Tegaskan sebagai Kampus dengan Pencetak Guru Profesional Terbaik, IKA UM Probolinggo Raya Perkuat Kolaborasi dalam Rangka HGN 2025

Probolinggo, Berdampak.net – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Ikatan Alumninya IKA UM Probolinggo Raya kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang bukan hanya mampu melahirkan alumni guru profesional terbaik di probolinggo raya tetapi juga mampu mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) guna memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025.

Tampak hadir jajaran pengurus dan dewan penasehat IKA UM Probolinggo Raya yang juga mengambil bagian dalam kolaborasi di HGN ini. Dimana pada salah satu event HGN 2025 IKA UM mengirimkan dosen Ediyanto MpD Ph.D sebagai Juri Lomba Inovasi Pembelajaran berbasis STEAM, KKA, AI dan VR/AR jenjang PAUD dan SD. Tidak hanya itu bentuk kolaborasi di puncak HGN IKA UM dan Disdikbud mengadakan seminar nasional pendidikan yang pemateri nya adalah guru besar Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd, Dr. Adip Wahyudi, M.Pd Dosen departemen geografi dan Alumni yang sukses dalam profesi keguruan seperti Dr. Daris Wibisono Setiawan, S.S., M.Pd dan M Facrur Rozi Spd , M.pd serta Dr. Siti Romlah sendiri sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.

Dr. Siti Romlah, dalam laporannya bahwa rangkai HGN tahun ini diwarnai dengan beragam kegiatan seperti digital learning, lomba-lomba, turnamen voli, karya inovasi guru, pemilihan kepala sekolah dan guru inspiratif, fashion show busana Pendalungan, hingga kompetisi inovasi dan seminar pendidikan yang berkolaborasi dengan IKA UM Probolinggo Raya.

Khusus untuk inovasi guru Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, mencatatkan prestasi di bidang pendidikan dengan meraih rekor inovasi guru terbanyak di Indonesia sebanyak 2.302 inovasi karya guru dari seluruh penjuru kota diunggah dan diakui secara nasional oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Walikota Probolinggo dr. Aminuddin memberikan apresiasi tinggi kepada para guru dan mengingatkan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan serta berharap rekor ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga peluang untuk meraih penghargaan internasional. (rh)

FKUB Kota Probolinggo Gelar Media Gathering untuk Perkuat Moderasi Beragama

Probolinggo, Berdampak.net – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menggelar Media Gathering dengan tema “Peran Media Massa Mendorong Moderasi Beragama” pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan para jurnalis dari berbagai media serta narasumber dari kalangan profesional pers, yaitu Sibro Malisi, anggota DPRD Kota Probolinggo yang juga mantan jurnalis, dan Babul Arifandi, Ketua PWI Probolinggo Raya.

Dalam sambutan pengantar, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara FKUB dan insan media sekaligus memperkuat peran media dalam mendorong moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Perlu dukungan dan kolaborasi dengan jurnalis untuk memperkuat moderasi beragama,” tegas Hudri.

Hudri menambahkan bahwa media mainstream memegang peran penting dalam memberikan edukasi kepada publik. Berbeda dengan arus informasi di media sosial, konten media konvensional lebih terverifikasi, memiliki sumber data yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia menekankan bahwa Moderasi Beragama merupakan pilar penting dalam pembangunan toleransi dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kota Probolinggo. Karena itu, media massa berperan penting dalam menyajikan informasi yang menyejukkan dan konstruktif.

Sementara itu, narasumber pertama, Sibro Malisi, mengapresiasi upaya FKUB dan menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penguatan moderasi beragama.

“Dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan dengan menjadikan kerukunan, toleransi, dan harmoni umat beragama sebagai bagian dari program moderasi beragama,” ujarnya.

Narasumber kedua, Babul Arifandi, menyoroti peran strategis media dalam mendorong moderasi beragama. Menurutnya, media massa dapat Menyebarkan berita dan konten positif, Mendukung edukasi beragama yang moderat, Menjadi wadah dialog konstruktif, dan Melawan narasi ekstrem dan buzzer.

Namun, ia juga menekankan berbagai tantangan yang dihadapi media saat ini, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, polarisasi sosial, manipulasi konten digital, serta tingginya ketergantungan masyarakat pada informasi digital yang tidak terverifikasi.

“Tantangan hari ini sangat kompleks dan perlu disikapi dengan keadaban digital dan literasi media yang kuat,” ujar Babul.

Sebagai solusi, Babul menawarkan sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan edukasi dan sosialisasi, penguatan dialog interaktif, pengembangan aplikasi atau kanal keagamaan yang informatif, respon cepat terhadap konten negatif, serta memperkuat kemitraan media sebagai mitra publikasi FKUB.

Setelah pemaparan para narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Diskusi berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta yang tertarik pada peran media dalam mendorong dan mengawal moderasi beragama di Kota Probolinggo.

Kegiatan Media Gathering ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi antara FKUB dan insan pers dalam menciptakan iklim informasi yang damai, edukatif, dan mendorong kerukunan antarumat beragama. (fiq)

Kolaborasi PAKEM Kejari dan FKUB Kota Probolinggo Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Masyarakat

Probolinggo, 4 November 2025 — Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam menjaga kerukunan dan ketertiban kehidupan beragama, Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) Kejaksaan Negeri Probolinggo bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan visitasi ke dua rumah ibadah di Kota Probolinggo, yakni Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dan Gereja Katolik Bunda Karmel, pada Selasa, 4 November 2025, pukul 09.00–12.00 WIB.

Tim PAKEM Kejaksaan Negeri terdiri dari Rucha Abe Yuliniar Wardani,S.H., Raden Yudha Pratama Rahayu,A.Md., Jovi Azriel Wahyu Putra, Dhita Saula Eka R.C., dan Chrisna Bayu.
Sedangkan dari FKUB Kota Probolinggo hadir Ketua Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., Wakil Ketua I Drs. Dawam Ihsan, M.Si., Wakil Ketua II Dr. Budi Krisyanto, Bendahara Drs. Agus Maryono, dan Wakil Bendahara Masyhuri Nurzah, S.Pd., MM.

Kunjungan dimulai di GKJW Kota Probolinggo pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB yang disambut hangat oleh Pendeta Argo Daniel Satwiko , MDiv. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Gereja Katolik Bunda Karmel, di mana rombongan diterima langsung oleh Ketua Pastor Romo FX. Agis Triatmo, O.Carm.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, menyampaikan bahwa kolaborasi antara PAKEM Kejaksaan Negeri dan FKUB merupakan langkah strategis untuk memperkuat komunikasi serta koordinasi dengan berbagai aliran kepercayaan dan aliran keagamaan masyarakat di Kota Probolinggo.

“Dengan bertemu secara langsung dengan entitas aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat, kita dapat mengetahui secara langsung berbagai aktivitas yang dilakukan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelas Hudri.

Lebih lanjut, Hudri menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara intensif dan berkala. Tidak hanya visitasi ke rumah-rumah ibadah, tetapi juga ke lokasi-lokasi tempat penganut aliran kepercayaan beraktivitas agar terbangun komunikasi yang konstruktif dan saling memahami.

Sementara itu Rucha Abe Yuliniar Wardani mewakili Tim PAKEM dalam pengantar menyampaikan bahwa Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Masyarakat (PAKEM) adalah salah satu tugas yang dijalankan oleh Kejaksaan Republik Indonesia sesuai dengan amanat undang-undang. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa aliran kepercayaan dan keagamaan yang berkembang di masyarakat tidak bertentangan dengan nilai-nilai hukum, keamanan, ketertiban umum, atau ajaran agama resmi yang diakui negara.

“Dasar Hukum PAKEM
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia: Menegaskan tugas Kejaksaan dalam menjaga ketertiban umum. Begitu pula dengan
Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019
Tentang peran dan pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat. Sementara dalam
Konstitusi (UUD 1945) Pasal 29:
Negara menjamin kebebasan beragama dan berkepercayaan”, Jelas Rucha

Sebagaimana diketahui tujuan PAKEM adalah:

  1. Mencegah penyimpangan keagamaan dan kepercayaan.
  2. Melindungi hak asasi manusia.
  3. Mendukung stabilitas nasional.
  4. Memberikan edukasi.

Sedangkan tugas dan Fungsi PAKEM adalah:

  1. Pengawasan: Memantau perkembangan aliran kepercayaan dan keagamaan di masyarakat.
  2. Koordinasi lintas sektor: Bekerjasama dengan kementerian agama, kepolisian, intelijen, dan pemerintah daerah.
  3. Penyelidikan dan kajian: Meneliti doktrin atau ajaran yang dianggap menyimpang.
  4. Tindakan preventif dan represif: Mengambil langkah hukum jika ada pelanggaran.

Selanjutnya masih dalam kesempatan tersebut, Pendeta Arga di GKJW dan Romo Agis di Gereja Katolik Bunda Karmel memaparkan berbagai program pelayanan gereja, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta tantangan dan peluang dalam memperkuat relasi antarumat beragama di Kota Probolinggo.

Kegiatan visitasi ini juga diisi dengan sesi tanya jawab antara Tim PAKEM, FKUB, dan para tokoh gereja mengenai dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan, hubungan antar umat, serta upaya menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat.

Kejaksaan Negeri Probolinggo melalui Tim PAKEM menyampaikan bahwa kegiatan visitasi ini akan menjadi bagian dari agenda berkelanjutan dalam rangka memperkuat sinergi antara lembaga penegak hukum, FKUB, dan seluruh unsur masyarakat dalam mengawal kehidupan beragama yang rukun, toleran, dan damai di Kota Probolinggo.

MUI dan Kemenag Kota Probolinggo Jalin Kerja Sama Strategis dalam Pembinaan Umat dan Sertifikasi Halal

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan pelayanan umat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menandatangani Perjanjian Kerja Sama yang mencakup bidang Sertifikasi Halal, Pembinaan Muallaf, Pembinaan Dai-Daiyah, Pembinaan Masjid/Musholla, serta Pembinaan Majlis Taklim.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung pada Senin, 10 November 2025, di Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Jalan Mastrip Nomor 323.

Dari pihak Kemenag hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, S.Ag., M.A., didampingi Kasi Bimas Islam, Arifin Budianto, serta sejumlah pejabat dan staf. Sementara dari pihak MUI Kota Probolinggo hadir Ketua Umum, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, M.A., bersama Ketua, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., Sekretaris Umum, Drs. Dawam Ihsan, M.Si., dan Sekretaris I, Imanudin Abil Fida, MIRKH.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan MUI sebagai mitra strategis dalam penguatan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

“Kementerian Agama memiliki fungsi pembinaan, pelayanan, dan fasilitasi kehidupan beragama. Karena itu, kolaborasi dengan MUI menjadi sangat penting agar pelaksanaan kegiatan keagamaan dapat berjalan selaras dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Didik.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, M.A., menyampaikan bahwa MUI menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk penguatan peran kelembagaan ulama dalam pembinaan umat.

“MUI menilai kerja sama dengan Kemenag ini sangat positif dan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran ulama sebagai mitra konstruktif pemerintah. Kami ingin terus hadir melindungi, membimbing, dan melayani umat,” tutur Kyai Sulthon.

Kerja sama ini mencakup lima bidang utama yang dianggap strategis dalam penguatan kehidupan beragama di Kota Probolinggo, yaitu:

  1. Sertifikasi Halal – meliputi sosialisasi, pendampingan, dan fasilitasi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal.
  2. Pembinaan Muallaf – penguatan akidah, ibadah, dan kemandirian sosial ekonomi bagi para muallaf.
  3. Pembinaan Dai-Daiyah – peningkatan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme para dai dan daiyah.
  4. Pembinaan Masjid/Musholla – meliputi manajemen kelembagaan, administrasi, dan pemberdayaan jamaah.
  5. Pembinaan Majlis Taklim – penguatan kelembagaan, kurikulum, dan moderasi beragama di tingkat masyarakat.

Didik Kurniawan menambahkan bahwa perjanjian kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai seputar isu-isu keumatan dan kemasyarakatan di Kota Probolinggo. Kedua pihak bersepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjalankan program-program keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama dan MUI Kota Probolinggo dapat semakin memperkokoh peran agama sebagai sumber inspirasi moral, sosial, dan kemajuan bagi masyarakat Kota Probolinggo.

UNUJA Raih Anugerah Bergengsi Kinerja Penelitian dan Abdimas 2025, Berpeluang Naik ke Klaster Utama

Probolinggo, Berdampak.net – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Mercure Mirama Malang pada 10 Oktober 2025, UNUJA resmi meraih Piagam Penghargaan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk kategori Perguruan Tinggi Akademik Klaster Madya.

Piagam tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Nomor 598/LL7/SK/KL/2025 dan diserahkan langsung oleh Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Kepala LLDIKTI Wilayah VII, kepada Dr. KH. Najiburrahman, M.Pd., M.A., selaku Rektor Universitas Nurul Jadid.

Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi UNUJA dalam memperkuat tata kelola riset dan pengabdian kepada masyarakat. Tahun sebelumnya, pada 2023, UNUJA juga berhasil meraih Bronze Winner untuk kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat di kategori perguruan tinggi Klaster Pratama. Tidak lama berselang, di akhir tahun tersebut, UNUJA resmi naik kelas ke Klaster Madya.

Kini, penghargaan baru yang diraih pada klaster Madya memperkuat harapan agar UNUJA dapat menembus Klaster Utama pada akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026. Biasanya, perguruan tinggi yang memperoleh anugerah terbaik di klasternya akan menjadi kandidat kuat untuk naik ke klaster di atasnya berdasarkan hasil pemeringkatan nasional SINTA Kemdikbudristek.

Peningkatan kinerja UNUJA dapat dilihat dari posisi kampus ini dalam Science and Technology Index (SINTA) Kemdikbudristek. Pada 2025, UNUJA berhasil menempati peringkat ke-152 dari total 5.491 perguruan tinggi di Indonesia, meningkat pesat dibanding tahun 2023 yang berada di posisi 296. Capaian ini menunjukkan lonjakan produktivitas riset, publikasi, dan inovasi dosen serta mahasiswa dalam kurun dua tahun terakhir.

Menurut Rektor UNUJA, Dr. KH. Najiburrahman, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras dosen dan peneliti, tetapi juga dorongan untuk memperkuat ekosistem riset yang berdampak pada masyarakat. “Kita tidak sekadar mengejar peringkat, tetapi memastikan setiap penelitian dan pengabdian benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujarnya.

Penilaian kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mengacu pada data terverifikasi di SINTA dengan berbagai indikator. Di antaranya: jumlah artikel internasional bereputasi (Scopus), artikel nasional terindeks Sinta, jumlah hibah penelitian dan PKM baik internal maupun eksternal, jurnal internal yang terindeks Sinta, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), jabatan fungsional dosen, serta akreditasi program studi.

Beberapa program yang berkontribusi besar terhadap pencapaian ini antara lain program penelitian dan abdimas internal yang terintegrasi dengan KKN berbasis luaran, serta program tugas akhir mahasiswa berbentuk publikasi di jurnal Sinta 2–4. Strategi ini menjadi kekuatan utama UNUJA dalam memperluas dampak akademik dan sosial melalui publikasi ilmiah dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan penghargaan ini, UNUJA semakin menegaskan dirinya sebagai kampus yang tumbuh cepat di bidang riset dan pengabdian. Konsistensi peningkatan peringkat di SINTA dan keberhasilan mempertahankan prestasi di klaster Madya menjadi modal besar untuk melangkah menuju Klaster Utama, sejajar dengan kampus-kampus unggulan bergengsi di Indonesia.

KOMPERASIA Ke-2: Wadah Prestasi Pelajar Se-Probolinggo Raya Menuju Generasi Juara Indonesia

Probolinggo, 19 Oktober 2025 — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Andima Smarthouse sukses menyelenggarakan Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (KOMPERASIA) ke-2 Se-Probolinggo Raya, bertempat di Kompleks MI/MTs/MA Hidayat, Jalan Supriadi No. 25 Kanigaran, Kota Probolinggo, pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 ini diikuti oleh 434 peserta dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari SD/MI hingga SMP/MTs se-Probolinggo Raya. Kompetisi ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus menanamkan semangat kompetitif yang sehat dan berintegritas.

Acara pembukaan dihadiri oleh Pengurus Harian PCNU Kota Probolinggo, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Probolinggo, M. Zainullah, M.Pd, serta jajaran pengurus LP Ma’arif NU Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma’arif NU Kota Probolinggo, M. Holil, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas antusiasme luar biasa para peserta.

“Alhamdulillah, KOMPERASIA ke-2 mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi. Terbukti dengan jumlah peserta yang membludak. Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tapi juga upaya menumbuhkan semangat juang dan prestasi di kalangan pelajar Ma’arif,” ujar Holil.

Lebih lanjut, Holil menjelaskan bahwa kompetisi kali ini mencakup tiga bidang utama, yakni Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. Peserta yang berhasil meraih nilai minimal 72 poin akan melangkah ke babak berikutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KOMPERASIA ke-2, Syaihul Islam, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, pelaksanaan lomba KOMPERASIA ke-2 dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional berjalan lancar dan menggembirakan,” ujarnya.

Syaihul menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menemukan bibit-bibit unggul serta memberikan wadah bagi peserta didik dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs untuk menyalurkan bakatnya di bidang akademik, khususnya pada mata pelajaran IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa KOMPERASIA dilaksanakan dalam dua sistem kompetisi, yaitu:

  1. Juara tingkat Probolinggo Raya, yang hasilnya akan diumumkan pada 23 Oktober 2025.
  2. Peserta dengan nilai minimal 72 akan lolos ke tingkat Provinsi Jawa Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse. Para juara nasional nantinya akan mendapatkan reward istimewa, berupa kesempatan perjalanan edukatif ke luar negeri, seperti ke Malaysia dan Singapura.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus LP Ma’arif NU Kota Probolinggo serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga ajang ini menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus berprestasi dan membanggakan daerahnya,” tutup Syaihul.

Melalui kegiatan KOMPERASIA, LP Ma’arif NU Kota Probolinggo berkomitmen mencetak generasi pelajar unggul, berkarakter, dan berdaya saing global sesuai semangat Nahdlatul Ulama yang berlandaskan keilmuan dan akhlakul karimah.