Kampanye Akbar Paslon Gus Haris – Ra Fahmi di Probolinggo Membludak, Habib Mahdi: Hati Warga Bergerak

Probolinggo, Berdampak.net – Kampanye akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, Gus Haris dan Ra Fahmi, di Kecamatan Maron menjadi bukti besarnya dukungan dari masyarakat.

Bahkan, dalam kampanye akbar tersebut, diprediksi belasan ribu warga hadir untuk menyambut pasangan calon nomor urut 2 ini dengan penuh semangat.

Jalanan dari utara hingga selatan dipenuhi oleh warga Kabupaten Probolinggo yang antusias memberikan sambutan meriah.

Titik puncak acara berlangsung di depan GOR Wijaya Kusuma Maron, yang menjadi lautan manusia dari berbagai lapisan masyarakat.

Mulai dari tokoh agama, komunitas pemuda, hingga emak-emak turut berpartisipasi, mengiringi perjalanan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.

Warga terlihat membawa bendera, mengenakan pakaian adat, dan terus-menerus meneriakkan yel-yel dukungan, menciptakan suasana penuh semangat yang membuktikan besarnya harapan mereka terhadap Gus Haris dan Ra Fahmi.

Kedatangan pasangan ini bukan hanya sekadar kampanye, melainkan menjadi simbol besarnya harapan masyarakat terhadap pemimpin yang diinginkan membawa perubahan positif.

Gus Haris mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas sambutan luar biasa yang ia terima.

Ia menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata di Kabupaten Probolinggo dengan berbagai program, seperti peningkatan ekonomi lokal, perbaikan fasilitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.

“Kita akan bersama-sama memperbaiki Probolinggo ini, kita akan menuntaskan kemiskinan di daerah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya pada Kamis, 7 November 2024, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari ribuan pendukung.

Ra Fahmi turut memperkuat pesan tersebut, menambahkan bahwa Kabupaten Probolinggo membutuhkan pemimpin yang bersih dan berintegritas.

“Probolinggo hari ini perlu pemimpin yang bersih dan mampu membawa Kabupaten Probolinggo yang lebih sae,” katanya, membangkitkan semangat para warga.

Habib Mahdi, Ketua Tim Pemenangan Paslon Gus Haris dan Ra Fahmi, mengaku terharu dengan dukungan luar biasa yang ditunjukkan oleh masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran warga datang dari panggilan hati, bukan dorongan dari pihak lain.

“Inilah sebenarnya Kabupaten Probolinggo saat ini, hati Rakyat Kabupaten Probolinggo bergerak untuk berbenah bersama untuk Probolinggo Sae,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Mahdi juga menyampaikan bahwa semangat para warga semakin menguatkan keyakinan untuk terus menjaga kekompakan.

“Alhamdulillah, semangat ini tidak membuat surut bagi Paslon Gus Haris dan Ra Fahmi. Kekompakan selalu terjaga,” tambahnya.

Kampanye ini diawali dengan senam sehat di GOR Wijaya Kusuma Maron, yang kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat menuju jalan raya Pasar Maron, Desa Maron Wetan.

Kegiatan ini menciptakan kebersamaan yang erat antara pendukung dan calon pemimpin yang mereka harapkan dapat membawa perubahan bagi Kabupaten Probolinggo. (fiq)

Ra Fahmi: Warisan Kiai Abdul Haq dalam Kepemimpinan

Oleh : Ponirin Mika
Kasubbag Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Ra Fahmi bukan hanya sosok yang dikenal karena keturunannya sebagai putra dari KH. Abdul Haq Zaini dan cucu dari KH. Zaini Mun’im, tetapi juga karena ketegasan dan kebijaksanaannya dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Semangat perjuangan yang melekat dalam dirinya menunjukkan bahwa kepemimpinannya bukan sekadar warisan, tetapi panggilan untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulunya.

Dibesarkan di lingkungan pesantren, Ra Fahmi sejak dini diajari untuk tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Sama seperti ayahnya, ia memiliki kedekatan yang tulus dengan umat, hadir dalam setiap kebutuhan mereka, dan tidak berkompromi pada prinsip-prinsip keumatan. Karakter yang “tegal” atau kokoh ini membuatnya dikenal sebagai figur yang tidak mencla-mencle, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai agama dan kepentingan umat.

Meskipun KH. Abdul Haq Zaini telah tiada, semangat yang diwariskannya tetap mengalir dalam diri Ra Fahmi, yang kini menjadi calon wakil bupati Kabupaten Probolinggo. Ketegasan dan konsistensi Ra Fahmi dalam berpegang pada prinsip-prinsip keumatan menjadikannya harapan bagi masyarakat Probolinggo yang mendambakan pemimpin yang tulus dan bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan mereka.

Sebagai calon pemimpin, Ra Fahmi hadir dengan visi yang tak hanya mengandalkan warisan keluarga, tetapi juga komitmen nyata untuk mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian masyarakat Probolinggo. Ini adalah warisan yang harus dilanjutkan dan menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Probolinggo yang lebih baik.

Ra Fahmi Tampil Meyakinkan: Visi Pendidikan dan Pelayanan Publik untuk Probolinggo yang Lebih Sejahtera

Oleh : Ponirin Mika
Pengamat Politik Tapal Kuda

Ra Fahmi berhasil menunjukkan performa yang kuat dan komitmen yang mendalam untuk menjadikan Kabupaten Probolinggo lebih baik. Gagasan yang ia tawarkan tampak matang dan menyentuh aspek penting, terutama pendidikan dan layanan publik, yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Program pendidikan gratis bagi siswa, beasiswa untuk masyarakat, dan peningkatan gaji guru madrasah menunjukkan kepekaan Ra Fahmi terhadap kualitas pendidikan. Usulannya untuk merehabilitasi seribu sekolah dan madrasah juga mengindikasikan bahwa ia memahami kebutuhan akan fasilitas yang layak untuk proses belajar mengajar. Ini bukan sekadar janji politik; terlihat ada visi yang jelas tentang bagaimana generasi muda Probolinggo dapat tumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara maksimal.

Inisiatif Ra Fahmi terkait KTP elektronik sebagai prioritas layanan menunjukkan pendekatannya yang inovatif dalam mempermudah akses kebutuhan dasar bagi masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Dengan ini, ia ingin memastikan bahwa setiap warga bisa merasakan dampak langsung dari administrasi yang lebih praktis dan efisien. Program ini bisa menjadi solusi nyata dalam meminimalkan birokrasi yang selama ini kerap menjadi kendala bagi masyarakat.

Ketegasan dan detail yang ditunjukkan Ra Fahmi dalam debat ini memperlihatkan bahwa ia bukan hanya sekadar calon dengan janji-janji manis. Kehadirannya yang berkarakter tegas dan pembawaannya yang lugas menjadikan dirinya sosok yang meyakinkan. Apalagi dengan alasan keterpanggilan untuk menjadikan Probolinggo lebih “sae” (aman dan sejahtera), Ra Fahmi memberi kesan sebagai pemimpin yang tulus, yang tidak sekadar ingin mengisi jabatan, melainkan benar-benar ingin memperbaiki kondisi masyarakat.

Secara keseluruhan, performa Ra Fahmi ini menunjukkan kapasitas dan kredibilitasnya sebagai calon yang punya visi jelas dan program yang nyata untuk Probolinggo. Jika ia dapat merealisasikan gagasan-gagasan ini, bukan tidak mungkin Probolinggo akan mengalami perubahan positif yang signifikan di bawah kepemimpinannya.

Ketua Tim Paslon Gus Haris dan Ra Fahmi Kritik Keras KPU Probolinggo

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gus Haris dan Ra Fahmi, mengkritik keras kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo yang memutuskan untuk memindahkan lokasi debat putaran kedua Pilkada Kabupaten Probolinggo pada 2 November 2024.

Debat yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di kawasan Lereng Gunung Bromo, kini akan digelar di Surabaya.

Mahdi, Ketua Tim Pemenangan Paslon Gus Haris dan Ra, menyayangkan keputusan tersebut, karena lokasi di Kabupaten Probolinggo diyakini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pelaku UMKM ini bisa meraih pendapatan lebih jika debat dilaksanakan di Probolinggo. Dengan perpindahan ini, kesempatan itu hilang,” ujar Mahdi, Kamis 31 Oktober 2024.

Mahdi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, menekankan bahwa kondisi keamanan di Probolinggo selama Pilkada tetap kondusif, sehingga tak ada alasan jelas untuk memindahkan acara debat.

“Selama ini, tidak ada gesekan yang berarti antar pendukung paslon,” tambahnya.

Kekecewaan Mahdi semakin besar karena KPU Kabupaten Probolinggo tidak memberikan alasan jelas terkait pemindahan tersebut. “Kami menyayangkan ketidakonsistenan KPU Kabupaten Probolinggo dalam hal ini,” ujar Mahdi.

Sebelumnya, diketahui bahwa KPU Kabupaten Probolinggo secara resmi memindahkan lokasi debat dari Kecamatan Sukapura, Probolinggo, ke Ballroom Hotel Grand Swiss, Jalan Darmo, Surabaya.

Hal ini diumumkan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Probolinggo, Bayu Rizky Pramudya Ersandhi.

Bayu menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui rapat pleno bersama komisioner KPU Probolinggo dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan perwakilan Kecamatan Sukapura.

“Awalnya, debat direncanakan di Kecamatan Sukapura, namun setelah pertimbangan matang, lokasi dipindahkan ke Surabaya demi keamanan dan kenyamanan semua pihak,” ujar Bayu, Kamis (31/10/2024).

Debat ini akan mempertemukan dua paslon, yakni pasangan nomor urut 1 Zulmi Noor Hasani-Abd. Rasit dan pasangan nomor urut 2 M. Haris-Fahmi, pada Sabtu malam, 2 November 2024 mendatang. (fiq)

Bawaslu Kota Probolinggo Bentuk Tim Cyber untuk Awasi Kampanye Digital Pilkada

Probolinggo, Berdampak.net- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo telah mengambil langkah strategis dengan membentuk tim cyber khusus guna memantau aktivitas kampanye digital dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Probolinggo. Inisiatif ini bertujuan mengawasi seluruh platform media sosial, dengan fokus utama pada akun-akun resmi yang dikelola oleh empat pasangan calon (paslon) peserta pilkada.

Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga, menegaskan bahwa pembentukan tim cyber ini merupakan perhatian utama lembaganya selama masa kampanye. Tim yang terdiri dari anggota Bawaslu dan personel Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tersebut akan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas digital dari masing-masing paslon yang berkampanye di Kota Probolinggo.

Selain pemantauan akun resmi paslon, sebagian tim cyber juga dialokasikan untuk memonitor kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Bawaslu Kota Probolinggo memastikan bahwa masing-masing Panwascam memiliki tanggung jawab khusus untuk mengawasi satu paslon pilwali, guna menjamin pengawasan yang lebih efektif dan merata.

Lebih dari sekadar mengawasi akun resmi, tim cyber Bawaslu juga proaktif melakukan patroli di media sosial untuk mendeteksi akun-akun palsu atau anonim yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Jika ditemukan akun-akun yang melakukan kampanye hitam atau menyebarkan informasi negatif, Bawaslu segera berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk melakukan tindakan lanjutan. Upaya ini didukung oleh Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu RI dan Kementerian Kominfo yang juga berlaku hingga ke tingkat daerah.

“Jika ada akun bodong yang memicu kericuhan, kami langsung meminta Diskominfo untuk men-takedown konten tersebut, agar situasi Pilkada Kota Probolinggo tetap kondusif,” tegas Johan.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ditemukan aktivitas negatif dari akun palsu yang berpotensi mengganggu keamanan digital. “Alhamdulillah, sejauh ini tim cyber kami masih terus memantau, namun belum menemukan hal tersebut,” tambah Johan.

Langkah proaktif Bawaslu Kota Probolinggo dalam membentuk tim cyber menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga keamanan dan kondusivitas kampanye Pilkada Kota Probolinggo, baik dalam lingkup lokal maupun terkait Pilgub Jawa Timur. Pengawasan ketat terhadap akun resmi paslon dan akun-akun anonim ini diharapkan dapat mencegah penyebaran kampanye hitam, meminimalisir risiko gangguan sosial, serta memastikan proses demokrasi yang sehat dan tertib. (rh/fiq)

Menuju Probolinggo yang SAE dan Sejahtera

Oleh: Ponirin Mika
Pengamat Sosial Politik Probolinggo

Probolinggo adalah daerah yang kaya akan budaya, nilai-nilai religius, dan potensi alam yang melimpah. Masyarakatnya dikenal dengan karakter kesantrian yang kuat, menjadikan Probolinggo sebagai daerah yang kental dengan nuansa agamis. Namun, seperti daerah lainnya, Probolinggo membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola potensi ini—seorang pemimpin yang bukan hanya hadir sebagai figur, tetapi memiliki jiwa pengabdian yang tulus dan visi yang jelas untuk masyarakat.

Tokoh-tokoh muda seperti Gus Haris dan Ra Fahmi, yang lahir dari lingkungan pesantren, membawa nilai-nilai luhur kesantrian dalam kiprah mereka. Mereka mewakili generasi yang tidak hanya mengandalkan keturunan atau status sosial, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat, integritas, serta kepedulian mendalam terhadap rakyat. Kehadiran mereka bukan hanya untuk mewarnai panggung politik, tetapi juga untuk membawa misi sosial yang lebih besar: membenahi dan memajukan Probolinggo.

Kepemimpinan yang memiliki visi dan hati untuk masyarakat seperti ini menjadi harapan untuk perubahan nyata. Pemimpin yang memprioritaskan kesejahteraan dan kemajuan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan, adalah kunci untuk membawa Probolinggo ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, masyarakat harus cermat dan bijaksana dalam menentukan pilihan, memilih sosok yang benar-benar akan membawa dampak positif dan mewujudkan Probolinggo yang maju dan sejahtera.

Dengan kepemimpinan yang tepat, Probolinggo sae bukan lagi sekadar impian, tetapi masa depan yang bisa dicapai.