Malang, Berdampak.net – Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) tahun 2025 pada Selasa 19 Agustus 2025. Peserta kegiatan sejumlah 348 mahasiswa baru dari berbagai program magister dan doktor hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi gerbang awal perjalanan akademik mereka di UB. Kegiatan ORDIK tidak sekadar memperkenalkan aturan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang visi misi universitas, tata kelola pendidikan, hingga pengembangan soft skills. Melalui agenda ini, mahasiswa diharapkan dapat membangun jejaring, mengenal lebih dekat budaya akademik, serta menumbuhkan rasa kebersamaan lintas program studi.
Tingginya animo pendaftar tahun ini menunjukkan bahwa Pascasarjana UB semakin dipercaya sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi lanjut. Menariknya, mayoritas mahasiswa baru berasal dari kalangan karyawan aktif yang membutuhkan sistem pembelajaran fleksibel tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Fleksibilitas perkuliahan menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Sekolah Pascasarjana. UB menyediakan skema kuliah tatap muka, daring, maupun hybrid sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan dengan kesibukan profesional masing-masing. Sekolah Pascasarjana UB tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Berbagai mahasiswa baru dengan latar belakang beragam—mulai dari pendidik, birokrat, praktisi, hingga tenaga profesional—saling berbaur dan berbagi pengalaman. Hal ini mencerminkan karakter Sekolah Pascasarjana UB sebagai ruang akademik inklusif yang menampung berbagai pemikiran dan perspektif. Mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan solusi bagi permasalahan nyata di masyarakat.
Menariknya, pada tahun ini terdapat empat karyawan aktif dari PT POMI (Paiton Operations & Maintenance Indonesia) yang mendapatkan kesempatan khusus berupa beasiswa pendidikan untuk menempuh studi di Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan (PSLP) Universitas Brawijaya. Pemberian beasiswa ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus kolaborasi nyata dunia industri dengan dunia akademik. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran melalui pengalaman praktis di lapangan, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Rochman Hidayat HCFC Manager PT POMI menyampaikan bahwa Perusahaan memiliki program education assistance yang merupakan bagian dari program development SDM Perusahaan melalui jalur Pendidikan formal, dimana Karyawan bisa melanjutkan kuliah dari jenjang diploma ke sarjana dan sarjana ke Magister. Dan dengan adanya program di Sekolah Pascasarjana yang mengakui portofolio menjadi SKS sehingga bisa mempersingkat masa kuliah dan juga tentunya dengan gaya pembelajaran yang adaptif terhadap kelas Karyawan tentunya sangat bermanfaat untuk para pekerja khusus di sektor swasta.
Salah satu penerima beasiswa dari PT POMI, M. Lubab, menyampaikan bahwa kesempatan melanjutkan studi di Program Magister PSLP Universitas Brawijaya merupakan pengalaman yang sangat berharga. “Sebagai karyawan aktif, saya sangat terbantu dengan sistem perkuliahan yang fleksibel. Kami bisa mengikuti kelas daring tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan di kantor. Ini sangat memudahkan kami dalam menjaga keseimbangan antara studi dan karier,” ujarnya.
Lubab juga menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran di Sekolah Pascasarjana UB sangat relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini. “Materi kuliah yang aplikatif, diskusi yang terbuka, serta keberagaman latar belakang mahasiswa membuat proses belajar menjadi lebih kaya dan dari berbagai bidang disiplin ilmu yang berbeda serta pengalaman praktik lapangan yang cukup luas. Kami tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman rekan-rekan satu kelas,” katanya.
Ia berharap, kolaborasi antara dunia industri dan akademik seperti ini dapat terus diperluas. “Dengan dukungan perusahaan dan kualitas pendidikan yang adaptif, kami bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat luas tentunya untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya. (fj)