Prof. Dr. Mohammad Adib Raih Penghargaan dari Gubernur Jatim di Jambore Perhutanan Sosial 2026

Madiun, Berdampak.net – Prof. Dr. Mohammad Adib, Dosen Antropologi Universitas Airlangga (UNAIR), menerima penghargaan bergengsi dari Gubernur Jawa Timur pada puncak acara Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026. Penyerahan piagam berlangsung di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (13/6/2026).

Piagam diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi nyata Prof. Mohammad Adib dalam riset literasi pendampingan hutan sosial. Pada kesempatan tersebut, penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur bersama Direktur Jenderal Perhutanan Sosial. Delegasi resmi UNAIR turut hadir, termasuk Direktur PILAR UNAIR, Prof. Iman Prihandono.

Prof. Iman menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Selaku orang Unair, beliau merasa bangga karena selain Brawijaya juga akademisi Unair yang dipanggil oleh protokol untuk menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur,ujarnya.

Menurutnya, momentum ini menjadi pengakuan bahwa riset kampus berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk melaporkan kabar membanggakan ini langsung kepada Rektor UNAIR. (rh)

Santri Genggong Tembus Nasional, Lolos Seleksi Pembibitan Dai Muda

Probolinggo, Berdampak.net – Dentuman semangat itu terdengar dari timur Pulau Jawa. “Bam!”—begitulah riuh bangga yang menggelegar di lingkungan pesantren saat kabar gembira itu datang: salah satu santri Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong yakni Mahasiswa Semester 5 Kampus Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Rofiq Jazirah berhasil tembus ke kancah nasional, lolos dalam program Seleksi Pembibitan Dai Muda Indonesia!

Di tengah arus zaman yang deras membawa generasi muda ke arah yang serba instan, muncul sekelompok pemuda yang memilih jalan sebaliknya—meniti dakwah, merawat keilmuan, dan menjadi cahaya peradaban. Dan di barisan itu, nama santri Genggong kini ikut bersinar.

Dengan bekal ilmu dan keyakinan, mahasiswa dari Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo ini, mampu menyingkap tabir ketidakmungkinan dan mewujudkan dengan semangat nyata. sebagai seorang santri tidak hanya pandai mengaji, tapi juga siap mengabdi. Lolosnya salah satu delegasi dalam seleksi pembibitan dai muda bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kemenangan pesantren, kampus, dan tentu saja kemenangan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Program ini bukan program biasa. Ini adalah bagian dari upaya strategis nasional untuk mencetak dai-dai muda berkualitas yang mampu berdakwah lintas zaman—dengan kekuatan ilmu, akhlak, dan retorika yang mencerahkan. Proses seleksi pun ketat: hanya yang teruji wawasan, sikap, dan visi dakwahnya yang bisa lolos.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak pernah ketinggalan zaman. Bahkan di tengah dunia yang bergerak cepat, Genggong tetap menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader perubahan—baik di bidang dakwah, pendidikan, hingga kebangsaan.

Santri Genggong tidak hanya bisa mengutip kitab, tapi juga siap tampil di depan publik, merangkul umat, dan menjawab tantangan zaman dengan dakwah yang bijak dan berkelas. ” Saya Sangat berterimakasih kepada orang tua, guru, dan rekan-rekan sekalian terkhusus Subdit Dakwah kemenag yang telah membuat program keren ini, besar harapan saya bisa semakin luas wawasan dan membawa manfaat untuk bangsa, agama, dan masyarakat nantinya ” imbuhnya.

Ini bukan akhir cerita. Ini adalah gerbang awal untuk membawa nilai-nilai pesantren ke tingkat yang lebih luas—ke masyarakat, ke bangsa, bahkan ke dunia. Sebab Genggong bukan hanya tempat belajar, tapi tempat mencetak pemimpin masa depan.

Selamat untuk santri Genggong! Satu langkah kecil dari Condong, satu lompatan besar untuk dakwah Indonesia.

“Dari pesantren, untuk Indonesia. Dari Genggong, untuk peradaban.” (fiq)

Santoso: Mengubah Karier dari Karyawan Menjadi Petani yang Sukses

Dalam dunia bisnis, banyak orang yang memulai perjalanan mereka dari nol, dan salah satu kisah yang patut dicontoh adalah perjalanan Santoso, seorang mantan karyawan yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Kisah Santoso adalah contoh nyata bagaimana tekad, ketekunan, dan perencanaan yang matang dapat membawa seseorang dari posisi yang biasa saja menjadi seorang pengusaha yang berpengaruh. Berikut adalah langkah-langkah kunci yang ditempuh Santoso dalam perjalanan inspiratifnya.

Awal yang Sederhana

Santoso memulai kariernya sebagai karyawan di sebuah perusahaan kecil di Jakarta. Dengan latar belakang pendidikan yang biasa dan pengalaman kerja yang terbatas, ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seorang pengusaha sukses. Meskipun begitu, Santoso memiliki hasrat yang kuat untuk mencapai sesuatu yang lebih besar dari sekadar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Menemukan Passion

Pada awalnya, Santoso merasa terjebak dalam pekerjaan yang monoton. Ia selalu merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Suatu hari, setelah menghadiri seminar tentang kewirausahaan, Santoso menyadari bahwa ia memiliki minat yang mendalam dalam dunia bisnis. Ia mulai memikirkan ide-ide bisnis yang sesuai dengan passion-nya. Setelah beberapa riset, ia memutuskan untuk memulai bisnis di bidang yang sangat ia cintai: kuliner.

Perencanaan yang Matang

Salah satu kunci keberhasilan Santoso adalah perencanaan yang matang. Ia tidak terburu-buru untuk meninggalkan pekerjaannya dan terjun ke dunia bisnis tanpa persiapan yang memadai. Santoso menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan bisnisnya. Ia melakukan analisis pasar, menyusun rencana bisnis, dan membuat proyeksi keuangan. Dalam proses ini, Santoso juga belajar tentang strategi pemasaran dan manajemen bisnis.

Memulai dari Kecil

Santoso memutuskan untuk memulai bisnisnya dari skala kecil. Ia membuka sebuah kedai makanan kecil di pinggir jalan yang menawarkan menu-menu unik dan berbeda dari yang ada di pasaran. Dengan modal awal yang tidak besar, Santoso memastikan bahwa setiap detail dari kedai makanannya diperhatikan. Mulai dari desain interior hingga kualitas makanan, ia ingin memastikan bahwa pelanggan mendapatkan pengalaman yang memuaskan.

Menghadapi Tantangan

Seperti banyak pengusaha pemula lainnya, Santoso menghadapi berbagai tantangan di awal perjalanan bisnisnya. Penjualan yang tidak stabil, masalah dengan pemasok, dan bahkan kritik dari pelanggan adalah beberapa rintangan yang harus ia hadapi. Namun, Santoso tidak menyerah. Ia menggunakan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki bisnisnya. Melalui proses ini, Santoso mengembangkan keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang sangat penting bagi kesuksesan bisnisnya.

Inovasi dan Adaptasi

Salah satu kunci kesuksesan Santoso adalah kemampuannya untuk berinovasi dan beradaptasi. Santoso menyadari bahwa pasar kuliner terus berkembang, dan untuk tetap relevan, ia harus terus memperbarui menu dan layanan yang ditawarkannya. Ia memperkenalkan konsep baru seperti layanan pengantaran dan promo spesial untuk menarik lebih banyak pelanggan. Selain itu, Santoso juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kedai makanannya, yang membantu meningkatkan visibilitas dan jangkauan pasar.

Membangun Tim yang Solid

Santoso memahami bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri, tetapi juga pada tim yang bekerja bersamanya. Ia berusaha keras untuk merekrut dan mempertahankan karyawan yang berdedikasi dan memiliki keterampilan yang diperlukan. Santoso juga fokus pada pelatihan dan pengembangan karyawan untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Ekspansi dan Diversifikasi

Setelah beberapa tahun, bisnis Santoso mulai berkembang pesat. Ia melihat peluang untuk ekspansi dan diversifikasi. Santoso membuka beberapa cabang kedai makanannya di berbagai lokasi strategis dan juga mulai mempertimbangkan untuk memasuki pasar baru, seperti catering dan franchise. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga memperluas jangkauan brand-nya.

Kunci Keberhasilan

Dari perjalanan Santoso, ada beberapa kunci keberhasilan yang dapat dipetik. Pertama, memiliki passion dan visi yang jelas sangat penting dalam memulai bisnis. Kedua, perencanaan yang matang dan persiapan yang baik dapat membantu mengurangi risiko dan menghadapi tantangan dengan lebih baik. Ketiga, kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar dapat menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Terakhir, membangun tim yang solid dan berkomitmen dapat mendukung pertumbuhan dan kesuksesan bisnis.

Kesimpulan

Kisah Santoso adalah contoh inspiratif tentang bagaimana seseorang dapat mengubah hidupnya melalui tekad, kerja keras, dan perencanaan yang baik. Dari seorang karyawan yang merasa terjebak dalam rutinitas, Santoso berhasil menjadi pengusaha sukses dengan bisnis kuliner yang berkembang pesat. Perjalanan Santoso mengajarkan kita bahwa dengan dedikasi dan usaha yang konsisten, kita semua memiliki potensi untuk meraih kesuksesan dalam dunia bisnis.

Kisah ini tidak hanya memberi inspirasi bagi calon pengusaha tetapi juga menunjukkan bahwa kesuksesan dalam bisnis tidak datang dengan mudah. Dibutuhkan keberanian untuk mengambil langkah pertama, kemauan untuk menghadapi tantangan, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perubahan. Semoga kisah Santoso dapat memotivasi lebih banyak orang untuk mengejar impian mereka dan menciptakan peluang sukses dalam dunia bisnis.