Dosen UPN Veteran Jatim Kembangkan Virtual Literary Therapy Lab, Perkuat Deteksi Perundungan dan Budaya Aman di Sekolah

Situbondo.Berdampak.Net — Tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengembangkan Virtual Literary Therapy Lab, aplikasi berbasis Android yang memadukan teknologi, literasi sastra, edukasi antiperundungan, dan refleksi emosi bagi siswa. Aplikasi tersebut disosialisasikan sekaligus diserahterimakan kepada SMAN 1 Besuki, Kabupaten Situbondo, pada 6 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di ruang kelas X B SMAN 1 Besuki mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Program dipimpin Dr. Achmad Fawaid, S.S., M.A., M.A. bersama Hanum Lintang Siwi Suwingnyo, M.A., Ambaristi Hersita Milanguni, M.A., Lailatul Fitriyah, M.Si., Moh. Ainol Yaqin, M.Kom., serta mahasiswa Nurmalita Herdiana dan Cindy Eka Aulia. Pelaksanaan kegiatan didampingi Koordinator BK SMAN 1 Besuki Ika Febrianti, S.Pd. dan Kepala SMAN 1 Besuki Irpan Hilmi, S.Pd., M.P.

Virtual Literary Therapy Lab menghadirkan sejumlah fitur yang dekat dengan pengalaman remaja, mulai dari edukasi mengenai perundungan, game antiperundungan, cerita dan puisi reflektif, hingga jurnal emosi. Teknologi tersebut dirancang bukan sebagai alat diagnosis klinis, melainkan sebagai media edukasi dan refleksi yang dapat mendukung layanan psikososial serta program budaya sekolah aman.

Ketua tim pelaksana, Dr. Achmad Fawaid, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut menunjukkan bahwa bahasa dan sastra dapat dipertemukan dengan teknologi untuk menjawab persoalan konkret di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin teks sastra tidak berhenti sebagai bahan bacaan di kelas. Cerita, puisi, dan aktivitas reflektif kami integrasikan dengan teknologi agar menjadi ruang yang lebih dekat dengan siswa untuk mengenali perasaan, memahami perundungan, dan mengetahui cara mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman,” ujar Fawaid.

Selain sosialisasi aplikasi, tim melaksanakan survei digital untuk memperoleh gambaran kondisi perundungan, kesehatan mental, dan budaya aman sekolah. Sebanyak 75 pertanyaan berbasis kejadian disusun dengan merujuk pada Global School-based Student Health Survey (GSHS) dari World Health Organization, indikator iklim sekolah dan paparan perundungan dalam Programme for International Student Assessment (PISA) OECD, serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026.

Survei dirancang agar siswa dapat menyampaikan pengalaman secara lebih bebas tanpa harus menceritakan kasus secara langsung di hadapan guru atau teman. Data yang diperoleh diharapkan membantu sekolah memetakan bentuk perundungan, lokasi dan waktu rawan, dampak terhadap siswa, pola pelaporan, serta tingkat kepercayaan siswa terhadap mekanisme bantuan sekolah.

Kepala SMAN 1 Besuki, Irpan Hilmi, S.Pd., M.P., menyambut pemanfaatan teknologi tersebut karena dapat menyediakan informasi yang lebih terukur untuk penguatan kebijakan sekolah.

“Bagi sekolah, aplikasi dan survei ini penting bukan hanya untuk mengetahui apakah perundungan terjadi, tetapi untuk memahami bentuk dan kondisinya. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, guru BK, dan seluruh warga sekolah dalam menentukan program pencegahan serta layanan yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Respons positif juga datang dari siswa. Muhammad Ilzam Firdausi, siswa kelas X B, menilai penyampaian materi melalui aplikasi membuat isu perundungan lebih mudah dipahami.

“Aplikasinya menarik karena kami tidak hanya membaca materi. Ada game, cerita, puisi, dan jurnal emosi. Surveinya juga membuat kami bisa menjawab berdasarkan pengalaman tanpa harus bercerita langsung di depan kelas,” ungkap Ilzam.

Kegiatan ditutup dengan serah terima Virtual Literary Therapy Lab kepada Kepala SMAN 1 Besuki untuk mendukung pemanfaatan dan pengembangan layanan sekolah selanjutnya.

Program ini merupakan pelaksanaan hibah Pengabdian kepada Masyarakat PKM Edu yang didanai LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur melalui kegiatan berjudul “Penguatan Layanan Pemulihan Psikososial melalui Aplikasi Virtual Literary Therapy Lab Berbasis Teks Sastra bagi Siswa SMAN 1 Situbondo.”

Metafora “Bumi Sekarat” hingga “Rumah Bersama”: UPNVJT dan Earth Hour Malang Racik Bahasa untuk Selamatkan Iklim

Malang.Berdampak.Net— Di balik setiap unggahan kampanye lingkungan di media sosial, ternyata ada strategi bahasa yang dirancang secara ilmiah agar pesan lebih membekas di benak audiens. Inilah yang dibuktikan Tim Riset Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) melalui kajian metafora konseptual yang didiseminasikan kepada Earth Hour Malang, Jumat (7/8/2027), di Maitri Coffee and Social Hub, Kota Malang.

Dipimpin Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A., riset yang didanai LPPM UPNVJT ini menyasar takarir dan tagar dalam unggahan Instagram Earth Hour Malang. Fokus penelitian adalah bagaimana metafora — cara menggambarkan satu hal lewat hal lain, seperti bumi yang “sekarat” atau alam sebagai “rumah bersama” — mampu memengaruhi persepsi publik terhadap isu iklim.

Menurut tim peneliti, pemilihan metafora yang tepat tidak sekadar mempercantik kalimat, melainkan berperan membentuk cara berpikir audiens terhadap krisis lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku, mulai dari hal kecil seperti mengurangi sampah plastik hingga mendukung gerakan mitigasi perubahan iklim secara luas.

Dari riset ini, tim menghasilkan luaran yang lintas bentuk: publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta 2, artikel yang akan dibawakan dalam Seminar Internasional ISRM UPNVJT pada September mendatang, buku referensi berbasis Linguistik Kognitif dan Ekolinguistik, hingga video campaign dan poster rekomendasi metafora yang bisa langsung dipakai Earth Hour Malang dalam konten media sosial mereka.

Kehadiran produk riset yang aplikatif ini mendapat sambutan hangat dari komunitas. Vice Coordinator Earth Hour Malang 2025, Abdullah Radhi Maulana, mengatakan kolaborasi dengan UPNVJT membuka cara pandang baru bagi timnya dalam menyusun konten kampanye. Senada, Coordinator Earth Hour Malang 2026, Keitha, menilai temuan soal kekuatan bahasa ini relevan dengan karakter audiens mereka yang mayoritas generasi Z, yang menurutnya lebih mudah tergerak lewat narasi yang emosional dan dekat dengan keseharian.

Efek dari riset ini pun dirasakan langsung oleh sejumlah peserta diseminasi. Salah satunya Ryan, Public Relation Earth Hour Malang, yang mengaku tersentuh usai menyaksikan video campaign hasil penelitian. Ia menyebut kebiasaan sederhana yang selama ini dijalankannya, seperti membawa tumbler sendiri, kini terasa punya makna lebih besar sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan.

Ketua tim peneliti, Hanum, menegaskan bahwa bahasa dan kesadaran manusia saling memengaruhi secara timbal balik. Cara seseorang berbahasa mencerminkan pola pikirnya, sekaligus bahasa yang digunakan dapat membentuk kembali cara pandang dan tindakan orang tersebut terhadap lingkungan.

Kolaborasi riset dan komunitas ini menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan di kampus tidak berhenti di ruang akademik, melainkan dapat diterjemahkan menjadi alat komunikasi yang aplikatif bagi masyarakat sipil, sekaligus memperkuat kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Climate Action.

Dispusip Probolinggo Perkuat Budaya Literasi lewat Lomba Resensi Buku Tingkat Pelajar

Probolinggo.Berdampak.Net– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar dengan menyelenggarakan Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Tahun 2026. Sebagai tahap awal, Dispusip menggelar kegiatan pembekalan bagi para peserta pada Kamis (6/8/2026) di Ruang Pustakaloka, Kantor Dispusip Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dispusip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, S.H., M.M., mengatakan lomba ini digagas bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus informasi di era digital, ia menilai kemampuan membaca dan menganalisis menjadi bekal penting bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya literasi,” ujarnya saat membuka kegiatan, seraya menyebut program mobil perpustakaan keliling dan pojok baca sebagai ikhtiar lain yang telah dijalankan dinasnya untuk tujuan yang sama.

Pembekalan ini diikuti 50 pelajar hasil seleksi dewan juri, terdiri dari 25 siswa SMP/MTs dan 25 siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Probolinggo. Dua narasumber, yaitu seorang praktisi/pegiat literasi dan seorang akademisi, dihadirkan untuk membekali peserta dengan teknik penulisan resensi sebelum mereka berkompetisi.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan jawaban atas rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Data UNESCO tahun 2024 mencatat minat baca masyarakat Indonesia hanya berada di angka 0,001, sementara hasil PISA 2022 menempatkan kemampuan membaca siswa Indonesia di peringkat 68 dari 79 negara. Lomba resensi dipandang mampu mendorong siswa membaca buku secara tuntas sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan menulis.

Dana penyelenggaraan lomba dan pembekalan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional Tahun Anggaran 2026. Melalui kegiatan ini, Dispusip Kabupaten Probolinggo berharap dapat lahir generasi muda yang gemar membaca, kritis, kreatif, dan berkarakter, sejalan dengan visi “Generasi Probolinggo Cerdas Berbasis Literasi”.

UPN “Veteran” Jatim Gandeng SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Latih Guru Analisis Morfologi Bahasa Indonesia

Sidoarjo.Berdampak.Net– Program Studi Linguistik Indonesia dan Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (BISPRO), Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar Pelatihan Analisis Proses Morfologi bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Sabtu (1/8).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut diikuti oleh guru-guru Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo selama sehari penuh. Rangkaian pelatihan meliputi pre-test, pendalaman materi afiksasi, pembahasan hasil evaluasi, penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga presentasi hasil diskusi.

Ketua tim pengabdian, Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A., mengatakan pelatihan ini digagas untuk menjembatani hasil kajian linguistik di perguruan tinggi dengan kebutuhan praktik mengajar di sekolah.

“Perguruan tinggi memiliki banyak hasil kajian kebahasaan yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menjembatani hasil kajian tersebut dengan praktik mengajar guru sehingga materi yang disampaikan kepada siswa menjadi lebih relevan dan mudah diterapkan,” ujarnya.

Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Alful Musrifah, M.Pd., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi memberi kesempatan bagi guru untuk memperbarui wawasan sesuai perkembangan ilmu bahasa.

“Guru memang harus terus belajar. Kolaborasi dengan dosen membuat kami memperoleh sudut pandang baru, terutama mengenai analisis morfologi yang dapat dikembangkan menjadi strategi pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa,” katanya.

Salah satu peserta, Khusnul Isa, M.Pd., Gr., mengaku mendapat banyak ide baru yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

“Forum seperti ini penting karena kami bisa bertukar pengalaman dengan guru lain sekaligus berdiskusi langsung dengan narasumber. Kami jadi memiliki referensi baru dalam menyusun soal maupun aktivitas belajar yang melatih kemampuan analisis siswa,” ujarnya.

Tim pengabdian dalam kegiatan ini terdiri atas Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A., Ambaristi Hersita Milanguni, S.Pd., M.A., Moulidvi Rizki Permita, S.Hum., M.A., dan Renta, S.Pd., M.A. Mereka berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan melalui tema-tema kebahasaan lainnya, sebagai upaya menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di sekolah

Kiai Zuhri Zaini ke Alumni Surabaya: Mondok Lama Bukan Jaminan, Amaliah yang Menentukan!

Probolinggo.Berdampak.Net-Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, mengajak seluruh alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Surabaya untuk terus mempererat tali silaturrahmi dengan pesantren. Imbauan tersebut disampaikan dalam acara “Silaturrahmi Wali Santri dan Alumni Bersama Pengasuh” yang berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Senin (26/07/26)

Dalam tausiyahnya, Kiai Zuhri menegaskan bahwa keanggotaan maupun kepengurusan P4NJ bersifat terbuka. Tidak hanya alumni atau mantan santri, masyarakat umum non-alumni yang ingin berkontribusi juga dipersilakan menjadi pengurus. Langkah ini sejalan dengan pesan pendiri pesantren dan almarhum KH. Abdul Haq Zaini agar santri tidak mengkotak-kotakkan diri saat berada di tengah masyarakat.

“Lamanya mondok tidak lantas menjadi tolok ukur kesantrian seseorang, melainkan kegiatan amaliahnya. Ketika sudah keluar dari pesantren, jangan lupa wirid dan tetap belajar di mana saja agar identitas kesantriannya tidak hilang,” tegas Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri menekankan pentingnya merawat identitas santri melalui pengamalan Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Nilai-nilai tersebut mencakup kewajiban tafaqquh fiddin (memahami agama), berbuat baik, saling menolong, peduli sesama, hingga berjuang membela tanah air.

Selain itu, beliau mengingatkan para alumni untuk bijak dalam berorganisasi dan tidak mengabaikan kebaikan-kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan abaikan organisasi. Pilihlah organisasi yang memiliki tujuan, program, serta tugas yang jelas dalam hal kebaikan. Ingat juga bahwa ibadah bukan hanya shalat atau puasa, menyingkirkan batu dari jalan dan menjaga silaturrahmi seperti ini juga bagian dari ibadah,” pungkasnya sebelum memimpin doa penutup.

Teliti Cara Anak Belajar Bahasa, Tim UPN “Veteran” Jatim Turun ke MI Miftahul Ulum Batu

Malang.Berdampak.Net— Tim peneliti Program Studi Linguistik Indonesia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur turun langsung ke MI Miftahul Ulum Batu, Senin (20/7/2026), untuk mengambil data lapangan penelitian pemerolehan bahasa anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur dan bertujuan mendokumentasikan kemampuan berbahasa anak sebagai fondasi pengembangan kajian linguistik dan pendidikan bahasa Indonesia.

Tim peneliti berangkat sejak subuh dari Giriloka, kampus UPN “Veteran” Jawa Timur, membawa seluruh instrumen dan perlengkapan penelitian. Setibanya di lokasi setelah menempuh perjalanan dari Surabaya, mereka disambut Kepala Madrasah dan humas MI Miftahul Ulum Batu, dilanjutkan koordinasi singkat untuk menyamakan jadwal, pembagian ruang kelas, dan mekanisme pendampingan siswa agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Pengambilan data dilakukan secara paralel di dua lokasi kampus madrasah tersebut. Siswa kelas 1, 2, dan 6 didata di Kampus 2, sementara kelas 3, 4, dan 5 didata di Kampus 3. Sebelum masuk ke instrumen utama, enumerator lebih dulu melakukan pemanasan lewat percakapan ringan bersama siswa untuk membangun kedekatan. Setelah suasana kelas dirasa nyaman, siswa diberi penjelasan bertahap tentang tata cara pengisian borang penulisan sesuai tingkat pemahaman masing-masing jenjang.

Selama proses berlangsung, tim mendampingi siswa yang mengalami kesulitan agar data yang terkumpul tetap merepresentasikan kemampuan berbahasa mereka secara alami. Setelah seluruh borang terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara bersama guru wali kelas untuk menggali kebiasaan berbahasa siswa di lingkungan sekolah, karakteristik bahasa ibu dan bahasa sehari-hari, hingga aktivitas di luar kelas yang memengaruhi perkembangan bahasa anak.

“Kombinasi data hasil penugasan siswa dan informasi dari guru diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai proses pemerolehan bahasa anak usia sekolah dasar,” demikian disampaikan tim peneliti. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, dengan siswa yang antusias mengikuti setiap tahapan dan guru yang memberikan dukungan penuh selama sesi wawancara.

Kegiatan lapangan ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pihak MI Miftahul Ulum Batu dan sesi dokumentasi bersama. Tim peneliti menyampaikan terima kasih atas sambutan, kerja sama, dan pendampingan yang diberikan sejak awal hingga akhir kegiatan, sekaligus menegaskan bahwa keterbukaan pihak sekolah menjadi faktor penting kelancaran pengambilan data.

Kepala MI Miftahul Ulum Batu, Hj. Darul Nikmah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi penelitian. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi awal hubungan baik antara madrasah dan Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur dalam bidang pendidikan maupun penelitian di masa mendatang.