Perkuat Literasi, Para Santri Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Dibekali Ilmu Jurnalistik

Probolinggo, Berdampak.net – Untuk meningkatkan pengetahuan dalam menulis, Madrasah Jurnalitik Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, menggelar pelatihan jurnalistik dasar dalam rangka regenerasi Tim Humas dan Infokom putri. Senin (16/02/2026).

Kegiatan yang digelar di salah satu aula kantor sekretariat pesantren itu mendatangkan narasumber Taufiqur Rohim, Pimpinan Redaksi media Berdampak.net.

Ponirin Mika, Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan para santri tentang teknik dasar penulisan berita yang singkat, sederhana, dan sesuai kaidah jurnalistik.

Ia juga menyampaikan, pelatihan jurnalistik ini menjadi langkah awal untuk menyiapkan kader muda dalam hal ini para santri yang memiliki kapasitas dan integritas dalam dunia jurnalistik. 

“Harapannya para santri yang mayoritas siswa ini bisa faham tentang kaidah jurnalistik, dan nantinya menjadi pioner dalam kehumasan di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” jelasnya.

Sementara itu, Taufiqur Rohim, yang hadir sebagai Narasumber, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid, dalam melaksanakan pelatihan jurnalistik dasar bagi para santri.

“Terlebih, para peserta yang notabene santriwati, mereka sangat aktif dan cekatan dalam menyerap materi, buktinya kami coba memberikan tugas dengan simulasi data mentah yang sudah di siapkan, mereka bisa menyusun data mentah tersebut menjadi sebuat produk jurnalistik,” katanya.

Ia berharap, untuk selanjutnya bisa bermunculan jurnalis-jurnalis handal dari kalangan santri yang bisa berkontribusi aktif dalam kemajuan dunia pendidikan dan bangsa Indonesia. (fiq)

Pemerintah Kecamatan Gending Gandeng PT POMI Gelar Pelatihan Bank Sampah

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kecamatan Gending berkolaborasi dengan PT POMI–Paiton Energy menggelar pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah di Recreation Hall POH 1, Jalan Raya Surabaya–Situbondo Km 141 Paiton Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (12-13/2/2026).

Kegiatan ini diikuti 85 peserta dengan melibatkan unsur PKK Kecamatan Gending (Ketua, Sekretaris dan Ketua Pokja III), kader lingkungan dan/atau calon pengurus bank sampah desa, perwakilan unit usaha BUMDes, Komunitas Alam Hijau, unsur Pramuka, perwakilan Puskesmas (sanitasi lingkungan dan promosi kesehatan), organisasi kemasyarakatan (Muslimat dan Fatayat), dunia usaha (PT Sasa Inti Gending dan PT Sinergi Gula Nusantara/PG Gending) serta unsur pendidikan dari SMAN 1 Gending, SMKN 1 Gending dan SMPN 1 Gending.

Pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah ini dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI Rochman Hidayat, Facility Supervisor Erfin Budianto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Jurianto, Camat Gending Winda Permata Erianti serta perwakilan Puskesmas Gending.

Manager HCFC PT POMI Rochman Hidayat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tersebut.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini tidak kami laksanakan sendiri, tetapi didukung oleh berbagai stakeholder, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo dan para mitra,” ujarnya.

Rochman menegaskan persoalan sampah bukan hanya isu daerah, melainkan juga menjadi perhatian serius di lingkungan perusahaan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program lingkungan lainnya, PT POMI berupaya memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“Kami diminta oleh pemerintah dan KLHK untuk melihat sampah bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan. Setiap bulan kami wajib melaporkan neraca sampah, mulai dari jumlah yang diolah hingga yang dibuang ke TPA. Jika rasionya tidak seimbang, itu menjadi catatan penting bagi kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan dituntut mampu mengurangi pembuangan sampah ke TPA hingga 30–40 persen melalui pengelolaan mandiri. Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari pelatihan eco enzyme, pembuatan kompos, budidaya maggot hingga pengembangan perikanan berbasis hasil olahan sampah.

“Dulu mungkin 100 persen sampah langsung ke TPA. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu. Kami sudah menginisiasi pengelolaan di kompleks perusahaan, termasuk di PLTU. Harapannya, kegiatan hari ini dan penguatan bank sampah bisa menjadi role model baru di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan isu lingkungan hidup kini telah menjadi isu global yang menentukan masa depan peradaban manusia.
“Persoalan sampah, perubahan iklim, pencemaran air dan tanah serta menurunnya kualitas lingkungan hidup adalah tantangan nyata yang kita hadapi bersama,” katanya.

Menurut Ning Hani, sampah tidak selalu menjadi masalah apabila dikelola dengan baik. “Sampah sering dipandang sebagai masalah. Namun jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi. Di sinilah pentingnya bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah,” jelasnya. (fiq)

Usung Tema Perkuat Sinergitas Ulama dan Umara, Pengurus MUI Kabupaten Probolinggo 2025-2030, Resmi Dikukuhkan

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus MUI Kabupaten Probolinggo periode 2025-2030telah dikukuhkan pada Rabu (11/2/2026) di aula kampus Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Pengukuhan sekaligus ta’aruf atau perkenalan antar pengurus ini dihadiri lintas unsur. Mulai dari MUI Jatim, Forkopimda, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Dalam pengukuhan dan ta’aruf itu mengusung tema “Memperkuat Sinergi Ulama-Umara untuk Kemaslahatan Umat”.

Usai pengukuhan kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) pada masing-masing komisi. Diketahui ada sembilan komisi dalam struktur MUI Kabupaten Probolinggo yang baru.

Kesembilan komisi tersebut yakni, Komisi Fatwa, Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiah, Komisi Informasi dan Komunikasi, Komisi Pendidikan dan Pengembangan Budaya Islam, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, Anak dan Keluarga.

Berikutnya, Komisi Sosial, Komisi Hukum dan Perundang-undangan, Komisi Hubungan Antar Daerah dan Antar Umat Beragama, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Islam.

Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan menegaskan pengukuhan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen khidmat kepada umat.
Ia menyebut jumlah pengurus MUI kini meningkat signifikan.

“Alhamdulillah, kepengurusan MUI periode 2025–2030 ini semakin kuat. Dari sebelumnya 84 orang, kini menjadi 150 pengurus yang siap berkhidmat dan berjuang melalui MUI,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua MUI Jatim Bidang Fatwa, KH Abdullah Samsul Arifin mengatakan, pengurus harus memprioritaskan kegiatan MUI.

“Jika kiai dan bu nyai ada kegiatan MUI dan bersamaan dengan undangan pengajian maka, harus mendahulukan kegiatan MUI,” katanya.

KH Abdullah Samsul Arifin menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini sebagai titik tolak pengurus berkhidmat di MUI Kabupaten Probolinggo. “Selamat kepada pengurus MUI Kabupaten Probolinggo,” katanya. (fiq)

Apindo Training Center Jatim Selenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Human Resources

Surabaya, Berdampak.net – APINDO Training Center Jawa Timur telah menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Human Resources Staff bagi Dunia Usaha pada tanggal 10–11 Februari 2026 bertempat di YELLO Hotel Jemursari Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai perusahaan dan institusi dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme staf HR dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia sesuai standar nasional.

Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan materi mencakup unit-unit kompetensi MSDM serta dilengkapi dengan uji kompetensi berbasis BNSP sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi peserta yang dinyatakan kompeten. (rh)

Kunjungi Probolinggo, ini Kegiatan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Probolinggo, Berdampak.net – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, mengadakan kunjungan perdananya di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (17/01/2026).

Dalam lawatannya tersebut, ada tiga agenda yang dilakukan oleh Abdul Mu’ti di Kabupaten Probolinggo, pertama mengajak guru-guru dan para murid untuk senam ceria, Anak Indonesia Hebat di lapangan Paiton; kedua menghadiri Resepsi Milad ke 113 Muhammadiyah dan terakhir meresmikan 27 lembaga PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB yang telah menyelesaikan pembangunannya 100℅ melalui program revitalisasi tahun 2025.

Senam Anak Indonesia Hebat dilaksanakan dilapangan Sukodadi Paiton dengan dihadiri ribuan siswa-siswa dan guru-guru se Kecamatan Paiton serta beberapa kepala OPD beserta jajarannya. Hadir juga dalam kesempatan tersebut bupati Probolinggo Gus Muhammad Haris.

Dalam sambutannya, Gus Haris sebagai Bupati Probolinggo menyampaikan Terima kasih kepada bapak Menteri Dikdasmen atas kunjungannya di Probolinggo ditengah padatnya kegiatan beliau sebagai Menteri.

Sementara itu, menteri Abdul Mu’ti, mengajak melaksanakan 7 kebiasaan baik agar menjadi anak yang hebat. Dalam kesempatan tersebut Prof Mu’ti juga mengajak siswa-siswi untuk mencegah terjadinya bulying di sekolah. Beliau juga sempat mengajak seluruh peserta senam menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman” yang merupakan lagu ciptaannya sendiri. Semuanya tampak ceria dan saling berebut foto bersama dengan pak Menteri dan Bupati Gus Haris.

Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H, SMA Negeri 4 Probolinggo Tekankan Pentingnya Sholat bagi Kesehatan Mental Gen Z

Probolinggo, Berdampak.net – SMA Negeri 4 Probolinggo menggelar kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Masjid Ar-Rohman SMA Negeri 4 Probolinggo, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 900 siswa dan guru dengan penuh khidmat.
Mengusung tema “Mental Health Remaja Gen Z: Menjadikan Sholat sebagai Tempat Curhat”, peringatan Isra’ Mi’raj kali ini menghadirkan Dr. KH. Ahmad Hudri, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, sebagai penceramah dalam sesi Mauidhotul Hasanah.
Dalam ceramahnya, KH. Ahmad Hudri yang akrab disapa Gus Hudri menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum spiritual untuk meneguhkan komitmen dalam menunaikan sholat secara istiqamah.

“Makna Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi momentum penting untuk selalu istiqamah menjalankan sholat. Jadikan sholat sebagai lifestyle dan solusi. Dengan sholat akan lahir kebaikan-kebaikan dan terhindar dari keburukan,” jelas Gus Hudri.

Lebih lanjut, Gus Hudri menyoroti isu kesehatan mental di kalangan remaja Gen Z, yang saat ini menjadi tantangan serius di tengah tekanan akademik, sosial, dan pengaruh media digital. Menurutnya, sholat memiliki peran strategis sebagai sarana menjaga keseimbangan mental dan spiritual.
“Sholatlah tempat untuk curhat kepada Allah atas segala problematika kehidupan. Sholat yang merupakan doa akan selalu menjadi pondasi kuat untuk menopang kekuatan diri agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah,” tegasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa tren perilaku gen z yang cenderung curhat melalui media sosial perlu di arahkan agar memanfaatkan sholat sebagai media untuk curhat. Karena dengan curhat melalui sholat akan menemukan solusi dan pencerahan atas kegelisahan dan kegalauan yang dihadapi oleh gen z dengan segala persolan yang dihadapi.

Di akhir Mauidhotul Hasanah, suasana haru menyelimuti Masjid Ar-Rohman ketika Gus Hudri mengajak seluruh siswa dan guru untuk mendoakan almarhum Fajar, salah satu siswa SMA Negeri 4 Probolinggo yang meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Kepergian almarhum sempat mengagetkan publik dan menjadi perhatian luas di berbagai media massa serta media sosial.
Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj ini diharapkan tidak hanya memperkuat keimanan dan ketakwaan warga sekolah, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya sholat sebagai penopang kesehatan mental dan karakter generasi muda.