Usung Tema Perkuat Sinergitas Ulama dan Umara, Pengurus MUI Kabupaten Probolinggo 2025-2030, Resmi Dikukuhkan

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus MUI Kabupaten Probolinggo periode 2025-2030telah dikukuhkan pada Rabu (11/2/2026) di aula kampus Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Pengukuhan sekaligus ta’aruf atau perkenalan antar pengurus ini dihadiri lintas unsur. Mulai dari MUI Jatim, Forkopimda, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Dalam pengukuhan dan ta’aruf itu mengusung tema “Memperkuat Sinergi Ulama-Umara untuk Kemaslahatan Umat”.

Usai pengukuhan kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) pada masing-masing komisi. Diketahui ada sembilan komisi dalam struktur MUI Kabupaten Probolinggo yang baru.

Kesembilan komisi tersebut yakni, Komisi Fatwa, Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiah, Komisi Informasi dan Komunikasi, Komisi Pendidikan dan Pengembangan Budaya Islam, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, Anak dan Keluarga.

Berikutnya, Komisi Sosial, Komisi Hukum dan Perundang-undangan, Komisi Hubungan Antar Daerah dan Antar Umat Beragama, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Islam.

Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan menegaskan pengukuhan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen khidmat kepada umat.
Ia menyebut jumlah pengurus MUI kini meningkat signifikan.

“Alhamdulillah, kepengurusan MUI periode 2025–2030 ini semakin kuat. Dari sebelumnya 84 orang, kini menjadi 150 pengurus yang siap berkhidmat dan berjuang melalui MUI,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua MUI Jatim Bidang Fatwa, KH Abdullah Samsul Arifin mengatakan, pengurus harus memprioritaskan kegiatan MUI.

“Jika kiai dan bu nyai ada kegiatan MUI dan bersamaan dengan undangan pengajian maka, harus mendahulukan kegiatan MUI,” katanya.

KH Abdullah Samsul Arifin menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini sebagai titik tolak pengurus berkhidmat di MUI Kabupaten Probolinggo. “Selamat kepada pengurus MUI Kabupaten Probolinggo,” katanya. (fiq)

Apindo Training Center Jatim Selenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Human Resources

Surabaya, Berdampak.net – APINDO Training Center Jawa Timur telah menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Human Resources Staff bagi Dunia Usaha pada tanggal 10–11 Februari 2026 bertempat di YELLO Hotel Jemursari Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai perusahaan dan institusi dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme staf HR dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia sesuai standar nasional.

Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan materi mencakup unit-unit kompetensi MSDM serta dilengkapi dengan uji kompetensi berbasis BNSP sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi peserta yang dinyatakan kompeten. (rh)

Kunjungi Probolinggo, ini Kegiatan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Probolinggo, Berdampak.net – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, mengadakan kunjungan perdananya di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (17/01/2026).

Dalam lawatannya tersebut, ada tiga agenda yang dilakukan oleh Abdul Mu’ti di Kabupaten Probolinggo, pertama mengajak guru-guru dan para murid untuk senam ceria, Anak Indonesia Hebat di lapangan Paiton; kedua menghadiri Resepsi Milad ke 113 Muhammadiyah dan terakhir meresmikan 27 lembaga PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB yang telah menyelesaikan pembangunannya 100℅ melalui program revitalisasi tahun 2025.

Senam Anak Indonesia Hebat dilaksanakan dilapangan Sukodadi Paiton dengan dihadiri ribuan siswa-siswa dan guru-guru se Kecamatan Paiton serta beberapa kepala OPD beserta jajarannya. Hadir juga dalam kesempatan tersebut bupati Probolinggo Gus Muhammad Haris.

Dalam sambutannya, Gus Haris sebagai Bupati Probolinggo menyampaikan Terima kasih kepada bapak Menteri Dikdasmen atas kunjungannya di Probolinggo ditengah padatnya kegiatan beliau sebagai Menteri.

Sementara itu, menteri Abdul Mu’ti, mengajak melaksanakan 7 kebiasaan baik agar menjadi anak yang hebat. Dalam kesempatan tersebut Prof Mu’ti juga mengajak siswa-siswi untuk mencegah terjadinya bulying di sekolah. Beliau juga sempat mengajak seluruh peserta senam menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman” yang merupakan lagu ciptaannya sendiri. Semuanya tampak ceria dan saling berebut foto bersama dengan pak Menteri dan Bupati Gus Haris.

Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H, SMA Negeri 4 Probolinggo Tekankan Pentingnya Sholat bagi Kesehatan Mental Gen Z

Probolinggo, Berdampak.net – SMA Negeri 4 Probolinggo menggelar kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Masjid Ar-Rohman SMA Negeri 4 Probolinggo, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 900 siswa dan guru dengan penuh khidmat.
Mengusung tema “Mental Health Remaja Gen Z: Menjadikan Sholat sebagai Tempat Curhat”, peringatan Isra’ Mi’raj kali ini menghadirkan Dr. KH. Ahmad Hudri, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, sebagai penceramah dalam sesi Mauidhotul Hasanah.
Dalam ceramahnya, KH. Ahmad Hudri yang akrab disapa Gus Hudri menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum spiritual untuk meneguhkan komitmen dalam menunaikan sholat secara istiqamah.

“Makna Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi momentum penting untuk selalu istiqamah menjalankan sholat. Jadikan sholat sebagai lifestyle dan solusi. Dengan sholat akan lahir kebaikan-kebaikan dan terhindar dari keburukan,” jelas Gus Hudri.

Lebih lanjut, Gus Hudri menyoroti isu kesehatan mental di kalangan remaja Gen Z, yang saat ini menjadi tantangan serius di tengah tekanan akademik, sosial, dan pengaruh media digital. Menurutnya, sholat memiliki peran strategis sebagai sarana menjaga keseimbangan mental dan spiritual.
“Sholatlah tempat untuk curhat kepada Allah atas segala problematika kehidupan. Sholat yang merupakan doa akan selalu menjadi pondasi kuat untuk menopang kekuatan diri agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah,” tegasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa tren perilaku gen z yang cenderung curhat melalui media sosial perlu di arahkan agar memanfaatkan sholat sebagai media untuk curhat. Karena dengan curhat melalui sholat akan menemukan solusi dan pencerahan atas kegelisahan dan kegalauan yang dihadapi oleh gen z dengan segala persolan yang dihadapi.

Di akhir Mauidhotul Hasanah, suasana haru menyelimuti Masjid Ar-Rohman ketika Gus Hudri mengajak seluruh siswa dan guru untuk mendoakan almarhum Fajar, salah satu siswa SMA Negeri 4 Probolinggo yang meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Kepergian almarhum sempat mengagetkan publik dan menjadi perhatian luas di berbagai media massa serta media sosial.
Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj ini diharapkan tidak hanya memperkuat keimanan dan ketakwaan warga sekolah, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya sholat sebagai penopang kesehatan mental dan karakter generasi muda.

Pimpin Apel Pagi, Gus Imdad Robbani Tekankan Pentingnya Disiplin Organisasi

Probolinggo- Jajaran pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo melaksanakan apel pagi rutin yang bertempat di halaman utama pesantren pada Sabtu (03/01/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan visi bagi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi pesantren.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Wakil Kepala Pesantren Gus Imdad Robbani, menyampaikan bahwa agenda apel pagi bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, ini adalah upaya berkelanjutan untuk membentuk karakter disiplin bagi setiap pengabdi.

“Disiplin bukan hanya urusan personal atau diri kita sendiri, tetapi harus berdampak luas kepada pendisiplinan orang lain. Sebagai pengabdi di pondok dalam mengasuh santri, niatkanlah setiap langkah untuk I’laai Kalimatillah,” ujar Gus Imdad dalam amanatnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa nilai-nilai dasar seperti Pancasila, Panca Kesadaran, dan Trilogi Santri tidak boleh hanya berhenti pada lisan.

“Semua itu tidak hanya sekadar dibaca, tapi harus benar-benar dijiwai dan dilaksanakan. Inti dari semua itu adalah kesadaran beragama, karena kesadaran lainnya harus dijiwai oleh nilai agama tersebut,” tambahnya.

Gus Imdad menutup amanatnya dengan menegaskan bahwa kunci utama mewujudkan kesadaran kolektif adalah dengan kemampuan setiap pengurus untuk berdisiplin dalam sistem organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, petugas pembaca teks Pancasila adalah Abdul Manaf Firdaus, sementara teks Panca Kesadaran dan Trilogi Santri dibacakan oleh Saddam Husein. Apel berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti secara tertib oleh seluruh jajaran pengurus.

Hal yang sama disampaikan oleh H. Thohirudin bahwa apel pagi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kedisiplinan pengurus.

“Apel dilksanakan setiap bulan untuk meningkatkan kedisiplinan dan ruhul Khidmat,” ungkapnya.

Gus Imdad Robbani Serukan Gerakan Anti-Bullying di Enje Festival


Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Kepala Pesantren, KH. Moh. Imdad Robbani (Gus Imdad), mengajak seluruh santri untuk menjadi garda terdepan dalam menghapus praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada penutupan Enje Festival yang bertajuk “Pesantren Anti-Bullying” di Aula Pesantren, Selasa (30/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Imdad menekankan bahwa tema yang diangkat oleh Biro Pendidikan sangat krusial dan kontekstual. Ia berharap para santri yang hadir tidak hanya menjadi pendengar, tetapi mampu menjadi duta anti-bullying yang aktif menyebarkan pesan perdamaian di kamar maupun di kelas.
Gus Imdad memberikan sudut pandang mendalam mengenai kerugian perundungan. Menurutnya, pihak yang paling dirugikan dalam aksi perundungan sebenarnya adalah sang pelaku itu sendiri.

“Kita sebagai muslim menyadari bahwa orang yang zalim itu hakikatnya zalim pada dirinya sendiri. Bullying seringkali dinormalisasi dan dianggap biasa, padahal itu adalah sesuatu yang sangat membahayakan,” tegas beliau di hadapan para santri.

Lebih lanjut, beliau mengaitkan gerakan anti-bullying dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Beliau mengutip hadis tentang kewajiban mengubah kemungkaran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Apabila melihat tindakan bullying, segera hentikan. Jika kalian memiliki kapasitas sebagai pengurus atau wali asuh, gunakan kekuasaan itu. Jika tidak, laporkan segera kepada guru atau wali asuh agar tindakan tersebut bisa dihentikan,” imbuhnya.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya kolektif untuk membersihkan nama baik institusi pesantren dari stigma negatif. Gus Imdad tidak memungkiri bahwa adanya oknum yang menormalisasi perundungan telah menciptakan citra buruk di mata masyarakat.

“Mari niatkan untuk berkhidmah kepada pesantren dengan cara membersihkan pondok ini dari tindakan bullying. Ini adalah khidmah yang sangat besar,” pesan KH. Imdad.

Menutup sambutannya, Gus Imdad memotivasi peserta Enje Festival untuk terus mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Mengutip pesan (dawuh) KH. Ahmad Sahal Mahfud, beliau mengingatkan bahwa kewajiban utama seorang pemuda adalah mengembangkan potensi diri setinggi-tingginya.
“Manfaatkan Enje Festival ini sebagai wahana untuk mengambil setiap kesempatan menjadi apa saja yang kalian cita-citakan,” pungkasnya. (pm)