Pimpin Apel Pagi, Gus Imdad Robbani Tekankan Pentingnya Disiplin Organisasi

Probolinggo- Jajaran pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo melaksanakan apel pagi rutin yang bertempat di halaman utama pesantren pada Sabtu (03/01/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan visi bagi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi pesantren.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Wakil Kepala Pesantren Gus Imdad Robbani, menyampaikan bahwa agenda apel pagi bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, ini adalah upaya berkelanjutan untuk membentuk karakter disiplin bagi setiap pengabdi.

“Disiplin bukan hanya urusan personal atau diri kita sendiri, tetapi harus berdampak luas kepada pendisiplinan orang lain. Sebagai pengabdi di pondok dalam mengasuh santri, niatkanlah setiap langkah untuk I’laai Kalimatillah,” ujar Gus Imdad dalam amanatnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa nilai-nilai dasar seperti Pancasila, Panca Kesadaran, dan Trilogi Santri tidak boleh hanya berhenti pada lisan.

“Semua itu tidak hanya sekadar dibaca, tapi harus benar-benar dijiwai dan dilaksanakan. Inti dari semua itu adalah kesadaran beragama, karena kesadaran lainnya harus dijiwai oleh nilai agama tersebut,” tambahnya.

Gus Imdad menutup amanatnya dengan menegaskan bahwa kunci utama mewujudkan kesadaran kolektif adalah dengan kemampuan setiap pengurus untuk berdisiplin dalam sistem organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, petugas pembaca teks Pancasila adalah Abdul Manaf Firdaus, sementara teks Panca Kesadaran dan Trilogi Santri dibacakan oleh Saddam Husein. Apel berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti secara tertib oleh seluruh jajaran pengurus.

Hal yang sama disampaikan oleh H. Thohirudin bahwa apel pagi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kedisiplinan pengurus.

“Apel dilksanakan setiap bulan untuk meningkatkan kedisiplinan dan ruhul Khidmat,” ungkapnya.

Gus Imdad Robbani Serukan Gerakan Anti-Bullying di Enje Festival


Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Kepala Pesantren, KH. Moh. Imdad Robbani (Gus Imdad), mengajak seluruh santri untuk menjadi garda terdepan dalam menghapus praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada penutupan Enje Festival yang bertajuk “Pesantren Anti-Bullying” di Aula Pesantren, Selasa (30/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Imdad menekankan bahwa tema yang diangkat oleh Biro Pendidikan sangat krusial dan kontekstual. Ia berharap para santri yang hadir tidak hanya menjadi pendengar, tetapi mampu menjadi duta anti-bullying yang aktif menyebarkan pesan perdamaian di kamar maupun di kelas.
Gus Imdad memberikan sudut pandang mendalam mengenai kerugian perundungan. Menurutnya, pihak yang paling dirugikan dalam aksi perundungan sebenarnya adalah sang pelaku itu sendiri.

“Kita sebagai muslim menyadari bahwa orang yang zalim itu hakikatnya zalim pada dirinya sendiri. Bullying seringkali dinormalisasi dan dianggap biasa, padahal itu adalah sesuatu yang sangat membahayakan,” tegas beliau di hadapan para santri.

Lebih lanjut, beliau mengaitkan gerakan anti-bullying dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Beliau mengutip hadis tentang kewajiban mengubah kemungkaran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Apabila melihat tindakan bullying, segera hentikan. Jika kalian memiliki kapasitas sebagai pengurus atau wali asuh, gunakan kekuasaan itu. Jika tidak, laporkan segera kepada guru atau wali asuh agar tindakan tersebut bisa dihentikan,” imbuhnya.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya kolektif untuk membersihkan nama baik institusi pesantren dari stigma negatif. Gus Imdad tidak memungkiri bahwa adanya oknum yang menormalisasi perundungan telah menciptakan citra buruk di mata masyarakat.

“Mari niatkan untuk berkhidmah kepada pesantren dengan cara membersihkan pondok ini dari tindakan bullying. Ini adalah khidmah yang sangat besar,” pesan KH. Imdad.

Menutup sambutannya, Gus Imdad memotivasi peserta Enje Festival untuk terus mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Mengutip pesan (dawuh) KH. Ahmad Sahal Mahfud, beliau mengingatkan bahwa kewajiban utama seorang pemuda adalah mengembangkan potensi diri setinggi-tingginya.
“Manfaatkan Enje Festival ini sebagai wahana untuk mengambil setiap kesempatan menjadi apa saja yang kalian cita-citakan,” pungkasnya. (pm)

3 Tahun 3 Anugerah Bergengsi, Riset Abdimas Publikasi UNUJA Makin Diakui di Level Nasional

Jakarta, Berdampak.net— Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali menorehkan catatan penting dalam peta pendidikan tinggi nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, UNUJA berhasil meraih tiga penghargaan prestisius di bidang publikasi ilmiah, riset, dan pengabdian kepada masyarakat (abdimas). Prestasi terbaru diraih melalui Anugerah Diktisaintek 2025, di mana UNUJA dianugerahi Silver Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, menempati peringkat 152 dari 5.491 perguruan tinggi di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta, dan menjadi bukti pengakuan negara atas konsistensi dan kualitas kinerja tridarma UNUJA.

Konsistensi Prestasi sebagai Hasil Transformasi Akademik

Capaian Silver Winner tahun 2025 bukanlah prestasi yang berdiri sendiri. Pada Anugerah Diktiristek 2023, UNUJA sebelumnya meraih Bronze Winner Bidang Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual, beriringan dengan lonjakan peringkat SINTA dari kisaran 700-an ke peringkat 296 nasional. Penguatan publikasi jurnal, buku ajar, dan HAKI menjadi fondasi utama capaian tersebut.

Selanjutnya, pada Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2025, UNUJA kembali dipercaya sebagai Perguruan Tinggi Klaster Madya dengan Kinerja Unggul Bidang Riset dan Pengabdian. Prestasi ini mengukuhkan posisi UNUJA sebagai kampus pesantren yang mampu menjaga konsistensi mutu di tengah dinamika regulasi dan persaingan pendidikan tinggi.

Rektor UNUJA, Dr. KH. Najiburrahman, M.Ag., menegaskan bahwa rangkaian prestasi ini mencerminkan arah transformasi institusi yang terus dijaga.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan penanda bahwa UNUJA berada di jalur yang benar. Kami membangun tradisi akademik yang kuat, namun tetap berpijak pada nilai pesantren dan kebermanfaatan sosial,” ungkapnya.

Ekosistem Riset dan Abdimas Berdampak

Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi riset dan abdimas UNUJA tercatat menyumbang lebih dari 48 ribu poin SINTA. Capaian ini didukung oleh kebijakan strategis seperti integrasi KKN dengan luaran riset dan pengabdian, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, serta kewajiban diseminasi hasil dalam forum akademik secara bilingual oleh sekitar 200 kelompok setiap tahun.

Luaran HAKI juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, yakni 91 (2023), 87 (2024), dan melonjak menjadi 115 (2025). Hal ini menunjukkan semakin matangnya budaya riset dan inovasi di lingkungan UNUJA.

Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd., menyampaikan bahwa kekuatan UNUJA terletak pada integrasi kebijakan dan praktik lapangan.

“Kami tidak memisahkan riset dari pengabdian. Keduanya dirancang sejak awal agar memiliki dampak sosial, ekonomi, dan kultural yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LP3M UNUJA, Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A., menekankan pentingnya jejaring internasional dalam memperluas dampak tridarma.

“Kolaborasi global menjadi ruang belajar bersama. Dari benchmarking di China, mobilitas akademik ke Thailand, hingga kerja sama riset dan industri di Jepang, Prancis, dan Amerika, semuanya memperkaya ekosistem akademik UNUJA,” ujarnya.

Berbagai kolaborasi internasional tersebut menegaskan bahwa UNUJA tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga bertransformasi secara kualitatif sebagai kampus pesantren yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional maupun global.

Audiensi dengan Kemenag, FKUB Kota Probolinggo Perkuat Sinergi dan Dukungan Usulan Perda Penguatan Kerukunan Umat Beragama

Probolinggo, Berdampak.net— Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo melaksanakan audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo pada hari Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kemenag Kota Probolinggo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan, koordinasi, serta memperkuat sinergi kelembagaan antara Kemenag dan FKUB.

Audiensi ini dimaksudkan sebagai sarana konsolidasi sekaligus penyampaian perkembangan program-program FKUB, serta penguatan peran strategis FKUB dalam mendukung harmonisasi dan kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo. Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih optimal dalam mendukung agenda sosial-keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP., hadir bersama jajaran pengurus FKUB Dawam Ihsan, Achmad Philip, Ricki, Agus Maryono, Samsul Arifin, Dexa, dan Rizal Ali. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha Ahmad Zaini dan Kasi Bimas Islam Arifin Budianto.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Hudri menyampaikan usulan FKUB terkait perlunya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Kota Probolinggo, yang sebelumnya telah disampaikan kepada DPRD dan Wali Kota Probolinggo. Selain itu, Ketua FKUB juga memperkenalkan program EcoHarmony, sebuah inisiatif FKUB yang akan dikolaborasikan dengan program Ecotheology Kemenag sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan yang berwawasan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan menyampaikan apresiasi positif terhadap kinerja FKUB serta sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Kemenag dan FKUB. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kelembagaan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mendukung pembangunan sosial-keagamaan yang berkelanjutan.

Audiensi ini juga diisi dengan sesi saling memberikan saran dan masukan, terutama terkait penguatan koordinasi dan sinergi kedua belah pihak dalam mewujudkan harmoni umat beragama di Kota Probolinggo, serta mendukung pembangunan masyarakat kota yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

FEB UNAIR dan DPP APINDO Jatim Teken Kerja Sama Strategis dalam Rangkaian AUM 2025


Surabaya, Berdampak.net – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) mengukuhkan komitmennya dalam menjembatani dunia akademik dengan realitas industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Jawa Timur.
Seremoni penandatanganan ini dilaksanakan hari ini di Auditorium FEB Unair, bertepatan dengan rangkaian acara “Monthly Review & Graduation Day AUM (Airlangga University Management) 2025”. Acara ini dihadiri oleh jajaran dekanat FEB Unair, perwakilan dari DPP APINDO Jatim, serta para akademisi dan mahasiswa.
Kerja sama strategis ini berfokus pada pengembangan aktivitas akademik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Ruang lingkup perjanjian ini meliputi beberapa inisiatif utama, di antaranya:

  1. Guest Lecturer (Kuliah Tamu): APINDO Jatim akan memfasilitasi kehadiran para praktisi dan pimpinan industri untuk berbagi wawasan terkini dan studi kasus nyata kepada mahasiswa FEB Unair.
  2. Program Magang (Internship): Pembukaan akses bagi mahasiswa untuk menjalani program magang terstruktur di perusahaan-perusahaan anggota APINDO, memberikan pengalaman kerja esensial sebelum lulus.
  3. Industrial Visit (Kunjungan Industri): Penyelenggaraan kunjungan lapangan ke berbagai sektor industri untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai operasional bisnis.
    Dekan FEB Unair, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini. “Kerja sama dengan APINDO Jatim ini merupakan wujud nyata dari visi kampus merdeka, di mana sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
    Senada dengan hal tersebut, Ketua DPP APINDO Jatim menyambut baik inisiatif ini. “Melalui aktivitas akademi ini, kami berharap dapat berkontribusi langsung dalam menyiapkan talenta-talenta muda terbaik Jawa Timur. Keterlibatan industri sejak dini dalam kurikulum pendidikan sangat krusial,” tambahnya.
    Penandatanganan PKS ini menjadi salah satu momen puncak dalam rangkaian AUM 2025, menandai langkah maju FEB Unair dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang relevan dan berkelanjutan.
FKUB Kota Probolinggo Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Guru Non Formal pada Sekolah Minggu

Probolinggo, Berdampak.net — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Guru Minggu pada Sekolah Minggu, Kamis (11/12), pukul 19.00 WIB, bertempat di Aula Lantai II GKJW Kota Probolinggo. Kegiatan ini merupakan upaya FKUB untuk memperkuat kualitas pembinaan generasi muda lintas agama melalui pendidikan non formal di lingkungan tempat ibadah.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., yang didampingi oleh jajaran pengurus, yakni Achmad Philip (Sekretaris), Budi Krisyanto (Wakil Ketua), Agus Maryono (Bendahara), serta Mashuri Nurzah (Wakil Bendahara).

Peserta rapat terdiri dari para guru non formal Sekolah Minggu yang berasal dari berbagai tempat ibadah, meliputi gereja-gereja Kristen, Gereja Katolik Maria Bunda Karmel, Pasraman, dan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga atau Klenteng. Peran Guru Non Formal lintas agama ini menegaskan semangat kebersamaan dan komitmen FKUB untuk memperkuat harmonisasi kehidupan beragama melalui peningkatan kapasitas para pendidik di komunitasnya masing-masing.

Dalam sambutannya Hudri menekankan bahwa pendidikan karakter dan penguatan nilai toleransi harus dimulai sejak dini, terutama melalui peran strategis guru-guru Sekolah Minggu dan pembina keagamaan di setiap rumah ibadah.

“Guru Minggu dan para pendidik non formal adalah ujung tombak pembinaan bibit-bibit generasi. Mereka tidak hanya mengajarkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menanamkan sikap toleransi, empati, serta pemahaman multikultural yang sangat dibutuhkan dalam menjaga kerukunan,” ujar Dr. Hudri.

Rapat evaluasi ini membahas berbagai aspek, antara lain efektivitas metode pembelajaran, kebutuhan peningkatan kapasitas guru, kurikulum non formal yang inklusif, serta rencana penguatan kolaborasi lintas komunitas keagamaan dalam kegiatan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan.

FKUB Kota Probolinggo juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan, monitoring, dan fasilitasi agar kegiatan pembelajaran di setiap Sekolah Minggu, seperti gereja, Pasraman, dan TITD berjalan semakin baik, terarah, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Melalui agenda rutin seperti rapat koordinasi ini, bertujuan agar terbangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat, berkesinambungan, dan didukung oleh berbagai stakeholder sehingga kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo semakin harmoni dan adaptif menghadapi dinamika sosial masyarakat yang semakin dinamis dan penuh tantangan.