Pemkot Probolinggo Raih Apresiasi BSAN Kemendikdasmen RI

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kota Probolinggo meraih penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berkomitmen dalam Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menerima penghargaan tersebut dari Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti pada Senin (25/5).

Penghargaan diberikan dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional bertema Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen Jakarta. Selain Probolinggo, apresiasi serupa juga diberikan kepada Provinsi Banten, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Mappi.

Kemendikdasmen memberikan apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi para insan pendidikan serta mitra yang mendorong pembangunan pendidikan Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas upaya yang selaras dengan arah pendidikan bermutu untuk semua, sekaligus mengajak agar semangat kolaborasi terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, menjelaskan penghargaan diberikan karena Probolinggo dinilai layak menjadi percontohan nasional melalui sejumlah program BSAN yang sudah berjalan. Di antaranya pembentukan Pokja BSAN yang melibatkan stakeholder dan jajaran kepolisian untuk memastikan kebutuhan sarpras, tindak lanjut pengaduan, serta penanganan dilakukan cepat dan tepat.

Probolinggo juga menjalankan GASPRO CETAR PERKASA (Satuan Tugas Kota Probolinggo Cegah Dan Tangani Perundungan dan Kekerasan di Satuan Pendidikan) sejak 2024 di TPA, TK, SD, dan SMP. Program ini dilengkapi Dashboard pengaduan yang dapat dipantau secara real time. Jika tidak selesai di satuan pendidikan, penanganan dilanjutkan melalui kerja sama dengan ULD Bidang Pendidikan dan Puspaga.

Selain itu, ada program Duta Kamtibmaspro, Sekolah Ramah Anak di 342 satuan pendidikan, serta pemenuhan sanitasi layak. Secara regulasi, Probolinggo juga memiliki SK Wali Kota tentang Kelompok Kerja Penyelenggaraan BSAN periode 2026–2030.

Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan pendidikan aman dan nyaman menjadi prioritas agar proses belajar berjalan baik dan mendukung tercapainya sumber daya manusia yang diharapkan. Ia mengajak seluruh stakeholder dan murid untuk terus mendukung implementasi BSAN, dengan langkah penguatan pencegahan, penanganan, serta perbaikan bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang damai dan ramah. (rh)

MUI Kota Probolinggo Teguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Aman dan Tentram

Probolinggo, Berdampak.net — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama’ dan Umara’ pada Senin, 8 Dzulhijjah 1447 H / 25 Mei 2026 dengan mengusung tema “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bale Hinggil pada pukul 13.00 Wib. tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dialogis serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Pertimbangan MUI, Pengurus Harian, pengurus komisi, serta pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminudin, Sp.Og. (K)., M.Kes., dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo yang membacakan sambutan Wali Kota. Turut hadir Ketua DPRD Kota Probolinggo Sinta Dwi Laksmi Kusumawardani, sementara unsur Forkopimda lainnya mengutus perwakilan masing-masing.

Acara dikemas dalam format dialog interaktif yang dipandu oleh Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri. Dialog tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta harmoni kehidupan masyarakat Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulton, M.A. menegaskan pentingnya peran MUI sebagai mitra konstruktif pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, aman, dan maslahat.

“MUI akan senantiasa istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan saran konstruktif bagi kebijakan pemerintah agar membawa kemanfaatan dan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” tegas Kyai Sulton.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo yang membacakan sambutan Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUI dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam forum tersebut, MUI Kota Probolinggo juga mempresentasikan hasil survei tentang Persepsi Masyarakat terhadap Kejahatan Jalanan (Begal) di Kota Probolinggo. Presentasi disampaikan oleh Dr. Benny Prasetya selaku salah satu Ketua MUI yang membidangi Komisi Penelitian dan Pengkajian.
Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap aksi begal, terutama ketika berkendara sendirian dan melintasi jalan-jalan yang sepi. Masyarakat juga menilai bahwa risiko kejahatan jalanan tersebut memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Adapun persepsi keamanan masyarakat Kota Probolinggo berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 3,57 dari skala 5.

Dengan Persepsi keamanan berada pada kategori SEDANG MENUJU TINGGI diperlukan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menciptakan Kota Probolinggo yang aman dan nyaman.

Selain itu MUI juga merekomendasikan:

  1. Peningkatan penerangan jalan, terutama di area permukiman dan jalan sepi pada malam hari.
  2. Patroli rutin pada malam hari.
  3. Pengawasan di titik rawan dan peningkatan rasa aman masyarakat.
  4. Edukasi kewaspadaan lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Temuan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan masukan strategis bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, serta elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan kejahatan dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Probolinggo berharap sinergi ulama dan umara semakin kokoh dalam menjaga persatuan, ketenteraman, serta membangun Kota Probolinggo yang aman, religius, harmonis, dan berkeadaban.

PHK Meta Jadi Alarm Bursa Kerja Indonesia

Berdampak.net – Menurut laporan Business Times, Meta dikabarkan memecat sekitar 8.000 karyawan terutama dari tim teknik dan produk seiring dorongan perusahaan untuk memangkas biaya dan mempercepat investasi AI. Pemberitahuan bahkan dikirim lewat email mulai Rabu (20/5/2026) pagi, dengan jadwal mengikuti zona waktu.

Bagi pasar kerja Indonesia, kabar ini bukan sekadar berita luar negeri. Ini menjadi alarm langsung bahwa pekerjaan yang sifatnya rutinitas dan berbasis proses berisiko ditekan, sementara perusahaan makin mengunci kebutuhan pada orang-orang yang punya kompetensi digital.

Artinya, peluang justru mengarah ke talenta yang siap melangkah cepat—terutama di area seperti AI/data, rekayasa perangkat lunak, product digital, keamanan siber, dan otomasi. Kompetensi yang tidak relevan bisa makin tergeser, kompetensi yang tepat akan makin dicari. (rh)

Muskot PMI Probolinggo Pilih Mega Guntara Aklamasi

Probolinggo, Berdampak.net – Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Probolinggo di Hotel Nadia, Sabtu (23/5/2026), berlangsung relatif cair. Dalam forum tersebut, Mega Guntara kembali terpilih sebagai Ketua PMI Kota Probolinggo periode 2026–2031 secara aklamasi.

Usai terpilih, Mega menyampaikan sejumlah program utama, termasuk penguatan relawan melalui pembentukan pos pertolongan pertama di perusahaan-perusahaan, serta kerja sama dengan rumah sakit untuk program pendampingan pasien melalui jaringan relawan PMI.

PMI Kota Probolinggo pada periode sebelumnya juga mencatat sejumlah capaian, seperti penghargaan pelayanan publik, kesiapan audit transparansi keuangan, serta bantuan alat kesehatan dari PMI Pusat dan Kementerian Kesehatan RI.

Pengukuhan FPRB 2026–2030, Pemkot Probolinggo Perkuat Kolaborasi untuk Kota Tangguh Bencana

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kota Probolinggo resmi mengukuhkan kepengurusan baru Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo masa bakti 2026–2030 di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, Rabu (20/5/2026). Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Penjabat Deputi Pencegahan BNPB RI Pangarso Suryotomo, perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, unsur akademisi, dunia usaha, media, hingga para pengurus FPRB.

Pengukuhan kepengurusan FPRB dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.3.3/114/KEP/425.012/2026 tentang Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Probolinggo periode 2026–2030. Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo Nurkholiq menjelaskan bahwa pembentukan FPRB merupakan upaya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi.

Nurkholiq menilai keberadaan FPRB menjadi wadah kemitraan bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, hingga masyarakat. Melalui forum ini, sinergi diharapkan dapat membantu memperkuat program-program pengurangan risiko bencana secara bersama-sama agar kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat semakin meningkat.

Ketua FPRB Kota Probolinggo terpilih Sugeng Nufindarko menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan FPRB bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi merupakan amanah kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa menjadi pengurus FPRB berarti siap mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk melindungi masyarakat Probolinggo dari berbagai ancaman bencana, baik bencana alam maupun bencana nonalam.

Sugeng menyoroti bahwa Kota Probolinggo memiliki sejumlah potensi kerentanan bencana, di antaranya ancaman angin kencang, banjir, kebakaran permukiman, hingga dampak perubahan iklim. Karena itu, ia menekankan bahwa pembangunan kota harus dibarengi dengan penguatan ketangguhan masyarakat agar kota yang maju dan indah tetap aman serta siap menghadapi bencana.

Penjabat Deputi Pencegahan BNPB RI Pangarso Suryotomo mengapresiasi langkah Pemkot Probolinggo yang terus memperkuat kelembagaan pengurangan risiko bencana melalui FPRB. Ia berharap forum tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kota Probolinggo sebagai kota yang tangguh terhadap bencana.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana menjadi salah satu prioritas penting pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa upaya mitigasi dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan pascabencana yang membutuhkan biaya besar. Aminuddin menyatakan kerugian akibat bencana bisa berkali-kali lipat dibandingkan biaya mitigasi, sehingga pengurangan risiko bencana harus menjadi perhatian bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin turut memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Probolinggo, mulai dari penambahan rumah pompa untuk menekan risiko banjir hingga penguatan early warning system yang terpusat di BPBD. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi bencana, termasuk terkait aktivitas Gunung Bromo. Ia menambahkan bahwa meskipun Kota Probolinggo relatif aman, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Aminuddin juga menyampaikan bahwa seluruh kelurahan di Kota Probolinggo telah disiapkan menuju kelurahan tangguh bencana, lengkap dengan titik kumpul evakuasi yang perlu dipahami masyarakat. Ia menegaskan Pemkot berupaya serius dalam menyiapkan manajemen risiko bencana agar saat bencana terjadi, sistem penanganan sudah siap dan masyarakat tidak panik.

Dengan pengukuhan FPRB ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dapat semakin solid dalam menjalankan strategi pengurangan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat ketangguhan Kota Probolinggo menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (rh)

Mengospek Mental Pengurus PPNJ, Ning Aniq Beri Tips Kemampuan Pecahkan Masalah

Probolinggo, Berdampak.net – Biro Kepesantrenan (Biktren) Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelarrangkaian kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri (MPS). Kali ini, para calonpengurus dan wali asuh dibekali materi Problem Solving (penyelesaianmasalah) yang disampaikan secara daring oleh praktisi psikologi, Ning RaudlatulAniq, S.Psi., CH., CHt.

Pelatihan ini bertujuanuntuk membangun kesiapan mental, ketangguhan, serta kemampuan berpikir kritispara calon pengurus dalam menghadapi dinamika pengasuhan santri secaraprofesional dan humanis.

Dalam pemaparannya, NingRaudlatul Aniq mengajak para peserta untuk mengubah cara pandang mereka dalammelihat sebuah konflik atau persoalan. Menurutnya, masalah bukanlah sesuatuyang harus dihindari, melainkan sebuah sarana untuk membentuk kapasitas diri.

“Masalah hadir bukanuntuk mematikan potensi, justru melalui masalah potensi kita terbentuk. Jangantakut menghadapi masalah, tetapi pikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalahtersebut,” ujar Ning Aniq.

Ia menambahkan bahwa dalam sudut pandang psikologis dan spiritual, masalah sering kali muncul ketikaharapan atau ekspektasi tidak berjalan sesuai dengan kenyataan. Di titik itulahmanusia diuji untuk mengambil pelajaran berharga.

Lebih lanjut, Ning Aniq memperingatkan bahwa masalah yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpukmenjadi beban emosional yang mengganggu pikiran, perasaan, hingga produktivitaskerja pengurus.Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia membagikan tiga prinsip dasar dalam mereduksi dan menyelesaikanmasalah di lingkungan pesantren yaitu dengan mengenali akar permasalahan, beranimenghadapi,mencari alternatif solusi: Membuka ruang diskusi untuk menemukanjalan keluar terbaik.

“Masalah akan terurai jika kita mencari akar masalahnya, berani menghadapinya, dan berusaha menemukansolusi. Sebaliknya, masalah akan terasa semakin berat apabila tujuan kita tidakjelas dan terus menunda menghadapinya,” tegasnya.

Biro Kepesantrenan Putri berharap para calon pengurus dan wali asuh tidak hanya cakap secara tekniskepengurusan, tetapi juga memiliki kematangan emosional dalam mendampingi danmembina seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul. (pm)