Kapolres Probolinggo Silaturahmi Bersama Organisasi Mahasiswa, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Rabu, 2 September 2026, Kepolisian Resor Probolinggo menggelar silaturahmi bersama sejumlah organisasi mahasiswa se-Kabupaten Probolinggo sebagai upaya mempererat komunikasi dan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan bertema “Mempererat Sinergitas dan Menjaga Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Probolinggo” tersebut dihadiri perwakilan HMI, GMNI, PMII, BEM Pro RAYA, hingga BEM PTNU Jawa Timur.

Dalam forum tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S., menggarisbawahi pentingnya merawat komunikasi dengan elemen pemuda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan masukan kritis terhadap isu-isu sosial.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Karena itu, komunikasi seperti ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Probolinggo tetap aman dan kondusif,” ujar Asmida.

Namun, ruang dialog yang diniatkan untuk memperkuat sinergitas itu dimanfaatkan mahasiswa untuk membongkar sederet persoalan krusial di lapangan. HMI Cabang Probolinggo melontarkan kritik keras terkait maraknya kenakalan remaja, mulai dari pesta minuman keras hingga ancaman peredaran narkotika jenis sabu yang menggerogoti generasi muda.

Sorotan paling menohok tertuju pada tumpulnya pengawasan aparat di tingkat bawah. HMI membeberkan keberadaan titik penjualan miras yang beroperasi secara terbuka tepat di depan Markas Polsek Paiton. Mahasiswa mempertanyakan keras kinerja jajaran Polres Probolinggo dan Polsek Paiton yang terkesan pembiaran, mengingat lokasi peredaran barang haram tersebut berjarak sangat dekat dari markas komando kepolisian.

Tak berhenti di situ, HMI Cabang Probolinggo turut mengkritik mekanisme pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Prosedur di lapangan dinilai masih menyulitkan warga akibat minimnya transparansi dan kejelasan informasi publik.

Menanggapi rentetan kritik tajam tersebut, AKBP Asmida Rizki Siregar menyatakan keterbukaannya terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Polres Probolinggo.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Apa yang disampaikan tentu menjadi bahan untuk kita evaluasi dan tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” kata Asmida.

Ia juga mengajak organisasi mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu di masyarakat dan tidak segan menyampaikan temuan di lapangan.

Melalui silaturahmi ini, mahasiswa berharap pertemuan formal tersebut tidak berhenti sebatas seremonial semata. Besar harapan agar berbagai catatan kritis yang disampaikan—terutama penindakan tegas terhadap lokasi penjualan miras di depan Polsek Paiton, evaluasi kinerja Kapolsek setempat, serta pembenahan transparansi layanan SIM—dapat segera ditindaklanjuti secara nyata dan konkret oleh jajaran Polres Probolinggo demi mewujudkan situasi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *