Gus Faiz Kembali Pimpin Hebitren Jatim, Dorong Konsolidasi dan Digitalisasi Bisnis Pesantren
SURABAYA, Berdampak.net — Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Jawa Timur kembali mempercayakan kepemimpinan kepada Gus Faiz dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I Hebitren Jawa Timur yang digelar di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya, 24 September 2026.
Muswil I mengusung tema “Konsolidasi Santri dan Sinergi Bisnis Pesantren sebagai Penguatan Ekonomi Umat di Jawa Timur.” Forum tersebut diikuti jajaran DPD Hebitren kabupaten/kota se-Jawa Timur, Dewan Pembina, serta perwakilan pondok pesantren.
Selain pemilihan ketua, Muswil membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, evaluasi program, serta penyusunan arah kerja organisasi untuk periode mendatang. Konsolidasi antar-DPD, penguatan jejaring usaha pesantren, digitalisasi produk, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi sejumlah agenda yang mendapat perhatian.
Gus Faiz menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Hebitren dan pesantren di Jawa Timur.
“Terima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Ini bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan bersama seluruh santri,” ujar Gus Faiz.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi ekonomi pesantren yang besar. Karena itu, Hebitren akan mendorong konsolidasi organisasi agar potensi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Jatim punya 6.800 pesantren. Ini kekuatan besar. Kita akan tuntaskan konsolidasi DPD, kita bangun katalog digital produk pesantren, dan kita wujudkan pesantren berdaulat, santri digital, guru sejahtera,” katanya.
Gus Faiz juga menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi antara pesantren, koperasi pondok pesantren (kopontren), UMKM santri, dan jaringan usaha. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar produk dan usaha pesantren memiliki akses pasar yang lebih luas.
Selama periode sebelumnya, Hebitren Jawa Timur juga membangun jejaring dengan sejumlah lembaga dan mitra strategis, termasuk BUMN, Bank Indonesia, serta sektor swasta. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka peluang pemasaran produk pesantren.
Salah satu agenda yang akan didorong dalam kepengurusan berikutnya adalah katalog digital produk pesantren. Platform tersebut diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan dan memperluas pemasaran produk pesantren dan UMKM santri ke pasar yang lebih luas.
Muswil juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi DPD Hebitren di berbagai daerah. Dengan konsolidasi yang lebih kuat, peluang kerja sama bisnis, pertukaran informasi, serta pengembangan usaha antarpesantren diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Terpilihnya kembali Gus Faiz menjadi momentum bagi Hebitren Jawa Timur untuk melanjutkan program penguatan ekonomi pesantren dengan arah yang lebih terintegrasi. Konsolidasi organisasi, pengembangan bisnis, dan transformasi digital menjadi bagian penting dalam agenda kepengurusan ke depan.
Melalui penguatan ekosistem tersebut, Hebitren Jawa Timur menargetkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan keagamaan, tetapi juga semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat.