DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo Rayakan Ulang Tahun ke-23 dengan Semangat Kolaborasi

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo merayakan ulang tahun ke-23 partai dengan penuh semangat dan optimisme, Sabtu (tanggal kegiatan). Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo, dr. Agung Mulyono, serta Calon Bupati Kabupaten Probolinggo, Gus dr. Haris.

Dalam sambutannya, dr. Agung Mulyono menekankan pentingnya terus membangun kolaborasi dan sinergi untuk menghadapi tantangan politik ke depan. “Kita harus terus menjaga apa yang sudah ada, serta menyalakan semangat agar tetap bertahan. Partai Demokrat adalah partai besar yang memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Gus dr. Haris, yang menjadi salah satu figur sentral dalam perhelatan tersebut, juga menyampaikan optimisme terkait peluang Demokrat di Kabupaten Probolinggo. “Demokrat memiliki peluang besar untuk kembali meraih kursi penting di Kabupaten Probolinggo. Kami akan terus menjaga kebersamaan dan semangat dalam membangun daerah ini,” tutur Gus Haris.

Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum penting bagi kader-kader Demokrat untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan Kabupaten Probolinggo. Partai Demokrat berharap dapat terus menjadi motor penggerak perubahan yang positif bagi masyarakat, dengan terus menjaga kebersamaan dan kerja sama di antara semua elemen partai.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk melanjutkan perjuangan, DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo siap menghadapi tantangan politik di masa mendatang, sekaligus memperkuat posisinya dalam kancah politik lokal. (fjr)

Menelaah Politik Idealis dan Pragmatis

Oleh : Ponirin Mika

Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Sosial Research, Probolinggo

Sejarah panjang idealisme politik merujuk pada pemaknaan tentang manusia sebagai makhluk politik (zoon politicon) yang menjadi subjek penentu arah dan gerak zaman. Sejak era Yunani Kuno, Aristoteles (384-322 SM) telah menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang berpolitik. Aktualisasi ke-diri-annya hanya mungkin terwujud dalam ruang polis (kota), di mana di dalamnya manusia berinteraksi dengan sesamanya.

Berbicara politik selalu asyik dan terkadang menegangkan. Sebab, dalam dunia politik tidak ada yang abadi yang ada hanya “kepentingan”, begitu kata salah seorang teman pada saya. Ungkapan ini tidak salah dan tidak selamanya benar. Hal itu pula yang tak pernah henti diperdebatkan. Saya salah satu diantara segelintir orang yang mengatakan bahwa politik itu suci. Perjuangan dalam politik adalah untuk kemaslahatan dan kesejateran bangsa. Politik merupakan sarana yang disahkan dalam undang-undang di negara Indonesia. Maka siapapun orangnya yang akan berjuang untuk dapat berbuat legacy pada bangs aini harus melalui jalan politik.

Cita-cita luhur dalam politik itu ialah kemuliaan. Dimana kegiatan yang ada dalam politik berkait dengan pengambilan keputusan dalam kelompok, atau bentuk hubungan kekuasaan lainnya di antara individu. Tentu merupakan sebuah keniscayaan berada di negeri yang menjadikan partai politik sebagai tempat untuk dapat memperoleh kebijakan ini, maka setiap warga negara tidak diperkenakan serta merta melakukan kebijakan yang tak dibenarkan melalui undang-undang. Pertanyaannya adalah adakah cita-cita mulia itu kesuciannya terpelihara? Melihat carut-marutnya demokrasi yang ada saat ini, politik telah ternodai oleh tangan-tangan kotor yang mengatasnamakan rakyat. Maka bisa dibilang bahwa politik tidak lagi mampu menjaga keperawananya dari sentuhan-sentuhan para kapitalis. Dengan carut marutnya demokrasi yang terkebiri ini maka seyogyanya politik perlu dikemalaikan pada visi-misi awalnya.

Belum lagi kalau kita memahami politik di masyarakat kota dan desa. Kota adalah ruang realitas interaktif tempat manusia-manusia berkualitas saling bertukar manfaat antara satu sama lain. Mereka yang bermukim di dalamnya adalah subjek-subjek beradab (civilized) dan berbudaya yang dihasilkan dari penggunaan rasio. Dengan demikian, manusia yang berpolitik adalah sekaligus manusia yang membedakan dirinya dengan makhluk lain, seperti binatang. Rasio menjadi instrumen berpikir dan menganalisa tentang diri dan lingkungannya.
Rasionalitas itulah yang kemudian diagung-agungkan pada masa-masa berikutnya, bahkan menjadi pembeda dengan masa lalu. Penggunaan rasio digambarkan dalam mitologi Yunani sebagai kereta yang bertolak dari kegelapan malam yang diliputi mitos menuju terang siang. Mitos diibaratkan sebagai masa lalu yang diwarnai lakon-lakon yang “tidak terjelaskan” oleh pikiran manusia. Mitos dipandang menghambat lahirnya perubahan dan kemajuan; keduanya adalah fenomena yang “dapat dijelaskan” secara rasional.

Dalam konteks politik, rasionalitas juga dijadikan sebagai rujukan kebenaran. Hanya politik yang rasional yang dianggap mampu melahirkan kebaikan. Karena itu, rasionalitas politik mengandaikan manusia politik yang memiliki arah dan tujuan kemanusiaan. Di dalamnya, janji-janji kemajuan dan kesejahteraan diyakini akan terwujud.

Tapi, pada kenyataannya, rasionalitas politik justru tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan janji-janji tersebut. Semakin kelihatan rasional, anomali pun bermunculan. Politik sebagai seni untuk mengabadikan diri, justru lebih tampak sebagai seni yang melanggengkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Manusia-manusia politik yang rasional menjadi goyah saat berhadapan dengan realita di luar dirinya. Rasionalitas politik hanya sebatas idealisme yang rapuh dihantam arus deras pragmatisme.

Realitas semacam ini telah menghantui perjalan politik di tanah air sehingga publik mengalami ketidapercayaannya. Para politisi perlu mengembalikan citra positif politik agar partisipasi masyarakat dengan kesadaran politiknya bukan karena keterpaksaan hanya karena mengharap uang semata. Politik idealis adalah cita-cita luhur. Jangan dimatikan oleh kepentingan sesaat yang “hanya” untuk memperkaya diri dan golongannya dengan dalih “politik kami untuk rakyat’ naudzubillah.

Bupati LSM Lira Probolinggo Menyatakan Netral Di Pemilukada

Probolinggo, Berdampak.net – LSM Lira ( Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Probolinggo Jawa Timur menggelar kegiatan Pelantikan Musyawarah Daerah ( Musda) dan Deklarasi Pilkada Damai yang berlokasi di Hotel Kampoeng Kita Kabupaten Probolinggo ( Sabtu 31 Agustus 2024)

Dalam acara pelantikan Bupati LSM Lira Probolinggo Salamul Huda yang langsung di hadiri Gubernur LSM Lira Jawa Timur Syamsudin dengan tamu undangan Kapolres Probolinggo,Pemkab Probolinggo dan Forkompinda setempat lainnya.

Salamul Huda Bupati LSM Lira Kabupaten Probolinggo yang baru dilantik itu menyampaikan bahwa Target Lira Probolinggo tetap fokus kerja sosial , tentang pemberantasan kasus korupsi ,tentang pengentasan kemiskinan masyarakat dan akan melakukan advokasi – advokasi kedepannya.” Kita tetap lakukan apa yang dilakukan Bupati LSM Lira sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan Untuk di momen pilkada kabupaten Probolinggo 2024 yang sudah berlangsung dua kandidat Zulmi dan Rasit yang akan melawan Paslon Cabup-cawabup Gus Haris dan Rafahmi di 27 Nopember 2024.” Kita akan memantau dan mengawasi Pemilukada dengan mendampingi penyelenggara pemilukada Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Disinggung soal dukungan kepada Bacalon Cabup-cawabup Probolinggo , Bupati LSM Lira Probolinggo Salamul Huda menegaskan bahwa pihaknya tetap posisi netral tidak memberikan dukungan kepada kedua calon di pilkada Probolinggo 2024 ini.

” LSM Lira tetap netral di momen Pemilukada karena kita LSM bukan parpol ,” tegasnya.

Tokoh KAHMI Probolinggo Dilantik Jadi Anggota Dewan, “Pemimpin Berwawasan dan Peduli”

Probolinggo, Berdampak.net— Kabupaten Probolinggo patut berbangga dengan pelantikan tokoh-tokoh KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) sebagai anggota dewan terpilih periode 2024 – 2029. Jum’at (30/08/2024). Mereka adalah Andi Suryanto Wibowo dari Partai NasDem, Muhammad Zubaidi dari Partai Gerindra, Chasbullah Kafabie dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan H. Khairul Anam dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Keempatnya dikenal sebagai kader terbaik yang memiliki wawasan luas serta jiwa kepedulian yang tinggi.

Profil Singkat Tokoh KAHMI

Andi Suryanto Wibowo (NasDem)
Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo periode 2019-2024, Andi Suryanto Wibowo telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan progresif. Dalam wawancara setelah pelantikannya, Andi mengungkapkan, “Kami akan melanjutkan upaya untuk memajukan pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan rakyat.” jelasnya singkat.

Muhammad Zubaidi (Gerindra)
Muhammad Zubaidi, mantan Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, dikenal sebagai sosok yang adil dan berintegritas. Dalam pernyataannya, Zubaidi menegaskan, “Sebagai anggota dewan, saya akan terus berjuang untuk demokrasi yang lebih baik, dengan memastikan setiap kebijakan berpihak pada masyarakat.” ujarnya.

Chasbullah Kafabie (PPP)
Chasbullah Kafabie adalah tokoh dari Pesantren Nurul Qadim yang dihormati. Dalam wawancaranya, Chasbullah menyatakan, “Saya berkomitmen untuk memperjuangkan pendidikan yang lebih baik serta kesejahteraan umat melalui kebijakan yang adil dan merata.” ungkapnya.

H. Khairul Anam (PDI Perjuangan)
Dikenal sebagai “Santri Mandiri Mengabdi”, Haji Anam memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Dalam wawancara eksklusif, H. Anam menegaskan bahwa prioritas utamanya sebagai anggota dewan adalah peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat. “Saya percaya bahwa pendidikan yang baik adalah fondasi bagi masa depan yang cerah, dan kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Oleh karena itu, saya akan fokus pada dua hal ini agar masyarakat Probolinggo bisa hidup lebih sejahtera,” ungkapnya.

Kepedulian dan Wawasan sebagai Modal Utama

Keempat tokoh ini tidak hanya dikenal karena prestasi mereka, tetapi juga karena kepedulian yang besar terhadap masyarakat. Dalam berbagai wawancara, mereka menegaskan komitmen mereka untuk terus mendengarkan aspirasi rakyat dan bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Harapan Besar untuk Masa Depan Probolinggo

Dengan kehadiran tokoh-tokoh KAHMI yang berwawasan dan peduli ini, masyarakat Probolinggo menaruh harapan besar pada periode pemerintahan yang baru. Mereka diharapkan mampu membawa perubahan yang nyata dan memastikan bahwa kepentingan rakyat selalu menjadi prioritas utama. (fjr)

Makna Amanah Dibalik Akronim Paslon Dokter Aminuddin-Ina Buchori di Pilwali Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Probolinggo yang semakin dekat, pasangan calon (Paslon) Dokter Aminuddin dan Ina Buchori terus menarik perhatian masyarakat. Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah penggunaan akronim “Amanah” sebagai branding kampanye mereka. Akronim ini bukan sekadar simbol, melainkan menggambarkan komitmen mendalam dari kedua calon dalam mengemban tugas sebagai pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Makna di Balik “Amanah”

Akronim “Amanah” terdiri dari huruf-huruf yang mencerminkan nilai-nilai dan prinsip utama yang ingin diusung oleh pasangan ini. “A” dalam “Amanah” melambangkan “Aspirasi Rakyat”, sebuah komitmen untuk mendengar dan memperjuangkan suara rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil. “M” mencerminkan “Moralitas”, di mana pasangan ini bertekad untuk memimpin dengan integritas tinggi, bebas dari korupsi dan tindakan yang merugikan masyarakat.

Huruf “A” berikutnya merujuk pada “Aksi Nyata”, menegaskan bahwa Dokter Aminuddin dan Ina Buchori tidak hanya akan berbicara, tetapi juga akan bergerak cepat dengan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. “N” adalah singkatan dari “Nasionalisme”, menegaskan cinta tanah air dan komitmen untuk memajukan Kota Probolinggo dalam bingkai persatuan dan kebangsaan.

Kemudian, “A” ketiga dalam “Amanah” mengacu pada “Adil”, menegaskan pentingnya keadilan sosial dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Probolinggo. Terakhir, “H” mewakili “Harmoni”, di mana pasangan ini bertekad untuk menciptakan kota yang damai, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Resonansi dengan Masyarakat

Penggunaan akronim “Amanah” ini ternyata mampu meraih simpati banyak pihak, terutama di kalangan masyarakat yang merindukan pemimpin yang dapat dipercaya dan mengedepankan kepentingan bersama. Dalam berbagai kesempatan kampanye, Dokter Aminuddin menegaskan bahwa amanah adalah esensi kepemimpinan yang harus dipegang teguh. “Kami ingin menjadi pemimpin yang bisa diandalkan, yang benar-benar bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan,” ujar Dokter Aminuddin dalam salah satu orasi politiknya.

Ina Buchori, yang dikenal sebagai tokoh perempuan dengan rekam jejak panjang di bidang sosial, juga menambahkan bahwa amanah bukan hanya janji, tetapi sebuah tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan Tuhan. “Kami siap untuk bekerja keras, dan yang lebih penting, kami siap untuk memegang amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Harapan Baru untuk Probolinggo

Dengan hadirnya pasangan calon yang membawa visi dan misi berbasis amanah, masyarakat Probolinggo dihadapkan pada pilihan yang menjanjikan harapan baru. Paslon ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dan memajukan kota ke arah yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu, akankah amanah yang mereka usung ini mampu diwujudkan menjadi kenyataan? Waktu yang akan menjawab, namun semangat dan komitmen pasangan ini jelas menjadi angin segar dalam kontestasi Pilwali Probolinggo tahun ini. (fjr)

Pendukung H Amir Mahmud Siap Menangkan Fernanda – Zabut Di Pilkada 2024

Probolinggo, Berdampak.net – Setelah Surat rekomendasi DPP Partai Golkar diterima Bacalon Walikota dan Wakil walikota Probolinggo Fernanda Zulkarnain dan Abdullah Zabut dan rencananya hari Jumat 29 Agustus 2024 akan mendaftarkan ke kantor KPU ( Komisi Pemilihan umum) Kota Probolinggo sebagai peserta di pemilu kepala daerah ( Pilkada) Kota Probolinggo 2024 untuk masa Bhakti jabatan periode 2024- 2029.

Sementara itu H Amir Mahmud menggelar acara tasyakuran makan bersama di kediaman di jl KH Achmad Dahlan Kebonsari kulon kecamatan Kanigaran kota Probolinggo,dengan sejumlah simpatisan dan pendukungnya yang mengantarkan dirinya sukses menuju kursi di DPRD Kota Probolinggo.

H Amir Mahmud mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya acara tasyakuran dengan makan bersama dengan semua pendukung dan simpatisan yang telah mendukung di Pileg 2024 kemarin.” Hanya tasyakuran biasa dan kumpul dengan acara makan – makan tidak ada acara politik,hanya ucapan terimakasih kepada mereka pendukung saya,” ujarnya.Rabu 28/8/2024.

Menjelang pendaftaran Peserta calon pilkada kota Probolinggo 2024 yang sudah di buka 27- 29 Agustus 2024 ,salah satu pendukung H Amir Mahmud akan menunggu kemana arah politik H Amir Mahmud yang usai dilantik 24 Agustus 2024 kemarin.

,” Kita tunggu arahan dari H Amir Mahmud sebagai anggota DPRD dari fraksi Golkar,” tegasnya Sugiono salah satu tim sukses Amir Mahmud.

Ia menambahkan sekaligus memberikan pernyataan bahwa kalau memang Fernanda Zulkarnain dan wakilnya Gus Zabut resmi menjadi Bacalon Walikota Probolinggo di Pilkada 2024 ,semua pendukung H Amir Mahmud siap satu komando memenangkan Calon dari partai Golkar,” Kita siap dukung dari calon walikota dan wakil walikota Probolinggo dari partai Golkar di bulan November nantinya,” tambahnya.

Selanjutnya semua pendukung Amir Mahmud memastikan suara Bacalon Walikota Probolinggo dari Golkar menang mutlak di Dapil Kanigaran,”Kami Hb pastikan menang mutlak di kecamatan Kanigaran ini,” ringkasnya. (yan)