A. Yani,” kata Kartono.
Melalui kegiatan ini, IKA UM Probolinggo Raya berharap dapat terus membangun ruang kolaborasi antara alumni, komunitas, dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal di Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Pemkab Probolinggo Gelar Sosialisasi UMK & UMSK di Mall Pelayanan Publik, Ratusan Perusahaan Hadiri Kegiatan Penting Ini

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar kegiatan Sosialisasi Kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Gedung Pertemuan Mall Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan perwakilan perusahaan dari berbagai sektor usaha yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo, Bapak Saniwar, dan turut dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta perwakilan dari Bidang Hukum Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Kadisnaker Saniwar menegaskan bahwa kebijakan UMK dan UMSK merupakan instrumen penting dalam menjaga keadilan pengupahan serta keberlangsungan usaha.

“UMK dan UMSK ini bukan sekadar angka di dalam keputusan, tetapi adalah kebijakan strategis untuk memastikan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga stabilitas perusahaan dan ekonomi daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa regulasi ini dipahami, dipatuhi, dan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Apindo Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Apindo menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan pekerja dan kemampuan dunia usaha agar hubungan industrial tetap harmonis.

“Apindo pada prinsipnya mendukung penuh regulasi ketenagakerjaan dan kebijakan pengupahan yang telah ditetapkan pemerintah. Namun kami juga melihat pentingnya kebijakan ini diterapkan secara realistis dan proporsional. Kesejahteraan pekerja tentu menjadi prioritas, tetapi perusahaan juga harus tetap mampu bertahan, tumbuh, dan terus membuka lapangan pekerjaan,” disampaikan perwakilan Apindo.

menambahkan bahwa dengan dialog tripartit yang sehat, transparan, dan berbasis data, kebijakan pengupahan tidak hanya akan memberikan perlindungan bagi pekerja, tetapi juga mampu menjaga iklim investasi serta daya saing industri di Kabupaten Probolinggo. “Intinya, kita ingin kebijakan yang adil, berkelanjutan, dan membawa manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Selain pemaparan materi terkait dasar hukum, mekanisme penetapan, serta perbedaan UMK dan UMSK, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Dalam forum ini, para pelaku usaha diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, dan persoalan riil yang dihadapi di lapangan.

BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan turut memberikan penjelasan penting terkait jaminan perlindungan sosial bagi tenaga kerja, sehingga perusahaan semakin memahami keterkaitan antara kebijakan pengupahan dan kewajiban perlindungan pekerja.

Antusiasme kehadiran ratusan perusahaan menunjukkan komitmen kuat dunia usaha Kabupaten Probolinggo dalam mendukung kebijakan pemerintah serta membangun hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan seluruh perusahaan di Kabupaten Probolinggo semakin memahami ketentuan UMK dan UMSK, serta mampu mengimplementasikannya dengan baik demi kesejahteraan pekerja dan kemajuan perekonomian daerah. (rh)

Gus Yahya: Ibu Adalah Sumber Doa dan Keikhlasan Tanpa Jeda

JAKARTA, Berdampak.net – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pesan menyentuh dalam memperingati Hari Ibu. Melalui unggahan di akun media sosialnya, tokoh yang akrab disapa Gus Yahya ini menekankan bahwa sosok ibu merupakan pilar utama kekuatan spiritual dan mental bagi keluarga.

​Dalam unggahan tersebut, Gus Yahya mengawali pesannya dengan sebuah kutipan sarat makna.

“Jika seorang hamba tidak menambah rasa cintamu, maka sejatinya engkau belum benar-benar mencintai.” Kalimat ini menjadi pembuka refleksi mendalam mengenai hakikat cinta dan pengabdian.
​Secara khusus, Gus Yahya memberikan penghormatan kepada ibunda tercinta serta sosok ibu dari anak-anaknya. Ia menyebut mereka sebagai mata air kekuatan yang konsisten menjaga harmoni keluarga.

​”Selamat Hari Ibu untuk ibuku dan ibunya anak-anak, sumber doa, daya tahan, dan keikhlasan yang tak pernah terjeda,” tulis Gus Yahya melalui akun X (Twitter) miliknya.

​Pesan tersebut menggarisbawahi tiga peran krusial ibu dalam pandangan Gus Yahya.

​Keikhlasan Tanpa Jeda: Wujud pengabdian tulus yang mengalir terus-menerus tanpa mengharap pamrih.
​Unggahan ini pun memantik simpati luas dari warganet, yang memandang pesan tersebut sebagai pengingat bagi setiap anak dan suami untuk senantiasa memuliakan perempuan yang telah menjadi fondasi bagi peradaban kecil di dalam rumah tangga.

Terpilih Aklamasi MUSDA IV, Prof. Dr. KH. M. Sulton PimpinMUI Kota ProbolinggoMasa Khudmat 2025–2030

Probolinggo, Berdampak.net – 21 Desember 2025
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) IV pada Ahad, 21 Desember 2025, bertempat di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo.
Musda IV MUI Kota Probolinggo mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama untuk Kota Probolinggo Religius, Aman, dan Bermartabat”, sebagai refleksi komitmen ulama dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga persatuan umat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan moral dan sosial masyarakat Kota Probolinggo.
Dalam forum Musda yang berlangsung khidmat, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan tersebut, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA. terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo Masa Khidmat 2025–2030. Ketua Tim Formatur Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP. menjelaskan dalam wawancara usai musda bahwa Pemilihan Ketua Umum dilakukan secara aklamasi, tanpa melalui mekanisme voting.
Keputusan aklamasi ini menjadi momentum bersejarah bagi MUI Kota Probolinggo, karena berbeda dengan pelaksanaan Musda sebelumnya yang menggunakan mekanisme pemungutan suara. Aklamasi tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan, persatuan, dan kesepahaman seluruh peserta Musda terhadap figur dan kepemimpinan Ketua Umum terpilih.
“Musda IV MUI Kota Probolinggo juga menjadi ajang evaluasi program kerja periode sebelumnya serta perumusan arah kebijakan dan program strategis MUI Kota Probolinggo untuk lima tahun ke depan, guna menjawab tantangan umat dan dinamika sosial keagamaan yang terus berkembang”, cetus Hudri
Dalam kesempatan sidang formatur, ketua umum terpilih juga menunjuk M. Dawam Ihsan sebagai sekretaris umum. M. Dawam Ihsan adalah juga sekretaris umum pada periode sebelumnya.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru nanti, MUI Kota Probolinggo diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah, serta mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Kota Probolinggo yang religius, aman, dan bermartabat.
Selanjutnya tim formatur bersama ketua umum terpilih akan menyusun kepengurusan lengkap periode 2025-2030 paling lambat 30 (tiga puluh hari) sejak pelaksanaan musda IV.

IKA UB Probolinggo Raya Gelar Musik Amal, Gotongroyong Bantu Korban Banjir di Tiris dan Krucil

Probolinggo, Berdampak.net – Bencana banjir tak hanya terjadi di Sumatera dan Aceh, tapi juga terjadi di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (11/12/2025) sore, menyebabkan tiga desa terdampak banjir. Ketiga desa tersebut adalah Desa Andungbiru, Desa Tlogoargo, dan Desa Tiris.

Banjir kali ini cukup parah hingga menyebabkan tiga jembatan penghubung antar desa putus diterjang arus deras, juga ada 50 keluarga yang terdampak, dan banyak infrastruktur yang rusak.

Kepedulian untuk membantu korban bencana di Tiris dan Krucil menggema dari Kota Probolinggo. Pada hari Kamis, 18 Desember 2025, IKA-UB Probolinggo Raya menginisiasi panggung Musik Amal bertajuk “Sound of Humanity”, sebuah gerakan kemanusiaan yang digagas secara sukarela demi membantu pemulihan pascabencana di Tiris dan Krucil.

Ketua Umum IKA-UB Probolinggo Raya, Tri Septa Agung Pamungkas, mengatakan panggung musik amal ini menjadi bagian dari upaya penggalangan dana sekaligus komitmen kepedulian IKA-UB Probolinggo terhadap korban bencana banjir di Tiris dan Krucil.

“Konsep musik amal ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga medium solidaritas kemanusiaan. Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kota Probolinggo, Walikota Probolinggo Bapak Dokter Aminudi, Kepala Dispopar Parekraf Bapak Abas, serta seluruh keluarga besar IKA-UB di Probolinggo Raya,” ujarnya.

Gerakan kemanusiaan ini menekankan bahwa meski bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan korban, ini adalah bentuk semangat gotongroyong alumni Universitas Brawijaya yang ada di Probolinggo Raya untuk meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak banjir di Tiris dan Krucil.

Ketua IKA-UB Probolinggo juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan yang berpotensi memicu bencana lanjutan. “Kami menghimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor, khususnya saat curah hujan tinggi,” tambahnya.