Anak 12 Tahun Sudah Bisa Bayar QRIS Sendiri, BNI Luncurkan Tabungan wondrZ

Malang.Berdampak.Net– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkenalkan wondrZ, tabungan untuk nasabah berusia di bawah 17 tahun yang dilengkapi fitur transaksi digital lewat aplikasi wondr by BNI. Produk ini dipaparkan dalam Media Gathering BNI bersama media offline dan online di bawah koordinasi Area 2 Malang, di Javanine Resto, Kamis (5/11/2026).

Pimpinan BNI Wilayah Malang, Hadiyanto, menjelaskan bahwa produk ini disiapkan sebagai langkah pertama anak belajar mengelola keuangan.

“Produk ini dirancang sebagai langkah pertama anak belajar keuangan dengan pendampingan dan kendali orang tua,” katanya.

Anak dapat memakai aplikasi wondr di ponselnya sendiri mulai usia 12 tahun, dengan syarat akunnya terhubung ke akun wondr by BNI milik orang tua. Rekening dibuka atas nama anak dan otomatis berubah menjadi Taplus Muda saat anak berusia 17 tahun.

Dari sisi orang tua, wondrZ menyediakan sejumlah fitur kendali. Pembukaan rekening anak tidak dipungut biaya. Orang tua dapat memantau mutasi dan transaksi kapan saja, serta memblokir atau membuka blokir akun anak bila ponselnya tertinggal atau hilang. Setiap transaksi anak dikirim ke email orang tua secara real time. Satu orang tua dapat memantau hingga lima rekening anak.

Bagi anak, wondrZ memungkinkan pembayaran QRIS, transfer, e-wallet, dan layanan lifestyle. Batas transaksi Rp2 juta per hari, dengan limit Rp500 ribu per transaksi.

“Anak juga dapat memakai fitur pre-login untuk QRIS dan e-wallet, serta mengaktifkan biometric login,” imbuh Hadiyanto.

Untuk transaksi nontunai fisik, wondrZ dilengkapi kartu debit GPN dalam dua desain, vertikal dan horizontal, bergaya generasi Zalpha. Kartu ini tidak memiliki batas usia minimal. Limit penarikan tunai, belanja di mesin EDC, dan transfer ATM antar-BNI masing-masing Rp500 ribu per hari, sedangkan transfer ATM antarbank Rp10 juta per hari. Kartu debit dapat diperoleh di kantor cabang BNI terdekat selama persediaan masih ada.

Dewi Wulan, saat mempresentasikan aplikasi wondrZ, menjelaskan bahwa rekening dapat dibuka tanpa datang ke kantor cabang. Calon nasabah cukup menyiapkan Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga (KK), mengunggah fotonya dari ponsel, lalu melengkapi data diri anak. Untuk anak yang tidak satu KK dengan orang tua, pembukaan rekening dilayani di kantor cabang.

“Dari sisi biaya, pengelolaan rekening dan administrasi kartu debit gratis, dengan saldo minimum Rp0 dan setoran awal Rp100.000. Biaya penutupan rekening Rp10.000, sedangkan penggantian kartu Rp25 ribu. Suku bunga berjenjang, mulai 0,00 persen untuk saldo di bawah Rp100 ribu hingga 1,00 persen untuk saldo Rp100 juta ke atas,” jelasnya penuh semangat.

Selain transaksi, wondrZ membekali anak dengan asisten finansial di tab Insight aplikasi wondr. Fitur ini mencatat seluruh transaksi di kanal BNI secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), tanpa input manual. Rekap pemasukan dan pengeluaran beserta kategorinya dapat dilihat hingga tiga bulan.

Dewi menerangkan, sasaran utama wondrZ adalah orang tua muda dan keluarga baru, keluarga mapan, serta sekolah dan komunitas.

“wondrZ bukan sekadar tabungan anak, tetapi awal perjalanan finansial keluarga: orang tua memulai, anak belajar, wondrZ mendampingi,” demikian pesan yang diusung produk ini.

BNI menegaskan bahwa bank ini berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan LPS. Informasi lebih lanjut tersedia di bni.co.id atau BNI Call 150046. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *