RS Graha Sehat dan Bank Jatim Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Sinergi Layanan Keuangan dan Kesehatan

Probolinggo, Berdampak.net – Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), Rabu 5 November 2025.

Kerja sama ini berfokus pada layanan jasa keuangan perbankan dan layanan jasa kesehatan sebagai upaya memperkuat sinergi antara sektor kesehatan dan perbankan di daerah.

Acara penandatanganan berlangsung di Ruang VIP Pertemuan Alino, dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi.
Dari pihak RS Graha Sehat, hadir:
• Ir. H. Made Sindrajaya, Direktur Utama PT Graha Sehat Lestari Kraksaan
• Ni Nyoman Sita, Komisaris PT Graha Sehat Lestari Kraksaan
• dr. Susanti Sugianto, MARS, Direktur RS Graha Sehat

Sementara dari pihak Bank Jatim, hadir:
• Rahman Subiyantoro, Vice President Hubungan Kelembagaan, beserta tim
• Yety Fitria, Vice President Dana dan Jasa, beserta tim
• M. Machfud Hidayat, Vice President Digital Banking, beserta tim

Sinergi Dua Sektor Strategis

Dalam sambutannya, dr. Susanti Sugianto, MARS menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan di RS Graha Sehat.

“Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menciptakan tata kelola keuangan yang lebih terintegrasi, sekaligus membuka peluang inovasi dalam layanan digital yang mendukung kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Rahman Subiyantoro, selaku perwakilan dari Bank Jatim, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung sektor kesehatan daerah melalui produk dan layanan perbankan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan institusi kesehatan.

“Kami ingin menjadi mitra strategis bagi RS Graha Sehat dalam memperkuat sistem keuangan, baik untuk payroll karyawan, pembayaran layanan kesehatan, maupun pengembangan digital banking di lingkungan rumah sakit,” tuturnya.

Menambahkan hal tersebut, Ir. H. Made Sindrajaya, Direktur Utama PT Graha Sehat Lestari, menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berbicara tentang efisiensi keuangan, tetapi juga tentang membangun ekosistem pelayanan publik yang berdaya saing.

“Kami percaya, kolaborasi dengan Bank Jatim akan membawa manfaat luas bagi masyarakat Probolinggo. Dengan dukungan sistem keuangan yang transparan dan digitalisasi layanan, RS Graha Sehat dapat terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik dengan semangat Impactful Healthcare — Tak Hanya Mengobati, Tapi Menghidupi,” ujarnya.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Melalui kerja sama ini, ruang lingkup sinergi meliputi:
• Implementasi cash management system untuk efisiensi transaksi keuangan rumah sakit;
• Fasilitas payroll system dan layanan kartu pegawai Bank Jatim;
• Pengembangan sistem pembayaran digital bagi pasien dan rekanan;
• Literasi dan edukasi keuangan bagi tenaga kesehatan serta karyawan RS Graha Sehat.

Acara ditutup dengan penandatanganan dokumen resmi oleh kedua belah pihak dan sesi foto bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemitraan antara sektor kesehatan dan perbankan daerah menuju pelayanan publik yang modern, transparan, dan berdaya saing.

Setetes Darah dari Hati, Ada Cerita di Balik Donor Darah Rutin RS Graha Sehat

Probolinggo, Berdampak.net – Pagi itu, sinar matahari baru saja menembus celah pepohonan di halaman Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan. Udara terasa segar, tapi ada sesuatu yang lebih hangat dari sekadar cahaya matahari semangat kepedulian yang memancar dari puluhan orang yang berkumpul di area parkir rumah sakit.

Mereka datang dengan niat sederhana, mendonasikan darah untuk kehidupan orang lain. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan makna besar tentang kemanusiaan, tentang berbagi, dan tentang rasa saling peduli di tengah kesibukan hidup.

Kegiatan donor darah rutin dua bulan sekali ini merupakan kolaborasi antara RS Graha Sehat dan PMI Kabupaten Probolinggo, yang telah menjadi agenda tetap rumah sakit. Setiap kali kegiatan digelar, suasananya selalu hangat dan penuh harapan.

“Donor darah bukan hanya soal memberi, tapi juga tentang mengingatkan diri kita bahwa hidup ini saling terhubung,” tutur Andreas, perwakilan manajemen RS Graha Sehat, sambil menyaksikan rekan-rekan tenaga medis bergantian duduk di kursi donor.

“Setiap tetes darah yang diberikan bisa menjadi peluang hidup bagi seseorang yang belum tentu kita kenal. Itulah esensi dari pelayanan yang berjiwa kemanusiaan.”

Di antara para pendonor pagi itu, ada Eko Wahyudi (40), warga Kraksaan yang tampak tenang menunggu gilirannya. Ia sudah beberapa kali ikut dalam kegiatan serupa.

“Saya tidak tahu darah ini akan mengalir ke tubuh siapa, tapi yang saya tahu pasti ada orang yang akan sembuh, ada keluarga yang akan tersenyum lagi. Itu sudah cukup membuat hati saya tenang,” katanya lirih, dengan senyum kecil yang tulus.

Dari balik meja registrasi, para tenaga medis sibuk memeriksa tekanan darah dan kadar hemoglobin calon pendonor. Namun tak ada kesan tegang — yang ada justru suasana akrab dan saling menyemangati. Seorang perawat bahkan sempat bercanda ringan agar pendonor pertama tidak gugup.

Bagi RS Graha Sehat, kegiatan donor darah bukan sekadar agenda rutin, tetapi wujud nyata komitmen kemanusiaan. Rumah sakit yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini ingin menanamkan nilai bahwa tenaga kesehatan bukan hanya penyembuh, tapi juga pelopor empati.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu berakhir dengan senyum di wajah para peserta. Di tangan mereka tergenggam selembar sertifikat kecil dari PMI bukan sekadar tanda bukti, tapi simbol kontribusi bagi kehidupan.

Sebelum meninggalkan lokasi, Andreas kembali berpesan,

“Kami ingin kegiatan ini terus berjalan, bukan karena kewajiban, tapi karena keyakinan bahwa kebaikan harus menjadi budaya. Donor darah adalah cara sederhana untuk menjaga rasa kemanusiaan tetap hidup di sekitar kita.”

Dan pagi itu, di halaman RS Graha Sehat, setetes darah menjadi saksi bahwa di dunia yang sibuk dan penuh tuntutan, masih ada ruang untuk peduli. (fj)

1000 Perempuan Probolinggo Ikuti Skrining Kanker Payudara Gratis selama 3 hari, Sinergi RS Graha Sehat, Siloam Hospitals, dan Bank Jatim

Probolinggo, Berdampak.net – 10 September 2025.
Sebanyak 1000 perempuan di Kabupaten Probolinggo mengikuti skrining kanker payudara gratis yang digelar RS Graha Sehat Kraksaan bersama Siloam Hospitals melalui program Selangkah, dengan dukungan penuh Bank Jatim sebagai sponsor utama.

Kegiatan berlangsung 10–12 September 2025 di ALINO Hall Kraksaan, meliputi talk show kesehatan dan pemeriksaan USG payudara gratis.

Direktur RS Graha Sehat, dr. Susanti Sugianto, MARS, menyebut kegiatan ini bentuk kepedulian nyata. “Kami terharu dan bangga bisa menghadirkan layanan ini untuk masyarakat Probolinggo terkusus animonya hingga 1000 lebih,” katanya.

Perwakilan Siloam Hospitals, Kathleen Fidelia, menekankan pentingnya pencegahan. “Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, kami hadirkan pemeriksaan ini untuk masyarakat kabupaten probolinggo” ujarnya.

Dari Vice president hubungan kelembagaan Bank Jatim, Rachman Subiyantoro menegaskan komitmen sosial perusahaan. “Kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya memeriksakan diri sejak dini, dari sinilah kami tergugah untuk mendukung” ungkapnya.

dr. Hariawan Dwi Tantomo, M.M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo, menyebut acara ini strategis. “Kanker payudara masih tinggi, skrining ini diharapkan berlanjut, dan bapak bupati merespon hal ini dengan baik” ujarnya.

Sementara itu, dr. Syahrudi, Sp.B selaku Ketua IDI Probolinggo, menambahkan: “Kolaborasi lintas sektor penting agar pesan deteksi dini sampai ke masyarakat.”

Selain Bank Jatim, acara ini juga didukung sponsor pendukung seperti Sanbe, PT POMI, Bernofarm, Dexa OGB, Hexpharm Jaya, OTTO, PT SIG, Samator, PT Artha, PT IHS, PT Mestika Farma, PT Global Jaya Mulia, Lapi Laboratories, Novel Titan, Novel Venus, dan Sigma Anestesi Novel.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran perempuan Probolinggo terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara semakin meningkat, sehingga kasus bisa ditemukan lebih awal dan peluang kesembuhan lebih besar. (fj)

Warga Keluhkan BPJS Pasca PHK, Khairul Anam: Perlu Solusi Konkret Agar Tidak Ada yang Kehilangan Akses Kesehatan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam kegiatan Reses anggota DPRD, warga menyampaikan keluhan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya ditanggung oleh perusahaan, namun kini harus dibayar sendiri setelah mereka mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam yang akrab dipanggil Cak Anam, dari Fraksi PDI Perjuangan menerima aspirasi warga yang mengaku kesulitan membayar iuran BPJS setelah tidak lagi bekerja. “Ini masalah serius yang harus segera dicarikan solusi. Kesehatan adalah hak dasar, dan jangan sampai warga kehilangan akses layanan kesehatan hanya karena kendala administrasi atau ketidakmampuan membayar,” ujar Khairul Anam. Kamis (13/03/2025).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi, BPJS Kesehatan pekerja yang terkena PHK sebenarnya masih aktif hingga enam bulan setelah pemberhentian kerja, sesuai Perpres No. 82 Tahun 2018. Namun, setelah periode itu berakhir, mereka harus beralih menjadi peserta mandiri atau masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh pemerintah.

Untuk mengatasi hal ini, Khairul Anam menegaskan akan mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar warga yang tidak mampu bisa mendapatkan bantuan iuran BPJS. Akan tetapi ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena saat ini masih ada proses migrasi DTKS menjadi DTSEN. Selain itu, ia juga meminta agar Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan mempermudah proses pendaftaran peserta PBI bagi warga yang terdampak PHK.

“Kami di DPRD, khususnya Fraksi PDI Perjuangan, akan mengawal masalah ini agar ada solusi konkret. Selain mendorong pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk membantu warga, kami juga akan memastikan adanya program pelatihan kerja dan wirausaha bagi mereka yang terdampak PHK, sehingga mereka bisa kembali bekerja dan tetap memiliki jaminan kesehatan,” tegasnya.

Khairul Anam berharap warga yang mengalami kendala dalam kepesertaan BPJS segera melaporkan ke pihak desa atau dinas terkait agar dapat dibantu dalam proses administrasi. “Kami siap menjadi jembatan bagi masyarakat agar tidak ada yang kehilangan akses kesehatan karena persoalan biaya,” pungkasnya. (fiq)

Gus Chasbullah Kafabie, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo; “Jadikan Momentum Ramadhan untuk Hidup Sehat”

Probolinggo, Berdampak.net – Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memulai pola hidup sehat, serta ajang pembelajaran dalam manajemen diri. Hal itu disampaikan oleh Gus Chasbullah Kafabie, Anggota DPR-D Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Beliau menyebut, di Bulan Ramadhan umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, hal ini menurutnya harus dijadikan momentum untuk membersihkan diri dari hal-hal yang kurang baik.

Menurutnya, Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan merupakan bulan Al-Qur’an. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah bertaubat dari segala dosa, membersihkan hati dari kebencian, dan menyiapkan diri secara spiritual.

“Menyambut tamu agung (Ramdhan, red) ini tentu harus dilakukan dengan penuh suka cita dan persiapan yang terbaik dengan bekal iman, ilmu, harta, dan kesehatan agar dapat memaksimalkan ibadah selama Ramadhan,” ujarnya, Sabtu (01/03/2025) petang.

Persiapan ini bahkan harus melebihi segala persiapan agenda atau acara yang pernah kita lakukan, karena Ramadan adalah tamu spesial, anugerah luar biasa yang menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

“Bertemu dengan Ramadan adalah moment yang dinantikan, sebuah nikmat yang patut disyukuri. Mungkin, kita telah bertemu Ramadhan puluhan kali, setidaknya pengalaman sebelumnya itu menjadi motivasi untuk Ramadhan kali ini dengan tekad lebih baik,” lanjutnya.

Puasa terbukti memberikan dampak positif bagi metabolisme tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu detoksifikasi tubuh, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

“Dalam sisi Kesehatan, saat berpuasa, tubuh beradaptasi dengan membakar lemak sebagai sumber energi utama, yang dapat membantu dalam pengelolaan berat badan dan peningkatan fungsi otak,” katanya.

Namun, untuk meraih manfaat maksimal dari puasa, beliau berpesan, untuk menjaga pola makan yang sehat, menghindari konsumsi makanan berlebihan saat berbuka, “Mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga hidrasi sangat penting agar tubuh tetap fit selama sebulan penuh. Selain itu, menjaga aktivitas fisik ringan juga membantu tubuh tetap bugar, hindari juga makanan yang mengakibatkan tidak baik, yang mengandung lemak berlebih, karena di Masyarakat kita ini kalau buka puasa itu ingin makan semuanya seperti kolak, gorengan dan lain-lainnya, jadi harus dikontrol agar tubuh bisa tetap fit,” lanjutnya.

Di samping manfaat kesehatan, bulan puasa juga merupakan ajang pembelajaran dalam manajemen diri. Dengan menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga matahari terbenam, seseorang melatih kesabaran dan pengendalian diri. Hal ini berimplikasi pada kehidupan sehari-hari, di mana individu menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kontrol emosi yang lebih baik.

“Tak hanya itu, bulan Ramadhan juga mengajarkan pentingnya manajemen waktu. Aktivitas sehari-hari diatur agar tetap produktif meskipun dalam kondisi berpuasa. Pembagian waktu antara ibadah, pekerjaan, dan istirahat menjadi lebih terstruktur. Rutinitas seperti sahur dan berbuka puasa secara tidak langsung menciptakan ritme hidup yang lebih tertata. Semoga kita semua bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramdhan ini dengan khusyuk dan hikmat,” tutupnya. (fiq)

Sumber Air Belerang Misgilomi Desa Kaduara Timur Sumenep, Baik Untuk dibuat Mandi

Sumenep, Berdampak.net – Sumber Air Belerang Misgilomi, Desa Kaduara Timur, Pragaan, Kabupaten Sumenep, mengandung belerang dengan kadar 30,43 mg/liter, hal itu ditunjukkan dengan dilakukannya uji sampel yang dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan skema Program Pengembanangan Desa Binaan (PKM skema PPDB) dari Sekolah Pascasarjana Univeristas Airlangga, Tim terdiri dari Ni Made Sukartini (Ketua, Sekolah Pascasarjana dan FEB UNAIR), Jani Purnawanti (Fakultas Hukum UNAIR), Achmad Solihin dan Akhmad Jayadi (FEB UNAIR). Pada Bulan Desember 2024 kemarin.

Dengan demikian, sumber air Belerang Misgilomi aman dan baik untuk dibuat mandi oleh pengunjung, dan semakin memantapkan keyakinan banyak warga sekitar bahwa sumber belerang tersebut dapat menyembuhkan beberapa penyakit kulit.

Mendapati hasil uji sampel tersebut, Direktur Bumdesa Gema Bangsa, Usman Efendi mengatakan, kedepan pihaknya akan menciptakan produk air bersih yang bersumber dari Sumber Air Belerang Misgilomi untuk dibuat mandi oleh masyarakat, yang bernilai ekonomis.

“Nanti InsyaAllah akan diciptakan produk yang bisa dijual pada masyarakat. Misal air galon untuk dibawa pulang untuk mandi di rumah,” ujarnya.

Disamping itu, Kepala Desa Kaduara Timur, Prayitno berharap dengan hasil uji laboratorium ini, wisata Sumber Air Belerangan Misgilomi bisa semakin ramai pengunjung, sehingga bisa berdampak kepada kemajuan masyarakat dan desa.

“Semoga dengan hasil lab ini, orang semakin ramai ke Misgilomi untuk mandi sekaligus penyembuhan berbagai penyakit,” harapnya.

Ni Made Sukartini, tim PKM skema PPDB mengatakan, ini merupakan bentuk kontribusi nyata Universitas Airlangga terhadap masyarakat.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata UNAIR terhadap desa Kaduara Timur sebagai mitra dalam kegiatan Pengmas PPDB. Semoga ke depan UNAIR semakin kontributif pada masyarakat, sesuai dengan selogan UNAIR, excellence with morality,” jelasnya. (fiq)