KAHMI 60 Tahun, Menteri dan Tokoh Nasional Kumpul Bahas Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, Berdampak.net – Memasuki usia ke-60 tahun, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Komitmen tersebut akan dituangkan melalui Simposium Nasional HUT ke-60 KAHMI bertajuk “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” yang digelar pada 9–10 September 2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta.

Forum tersebut dirancang bukan sekadar menjadi agenda peringatan hari ulang tahun organisasi. KAHMI menjadikan momentum enam dekade ini sebagai ruang strategis untuk mempertemukan tokoh nasional, menteri, akademisi, praktisi, dan jaringan alumni HMI guna membahas berbagai persoalan penting yang dihadapi Indonesia.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI sekaligus Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Romo Syafe’i, mengatakan perjalanan 60 tahun KAHMI harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap bangsa.

Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan besar di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, kesehatan, ekonomi, politik, hukum hingga pengembangan sumber daya manusia.

“KAHMI hadir bukan hanya sebagai wadah nostalgia para alumni. Kita menghadapi tantangan nyata di sektor pangan, energi, hukum, dan SDM,” ujar Muhammad Romo Syafe’i.

Ia menegaskan, kedaulatan di berbagai sektor tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Melalui simposium ini, kami ingin menegaskan bahwa kedaulatan energi, pangan, kesehatan, ekonomi, politik, dan hukum adalah fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Hadirkan Sejumlah Menteri dan Tokoh Nasional
Simposium yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pemerintah dan tokoh nasional.
Pada hari pertama, Rabu (9/9/2026), agenda diawali sidang pleno pembukaan dengan keynote speech Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang akan membahas arah haluan negara serta peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam menjaga konstitusi.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu energi dan pangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dijadwalkan membahas strategi hilirisasi dan kemandirian energi nasional.

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mengupas persoalan kedaulatan pangan, swasembada, tantangan perubahan iklim, serta masa depan petani di tengah perkembangan teknologi pertanian.

Memasuki hari kedua, Kamis (10/9/2026), perhatian diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan sebagai bagian penting dari persiapan Indonesia menuju 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, dijadwalkan menjadi narasumber dalam sesi mengenai akselerasi SDM, pendidikan berbasis teknologi, serta penguatan riset dan inovasi kesehatan.

Sesi terakhir akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Prof. Dr. Mahfud MD dan Prof. Dr. Arief Satria. Pembahasan akan difokuskan pada tata kelola ekonomi, politik, dan hukum serta penguatan kelembagaan dalam menghadapi dinamika global.

KAHMI Dorong Gagasan Konkret
Majelis Nasional KAHMI menyebut simposium tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain menjaga persatuan nasional, forum ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi alumni di berbagai sektor serta mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan.
KAHMI juga ingin mempertemukan pengalaman generasi senior dengan gagasan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan nasional sekaligus memastikan kontribusi kader dan alumni HMI tetap relevan dengan tantangan zaman.

Melalui forum tersebut, KAHMI berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra kritis pemerintah yang mampu memberikan masukan berbasis gagasan dan solusi.

“Alumni HMI siap berdiri di garda terdepan sebagai mitra kritis sekaligus motor penggerak untuk memastikan bangsa ini berdaulat, adil, dan sejahtera,” tegas Muhammad Romo Syafe’i.

Simposium nasional ini dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Selain menjadi forum pertukaran gagasan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai bagian dari kontribusi KAHMI terhadap perjalanan Indonesia menuju 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *