Penandatanganan MoU MUI dan BAZNAS Kota Probolinggo tentang Kerja Sama Layanan Keagamaan Islam bagi Muallaf

Probolinggo, 25 Agustus 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo resmi menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Probolinggo melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang layanan keagamaan Islam khususnya dalam pembinaan dan pendampingan muallaf.

Acara penandatanganan MoU berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB bertempat di Cafe n Resto DnC 19, Jalan Pahlawan Kota Probolinggo. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Prof. Dr. KH. M. Sulthon selaku Ketua MUI Kota Probolinggo dan Ustadz Hakimudin, A.Ma.Pd. selaku Ketua BAZNAS Kota Probolinggo.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, jajaran pengurus harian MUI, pimpinan BAZNAS, serta Ketua MUI tingkat kecamatan se-Kota Probolinggo.

Acara berlanjut dengan sosialisasi Muallaf Center MUI Kota Probolinggo, sebuah lembaga khusus yang berfungsi memberikan pembinaan dan pendampingan bagi para muallaf, yang sebelumnya telah diluncurkan pada Milad MUI ke-50.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon menyampaikan maksud dari penandatanganan MoU ini adalah menyelenggarakan program layanan keagamaan Islam khusus bagi muallaf di Kota Probolinggo. Beliau menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki tiga tujuan utama:

  1. Menyelenggarakan program dakwah Islam.
  2. Memberikan layanan keagamaan, pembinaan akidah, kesejahteraan, dan kemandirian muallaf secara berkelanjutan.
  3. Memaksimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah untuk kegiatan pembinaan muallaf sebagai bagian dari ashnaf penerima zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Probolinggo, Ustadz Hakimudin, A.Ma.Pd., menegaskan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh program MUI dalam membina dan mendampingi para muallaf. “BAZNAS akan memastikan dukungan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku, karena muallaf merupakan salah satu dari delapan ashnaf penerima zakat,” ungkapnya.

Dengan adanya kerja sama ini, MUI dan BAZNAS Kota Probolinggo berharap dapat menghadirkan layanan keagamaan yang lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan, sehingga para muallaf dapat semakin mantap dalam akidah serta berdaya secara sosial-ekonomi.

Perkuliahan Fleksibel, Sekolah Pascasarjana Jadi Pilihan Karyawan

Malang, Berdampak.net – Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) tahun 2025 pada Selasa 19 Agustus 2025. Peserta kegiatan sejumlah 348 mahasiswa baru dari berbagai program magister dan doktor hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi gerbang awal perjalanan akademik mereka di UB. Kegiatan ORDIK tidak sekadar memperkenalkan aturan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang visi misi universitas, tata kelola pendidikan, hingga pengembangan soft skills. Melalui agenda ini, mahasiswa diharapkan dapat membangun jejaring, mengenal lebih dekat budaya akademik, serta menumbuhkan rasa kebersamaan lintas program studi.

Tingginya animo pendaftar tahun ini menunjukkan bahwa Pascasarjana UB semakin dipercaya sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi lanjut. Menariknya, mayoritas mahasiswa baru berasal dari kalangan karyawan aktif yang membutuhkan sistem pembelajaran fleksibel tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Fleksibilitas perkuliahan menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Sekolah Pascasarjana. UB menyediakan skema kuliah tatap muka, daring, maupun hybrid sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan dengan kesibukan profesional masing-masing. Sekolah Pascasarjana UB tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Berbagai mahasiswa baru dengan latar belakang beragam—mulai dari pendidik, birokrat, praktisi, hingga tenaga profesional—saling berbaur dan berbagi pengalaman. Hal ini mencerminkan karakter Sekolah Pascasarjana UB sebagai ruang akademik inklusif yang menampung berbagai pemikiran dan perspektif. Mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan solusi bagi permasalahan nyata di masyarakat.

Menariknya, pada tahun ini terdapat empat karyawan aktif dari PT POMI (Paiton Operations & Maintenance Indonesia) yang mendapatkan kesempatan khusus berupa beasiswa pendidikan untuk menempuh studi di Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan (PSLP) Universitas Brawijaya. Pemberian beasiswa ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus kolaborasi nyata dunia industri dengan dunia akademik. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran melalui pengalaman praktis di lapangan, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Rochman Hidayat HCFC Manager PT POMI menyampaikan bahwa Perusahaan memiliki program education assistance yang merupakan bagian dari program development SDM Perusahaan melalui jalur Pendidikan formal, dimana Karyawan bisa melanjutkan kuliah dari jenjang diploma ke sarjana dan sarjana ke Magister. Dan dengan adanya program di Sekolah Pascasarjana yang mengakui portofolio menjadi SKS sehingga bisa mempersingkat masa kuliah dan juga tentunya dengan gaya pembelajaran yang adaptif terhadap kelas Karyawan tentunya sangat bermanfaat untuk para pekerja khusus di sektor swasta.

Salah satu penerima beasiswa dari PT POMI, M. Lubab, menyampaikan bahwa kesempatan melanjutkan studi di Program Magister PSLP Universitas Brawijaya merupakan pengalaman yang sangat berharga. “Sebagai karyawan aktif, saya sangat terbantu dengan sistem perkuliahan yang fleksibel. Kami bisa mengikuti kelas daring tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan di kantor. Ini sangat memudahkan kami dalam menjaga keseimbangan antara studi dan karier,” ujarnya.

Lubab juga menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran di Sekolah Pascasarjana UB sangat relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini. “Materi kuliah yang aplikatif, diskusi yang terbuka, serta keberagaman latar belakang mahasiswa membuat proses belajar menjadi lebih kaya dan dari berbagai bidang disiplin ilmu yang berbeda serta pengalaman praktik lapangan yang cukup luas. Kami tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman rekan-rekan satu kelas,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara dunia industri dan akademik seperti ini dapat terus diperluas. “Dengan dukungan perusahaan dan kualitas pendidikan yang adaptif, kami bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat luas tentunya untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya. (fj)

Khidmat, Ponpes Raudlatul Jannah Probolinggo Gelar Upacara Bendera

Probolinggo, Berdampak.net – Semangat kemerdekaan di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, di Desa Jatiadi Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo Tampak khidmat dimana para santri mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih, Sabtu (17/8/2025).

Pengasuh Ponpes Raudlatul Jannah Habib Ali Zainal Abidin mengatakan, bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga sarat dengan pesan moral. Terutama pendidikan harus bisa diakses secara merata oleh seluruh santri, tanpa ada perbedaan latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Pondok pesantren sejak dulu menjadi pusat pendidikan rakyat. Kami ingin meneguhkan kembali komitmen itu. Semua santri berhak mendapatkan pendidikan yang setara,” katanya

Usai pelaksanaan upacara, suasana semakin semarak dengan digelarnya prosesi potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

Pesantren diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi bangsa yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air. (rh)

Penampilan Drumband MI Nurul Mun’im Memukau dalam Upacara 17 Agustus di Karanganyar

Probolinggo, Berdampak.net – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025 di Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo berlangsung meriah berkat penampilan drumband dari murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Mun’im.

Sebanyak 85 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 tampil memukau dengan membawakan dua lagu, yakni Mars Nurul Jadid dan Indonesia Raya. Meski masih berusia dini, mereka mampu memainkan ritme dengan sangat baik sehingga mengundang decak kagum warga yang menyaksikan langsung.

“Saya kagum pada murid-murid itu,” kata Aisyah, salah satu warga yang hadir di lokasi upacara.

Drumband MI Nurul Mun’im mengiringi prosesi pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh Pasukan Khusus (Kopassus) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Bagian Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid.

Pembina pasukan drumband, Umar Falas, menyatakan kebanggaannya atas partisipasi murid-murid dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. “Kami sangat bangga, murid kami bisa tampil dan ikut andil dalam peringatan hari kemerdekaan,” ujarnya.

Dalam upacara tersebut, 16 personel drumband mengiringi bagian putri, sementara 24 personel mengiringi pengibaran bendera di bagian putra. Penampilan mereka merupakan hasil latihan intensif sebanyak tiga kali, ditambah satu kali latihan khusus untuk penyesuaian dengan petugas upacara.

Drumband merupakan ekstrakurikuler wajib di MI Nurul Mun’im yang bertujuan mengembangkan bakat dan keterampilan siswa. Selain sebagai hiburan, penampilan drumband ini juga menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan baik bagi murid maupun masyarakat sekitar.

Upacara 17 Agustus tahun ini di Karanganyar menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga tradisi kenegaraan dengan semangat dan kemampuan yang luar biasa. (pm)

Santri Nurul Jadid Ditekankan Jadi Patriot Bangsa dalam Upacara HUT ke-80 RI

Probolinggo – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Ahad (17/08/2025), di halaman Kampus Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Upacara ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, pengurus pesantren, dosen, serta ribuan santri dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Bertindak selaku inspektur upacara, KH Najiburrahman Wahid menyampaikan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah SWT kepada bangsa Indonesia. Ia menyebut peringatan kemerdekaan sebagai syiar yang penting untuk terus mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

“Alhamdulillah atas kudrat dan iradah Allah SWT, kita kembali hadir di tempat ini untuk melaksanakan syiar, yaitu upacara kemerdekaan 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia saat itu belum siap secara persenjataan dan materi, tetapi karena rahmat Allah, kita berhasil merdeka,” ujarnya dalam sambutan.

KH Najiburrahman mengajak seluruh peserta upacara untuk tidak hanya bersyukur, tetapi juga senantiasa mendoakan para pejuang dan syuhada yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa.

“Mari jangan lupa untuk terus mendoakan mereka agar mendapat rahmat Allah. Tanpa perjuangan mereka, kita tidak akan merasakan nikmat kemerdekaan hari ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan kembali pentingnya Panca Kesadaran Santri yang menjadi nilai dasar di Pesantren Nurul Jadid, yakni kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berorganisasi.

KH Najiburrahman menegaskan bahwa pendiri Pesantren Nurul Jadid, KH Zaini Mun’im, sejak awal telah memiliki visi kebangsaan yang kuat. Menurutnya, santri tidak hanya bertugas mengaji dan memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus aktif dalam perjuangan dakwah Islam dan pembangunan bangsa.

“Santri Nurul Jadid harus memperjuangkan keadilan sosial, mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa. Tidak ada yang salah dengan Pancasila dan UUD 45 jika kita terapkan dengan benar. Insya Allah Indonesia akan menjadi baldatun thoyyibatun warabbun ghafur,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya karakter tangguh dan mental pekerja keras yang harus dimiliki para santri, agar tidak menjadi generasi yang malas atau hanya bekerja ketika terdesak keadaan.

“Kita tidak boleh bermental budak. Kita harus bekerja keras, bersyukur atas nikmat aman dan damai yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain seperti Palestina dan Ukraina,” imbuhnya.

KH Najiburrahman menutup sambutan dengan harapan besar agar santri Nurul Jadid menjadi pelopor kebangkitan bangsa, dengan jiwa patriotik yang mencintai tanah air dan sekaligus istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua. Jadilah santri pelopor, patriot sejati, yang siap membangun bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya. (pm)

KH Najiburrahman Wahid: Jangan Jadi Santri Pemalas, Jadilah Patriot Bangsa

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Ahad (17/08/2025) di halaman Kampus Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Upacara ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, pengurus pesantren, dosen, serta ribuan santri dengan penuh khidmat.

KH Najiburrahman Wahid yang bertindak sebagai inspektur upacara mengajak seluruh santri untuk menjadikan momen kemerdekaan sebagai sarana bersyukur atas nikmat Allah SWT dan hasil perjuangan para pahlawan.

“Alhamdulillah, atas kudrat dan iradah Allah SWT, kita kembali hadir di tempat ini untuk melaksanakan syiar, yaitu upacara kemerdekaan 17 Agustus 1945. Betapa bangsa Indonesia saat itu belum siap secara persenjataan dan materi, tapi karena rahmat Allah, kita bisa merdeka,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan bukan semata hasil kekuatan, tapi juga kehendak ilahi dan pengorbanan besar para pejuang. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar generasi muda, khususnya santri, terus mendoakan para pahlawan bangsa.

“Jangan lupakan untuk mendoakan para syuhada dan pejuang agar mereka mendapat rahmat Allah SWT,” tambahnya.

KH Najiburrahman Wahid juga mengingatkan pentingnya Panca Kesadaran Santri yang telah menjadi prinsip pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kesadaran tersebut meliputi kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berorganisasi.

Ia menegaskan bahwa pendiri pesantren, KH Zaini Mun’im, sejak awal telah memiliki visi kebangsaan. Santri tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus peduli pada nasib umat dan bangsa.

“Santri harus memperjuangkan dakwah Islam, memikirkan rakyat Indonesia, dan memperjuangkan keadilan sosial serta penerapan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa. Tidak ada yang salah dengan keduanya jika dijalankan dengan benar,” jelasnya.

KH Najiburrahman juga menekankan pentingnya memiliki mental pekerja keras. Ia memperingatkan santri agar tidak menjadi generasi pemalas yang hanya mau bekerja jika ditekan atau terdesak.

“Apakah kita mau terus bermalas-malasan? Apakah kita mau bermental budak? Bangsa budak adalah bangsa yang hanya mau bekerja kalau dicambuk, kalau tertimpa musibah, kalau kepepet,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia mengajak seluruh santri untuk bersyukur atas nikmat aman dan damai yang dirasakan Indonesia, yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain yang masih dilanda konflik, seperti Palestina dan Ukraina.

“Kita harus bersyukur atas nikmat besar ini. Mari giat beribadah dan belajar, demi masa depan bangsa yang cerah dan masa depan kita sendiri di dunia dan akhirat,” pesannya.

Menutup sambutannya, KH Najiburrahman Wahid berharap santri Nurul Jadid menjadi generasi pelopor yang cinta tanah air sekaligus teguh menjalankan nilai-nilai Islam.

“Jadilah santri pelopor, santri yang berjiwa patriot, yang istiqamah dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, dan aktif membangun bangsa Indonesia,” pungkasnya. (pm)