Perkuat Cinta NKRI, Ratusan Santri Nurul Jadid Ikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Probolinggo.Berdampak.Net– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan yang diikuti ratusan santri di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Kepala Bidang Antarlembaga Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Dani Indra Rudianto, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bentuk edukasi Bakesbangpol kepada masyarakat, terutama pelajar di sekolah maupun pesantren.

“Kita ingin memberikan wawasan kebangsaan agar dapat menambah wawasan kebangsaan terhadap peserta didik di pesantren,” tegasnya.

Menurut Dani, pesantren dipilih sebagai sasaran karena menjadi salah satu pusat pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Pemahaman kebangsaan yang kuat sejak dini diharapkan membuat para santri lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Mewakili pihak pesantren, Kasubbag Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ustadz Ponirin Mika, menyampaikan apresiasi kepada Bakesbangpol atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Mewakili Pesantren Nurul Jadid, kami memberikan apresiasi kepada Bakesbangpol yang telah memilih Pesantren Nurul Jadid sebagai tempat sosialisasi wawasan kebangsaan ini,” ungkapnya.

Ustadz Ponirin berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan seksama. Menurutnya, materi yang disampaikan akan memperdalam kecintaan terhadap tanah air sekaligus memberi pemahaman tentang paham-paham yang berpotensi merongrong keutuhan negara.

“Wawasan kebangsaan ini diberikan agar kita sebagai orang Indonesia semakin cinta terhadap NKRI, juga akan diberi pemahaman berkait paham-paham yang akan merongrong keutuhan NKRI,” imbuhnya.

Di hadapan para santri, Ustadz Ponirin mengingatkan bahwa pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im, telah menegaskan nilai kebangsaan dalam Panca Kesadaran Santri. Kesadaran berbangsa dan bernegara menempati urutan keempat dari lima kesadaran tersebut.

Dari rumusan itu, lanjutnya, dapat dipahami bahwa Kiai Zaini Mun’im sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan kecintaan itu diwariskan kepada para santri sebagai bagian dari jati diri mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *