Jelang Liburan Maulid, Kiai Zuhri Zaini Ingatkan Santri Jaga Adab, Disiplin, dan Bijak Gunakan Gawai

Probolinggo, Berdampak.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, KH. Moh. Zuhri Zaini, memberikan tausiah khusus menjelang liburan Maulid 1447 H kepada ribuan santri, Ahad (31/07/2025) di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga disiplin, adab, serta selektif dalam menggunakan gawai selama berada di rumah.

Menurut Kiai Zuhri, liburan adalah jeda yang wajar setelah rutinitas padat di pondok. Namun, libur bukan berarti bebas tanpa batas. Aturan syariat dan pesantren tetap berlaku, bahkan ketika santri berada di rumah. “Hidup ini tidak pernah benar-benar bebas. Minimal, kita semua terikat aturan agama yang mengawal perilaku kita sehari-hari,” tegasnya.

Beliau mengingatkan, aturan sejatinya hadir untuk melindungi dan menuntun manusia, sebagaimana rambu lalu lintas di jalan raya. “Kalau dilanggar, bukan hanya mendapat sanksi, tapi juga membahayakan diri. Aturan adalah jalan menuju kesuksesan, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” jelasnya.

Selain itu, Kiai Zuhri menegaskan liburan tetap harus diisi dengan ibadah dan amaliyah, sekalipun tidak ada jadwal formal seperti di pesantren. Menurutnya, masa liburan memiliki tiga hikmah utama: menghilangkan kejenuhan, menjadi waktu evaluasi diri, dan kesempatan berbakti kepada orang tua.

“Gunakanlah ilmu yang sudah didapat di pondok, khususnya terkait amaliyah, tatakrama, akhlak, dan adab. Hindari lingkungan yang tidak baik agar tidak tertular perilaku buruk,” pesannya.

Kiai Zuhri juga menyoroti peran teknologi yang bisa membawa manfaat sekaligus mudarat. Ia meminta santri bijak memilih tontonan, baik dari televisi maupun HP. “Meski tidak keluar rumah, jika terbiasa menonton tayangan yang tidak baik, perilakunya pun akan terpengaruh,” ujarnya.

Di akhir tausiah, beliau menegaskan pentingnya disiplin dengan kembali tepat waktu ke pesantren usai liburan. “Disiplin adalah syarat keberhasilan dan kesuksesan belajar,” pungkasnya. (pm)

FKUB Kota Probolinggo Gelar Sarasehan Moderasi Beragama untuk Pengurus dan Pembina OSIS SMP/MTs

Probolinggo, 29 Agustus 2025 — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama sejak dini. Melalui kegiatan Sarasehan Moderasi Beragama dengan segmen peserta pengurus dan pembina OSIS SMP/MTs se-Kota Probolinggo, FKUB mengusung tema “Merajut Kebhinnekaan, Merawat Keharmonisan Antar Umat Beragama.”

Kegiatan ini digelar pada Jumat, 29 Agustus 2025 bertempat di Aula PD Muhammadiyah Kota Probolinggo, Jl. Soekarno Hatta. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan secara resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Kesra, Wali Kota Probolinggo menyampaikan pesan khusus kepada para peserta yang mayoritas merupakan pengurus OSIS:

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Di tangan kalianlah wajah Kota Probolinggo bahkan Indonesia akan ditentukan. Sejak dini, kalian harus belajar memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpecah, tetapi justru kesempatan untuk saling melengkapi. Moderasi beragama mengajarkan kita untuk bersikap adil, seimbang, tidak berlebihan, dan mengedepankan persatuan di atas perbedaan. Dengan moderasi beragama, kita bisa menjaga kerukunan, menghindari konflik, dan membangun suasana damai, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.”

Wali Kota juga memberikan apresiasi tinggi kepada FKUB Kota Probolinggo yang senantiasa konsisten menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, karakter moderat, dan jiwa toleransi yang tinggi,” tambahnya.

Ketua FKUB Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya menanamkan nilai moderasi beragama sejak usia dini, khususnya di tingkat SMP/MTs. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat krusial untuk membentuk cara pandang (way of life) yang inklusif dan mampu merajut kehidupan bermasyarakat yang penuh keberagaman. “Dengan demikian, akan tercipta integrasi sosial yang harmonis,” tegasnya.

Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ahmad Zaini (Kasubbag Kementerian Agama Kota Probolinggo) dan Budi Kristianto (Ketua Musyawarah Antar Gereja/MAG) yang memberikan perspektif dari berbagai sudut pandang keagamaan.

Acara ini diikuti oleh 50 ketua dan pembina OSIS SMP/MTs se-Kota Probolinggo, yang diharapkan menjadi duta moderasi beragama di lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FKUB Kota Probolinggo berkomitmen terus menguatkan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan lintas agama demi menjaga harmoni sosial dan memperkuat fondasi kebangsaan di kalangan generasi muda.

Penandatanganan MoU MUI dan BAZNAS Kota Probolinggo tentang Kerja Sama Layanan Keagamaan Islam bagi Muallaf

Probolinggo, 25 Agustus 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo resmi menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Probolinggo melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang layanan keagamaan Islam khususnya dalam pembinaan dan pendampingan muallaf.

Acara penandatanganan MoU berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB bertempat di Cafe n Resto DnC 19, Jalan Pahlawan Kota Probolinggo. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Prof. Dr. KH. M. Sulthon selaku Ketua MUI Kota Probolinggo dan Ustadz Hakimudin, A.Ma.Pd. selaku Ketua BAZNAS Kota Probolinggo.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, jajaran pengurus harian MUI, pimpinan BAZNAS, serta Ketua MUI tingkat kecamatan se-Kota Probolinggo.

Acara berlanjut dengan sosialisasi Muallaf Center MUI Kota Probolinggo, sebuah lembaga khusus yang berfungsi memberikan pembinaan dan pendampingan bagi para muallaf, yang sebelumnya telah diluncurkan pada Milad MUI ke-50.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon menyampaikan maksud dari penandatanganan MoU ini adalah menyelenggarakan program layanan keagamaan Islam khusus bagi muallaf di Kota Probolinggo. Beliau menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki tiga tujuan utama:

  1. Menyelenggarakan program dakwah Islam.
  2. Memberikan layanan keagamaan, pembinaan akidah, kesejahteraan, dan kemandirian muallaf secara berkelanjutan.
  3. Memaksimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah untuk kegiatan pembinaan muallaf sebagai bagian dari ashnaf penerima zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Probolinggo, Ustadz Hakimudin, A.Ma.Pd., menegaskan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh program MUI dalam membina dan mendampingi para muallaf. “BAZNAS akan memastikan dukungan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku, karena muallaf merupakan salah satu dari delapan ashnaf penerima zakat,” ungkapnya.

Dengan adanya kerja sama ini, MUI dan BAZNAS Kota Probolinggo berharap dapat menghadirkan layanan keagamaan yang lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan, sehingga para muallaf dapat semakin mantap dalam akidah serta berdaya secara sosial-ekonomi.

Perkuliahan Fleksibel, Sekolah Pascasarjana Jadi Pilihan Karyawan

Malang, Berdampak.net – Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) tahun 2025 pada Selasa 19 Agustus 2025. Peserta kegiatan sejumlah 348 mahasiswa baru dari berbagai program magister dan doktor hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi gerbang awal perjalanan akademik mereka di UB. Kegiatan ORDIK tidak sekadar memperkenalkan aturan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang visi misi universitas, tata kelola pendidikan, hingga pengembangan soft skills. Melalui agenda ini, mahasiswa diharapkan dapat membangun jejaring, mengenal lebih dekat budaya akademik, serta menumbuhkan rasa kebersamaan lintas program studi.

Tingginya animo pendaftar tahun ini menunjukkan bahwa Pascasarjana UB semakin dipercaya sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi lanjut. Menariknya, mayoritas mahasiswa baru berasal dari kalangan karyawan aktif yang membutuhkan sistem pembelajaran fleksibel tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Fleksibilitas perkuliahan menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Sekolah Pascasarjana. UB menyediakan skema kuliah tatap muka, daring, maupun hybrid sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan dengan kesibukan profesional masing-masing. Sekolah Pascasarjana UB tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Berbagai mahasiswa baru dengan latar belakang beragam—mulai dari pendidik, birokrat, praktisi, hingga tenaga profesional—saling berbaur dan berbagi pengalaman. Hal ini mencerminkan karakter Sekolah Pascasarjana UB sebagai ruang akademik inklusif yang menampung berbagai pemikiran dan perspektif. Mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan solusi bagi permasalahan nyata di masyarakat.

Menariknya, pada tahun ini terdapat empat karyawan aktif dari PT POMI (Paiton Operations & Maintenance Indonesia) yang mendapatkan kesempatan khusus berupa beasiswa pendidikan untuk menempuh studi di Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan (PSLP) Universitas Brawijaya. Pemberian beasiswa ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus kolaborasi nyata dunia industri dengan dunia akademik. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran melalui pengalaman praktis di lapangan, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Rochman Hidayat HCFC Manager PT POMI menyampaikan bahwa Perusahaan memiliki program education assistance yang merupakan bagian dari program development SDM Perusahaan melalui jalur Pendidikan formal, dimana Karyawan bisa melanjutkan kuliah dari jenjang diploma ke sarjana dan sarjana ke Magister. Dan dengan adanya program di Sekolah Pascasarjana yang mengakui portofolio menjadi SKS sehingga bisa mempersingkat masa kuliah dan juga tentunya dengan gaya pembelajaran yang adaptif terhadap kelas Karyawan tentunya sangat bermanfaat untuk para pekerja khusus di sektor swasta.

Salah satu penerima beasiswa dari PT POMI, M. Lubab, menyampaikan bahwa kesempatan melanjutkan studi di Program Magister PSLP Universitas Brawijaya merupakan pengalaman yang sangat berharga. “Sebagai karyawan aktif, saya sangat terbantu dengan sistem perkuliahan yang fleksibel. Kami bisa mengikuti kelas daring tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan di kantor. Ini sangat memudahkan kami dalam menjaga keseimbangan antara studi dan karier,” ujarnya.

Lubab juga menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran di Sekolah Pascasarjana UB sangat relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini. “Materi kuliah yang aplikatif, diskusi yang terbuka, serta keberagaman latar belakang mahasiswa membuat proses belajar menjadi lebih kaya dan dari berbagai bidang disiplin ilmu yang berbeda serta pengalaman praktik lapangan yang cukup luas. Kami tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman rekan-rekan satu kelas,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara dunia industri dan akademik seperti ini dapat terus diperluas. “Dengan dukungan perusahaan dan kualitas pendidikan yang adaptif, kami bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat luas tentunya untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya. (fj)

Khidmat, Ponpes Raudlatul Jannah Probolinggo Gelar Upacara Bendera

Probolinggo, Berdampak.net – Semangat kemerdekaan di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, di Desa Jatiadi Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo Tampak khidmat dimana para santri mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih, Sabtu (17/8/2025).

Pengasuh Ponpes Raudlatul Jannah Habib Ali Zainal Abidin mengatakan, bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga sarat dengan pesan moral. Terutama pendidikan harus bisa diakses secara merata oleh seluruh santri, tanpa ada perbedaan latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Pondok pesantren sejak dulu menjadi pusat pendidikan rakyat. Kami ingin meneguhkan kembali komitmen itu. Semua santri berhak mendapatkan pendidikan yang setara,” katanya

Usai pelaksanaan upacara, suasana semakin semarak dengan digelarnya prosesi potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

Pesantren diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi bangsa yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air. (rh)

Penampilan Drumband MI Nurul Mun’im Memukau dalam Upacara 17 Agustus di Karanganyar

Probolinggo, Berdampak.net – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025 di Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo berlangsung meriah berkat penampilan drumband dari murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Mun’im.

Sebanyak 85 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 tampil memukau dengan membawakan dua lagu, yakni Mars Nurul Jadid dan Indonesia Raya. Meski masih berusia dini, mereka mampu memainkan ritme dengan sangat baik sehingga mengundang decak kagum warga yang menyaksikan langsung.

“Saya kagum pada murid-murid itu,” kata Aisyah, salah satu warga yang hadir di lokasi upacara.

Drumband MI Nurul Mun’im mengiringi prosesi pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh Pasukan Khusus (Kopassus) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Bagian Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid.

Pembina pasukan drumband, Umar Falas, menyatakan kebanggaannya atas partisipasi murid-murid dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. “Kami sangat bangga, murid kami bisa tampil dan ikut andil dalam peringatan hari kemerdekaan,” ujarnya.

Dalam upacara tersebut, 16 personel drumband mengiringi bagian putri, sementara 24 personel mengiringi pengibaran bendera di bagian putra. Penampilan mereka merupakan hasil latihan intensif sebanyak tiga kali, ditambah satu kali latihan khusus untuk penyesuaian dengan petugas upacara.

Drumband merupakan ekstrakurikuler wajib di MI Nurul Mun’im yang bertujuan mengembangkan bakat dan keterampilan siswa. Selain sebagai hiburan, penampilan drumband ini juga menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan baik bagi murid maupun masyarakat sekitar.

Upacara 17 Agustus tahun ini di Karanganyar menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga tradisi kenegaraan dengan semangat dan kemampuan yang luar biasa. (pm)