Partai Gelora: Partai Masa Depan Anak Muda

Oleh: Ponirin Mika
Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo

Probolinggo- Perjalanan demokrasi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran partai politik. Sejak kemerdekaan, partai-partai politik telah menjadi wadah perjuangan aspirasi rakyat. Dari era perjuangan kemerdekaan hingga masa Reformasi, partai politik terus berkembang sesuai dengan dinamika sosial dan politik bangsa.

Namun, dari masa ke masa, masyarakat kerap menunjukkan sikap kritis terhadap partai politik. Banyak yang menilai bahwa partai hanya aktif saat pemilu tiba, kurang memperjuangkan kepentingan rakyat secara konsisten, dan cenderung elitis.
Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mengalami pasang surut. Di era digital seperti saat ini, publik—terutama generasi muda—semakin menuntut transparansi, kejujuran, dan aksi nyata dari para politisi. Sayangnya, masih banyak partai politik yang belum mampu menjawab tantangan tersebut.
Munculnya sikap skeptis dan apatis terhadap dunia politik menjadi indikator bahwa ada yang perlu diubah dalam sistem dan pendekatan politik di Indonesia.

Dibutuhkan partai politik yang mampu menjadi jembatan harapan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap masa depan bangsa.
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) hadir dengan semangat baru untuk menjawab tantangan zaman. Lahir dari gagasan perubahan dan pembaruan, Partai Gelora membawa visi besar: menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia. Untuk mewujudkan visi ini, Gelora menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi nasional, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Partai Gelora tidak hanya menawarkan platform politik, tetapi juga membangun gerakan sosial dan edukatif yang menyentuh lapisan masyarakat bawah hingga atas. Kami percaya bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang pelayanan dan kontribusi nyata bagi rakyat.
Salah satu kekuatan utama Gelora adalah komitmennya terhadap keterlibatan generasi muda. Anak muda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga aktor utama perubahan hari ini. Karena itu, Partai Gelora membuka ruang seluas-luasnya bagi kaum muda untuk terlibat, belajar, berinovasi, dan bahkan menjadi pemimpin.

Kami mendorong hadirnya kader muda yang visioner, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan kreatif serta berbasis solusi. Gelora menjadi rumah besar bagi para pemuda yang ingin berpolitik secara sehat, inklusif, dan membangun.
Di tengah krisis kepercayaan terhadap partai politik, Partai Gelora hadir sebagai alternatif yang segar dan penuh semangat. Kami mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama bergelora membawa perubahan positif bagi Indonesia.
Mari kita bangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Bersama Gelora, kita gelorakan semangat perubahan!

Ponirin Mika
Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo

Segala bentuk judul dan isi dari opini merupakan tanggungjawab mutlak penulis.

Partai Gelora Probolinggo Konsolidasi di Bromo: Satukan Visi, Ciptakan Legacy Perubahan

Probolinggo, Berdampak.net — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo menggelar konsolidasi internal di Hotel Nadia, kawasan Bromo. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman para pengurus terkait visi dan misi partai.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menegaskan bahwa konsolidasi ini penting untuk menyatukan energi dan semangat seluruh pengurus dalam satu arah gerak yang sejalan dengan tujuan partai.

“Menyatukan energi dan semangat sesuai visi-misi partai sangat penting bagi seluruh pengurus DPD,” ujarnya.

Abu Bakar juga menekankan bahwa bergabung dalam partai politik adalah bagian dari misi kehidupan yang bermakna.

“Hidup ini jangan hanya fokus bekerja. Hewan pun bekerja. Tapi manusia harus bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” imbuhnya.

Dengan penuh semangat, ia menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam partai harus diarahkan untuk membangun warisan kebaikan.

“Saya hadir di Gelora untuk menciptakan legacy (amal jariyah). Ketika kita berkontribusi membuat undang-undang yang baik, itu adalah amal jariyah yang dapat kita ceritakan kepada anak cucu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abu Bakar mengajak seluruh kader untuk bergerak menciptakan perubahan, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

“Probolinggo masih berada di peringkat ke-4 dalam hal pengentasan kemiskinan. Maka perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur, Fathurrozi, menegaskan bahwa berpartai bukan untuk mencari keuntungan materi, melainkan sebagai wadah perjuangan dan kontribusi bagi masyarakat.

“Berpartai bukan untuk mencari uang, tapi untuk berjuang. Partai Gelora membawa semangat kepemimpinan ala Rasulullah dalam membangun bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi kepemimpinan saat ini yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat, dan menekankan bahwa Partai Gelora memiliki komitmen untuk melahirkan pemimpin yang adil.

“Pemimpin yang adil akan membawa kemaslahatan bagi umat,” tandasnya. (pm)

DPD Gelora Probolinggo Selektif Rekrut Kader, Ekonomi Jadi Arah Juang

Pasuruan, Berdampak.net — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Gelora Jawa Timur menggelar konsolidasi internal pasca pelantikan kepengurusan di Syada Café and Resto, Surabaya, Kamis (01/05/2025). Acara ini dihadiri oleh seluruh ketua dan sekretaris DPD se-Jawa Timur sebagai bagian dari upaya penguatan struktur dan arah gerakan politik ke depan.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus barunya. Dalam forum konsolidasi itu, ia menyampaikan berbagai langkah strategis yang akan ditempuh Partai Gelora di wilayahnya.

“Kami akan fokus pada pengembangan bidang ekonomi. Ke depan, arah gerak partai tidak hanya berkutat pada politik elektoral, tetapi juga membangun usaha dan memberdayakan masyarakat,” ujar Abu Bakar dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi berbasis komunitas menjadi langkah nyata dalam mendekatkan partai kepada kebutuhan rakyat. Abu Bakar menyebut bahwa program-program pemberdayaan ekonomi akan disiapkan melalui kerja sama lintas sektor dan pelibatan kader partai.

Selain fokus ekonomi, Abu Bakar juga memperkenalkan struktur pengurus baru Partai Gelora Kabupaten Probolinggo kepada jajaran DPW. Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara selektif, terutama karena minat terhadap partai saat ini meningkat signifikan, khususnya dari kalangan laki-laki.

“Antusiasme dari kalangan laki-laki cukup tinggi. Ini membuat kami lebih hati-hati dan selektif dalam memilih kader, karena kami ingin membentuk struktur yang solid, loyal, dan punya kapasitas,” ungkapnya.

Namun demikian, Abu Bakar tidak menutup mata terhadap tantangan internal yang tengah dihadapi oleh DPD Gelora Kabupaten Probolinggo. Salah satu kendala yang ia soroti adalah minimnya figur potensial dari kalangan perempuan.

“Kami masih mengalami kesulitan dalam menjaring kader perempuan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera kami cari solusinya,” jelasnya. Ia menyebut, ke depan akan ada program khusus untuk menjaring dan membina kader perempuan, termasuk melalui pelibatan komunitas perempuan muda dan ibu rumah tangga.

Dalam forum yang berlangsung hangat tersebut, Abu Bakar juga mendapat respon positif dari pengurus DPW atas inisiatif ekonomi yang dibawa. DPW menyatakan akan memberikan dukungan penuh terhadap gagasan yang membawa semangat kemandirian dan keberdayaan masyarakat.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh DPD untuk menyampaikan aspirasi, laporan program, serta menyamakan frekuensi perjuangan menuju Pemilu 2029. Termasuk untuk menyusun strategi rekrutmen dan kaderisasi yang berkelanjutan.

Ketua DPW Partai Gelora Jatim, Misbakhul Munir, sebelumnya menegaskan bahwa partai harus dibangun dengan rasa syukur, semangat besar, dan keberanian dalam mengambil tantangan. Ia mendorong seluruh DPD untuk terus membangun gagasan dan langkah nyata di tengah masyarakat.

Abu Bakar pun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat struktur di daerah dan mencetak kader-kader baru yang tidak hanya loyal pada partai, tapi juga mampu membawa solusi nyata bagi masyarakat.

“InsyaAllah, Gelora di Kabupaten Probolinggo akan tumbuh sebagai kekuatan yang produktif dan relevan dengan kebutuhan rakyat,” pungkasnya.

Dengan konsolidasi yang solid dan arah gerakan yang jelas, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo siap menatap masa depan dengan lebih optimis dan penuh dedikasi.

Puluhan Kader HMI Pimpin Sejumlah Daerah di Indonesia

Berdampak.net – Sedikitnya 60 alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah dilantik menjadi kepala atau wakil kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia, setelah menang Pilkada 2024 kemarin.

Daftar ini menunjukkan bahwa kader HMI tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki potensi untuk memenangkan hati rakyat. Mereka yang terpilih menjadi bukti keberlanjutan tradisi kepemimpinan, dari organisasi yang memiliki tujuan “Mewujudkan Masyarakat Adil Makmur yang Diridhoi Allah”.

Penyebaran Alumni HMI di Berbagai Wilayah

Alumni HMI yang berpotensi memimpin daerah tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berdasarkan data dikutip dari Koranterkini.com, beberapa nama alumni HMI di antaranya bahkan telah dikenal luas atas kontribusi mereka, baik di bidang politik, pemerintahan, maupun masyarakat. Berikut adalah beberapa nama dalam daftar berikut ini:

1.Sigit Pamungkas – (Sragen)
2.Muslimin Tanja – (Tanjung Jabung Timur)
3.Bursah Zarnubi – (Lahat)
4.Yusuf Rio Prayogi (Situbondo)
5.Dokter Aminuddin (Probolinggo)
6.Dedi Mulyadi (Jawa Barat)
7.Gus Fawaid (Jember)
8.Adi Wibowo (Pasuruan)
9.Mudiyat Noor (Penajam Paser)
10.Najib Hamas (Serang)
11.Ammar Siraddjuddin (Tanggamus)
12.Amkasar Acham (Batam)
13.Zulkarnain Awat Amir (Maluku Tengah)
14.Joncik (Empat Lawang)
15.Abdul Wahid (Riau)
16.Nazib Hamas (Serang)
17.Saepul (Purwakarta)
18.Ramadhani Kirana (kota Solok)
19.Yusran Akbar (Konawe)
20.Anjas Thaher (Halmahera Timur)
21.Eman Suherman (Majalengka)
22.Tarmizi (Aceh Barat)
23.Amir Rumra (Tual)
24.Dokter Khairul (Tarakan)
25.Gusnar Ismail (Gorontalo)
26.Lahmudin Hambali (Bualemo)
27.Paisal (Dumai)
28.Sahabuddin (Bantaeng)
29.Fud Syaifuddin (Sumbawa Barat)
30.Selle Dalle (Soppeng)
31.Hugua (Sultra)
32.Reny Lamadjido (Sulteng)
33.Amir Hamzah (Lebak Banten)
34.Indah Amperawati (Lumajang)
35.dr.Mirna Anisa (Kendal)
36.Afiruddin Mathara (Buton Utara)
37.Abdul Rahman (Buton Utara)
38.Asri Arman (Seram Bagian Barat)
39.Ria Norsan (Kalbar)
40.Sukiryanto (Kubu Raya)
41.Edi Rusdi Kamtono (Pontianak)
42.Muh. Nasir (Lembata NTT)
43.Emil Elestianto Dardak (Jatim)
44.Najmul Ahyar (Lombok Utara NTB)
45.Azwar Hadi (Lampung timur)
46.Iskandar Kamaru (Bolaang Mongondow Selatan)
47.Sirajuddin Lasena (Bolaang Mongondow Utara)
48.Amiruddin (Banggai)
49.Baso Rahmanuddin (Wajo)
50.Safaruddin (Aceh Barat Daya)
51.Helmi Hasan (Bengkulu)
52.Hasan (Raja Ampat)
53.Risal Itjanae (Sigli)
54.Ilham Lawidu (Tojo Una Una)
55.Maulana (Jambi)
56.Tarmizi (Aceh Barat)
57.Putra Mahkota (Padang Lawas)
58.Setyo Wahono (Bojonegoro)
59.Oskar Pontoh (Bolaang Mangondow Timur)
60.Dedy Wahyudi (Bengkulu)

Partai Gelora Probolinggo Matangkan Strategi: Politik Berintegritas dan Ekonomi Kerakyatan

Probolinggo, Berdampak.net – Partai Gelora Kabupaten Probolinggo semakin serius dalam membangun peran politiknya di daerah. Dalam pertemuan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama di Raluna, Kamis (6/3/2025), para kader dan pengurus partai membahas strategi besar yang akan menjadi arah perjuangan ke depan. Fokus utama yang diusung adalah membangun politik berintegritas serta mendorong ekonomi kerakyatan sebagai fondasi perjuangan partai.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menegaskan bahwa partainya tidak sekadar menjadi pengamat politik, tetapi ingin menjadi penggerak perubahan. “Kami ingin mengubah peta politik di Probolinggo dengan visi baru yang berpihak kepada masyarakat. Legacy yang kita bangun harus benar-benar bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah pentingnya kemandirian ekonomi partai. Partai Gelora ingin menciptakan ekosistem yang tidak hanya menghidupi organisasi, tetapi juga dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan ekonomi yang kuat, partai dapat menjalankan program-program nyata tanpa bergantung pada politik transaksional.

Selain ekonomi, konsolidasi internal juga menjadi perhatian utama. Administrasi yang tertata rapi dipandang sebagai kunci keberlanjutan partai. Abu Bakar menekankan bahwa kader Partai Gelora harus memiliki mental baja dan tidak mudah terbawa perasaan (baperan), sebab dunia politik menuntut ketegasan dan keberanian dalam menghadapi dinamika yang ada.

Dalam struktur kepemimpinan, Partai Gelora memastikan bahwa hanya kader dengan kompetensi terbaik yang akan menempati posisi strategis. Selain itu, partai juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus lama dan baru agar transisi kepemimpinan berjalan mulus dan membawa manfaat lebih besar bagi perjuangan partai.

Target politik jangka panjang pun sudah ditetapkan, yakni maksimalisasi perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Untuk mencapainya, Partai Gelora menekankan pentingnya aksi nyata dalam meraih simpati masyarakat. “Kita harus membuktikan keseriusan kita dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Abu Bakar.

Dalam pertemuan ini, kader juga diingatkan bahwa politik adalah dunia yang penuh tantangan. Mereka diminta untuk tetap teguh dalam perjuangan dan tidak mudah menyerah. “Dinamika politik sangat besar, tetapi sebagai petarung, kita tidak boleh mundur. Kita harus berjuang dengan keyakinan penuh,” imbuhnya.

Partai Gelora menegaskan bahwa politik yang dibangun harus berbasis nilai dan bukan pragmatisme. Partai menolak watak transaksional yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Sebagai gantinya, Gelora ingin menghadirkan politik yang lebih bersih, berintegritas, dan membawa manfaat langsung bagi rakyat.

Sebagai langkah konkret, Partai Gelora akan menjadikan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar utama perjuangan. Dengan berbagai program yang menyasar kebutuhan masyarakat, partai ini ingin membangun ekosistem ekonomi yang lebih mandiri dan sejahtera bagi warga Probolinggo.

Dengan konsolidasi yang semakin solid dan strategi yang matang, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo optimis dapat menjadi kekuatan politik baru yang tidak hanya berbicara dalam arena politik, tetapi juga nyata dalam kerja-kerja sosial dan pemberdayaan masyarakat. (pm)

Sambil Gelar Buka Puasa, Partai Gelora Bincang Arah Baru Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Partai Gelora Kabupaten Probolinggo menggelar acara buka bersama dengan para kader dan simpatisan di Raluna, Kamis (6/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas arah baru politik di Probolinggo pasca dilantiknya pemimpin daerah yang baru.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menegaskan bahwa dinamika politik di wilayah tersebut telah mengalami perubahan. Oleh karena itu, menurutnya, Partai Gelora harus mengambil peran aktif sebagai pembuat kebijakan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Peta politik Probolinggo saat ini telah berubah, sehingga Partai Gelora harus menjadi maker dalam menciptakan legacy yang berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abu Bakar juga menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal dalam membangun konsolidasi internal sebelum partai bergerak secara nyata dalam mewujudkan visi besar untuk kemaslahatan Probolinggo ke depan. Ia berharap kader dan simpatisan dapat berkontribusi aktif dalam setiap program yang akan dijalankan.

Acara ini juga dihadiri oleh Koordinator Partai Gelora Jawa Timur Fathor Rozi yang memberikan arahan kepada para kader. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memiliki kebesaran jiwa dalam dunia politik. Menurutnya, politik adalah jalan strategis untuk membawa perubahan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat banyak, politik adalah salah satu jalan yang harus diambil,” tegasnya.

Partai Gelora, lanjutnya, adalah partai yang menjadikan Islam sebagai nafas perjuangan dengan membawa narasi ideal, yaitu kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga meyakini bahwa dengan komposisi kader yang ada saat ini, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo dapat menciptakan gebrakan baru yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah.

“Saya yakin DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo dengan komposisi kader yang ada akan mampu membikin gebrakan untuk mewujudkan Probolinggo yang lebih baik,” imbuhnya.

Sebelum acara buka puasa, para peserta terlebih dahulu mengikuti sesi dialog santai yang dipandu oleh Wakil Ketua DPD Partai Gelora, Mohammad Nur Kholis Muslim. Dalam sesi ini, ia mengenalkan peserta satu per satu agar terjalin komunikasi yang lebih erat antaranggota.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Partai Gelora berharap dapat semakin solid dalam menjalankan agenda-agenda politiknya ke depan. Konsolidasi yang kuat di tingkat daerah diharapkan dapat mendukung upaya partai dalam mewujudkan visi besar untuk membangun Probolinggo yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (pm)