Prajurit Terbaik Yonif 15 Marinir Antarkan Tim Rowing Indonesia Raih Medali Perak pada Asian Games Nagoya 2026

Jepang, Berdampak.net – Dispen Kormar, TNI AL (Nagoya, Jepang). Prajurit Batalyon Infanteri 15 Marinir (Libas), Peltu Marinir Agus Budi Aji, turut mengantarkan Tim Rowing Indonesia meraih prestasi pada ajang Asian Games Nagoya 2026 di Jepang, Kamis (24/09/2026).

Peltu Marinir Agus Budi Aji Bintara Kompi Markas Yonif 15 Marinir yang tergabung dalam kontingen Indonesia sebagai pelatih berperan dalam mendampingi dan mempersiapkan para atlet rowing selama mengikuti kompetisi tersebut.

Berkat perjuangan dan kerja keras tim, atlet rowing Indonesia berhasil meraih dua medali pada ajang olahraga tingkat Asia tersebut, salah satunya Medali Perak pada nomor LM2X jarak 2.000 Meter dan M4X jarak 2.000 Meter.

Komandan Batalyon Infanteri 15 Marinir Letkol Marinir Alamsyah, S.H., M.Tr.Opsla menyampaikan bahwa prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yonif 15 Marinir dan Brigif 2 Marinir sekaligus menunjukkan kontribusi prajurit Korps Marinir dalam mendukung prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.

“Keikutsertaan Peltu Marinir Agus Budi Aji sebagai pelatih juga menjadi wujud kontribusi prajurit TNI dalam mengharumkan nama Indonesia melalui bidang olahraga,” tegas Danyonif 15 Marinir.

Komandan Brigif 2 Marinir Tutup Lattekpas Taruna AAL Korps Marinir

Sidoarjo, Berdampak.net- Dispen Kormar, TNI AL (Sidoarjo). Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro secara resmi menutup Latihan Praktek Pasukan (Lattekpas) Taruna AAL Tingkat IV Angkatan 73 Korps Marinir di lapangan Lobby Mako Brigif 2 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Kamis (24/09/2026).

Pada arahannya Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro berharap kepada seluruh Taruna agar ilmu pengetahuan yang diperoleh selama melaksanakan latihan praktek pasukan di Brigif 2 Marinir dapat dilaksanakan dan diaplikasikan saat memasuki Satuan atau Batalyon sebagai Komandan Peleton.

Danbrigif 2 Marinir juga menambahkan bahwa seorang Komandan Peleton atau seorang pemimpin harus betul-betul memahami karakter pasukan yang dipimpin, dengan memahami karakter pasukan yang dipimpin, seorang pemimpin akan memiliki rasa persatuan dan emosional yang bisa berjalan seirama dalam melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Satuan.

“Sebentar lagi kalian akan dilantik menjadi Perwira Marinir, jangan berbuat kesalahan sehingga merusak masa depan kalian, Korps Marinir ladang kalian untuk mengembangkan karir dan prestasi sebagai Komandan Peleton,” tegas Danbrigif 2 Marinir.

Sosialisasi dan Percepatan KNMP 2027, Satgas Perencanaan Perkuat Dukungan Lintas Kementerian/Lembaga

JAKARTA, Berdampak.net – Untuk percepatan dan menyukseskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2027, Satgas Penyiapan dan Perencanaan KNMP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggeber sosialisasi dan memperkuat dukungan lintas kementerian/lembaga (K/L) terutama di level pemeritahan daerah.

“Kita tidak ingin di level daerah terjadi kendala yang terkait regulasi dan aturan yang melibatkan instansi lain. Misalnya soal status tanah yang dijadikan lokasi KNMP belum clear dari BPN atau bangunannya tidak memiliki dokumen perizinan dari Dinas PU setempat dan lainnya,” ujar Ketua Satgas Penyiapan dan Perencanaan KNMP 2027, Muhammad Abdi Suhufan disela-sela kegiatan sosialiasi KNMP secara daring dengan Dinas Kelautan dan Perikanan seluruh Indonesia, UPT, Penyuluh Perikanan dan lainnya, Kamis (24/9/2026) di Jakarta.

Selain dukungan kementerian/lembaga, lanjut Abdi, Satgas KNMP yang dibentuk oleh KKP juga menjalin kerjasama dengan pihak akademisi yang berasal dari perguruan tinggi pada berbagai provinsi dan lembaga NGO lokal di setiap daerah yang akan menjadi lokasi pembangunan KNMP pada 2027.

Menurut Abdi yang juga Tenaga Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Perlindungan Nelayan dan Awak Kapal Perikanan Tangkap, pada pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 pihaknya merancang pendekatan yang berbeda dari tahapan sebelumnya. Terutama dalam hal waktu perencanaan, penyesuaian kebutuhan lokal, serta pelibatan pemerintah daerah, perguruan tinggi, LSM, dan penyuluh perikanan.

“Kita tidak ingin program yang menjadi proyek strategis nasional Presiden Prabowo Subianto ini mengalami hambatan dan tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Karena itu kami selalu mengharapkan sinergi dengan pihak dan instansi terkait lainnya,” tegas Abdi.

Program KNMP sendiri telah berjalan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama mencakup 65 lokasi, kemudian tahap kedua sebanyak 35 lokasi, sementara tahap ketiga sedang berjalan dengan target sekitar 1.200 lokasi.

Pemerintah sendiri dalam hal ini KKP menargetkan pembangunan Kampung Nelayan diarahkan mencapai 5.000 titik di berbagai wilayah Indonesia. Dengan target tersebut, masih terdapat sekitar 4.000 titik yang harus dipersiapkan dan dibangun, termasuk sekitar 2.000 titik yang menjadi sasaran perencanaan untuk tahun 2027. (fj)